Freemason (2)
Oleh aminuddin
Tersimpan di Distrik Columbia
BANYAK orang Kristen yakin bahwa Amerika Serikat dibangun sebagai sebuah negara Kristen. Tapi apakah memang demikian kenyataannya?
Untuk menyebut seseorang atau apapun sebagai “penganut Kristen,” apakah itu seorang individu atau sebuah negara, beberapa persyaratan harus bisa dipenuhi.
Jika kita bicara mengenai seorang individu, maka seperti persyaratan dalam Bibel, ia harus terlahir kembali dengan “Roh Tuhan,” dan memahami kewajiban yang terkait dengan semua itu.
Jika kita bicara mengenai sebuah negara, maka tujuan negara itu harus atas nama Yesus Kristus semata, tanpa menyebut dan mengaitkannya dengan tuhan lain.
Undang-undang dasarnya harus bersumber pada Bibel, dan orang-orang yang memegang kekuasaan harus mereka yang memenuhi kriteria untuk disebut pengikut Kristen.
Sebuah negara Kristen sejati akan berbentuk teokrasi yang diperintah oleh Tuhan-nya. Dan pendirinya adalah mereka yang patut disebut umat Kristiani.
Sebagaimana diketahui, orang-orang yang migrasi ke Amerika dulu, mereka membuat koloni-koloni kecil yang kemudian atas dasar kesepakatan membentuk sebuah negara dan pemerintahan federal dengan nama The United States of America.
Gordon S. Wood dalam bukunya yang berhasil mendapatkan hadiah Pulitzer “The Radicalism of the American Revolution“, menyebutkan sifat kosmopolitan dari Revolusi Amerika:
“The truth was, said Thomas Paine in Common Sense, that Americans were the most cosmopolitan people in the world. They surmounted all local prejudices. They regarded everyone from different nations as their countryman and ignored neighborhoods, towns, and countries as “distinctions too limited for continental minds.”… America, by uniting the different kindred of the earth, had a duty to eradicate national prejudices and to make all humanity members of one extensive family.”
Ia juga menekankan peranan Freemasonry dalam Revolusi Amerika:
“The institution that best embodied these ideals of sociability and cosmopolitanism was Freemasonry. It would be difficult to exaggerate the importance of Masonry for the American Revolution. It not only created national icons that are still with us; it brought people together in new ways and helped fulfill the republican dream of reorganizing social relationships. For thousands of Americans, it was a major means by which they participated directly in the Enlightenment.”
Peran penting gerakan “pemuja setan” ini juga bisa ditemui dari keterlibatan tokoh-tokoh penting Amerika.
Sebanyak 21 nama terkenal dari Revolusi Amerika, sebagiannya terkait dengan Freemason.
Di bawah ini adalah sederet nama-nama penting tokoh Amerika yang terlibatan Freemason:
George Washington – Mason
Ethan Allen – Mason
Edmund Burke – Mason
John Claypoole – Mason
William Daws – Mason
Benjamin Franklin – Mason
John Hancock – Mason
John Paul Jones – Mason
Robert Livingston – Mason
Paul Revere – Mason
Colonel Benjamin Tupper – Mason
James Madison – ada indikasi merupakan anggota Freemason
Daniel Webster – punya hubungan dengan Freemason
Thomas Jefferson – seorang Deis dan punya hubungan dengan Freemason
Samuel Adams – berteman dekat dengan Hancock, Revere dan anggota Freemason lain
John Adams – sering bicara tentang Freemasonry, tapi tidak pernah bergabung
Thomas Paine – Humanis (pernyataannya dikutip Gordon S. Wood, sebagaimana di atas)
Francis Scott Key – tidak ada indikasi terkait Freemason
Nathan Hale – tidak ada indikasi terkait Freemason
Benjamin Harrison – tidak ada indikasi terkait Freemason
Patrick Henry – tidak ada indikasi terkait Freemason.
Kesimpulannya, 11 orang di antara mereka adalah anggota Freemason, 3 kemungkinan anggota Freemason, 2 pendukung Freemasonry, 1 humanis, 4 tidak ada catatan terkait dengan Freemason.
Tapi itu masih secuil. Dari 56 orang penandatangan Declaration of Independence, 15 orang di antaranya terkait Freemason.
Ada 8 orang yang merupakan ang gota, yaitu Benjamin Franklin, John Hancock, Joseph Hewes, William Hooper, Robert Treat Payne, Richard Stockton, George Walton, William Whipple.
Sementara 7 orang lainnya diperkirakan merupakan anggota, mereka adalah Elbridge Berry, Lyman Hall, Thomas Jefferson, Thomas Nelson Jr., John Penn, George Read, Roger Sherman.
Mereka yang menandatangi konstitusi AS, ada 9 orang yang merupakan anggota Freemason, yaitu Gunning Bedford, Jr., John Blair, David Brearly, Jacob Broom, Daniel Carrol, John Dickinson, Benjamin Franklin, Rufus King, George Washington.
Dan 7 orang lainnya punya keterkaitan dengan Freemason, yaitu Elbridge Berry, Lyman Hall, Thomas Jefferson, Thomas Nelson Jr., John Penn, George Read, Roger Sherman.
Ini berarti 28 dari 40 orang penandatangan konstitusi AS pendukung Freemason.
Lafayette, yang menjadi penghubung Perancis dengan koloninya di Amerika, dan karena jasanya perang di zaman kemerdekaan Amerika bisa dimenangkan, adalah seorang anggota Freemason.
Sebagian besar pemimpin tertinggi di jajaran Continental Army adalah anggota Freemason dari Army Lodge. Sebagian besar jenderal di zaman George Washington merupakan anggota Freemason.
Boston Tea Party direncanakan di Green Dragon Tavern, yang juga dikenal sebagai Freemasons’ Arms dan “the Headquarters of the Revolution.”
George Washington ketika pelantikannya sebagai Presiden AS, bersumpah di hadapan Robert Livingston, Grand Master dari New York’s Masonic Lodge. Bibel yang digunakan diambil dari lodge-nya sendiri.
Tanggal 18 September 1793, dimulai pembangunan Capitol Building. Upacara resmi tanda pembangunan mulai dilakukan dengan ritual ala Freemason. George Washington dengan menggunakan celemek Freemason, berjalan menuju lokasi batu pertama.
Di dampingi tokoh-tokoh Freema son dari lodge seempat, ia meletak kan sebuah lempengan perak di atas batu pondasi pertama.
Kemudian, ia melakukan ritual persembahan dengan menaburkan jagung, minuman anggur, dan minyak di atasnya.
Peletakan batu pertamanya telah dilakukan pemimpin Grand Lodge of Maryland. Perlengkapan ritual yang dibawa Washington hingga kini masih tersimpan di sebuah lodge di distrik Columbia.
____
www.hidayatullah.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar