Rabu, 10 Oktober 2018

Dua Menara (22)

Dua Menara (22)
Oleh Wak Amin

KEDATANGAN Mr Clean dan Letnan Ratna disambut dengan sukacita ol eh Bu Aida di kediamannya bersa ma Lia, satu-satunya buah hatinya yang masih hidup.

Kepada Mr Clean, Bu Aida mengaku sangat terpukul atas kematian Ha san dan Firdaus.

"Ibu tak menyangka mereka harus mati dengan cara yang mengenas kan," kata Bu Aida dengan suara mantap.

Tak ada lagi sedu dan sedan ...

"Kami turut berduka Bu Aida," kata Letnan Ratna sambil mencium ke dua belah pipi wanita berpostur tinggi semampai itu.

"Boleh kami tahu kapan ibu terakhir kali bertemu dengan mereka?" Ta nya Mr Clean.

"Kalau saya Tuan," kata Lia, "Bang Hasan saat keluar dari lapas. Seda ngkan Bang Firdaus, sehari sebe lum dia meninggal dunia ..."

"Ibu tak punya firasat apa-apa. Se mua berlangsung amat cepat dan sangat mendadak," terang Bu Aida.

"Ibu dan Nona Lia mencurigai sese orangkah?"

"Kalau ibu sih tidak Mr Clean. Tapi menurut ibu, tak mungkinlah orang jauh pelakunya."

"Saya juga Tuan," kata Lia,."Tapi siapa orangnya, itu yang kami tidak tahu."

"Ibu hanya berharap pelakunya se gera ditangkap cepat guna meng hindari jatuh korban lagi," harap Bu Aida.

"Kami takut, bisa jadi besok atau lusa giliran saya dan ibu saya." Lia merasa pelakunya belum puas se belum anggota keluarga mereka dihabisi semuanya.

"Tak usah kuatir Bu Aida dan Nona Lia," kata Mr Clean sembari membe rikan nomor telepon ksntor dan ru mahnya pada Bu Aida.

"Jika ada sesuatu yang mencuriga kan langsung saja hubungi saya atau teman kerja saya, Letnan Ratna."

"Kami akan membantu dengan se nang hati," kata Letnan Ratna. Dia memberikan dua kartu nama. Satu untuk Bu Aida, satunya lagi buat Bu Aida.

"Tak usah segan-segan Bu. Itu su dah menjadi tugas kami," terang Letnan Ratna.

"Kami berharap," kata Mr Clean, "Ada kerjasama yang baik antara ibu dan anak ibu dengan kami berdua."

"Insya Allah Tuan dan Mbak Ratna.
Kami sangat yakin Tuan Clean dan Mbak Ratna bisa menangkap pela ku dengan secepatnya."

Setelah mendapat nomor kontak dan alamat Zaitun, Mr Clean dan Letnan Ratna pamitan untuk me lanjutkan penyelidikan tahap be rikutnya.

Apa....?

Ke rumahnya orang tua Zaitun ...















Tidak ada komentar:

Posting Komentar