Oleh Wak Amin
DUA hari kemudian ...
Firdaus sudah mulai sehat kemba li. Namun dia belum diizinkan Bu Aida melakukan aktivitas keseha rian, termasuk mengantar jemput Lia pulang kuliah.
Firdaus hanya diperbolehkan mela kukan pekerjaan ringan, seperti me nyapu, menyiram bunga dan mem beri makan puspus. Selain ke waru ng untuk membeli sesuatu keper luan.
Ngeoooong ...
Ngeooong ...
Puspus menggerak-gerakkan ekor nya. Lalu melompat ke pangkuan Firdaus.
Sempat terkejut. Namun kemudian tersenyum geli melihat Puspus me nggosok-gosokkan kepalanya di paha Firdaus ..
"Ada apa Pus?" Tanya Firdsus, coba berkomunikasi dengan Puspus.
Ngeooong ...
Puspus melompat dari pangkuan Firdaus. Dia menuju ke jendela ru ang tamu.
Mengintip sesuatu dari balik kaca jendela.
Ada apa ya?
Firdaus ikut mengintip ..
Haaaa ...?
Ngeooong ..
Ada dua lelaki tengah bicara di ja lan dekat rumah Bu Aida. Mereka adalah Pelontos dan Brewok. Ke duanya dikenal Firdaus.
Sssst ...
Firdaus mengisyaratkan agar Pus pus diam. Dia berharap Brewok dan Pelontos tak singgah ke rumah Bu Aida.
"Lia .. Lia." Nyaring terdengar suara Firdaus di hapenya Lia.
"Ya Kak Fir. Lia baru akan pulang," jawab Lia.
"Jangan dulu Lia." Kali ini suara Firdaus agak mengecil. Kuatir ke dengaran, meski agak jauh dari jalan, Brewok dan Pelontos.
"Kenapa Kak?"
"Ada orang yang memukul Kak Fir daus beberapa hari lalu."
"Dimana mereka Kak?"
" Di jalan depan rumah Lia. Oh ya, bilang ke ibumu juga. Jangan buru-buru pulang dulu sebelum mereka pergi."
"Oke Kak. Tapi menurut Lia, telepon polisi langsung saja Kak. Biar di tangkap."
"Rencana kakak begitulah," kata Firdaus.
"Cepat Kak, sebelum mereka pergi." Lebih cepat ditangkap, kata Lia, le bih baik supaya selesai masalah nya.
Di dekat parit ..
"Apa orangnya ada Pak?" Tanya Brewok.
"Biasanya ada," kata pemuda berka camata. "Tapi sore. Kalau pagi se perti ini pergi semua Pak."
Brewok dan Pelontos saling pan dang.
"Maaf Pak. Saya permisi dulu," kata si pemuda tadi. Pagi ini dia bertu gas mengantar pesanan kue ke ru mah salah seorang warga menggu nakan sepeda ontel.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar