Jumat, 05 Oktober 2018

Duka untuk Palu dan Donggala (6)

Duka untuk Palu dan Donggala (6)
Oleh aminuddin





- Gempa di Zaman Umar

IMAM  Ibnulqayyim Rahimahullah menukilkan bahwa gempa pernah tejadi pada zaman Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, ini berdasarkan riwayat Mursal dari Ibnu Abiddun-ya:

إن الأرض تزلزلت على عهد رسول الله – صلى الله عليه وسلم – فوضع يده عليها ثم قال: اسكني، فإنه لم يأن لك بعد، ثم التفت إلى أصحابه، فقال: إن ربكم ليستعتبكم فأعتبوه

“Sesungguhnya gempa pernah terjadi di masa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam , kemudian beliau meletakkan tangannya di atasnya, beliau bersabda: “Tenanglah bumi, sesungguhnya waktumu belum tiba, kemudian beliau menoleh ke arah para sahabatnya, lalu bersabda: “Sesungguhnya Rabb kalian …. “

Hadits ini disebutkan Ibnu Abiddun-ya dalam Al-‘Uqubat, dan riwayat ini Mursal seperti yang disebutkan Imam Ibnulqayyim dan Al-Suyuthiy, dan hadits ini diriwayatkan secaraMursal dan ringkas dari Syahr bin Hausyab dalam Al-Mushannaf Ibnu Abi Syaibah (2/222/8334).

Al-Hafizh Ibnu Hajar Rahimahullah berkata: “Ini Mursal yang Dla’if“.

Ibnu Abdilbarr rahimahullah berkata: “Tidak pernah ada riwayat dari Nabi shallallahu ‘Alaihi Wasallam dengan bentuk yang shahih bahwa gempa pernah terjadi di masa hidup beliau, dan tidak pula benar ada sunnah dari beliau dalam urusan gempa. Sesungguhnya awal terjadinya gempa terjadi di masa Umar bin Khathhab Radliyallahu ‘Anhu“.

Berdasarkan hukum atas tidak shahihnya riwayat yang menceritakan gempa pernah terjadi di zaman Nabi – Shallallahu ‘Alaihi Wasallam – maka tidaklah berani kita mengatakan gempa pernah terjadi di zaman beliau, namun gempa mulai terjadi kembali di zaman Umar bin Khathhab Radliyallahu ‘Anhu, ketika itu Umar berkata:

يا أيها الناس ما كانت هذه الزلزلة إلا عن شيء أحدثتموه، والذي نفسي بيده لئن عادت لا أساكنكم فيها أبدا.

“Wahai manusia, tiadalah gempa ini terjadi kecuali karena sesuatu yang telah kalian perbuat, dan aku bersumpah demi Allah yang jiwaku di tangannya, jika gempa ini kembali, aku tidak akan tinggal bersama kalian lagi selamanya di dalamnya”.

Syaikh Muqbil Al-Wadi’iy Rahimahullah berkata:

وكثرة الزلازل في آخر الزّمان، تعتبر علمًا من أعلام النبوة، كما أخبر بذلك النبي صلى الله عليه وعلى آله وسلم كما في حديث سلمة بن نفيل رضي الله عنه . والشأن كل الشأن: هل اعتبرنا؟ وهل رجعنا إلى الله؟ أم صرنا كما يقول ربنا عز وجل: أولا يرون أنّهم يفتنون في كلّ عام مرّة أو مرّت ثمّ لا يتوبون ولا هم يذّكّرون

“Dan seringnya terjadi gempa di akhir zaman terhitung sebagai bukti dari tanda-tanda Kenabian, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah memberitakan hal itu, seperti dalam riwayat hadits Salamah bin Nufail Radliyallahu ‘Anhu.

Dan yang menjadi masalah utama adalah, apakah kita mengambil ibrah?

Dan apakah kita telah kembali kepada Allah?

Ataukah kita telah menjadi orang-orang yang seperti dalam firman Allah ‘Azza Wajalla :“Dan tidakkah mereka melihat sesungguhnya mereka telah difitnah sekali atau dua kali dalam setiap tahun, kemudian mereka tidak bertobat dan mereka tidak menjadikannya peringatan“. (QS : At-Taubah 126).





- Gempa Bumi Menurut Islam

IBNU Sina, seorang ilmuwan dan dokter Islam  mengutip beberapa pemikiran para ilmuwan Yunani mengenai gempa bumi yang terjadi akibat dorongan gas untuk keluar dari dalam bumi.

Namun, lambat laun ia menjelaskan pendapatnya sendiri bahwa gempa dikaitkan dengan adanya tekanan besar pada rongga udara di dalam bumi. Tekanan ini bisa berupa air yang masuk dalam rongga bumi.

Menurutnya, untuk mencegah dam pak bumi, manusia bisa membuat sumur di dalam tanah menurun se hingga getarannya bisa berkurang.

Akan tetapi, setelah abad ke-10 dan ke-11, para ilmjuwan Muslim mulai mengaitkan kejadian gempa bumi bukan hanya semata-mata kejadian yang disebabkan oleh alam. Ini merupakan fenomena alam yang menekankan pada sisi religius.

Pada hakekatnya manusia dicip takan sesuai dengan tujuan pen ciptaan manusia, proses pencip taan manusia , hakikat penciptaan manusia, konsep manusia dalam Islam, dan hakikat manusia menu rut Islam.

Namun ketika gempa bumi terjadi, ada beberapa analisa yang dikaitkan dalam mencari penyebab terjadinya yakni karena azab dari Allah akibat dosa yang dilakukan, ujian dari Allah dan gejala alam yang biasa terjadi.

Apabila memang suatu bencana dikaitkan dengan dosa manusia karena banyaknya kemaksiatan yang terjadi, perintah agama yang dilalaikan dan orang-orang miskin yang ditelantarkan, maka Allah SWT berfirman dalam QS Al-Isra’  17 :

“Jika Kami berkehendak untuk menghancurkn negeri, Kami memerintah orang-orang yang hidup mewah, namun mereka berdurhaka dalam negeri tersebut, maka sudah sepantasnya Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”

Namun, apabila dikaitkan dengan gejala alam yang memang harus nya terjadi, sebab Dunia Menurut Islam adalah sementara dan bumi ini khususnya Indonesia berada pada bagian bumi yang rawan gempa.

Kemudian merujuk pada hukum alam yang sudah menjadi ketetapan Allah bahwa bumi ini mengandung segala hikmah dan manfaat termasuk pergerakan gunung dan lapisan dalam bumi, maka Allah berfirman dalam QS An-Naml  27 :

“Dan kamu  sangka gunung-gunung itu tetap ada di tempatnya, padahal gunung-gunung itu bergerak seperti awan yang bergerak. Allah telah membuat segala sesuatu dengan kokoh. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Dalam Al-Quran sendiri ada banyak sekali ayat yang membahas tentang bencana alam seperti berikut ini :

- QS Al- An’aam  65 :

"Katakanlah : Dia yang berhak mengirim azab dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mengelompokkan kamu dalam golongan agar sebagian kamu merasakan keganasan. Perhatikanlah, Kami mendatangkan kebesaran agar kamu memahami.
"

- QS Al- Ankabuut  37 :

"Mereka mendustakan Syu’aib hingga ditimpa gempa dahsyat dan mereka menjadi mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggalnya."

- QS Al-Israa  59 :

"Dan Kami memberi tanda-tanda itu untuk menakut-nakuti."

- QS Fushilah 53 :

Kami menunjukkan tanda-tanda (kekuasaan) kepada mereka, sehingga jelaslah bahwa Al-Quran adalah benar. Dan Rabb mu adalah cukup bagimu sebab Dia menyaksikan segala sesuatu."

QS Asy-Syuura 30 :

"Dan musibah apapun yang kalian terima adalah karena perbuatan tangan kalian sendiri, Allah memaafkan sebagian dari kesalahan-kesalahanmu."


QS An-Nisaa' 79 :

"Nikmat apapun itu adalah berasal dari Allah, dan bencana ap saja yang datang adalah karena kesalahan dirimu sendiri."


- Penyebab Gempa Bumi

Penyebab gempa bumi jika dikaitkan dengan prespektif Islam adalah :

a. Kepemimpinan dan amanah

Di dalam Al-Quran sudah jelas dise butkan bahwa jika suatu bangsa memilih pemimpin yang tidak baik (shalih), cakap, cerdas, kompeten dan amanah, maka kehancuran bangsa tersebut tinggal menunggu waktu saja.

Pemimpin tanpa memiliki iman yang kuat akan menjadikan kekuasaan sebagai suatu ladang kesempatan untuk sibuk memper kaya diri sendiri bukan malah se bagai amanah dalam menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Dampak pemimpin seperti ini akan menimbulkan banyak sekali korup si, penindasan, kemiskinan dan ke bangkrutan moral. Maka dari itu, memilih pemimpin hendaknya yang memenuhi syarat-syarat, bukan yang hanya sibuk mengobral janji-janji manis kampanye saja.

b. Tak mau membayar zakat

Zakat adalah kewajiban  yang harus ditunaikan oleh orang mam pu untuk orang miskin. Jika kewaji ban yang ringan saja mereka tidak mau, maka kegoncangan sosial akan segera terjadi. Sebab azab Allah akan datang saat hak-hak orang miskin dirampas dan dibaikan.

c. Hilangnya ketulusan para ulama

Kedua penyebab di atas akan sema kin menjadi-jadi jika para ulama dan cendekiawan yang berkewaji ban memberikan peringatan ikut dalam kepentingan pragmatis para penguasa tersebut.

Ini bisa dilihat dari beberapa fatwa yang disetujui oleh ulama namun sama sekali tidak memihak pada orang yang lemah dan tertindas.

Fatwa-fatwa tersebut terkadang juga bisa sangat menyesatkan dan membingungkan umat Islam. Ketulusan-ketulusan yang hilang dari ulama dan cendekiawan akan membuat mereka gaduh memperdebatkan mengenai hukun-hukun yang sudah jelas diputuskan oleh Allah dan Rasul-Nya.

Apabila para elemen-elemen terse but sudah tidak mengabaikan fung sinya, maka kebangkrutan moral, akhlak dan akidah akan semakin meningkat.

Hal ini akan membuat titik kemarahan Allah dan kehancuran bangsa yang durhaka semakin tidak bisa ditawar-tawar lagi.

Perbanyak meyakini rukun iman , rukun Islam,  dan  fungsi iman ke pada Allah SWT agar keimanan kita semakin bertambah.


- Doa Gempa

Manusia hendaknya membaca doa ini ketika terjadi gempa bumi :

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢّ ﺇِﻧّﻲْ ﺃَﺳْﺄَﻟُﻚَ ﺧَﻴْﺮَﻫَﺎ ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﻓِﻴْﻬَﺎ، ﻭَﺧَﻴْﺮَ ﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ؛ ﻭَﺃَﻋُﻮْﺫُ ﺑِﻚَ ﻣِﻦْ ﺷَﺮِّﻫَﺎ، ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﺷَﺮِّﻣَﺎ ﺃَﺭْﺳَﻠْﺖَ ﺑِﻪِ

Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kehadirat-Mu ten tang kebaikan yang terjadi, kebai kan di dalamnya, kebaikan atas apa yang Engkau kirimkan bersamaan dengan kejadian ini, dan aku memo hon perlindungan kepada-Mu dari keburukan atas apa yang terjadi, dan keburukan di dalamnya serta aku juga memohon perlindungan kepada-Mu atas apa-apa yang Engksu kirimkan."

Berikut adalah beberapa hal yang harus dilakukan :

1. Segera bertobat dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Saat sedang terjadi gempa bumi atau bencana alam yang lain, dian jurkan setiap manusia untuk segera bertobat, memohon ampun kepada Allah, merendahkan diri kepada-Nya, serta memohon keselamatan kepada Allah.

Janganlah manusia hanya sibuk untuk menyelamatkan dirinya sen diri namun tidak segera memohon ampun kepada Allah. Ketika kita perbanyak untuk berdoa, maka Allah SWT yang akan menyelamat kan kita.

2. Perbanyak sedekah dan menolo ng fakir miskin.

Setelah kita selamat dari gempa bumi, segera perbanyak sedekah dan menolong fakir miskin. Nabi Muhammad SAW bersabda :

“Sayangi (saudara kalian), maka kalian akan disayangi.”  serta

“Orang yang berkasih sayang, pasti akan disayangi.”

3. Pemimpin kaum Muslimin wajib memerintahkan beberapa hal kepa da rakyatnya.

Setelah diperingatkan oleh gempa, hendaknya para pemimpin kaum Muslimin segera memerintahkan rakyatnya agar selalu berkeyakinan pada kebenaran, kembali berhukum dengan syariat Allah, serta menja lankan amar ma’ruf nahi mungkar.

Allah SWT berfirman dalam

- QS At-Thaubah  71 :

“Lelaki dan perempuan yang beriman adalah penolong sebagian yang lain. Mereka menyuruh untuk mengerjakan yang ma’ruf, mencegah yang munkar, shalat, membayar zakat dan taat kepada Allah dan RasulNya . Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."


- QS Al-Hajj  40-41 :

“Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama) Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa, (yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan me reka di muka bumi, niscaya mereka mendirikan shalat, menunaikan za kat, menyuruh berbuat yang ma’ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan)."








__

- Teduh.or.id

- Dalamislam.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar