Freemason (13)
Oleh aminuddin
--- Konspirasi Keterlibatan Jerman,
Britania, dan Freemason di Revolusi Rusia
TEORI konspirasi penyebab terja dinya revolusi Rusia muncul di saat Bolshevik mengambil alih kekua saan dari Kekaisaran Rusia. Teori-teori yang telah menjadi bahan per debatan selama seabad terakhir ini berpusat pada keterlibatan Britania, Jerman, dan Freemason di dalam revolusi.
Saat ini, banyak yang percaya bahwa sistem monarki Rusia digulingkan pada Februari 1917 karena dorongan Entente Tiga, terutama oleh Britania.
Dalam bukunya 1917: ' Bukan Revolusi tapi Operasi Khusus,' penulis dan jurnalis opini Rusia Nikolai Starikov menjelaskan bahwa revolusi saat itu merupakan persekongkolan Britania untuk melemahkan Kekaisaran Rusia.
Penjelasan yang lebih populer lagi mengenai dugaan Britania ingin menggulingkan dinasti Rusia ada lah London menganggap istri Nicholas II (Kaisar terakhir Rusia), Alexandra Fyodorovna, berpihak pada Jerman.
Penggulingan monarki akan mem buat terjadinya pergolakan revolusi besar di Rusia, sehingga mereka menarik diri dari Perang Dunia I.
Banyak yang percaya Dubes Britania untuk Rusia saat itu, George Buchanan, adalah pemimpin konspirator.
Anna Vyrubova, sahabat Fyodorovna dan seorang dayang di Istana Imperial Rusia, menulis dalam memoarnya:
“Yang Mulia mengatakan kepada saya bahwa ia tahu Tuan Buchanan, sang dubes Britania, bertindak secara aktif dalam persekongkolan melawan para Yang Mulia, dan bahkan mengadakan pertemuan di kedutaan dengan adipati-adipati terkait hal ini."
Kecurigaan mereka membuat Buchanan kesal, dan dalam memoarnya ia menyangkal keterlibatannya dalam aktivitas revolusi di Rusia.
Sejarawan tidak pernah menyebutkan satu pun bukti keterlibatan Buchanan dalam konspirasi tersebut, tapi bagaimana pun juga Britania mungkin memang terlibat dalam revolusi Rusia.
Satu teori mengatakan layanan intelijen Britania mungkin terlibat dalam pembunuhan pengikut Fyodorovna, Grigori Rasputin.
London menganggap Rasputin sebagai penyebar “pengaruh Jerman”, jika ia bukan seorang mata-mata Jerman.
Sejarawan Sankt Petersburg Andrey Ivanov mengatakan, “Tak ragu lagi ada keterlibatan perwakilan utusan diplomatik Britania di Sankt Petersburg dan orang yang berkaitan dengan layanan intelijen Britania (dalam pembunuhan Rasputin)”.
Ketua parlemen Rusia saat itu, Mikhail Rodzyanko, percaya kematian Rasputinlah yang memicu terjadinya revolusi.
Teori konspirasi Masonik juga populer. Organisasi Freemason dianggap memainkan peran penting dalam proses politik Rusia pada awal abad ke-20.
Namun begitu, orang-orang yang diduga terlibat konspirasi Masonik untuk menggulingkan kekaisaran menyanggah keterlibatan mereka.
Dalam memoar Alexander Kerensky, salah satu tokoh utama kejadian 1917, menyangkal pernyataan bahwa “kejatuhan monarki dan terciptanya Pemerintahan Sementara Rusia (ada kaitannya) dengan Lodge (unit Freemason).
Menurutnya, tuduhan itu absurd.
Bagaimana pun juga, meskipun konspirasi masonik mungkin tidak ada, peran politik Freemason dalam revolusi Rusia tidak terbantahkan.
Organisasi tersebut berada di Rusia untuk membantu pembangunan progresif di sana, salah satunya melalui reformasi politik.
Banyak pengikut Freemason yang juga merupakan anggota parlemen Rusia yang beroposisi; tidak hanya politisi partai-partai liberal, tapi juga orang-orang Partai Buruh Sosial Demokrat Rusia.
Nikolay Chkheidze, anggota parlemen yang sebelum revolusi 1917 menjadi Ketua Deputi Buruh dan Prajurit Petrograd (institusi yang menjadi dasar rezim Soviet), adalah anggota Freemason.
Apa pun kasusnya, Lodge gagal menjaga Pemerintahan Sementara Rusia dari protes-protes massa bahkan setelah Kerensky menjadi perdana menteri pada Juli 1917.
“Organisasi politik yang menjadi senjata antikekaisaran bagi para oposisi tersebut tidak lagi dianggap setelah jatuhnya kaisar Rusia,” ungkap sejarawan Oleg Solovyov.
Satu teori konspirasi populer lainnya mengatakan revolusi 1917 dilakukan oleh orang-orang Bolshevik dengan uang Jerman.
Rumor ini berdasarkan fakta bahwa pada April 1917, pemimpin Bolshevik Vladimir Lenin dan kolega-koleganya berangkat ke Petrograd (sekarang Sankt Petersburg) dengan kereta via Jerman (yang sedang berperang dengan Rusia).
Menyusul upaya gagal Bolshevik dalam mengambil alih kekuasaan di Petrograd pada Juni tahun yang sama, Pemerintahan Sementara Rusia menuduh mereka memiliki hubungan dengan Jerman.
Kementerian Hukum Rusia saat itu menduga Lenin direkrut oleh layanan intelijen Jerman.
Tuduhan-tuduhan spionase ini beru bah dengan dugaan bahwa Jerman mendanai Bolshevik dengan banyak supaya Rusia berhenti berperang.
Sejumlah sejarawan Barat mene gaskan orang Bolshevik dihibahkan 10 juta mark Jerman.
Pada akhir 1980-an, beberapa seja rawan Rusia juga mendukung teori ini. Namun begitu, seperti yang ditulis seorang sejarawan Rusia, “Tidak ada bukti tak terbantahkan yang menunjukkan bahwa (Bolshevik) dibayar oleh Jerman untuk mengadakan revolusi."
Peneliti di pemerintah Sankt Petersburg Gennady Sobolev percaya bahwa teori ini butuh diselidiki lebih lanjut, tapi menurutnya jika pun Berlin memang mendanai Bolshevik, ia tidak memainkan peran penting terhadap apa yang terjadi di Rusia selanjutnya.
Menurutnya, Revolusi Rusia disebabkan oleh “faktor internal intrinsik yang diperburuk oleh Perang Dunia I”.
---Trump, Raja Salman dan el-Sisi it
Lakukan Ritual Penyembahan Se tan di Riyadh
GAMBAR-gambar yang menunjuk kan Raja Salman, Trump, dan el-Sisi meletakkan tangan mereka ke atas sebuah bola yang bersinar telah menjadi viral dan pembahasan dengan berbagai macam komentar.
Editor Veterans Today, Kevin Barret, mengangkat analisis mengenai apa yang sebenarnya tengah dilakukan oleh ketiga pemimpin kontroversial dalam foto tersebut.
Berikut analisanya ...
Dalam sebuah adegan yang mungkin kelihatan lucu namun sebenarnya memiliki implikasi yang mengerikan, Donald Trump, Raja Salman Saudi, dan diktator Mesir al-Sisi – tiga dari empat penguasa paling jahat di Bumi – terlihat memegang sebuah bola yang bersinar dan bersumpah setia kepada Setan.
(Iblis dalam wujud manusia lainnya, Bibi Netanyahu, secara fisik memang absen dalam upacara itu, namun sejatinya ia memimpin ketiga lainnya dalam ritual tersebut).
Jika kalian pikir “tarian pedang” Trump dengan menggunakan pedang yang dulu digunakan untuk memenggal kritikus para penguasa Saudi, dan kadang-kadang budak mereka, maksud saya ‘pembantu rumah tangga mereka’ adalah jahat, berarti kalian belum melihat apa-apa.
Ritual pemanggilan iblis ini terjadi pada saat peresmian “Pusat Global untuk Memerangi Ideologi Ekstremis” Arab Saudi yang baru, yang sebenarnya adalah samaran dari kuil Setan Global. (Kata “Global” dalam hal ini bukanlah kebetulan.)
Setan, yang dipuja oleh komandan tinggi dunia Komunis Globalis, dikenal sebagai “Father of Lies” (Bapak Kebohongan).
Dan pernyataan bahwa Arab Saudi dan pendukungnya di AS menen tang ideologi ekstremis adalah kebohongan yang keterlaluan se hingga bisa mengejutkan pikiran Beelzebub sendiri.
Arab Saudi adalah rumah Wahhabis me, sekte pembunuh dan fanatik yang mengepung Jazirah Arab tiga abad lalu yang membunuh orang-orang Muslim yang tidak setuju dengan interpretasi ekstremisnya.
Jika saja Wahhabisme tidak diper juangkan dan didukung oleh Kerajaan Inggris, dan sekarang Kekaisaran Zio-Amerika, maka sekte ini akan punah sebagaimana kelompok khawarij lain yang tak terhitung jumlahnya yang telah muncul secara singkat dan dengan cepat menghilang.
Saat ini, Arab Saudi dan AS, di sam ping tuan mereka di Tel Aviv, adalah pencipta, penyandang dana dan pemelihara al Qaeda, ISIS, dan kelompok “ekstremis” Wahhabi-Takfiri lainnya yang tengah pura-pura mereka perangi.
“Pusat Global untuk memerangi Ideologi Ekstrimis” adalah sebuah kebohongan setan sejati."
Jadi, signifikansi nyata dari upa cara “Orb” ini adalah: Para pemimpin pembohong itu tengah mempromosikan “perang melawan teror” palsu, dan menggunakan tipuan mengerikan ini untuk menaklukkan dunia.
Dengan meletakkan tangan mereka di atas bola dunia yang bersinar, Trump, Salman dan al-Sisi bersum pah setia kepada Antikristus, yang dikenal sebagai Dajjal, Mesias Pal su yang akan datang yang akan be rusaha menyatukan seluruh dunia di bawah kediktatoran global yang berbasis di Kuil ketiga yang dibangun kembali di wilayah pendudukan Yerusalem.
Begitulah proyek jangka panjang Freemason, yang diciptakan di London abad ke-17 oleh pengikut Kabbalis dari mesias palsu Shabtai Zvi. Sabbateans (pengikut Shabtai Zvi) dipersiapkan untuk “memaksa tangan Tuhan,” yaitu mendesak Tuhan untuk “memunculkan sang Messiah (Al-Masih)!”
Mereka percaya bahwa mereka dapat melakukan ini dengan secara sistematis dan religius melakukan dan menyembah Iblis.
Sabbateans percaya hal ini bisa dilakukan dengan secara sistematis membalik dan menyesatkan Sepuluh Perintah Tuhan ke dalam “Engkau harus membunuh, Engkau harus melakukan perzinahan,” dan seterusnya.
Upacara mereka melibatkan pesta seks dan pengorbanan manusia, terutama pengorbanan anak-anak.
Jelas “Mesias Yahudi” ini tidak dapat menjadi Mesias yang sebenarnya, (Kristen dan Muslim sepakat mengenai hal ini).
Tujuan Freemason adalah untuk menipu elit-elite non-Yahudi agar bergabung bersama dengan ” Ope rasi Antikristus” (Dajjal).
Sabbateans menyiapkan minuman penyihir konyol tentang upacara omong kosong mitologis dan inisiasi untuk menarik orang-orang Kristen menjauh dari agama Kristen dan masuk ke dalam Setanisme.
Saat ini, pondok-pondok Freema sonik adalah pilar (atau pilar kem bar, Jachin dan Boaz) dari sindikat kejahatan terorganisir globalis.
Perhentian berikutnya Trump adalah Pendudukan Yerusalem – Kota Suci yang saat ini diduduki oleh setan Zionis yang bertekad menghancurkan Rumah Tuhan, Masjid Al-Aqsa, dan membangun kembali sebuah kuil darah untuk pengorbanan mereka.
(Mereka mengatakan bahwa mereka hanya akan mengorbankan “heifers merah muda”, tapi Anda bisa yakin bahwa Jeffrey Epstein & Co. akan terbang dengan banyak anak untuk upacara pribadi di ruang bawah tanah.)
Trump dan Netanyahu saling bersaing tentang seberapa cepat pelaksanaan proyek ini. Netanyahu bersikeras untuk memindahkan Ke dutaan Besar AS ke Yerusalem ya ng sekarang diduduki, sehingga memicu perang terakhir yang akan berujung dalam meledakkan al-Aqsha dan membangun Kuil Pe ngorbanan Darah di tempatnya, sementara penasihat Trump me ngatakan waktunya belum tepat.
Apapun yang terjadi ketika kepala Trump danbNetanyahu berbenturan, kalian boleh yakin bahwa Proyek Tatanan Dunia Baru Luciferian yang diluncurkan dengan kecepatan pe nuh melalui pengorbanan massal manusia pada 9/11 (dan telah menundukkan sebagian besar dunia kepada kebohongan besar Setan ) akan memasuki tahap akhir dalam waktu yang tidak terlalu lama.
___
--- Id.rbth.com
--- Arrahmahnews.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar