Kisah di Balik Berita (1)
Oleh aminuddin
- Uji Mental
KAMU punya pasangan seorang jurnalis? Atau berniat ingin memiliki pasangan seorang jurnalis?
Karakter dan kepribadian seseorang sedikit banyak dipengaruhi oleh profesi atau pekerjaannya. Apa yang ia kerjakan itu bisa memperlihatkan dan membentuk kepribadiannya.
Dalam kasus tertentu, menjalin hu bungan dengan seorang jurnalis itu bisa benar-benar menguji mental mu.
Ada banyak suka dukanya. Bukan bermaksud menakut-nakutimu atau membuatmu jadi paranoid menjalin hubungan dengan seorang jurnalis, ya Ladies.
Tapi nggak ada salahnya untuk mem berimu gambaran gimana rasanya ketika kamu menjalin hu bungan dengan seorang jurnalis.
Berikut ini 15 hal umum yang ke mungkinan besar akan kamu rasa kan ketika kamu menjalin hubu ngan dengan seorang jurnalis.
Yuk, cari tahu dan cek apakah benar inilah yang kamu rasakan kalau punya pasangan seorang jurnalis.
1. Dia bisa mendadak membatalkan janji ketika dapat tugas meliput.
2. Tak henti-hentinya ia mengajakmu berdiskusi tentang sebuah isu yang lagi hangat.
3. Kalau dia sudah sibuk kerja, dia bisa lupa sama segalanya termasuk menghubungimu.
4. Meski kadang membatalkan janji karena urusan pekerjaan, dia orangnya tepat waktu.
5. Jangan tersinggung ketika ia sering mencoba untuk membetulkan kata dan tata bahasamu.
6. Kalau ia sudah penasaran dengan sesuatu, dia akan menggali semua info yang ada.
7. Dia bisa mudah menebak isi pikiranmu dengan memperhatikan bahasa tubuhmu.
8. Berdebat dengannya bisa seru sekaligus melelahkan.
9. Kejujuran darimu sudah jadi jaminan dia akan terus ada di sisimu.
10. Dia orangnya "tahan banting" jadi kamu bisa mengandalkannya untuk jadi pelindungmu.
11. Kalau dia sudah sibuk dengan pekerjaannya, kamu bisa diabaikan begitu saja.
12. Kadang dia butuh waktu sendiri bukan karena membencimu tapi karena ada reportase atau kasus yang sangat menguras energinya.
13. Wajahnya yang kucel bukan karena malas membersihkan diri tapi karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya.
14. Kalau dia tanya banyak hal, jangan keburu tersinggung karena itu sudah bawaan dari pekerjaannya.
15. Jangan kaget kalau dia bisa sangat marah saat kamu telat, ka rena ia menganggap setiap detik waktu itu sangat berharga.
-
8 Risiko Jadi Wartawan
## Biar gak ‘asal pengen’ jadi wartawan...
1. Pekerjaan ini kental dengan risiko kematian
SAAT melakukan tugas liputan di tempat yang sedang terjadi kerusu han atau bencana alam, kamu harus siap menghadapi hal-hal yang tidak terduga, termasuk kematian.
Nyatanya, bukan hanya tentara yang rela mati bagi negara. Warta wan juga harus rela mati demi be rita.
Jadi kalau kamu tidak sungguh-sungguh ingin jadi wartawan, lebih baik jangan.
2. Bekerja dalam industri yang bersifat menuntut
Bukan seperti di kantor dengan jam kerja yang pasti. Sebagai wartawan kamu akan dituntut selalu siap dan siaga.
Kapanpun, dimanapun, apapun yang kamu lakukan, bagaimana perasaanmu, semua itu harus ditinggalkan demi mendapat berita eksklusif dari tempat kejadian langsung.
Wartawan itu bekerja pada industri yang sifatnya menuntut. Menuntut waktu, kecepatan dan pastinya tenaga.
3. Jarang menemukan yang namanya akhir pekan
Bagi seorang wartawan, akhir pekan bisa jadi bukanlah sebuah akhir pekan. Kamu harus selalu siaga dan siap meliput bahkan di akhir pekan.
Walau kelihatannya hal ini melelah kan, tapi kamu yang sudah passion, pasti justru senang harus terus bekerja. Bahkan di akhir pekan sekalipun.
4. Namanya wartawan, kamu juga harus siap punya banyak musuh
Karena pekerjaan wartawan adalah memberitakan, maka pastinya bu kan hanya berita yang baik-baik sa ja. Berita buruk juga.
Hal ini memicu adanya pro kontra dari berbagai macam pihak yang membaca ataupun mendengarkan berita yang kamu sampaikan.
Dari situ, kamu bakal punya banyak musuh yang merasa tidak setuju dengan apa yang kamu tulis atau beritakan.
5. Akrab juga dengan yang nama nya stres, apalagi deadline
Wartawan itu selalu berada dalam naungan deadline tiada henti. Te kanan macam ini pastilah bikin stres dan sebal setengah mati.
Kalau ada kejadian yang harus saat itu juga diliput, media tempatmu bekerja pasti berlomba dengan kecepatan untuk jadi media pertama yang menerbitkan.
Di saat seperti inilah kamu akan ak rab banget sama yang namanya stres.
6. Jadwal acara yang tak tentu? Jangan kaget ya
Sebagai wartawan, kamu akan dituntut untuk selalu siap siaga. Janjian dengan teman bisa jadi hal yang mustahil kalau ternyata saat itu ada kejadian yang harus kamu liput.
Jadwalmu tidak akan menentu da lam sehari. Kamu akan terkejut sendiri dengan selalu berubahnya jadwal yang telah kamu rencanakan di awal.
7. Wartawan juga harus flexibel, mudah berpindah-pindah jika ada kejadian
Buat kamu yang tidak betah atau tidak bisa bekerja dengan tempat yang berbeda setiap harinya, wartawan sepertinya bukan pekerjaan yang cocok untukmu.
Pencari berita menuntutmu untuk fleksibel, aktif dan tanggap. Dimanapun kapanpun harus meliput, kamu harus siap bagaimanapun kondisinya.
Dan juga, kamu harus segera menuliskan berita tersebut secepat yang kamu bisa.
8. Penolakan itu hal yang biasa, namun kamu perlu cara untuk mengakalinya
Semua berita berhubungan dengan narasumber. Saat inilah kamu akan akrab dengan penolakan-penolakan yang tidak bisa kamu paksa.
Kamu harus memutar otak dan mencari narasumber lain untuk menghasilkan berita yang terpercaya.
Sebagai wartawan, kamu harus kebal dengan penolakan ini.
___
- IDN Times
- Vemale.com
Dikirim dari Acer Liquid Z330
Tidak ada komentar:
Posting Komentar