Yaman dan Pertemanan (19)
Oleh aminuddin
- Peraih Nobel Yaman Gugat Mohammed bin Salman
JAKARTA- Peraih Nobel dan aktivis asal Yaman, Tawakol Karman, melayangkan gugatan terhadap Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohammed bin Zayed ke Mahkamah Kejahatan Internasional, ICC.
"Kedua petinggi itu dituding melakukan kejahatan perang," Middle East Monitor melaporkan.
Partai Islah, partai pendukung Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi , membatalkan keanggotaan Tawakoll Karman, peraih Nobel Perdamaian 2011, setelah menuding Arab Saudi dan Uni Emirat Arab terlibat dalam perang saudara di Yaman.
Pekan lalu, para ahli di PBB membahas sebuah laporan mengenai pelanggaran kejahatan perang di Yaman dilakukan oleh pemerintah, pasukan koalisi Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan militan Houthi.
Pada Sabtu 1 September 2018, Arab Saudi selaku pimpinan pasukan koalisi, mengaku bertanggung jawab atas serangan udara mematikan terhadap sebuah bus sekolah yang menewaskan 40 anak di Provinsi Saada, sebelah utara Sanaa.
Berbicara kepada Al Jazeera, Karman mengatakan, ada sejumlah laporan mengungkapkan mengenai serangkaian pelanggaran mengerikan dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Warga memeriksa bangunan yang rusak akibat serangan udara koalisi Arab Saudi di Amran, Yaman, 25 Juni 2018.
Karman juga menyampaikan peno lakannya terhadap penjualan senja ta kepada Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Menurutnya, berdasarkan sejumlah laporan, senjata tersebut digunakan untuk membunuh rakyat Yaman.
Dia juga menekankan sejumlah negara telah berkontribusi baik langsung maupun tidak terlibat dalam pembunuhan warga Yaman.
Perang di Yaman telah berlangsung lebih dari lima tahun melibatkan kelompok militan Houthi dengan pemerintah Yaman dukungan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.
Sejumlah laporan mengatakan, akibat perang tersebut ribuan warga sipil di Yaman tewas termasuk perempuan dan anak-anak.
- Houthi: Bangsa Yaman akan Keluar sebagai Pemenang dalam Perang Saudi
SANA’A – Ketua Komite Revolusioner Agung Yaman, Mohammed Ali al-Houthi, menegaskan bahwa bangsa Yaman akan keluar sebagai pemenang dari perang ekonomi dan militer yang dilancarkan oleh koalisi pimpinan rezim Riyadh terhadap negara mereka.
"Kita bersama perdamaian yang terhormat. Orang-orang Yaman, akan mengalahkan para tiran dunia,” katanya dalam pidato saat unjuk rasa di Sana’a pada hari Jumat (05/10).
Ia juga menyambut sikap Uni Eropa yang menentang perang di Yaman, mengatakan bahwa rakyat Yaman akan berdiri di samping siapapun yang ingin menghentikan agresi.
Sebelumnya Parlemen Eropa pada hari Kamis mengeluarkan resolusi yang menyerukan larangan mende sak atas semua penjualan senjata kepada koalisi pimpinan Saudi ya ng terus melancarkan perang me matikan di Yaman sejak 2015.
Resolusi itu juga mendesak semua pihak untuk mengakhiri perang Yaman, yang dimulai oleh Riyadh dengan tujuan menginstal ulang mantan otoritasnya yang merupakan sekutu dekat Saudi.
- Tak Kunjung Menang
# Koalisi Saudi Bentuk Pasukan Khusus Sebar Propaganda di Yaman
SANA’A – Dihajar berbagai kekalahan, meski telah mengerahkan berbagai kampanye yang sangat brutal terhadap Yaman, Koalisi pimpinan Saudi kini mengobarkan kampanye psikologis terhadap rakyat Yaman dengan membentuk sebuah pasukan khusus untuk tujuan tersebut.
Yemen Extra melaporkan pada Senin (01/10) bahwa sumber-sumber di dalam koalisi di Riyadh telah membocorkan rencana baru berupa sebuah lembaga rahasia yang disebut “Cold Winds” yang bertujuan menyebarkan desas-desus di kalangan rakyat Yaman serta untuk menciptakan keraguan atas Tentara Nasional Yaman dan Ansharullah.
Lembaga rahasia ini dibentuk sebagai upaya membuat rakyat kehilangan kepercayaan terhadap para pemimpin, anggota dan pejuangnya.
Propaganda dari lembaga rahasia ini akan dilancarkan di semua jaringan sosial di bawah arahan peneliti Palestina, Amin Massoud, 54th, seorang peneliti dan spesialis dalam komunikasi, serta seorang dokter dalam psikologi.
Menurut informasi yang mengkonfirmasi hal ini, Pengadilan Kerajaan Saudi telah menyetujui adopsi 268 juta riyal Saudi untuk institusi tersebut. Jumlah uang itu akan meningkat sesuai dengan dampak dan kesuksesan di tempat kerja.
Institusi rahasia ini, menurut sumber dari dalam, diaktifkan oleh 3456 individu, di antaranya ada 156 orang non-Yaman untuk melakukan tugas itu.
Mereka yang tinggal di wilayah Yaman sekitar 1466 orang, dan mereka cukup melakukan pekerjaan dari rumah kemudian dibayar, sementara sisanya adalah mereka yang tinggal di luar Yaman.
Misi mereka adalah mengganggu halaman-halaman penting dan pe nulis terkenal yang berpengaruh di pusat-pusat sosial untuk kemudian melakukan penghinaan, tuduhan dan mengarahkan masyarakat agar kehilangan kepercayaan kepada Ansharullah dan sekutu mereka.
Media, jurnalis dan aktivis anti-agresi di jaringan media sosial menerima banyak penghinaan dari akun-akun palsu, serta penutupan halaman mereka di Facebook karena kampanye laporan yang dilakukan oleh tentara bayaran Saudi terhadap tokoh-tokoh anti-agresi.
Institusi ini telah beroperasi selama hampir tiga bulan, dengan semua karyawannya menggunakan ekspresi seperti mengatakan bahwa Houthi adalah “pemberontak, agen Iran, terbelakang, bodoh, pencuri korup, dan sebagainya".
Ada sekitar 167 istilah dan frasa yang dipelajari dan dipilih oleh tim khusus ini, yang diperintahkan untuk digeneralisasikan.
Menurut bocoran yang didapat mengenai rencana ini, lembaga-lembaga rahasia tersebut mengalokasikan sekitar 876 pria dan wanita untuk bekerja di pusat-pusat masyarakat di luar media so sial yang khusus bertugas untuk menebar isu dan keraguan.
Di antara tugas-tugas yang diberikan kepada karyawan lembaga, yang disebut “Cold Winds” ini adalah berusaha untuk meminimalkan front perlawanan dan mengintimidasi siapa saja yang memiliki hubungan atau kaitan dengan Ansarullah agar berhenti dan tidak bergabung dengan mereka, mencoba untuk mencegah mereka bergabung wajib militer secara sukarela, dan untuk melawan mobilisasi “berbahaya” ini.
Koalisi yang dipimpin Saudi siap melakukan hal-hal yang mustahil sekalipun demi untuk menghenti kan mobilisasi umum ini karena telah menyebabkan dampak yang nyata dan signifikan dalam kerugian material, moral dan manusia di antara pasukan pasukan koalisi yang dipimpin Saudi.
Hal ini karena setelah hampir empat tahun perang melawan Yaman, di mana aliansi tersebut menggunakan propaganda dan persenjataan militernya dengan semua kejahatan terkeji terhadap bangsa Yaman, pada kenyataannya semua itu belum juga berhasil menjadikan Arab Saudi dan koalisinya memperoleh kemenangan.
Pengeluaran miliaran untuk membiayai tim khusus guna menyebarkan desas-desus di antara orang-orang Yaman dalam upaya menggerogoti keteguhan mereka ini merupakan bukti kuat bahwa suara dari front media adalah yang tertinggi dan terkuat.
Terlepas dari itu, negara-negara koalisi, apa pun yang mereka la kukan, tidak akan bisa merusak ketabahan orang-orang Yaman.
- Tradisi Rias Mata Pria
TRADISI khas menandai Ramadhan di sejumlah kawasan. Di Yaman, salah satu tradisi unik yang masih lestari adalah aksi para pemuda yang merias mata dengan kohl.
Selama Ramadhan, tradisi itu terekam jelas di area Masjid Al- Kabir yang populer dengan sebutan Masjid Agung, Sanaa, Yaman, seperti dilansir timesofum mah.com.
Mereka meniru kebiasaan nabi di masa lalu.
Kohl merupakan eyeliner atau celak mata yang biasa digunakan para wanita Timur Tengah. Kohl terbuat dari jelaga yang digiling halus bersama campuran minyak tumbuh-tumbuhan, akar tanaman tertentu, biji-bijian dan resin dari gum khusus, untuk membentuknya menjadi pasta hitam yang pekat.
Para wanita setempat biasa menggunakan kohl untuk mempertajam garis pembingkai mata atau menggelapkan. Mereka menggunakannya sebagai eyeliner, maskara, dan eye shadow.
Produk kecantikan ini awalnya populer digunakan oleh ratu-ratu dan golongan bangsawan Mesir Kuno beberapa abad lampau.
Selain sebagai pelindung mata, pemakaian kohl juga menjadi kepercayaan Mesir kuno sebagai pengusir roh-roh jahat.
Namun belakangan, pemakaian kohl menuai kontroversi karena dianggap mengandung racun yang membahayakan kesehatan.
Zat yang terkandung di dalamnya diduga dapat menyebabkan naik nya kandungan timbal dalam darah penggunanya
____
- Tempo.Co
- Arrahmahnews.com
- tiga
Tidak ada komentar:
Posting Komentar