Dua Menara (18)
Oleh Wak Amin
*****
"OTAK kalian berdua ini ditaruh dimana ya?" Bentak Bos Husin. Dia pukul meja kerjanya, saking marah nya.
Semua yang di atas meja berjatu han. Mulai dari tumpukan kertas, wadah pena hingga gelas air mi num gede.
"Tak usah. Biarkan saja," kata Bos Husin dengan mata melotot, merah dan marah.
"Tak enak lihatnya Bos," jawab Bre wok ketika hendak mengambil ge las air minum gede, yang ternyata, meskipun terjatuh ke lantai, tetap utuh.
Tergores sedikit pun tidak.
"Biarkan saja Wok."
"Jangan Bos. Nanti Bos minum pakai apa. Ini kan gelas kesukaan Bos. Betul kan Tos?"
"Betul Wok. Gelas boleh banyak, satu yang kita suka. Betul?"
"Betul sekali," jawab Pelontos. Usai mengusap pinggiran gelas dengan tissue yang berserakan di lantai, ia taruh gelas putih bermotif bunga itu di atas meja kerja Bos Husin.
"Ikut aku sekarang!" Perintah Bos Husin.
"Kemana Bos?"
"Makan ..."
Horeeee ...
"Bos bisa tau kami lapar dari mana ya Bos?" Tanya Pelontos ketika hen dak menutup pintu mobil.
Mesin menyala ...
"Aku bebek goreng aja Bos," kata Pelontos.
"Tak mau Bos. Aku udang satang saja. Sudah lama aku tak makan udang. Rindu aku sama udang. Sudah lima tahun lebih aku tak makan udang ..."
Mobil bergerak. Melaju ke jalan be sar menuju simpang tiga. Arus lalu-lintas tak begitu ramai. Tapi langit cerah.
Dalam perjalanan, Brewok dan Pe lontos bicara soal makanan. Seda ngkan Bos Husin bicara dengan ko leganya tentang bagaimana cara menghabisi Hasan dan Firdaus.
"Bagaimanapun caranya Bro, mere ka tak ada lagi di dunia ini."
Ha ha ha ha ...
"Itu perkara kecil Bos. Sangat kecil. Tau kan Bos semut?"
"Taulah ..."
"Nah, lebih kecil lagi dari semut."
Hua ha ha ha ...
"Kamu kan tau Bos Husin. Sudah berapa nyawa 'pendekar' kurenggut dengan tanganku?"
"Tau Bro ..."
"Apalagi cuma ... Siapa kamu bilang tadi?"
"Hasan dan Firdaus."
"Ya. Hasan dan Firdaus. Sekarang tinggal kau pilih. Harus dengan ca ra apa dan bagaimana matinya." Tantang Dul Betok.
"Seperti biasa saja Bro. Soal teknis nya terserah kamu. Kamu lah yang lebih tahu ..."
Ha ha ha ha ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar