Selasa, 09 Oktober 2018

Freemason (3)

Freemason (3)
Oleh aminuddin



9 Hal tentang Freemasonry

ADA sembilan hal yang wajib kamu tahu tentang Freemasonry.

Apa sajakah?

Berikut penjelasannya ..


- Pertama, politik dan agama ada lah topik tabu untuk dibicarakan. Menurut salah seorang petinggi kelompok Freemasonry di New York, Piers Vaughn, kedua topik itu haram dibicarakan dalam perte muan-pertemuan mereka.

Lebih lanjut, menurut profesor Sejarah dari University of California Los Angeles, Margaret Jacob, anggota Freemasonry memang membicarakan beberapa kejadian-kejadian politik tertentu, tapi mereka menilai pembicaraan tentang afiliasi terhadap ideologi atau partai politik itu dilarang.

- Kedua, Freemasonry bukan agama. Meski ada ritual-ritual sendiri di dalamnya, tapi tak ada pendeta atau rabbi maupun sistem keuskupan yang dianut. Setiap anggota bebas berpikir sesuai dengan keyakinannya.

- Ketiga, Gereja Katolik mengecam keberadaan Freemasonry. Menurut Margaret Jacob, Gereja Katolik di Eropa sempat curiga dan menge cam kelompok ini.

Sumber kecurigaannya adalah karena para pria yang datang dari berbagai wilayah dan memiliki pro fesi berbeda-beda berkumpul di sebuah tempat, membagikan roti di antara mereka, serta melakukan ritual tertentu.

Gereja menduga mereka melakukan konspirasi politik atau agama. Pada tahun 1738, Gereja Katolik mengecam Freemasonry dan sejak itu menyatakan permusuhan secara terbuka melawan kelompok itu.

Di tahun 1983, Kardinal Joseph Ratzinger atau yang kemudian dikenal sebagai Paus Benedict XVI mengkonfirmasi posisi Gereja tersebut.

Keempat, meski agama adalah topik tabu, tapi mereka tak mengi zinkan ateis atau agnostik untuk bergabung.

Menurut ahli sejarah Freemasonry, Brent Morris, kelompok ini terdiri dari orang-orang beragama. Bagi Freemasonry, peran Tuhan sangat sentral dalam kehidupan mereka sebagai manusia.

Mereka menginginkan orang-orang yang memiliki keyakinan terhadap suatu zat tertinggi (Tuhan). Sebab itulah yang bisa membuat mereka menjadi orang baik yang kemudian bisa menjadi pria hebat. Freema sonry ingin membuat dunia lebih baik.

- Kelima, sebagian besar presiden-presiden awal Amerika Serikat bu kan anggota Freemasonry. Ini ada lah anggapan umum bahwa orang nomor satu di negara adidaya itu pasti anggota kelompok rahasia.

Dari 56 orang yang menandatangani Deklarasi Kemerdekaan, hanya sembilan orang yang memang anggota Freemasonry.

- Keenam, simbol The Eye of God atau Mata Tuhan yang bisa melihat ke semua arah seringkali diasosia sikan dengan kelompok rahasia se perti Illuminati dan Freemasonry.

Simbol tersebut ada di mata uang Amerika. Meski anggota Freema sonry mengakui itu adalah simbol Freemasonry, tapi Margaret berkata  simbol itu telah digunakan oleh ba nyak kelompok berbeda sepanjang sejarah.

Simbol The Eye of God sendiri diter jemahkan sebagai Tuhan yang me ngetahui semua yang dilakukan manusia.

Menurut Margaret, keberadaan simbol itu dalam sebuah piramida yang belum selesai di mata uang Amerika mewakili keyakinan pendiri bangsa bahwa negara mereka masih terus berkembang.

- Ketujuh, Ancient Arabic Order of Nobles of the Mystic Shrine atau The Shriners yang didirikan pada tahun 1870 dan bermarkas di Tampa, Floria, adalah Freemason.

Mereka adalah organisasi non-profit yang mengoperasikan 22 rumah sakit anak-anak di mana para pasien tidak membayar sepeserpun.

- Kedelapan, tentang asal-usul nama Mason. Anggota Freemasonry menyebut diri mereka dengan sebutan itu. Morris sendiri menjelaskan bahwa Mason bermula dari profesi awal kelompok itu yang merupakan tukang bangunan.

Saat itu, para tukang bangunan harus berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lain saat pembangunan atau perbaikan bangunan selesai dilakukan.

Sebabnya adalah sektor konstruksi waktu itu masih sangat jarang sehingga mereka harus bergerilya agar tetap bisa bekerja.

Mereka juga buta huruf sehingga satu-satunya cara untuk mengidentifikasi diri ketika sampai di wilayah baru adalah dengan menggunakan kata Mason.

- Kesembilan, tak ada kode rahasia Freemasonry yang tertera di botol bir Rolling Rock.

Rumor yang sempat beredar bahwa di tahun 1939 sebuah merek bir Amerika bernama Rolling Rock mencantumkan angka 33 yang berarti Tingkat ke 33 dari Scottish Rite Freemasonry, kelompok Freemason di Skotlandia.

Pihak Rolling Rock sendiri sempat mengklarifikasi dengan menyebut bahwa angka itu untuk merujuk pada tahun 1933 di mana aturan larangan produksi, distribusi, penjualan, serta impor produk-produk beralkohol dihapus di Amerika Serikat.

Sementara penjelasan lain menyebut bahwa angka 33 itu tak lain adalah hasil ketidaksengajaan saat mencetak label bir Rolling Rock.

Hmm... Setelah membaca, apakah kira-kira ada orang Indonesia yang jadi Freemason?




__

IDN Times.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar