Kamis, 29 November 2018

Mangkuk (6)

Mangkuk (6)
Oleh Wak Amin




TERNYATA telinga lebar dan gigi ompong belum terlalu jauh, sehing ga Letnan Ratna dan Mr Clean ti dak kesulitan mengejar dua anak buah Mr Rahman itu.

Telinga lebar dan gigi ompong sese kali memang harus berhenti, tidak di warung ya di ruko dan pasar mini.

Keduanya menanyakan ikhwal Mr Clean dan Letnan Ratna. Karena ti dak secara jelas ciri-ciri yang dibe rikan, warga yang ditanya pun ragu-ragu dan malah olah memberitahu karena kurang tahu.

"Itu mereka Clean!. Iya bukan?"

Dari dalam mobil, Mr Clean dan Let nan Ratna mengamati gerak-gerik telinga lebar dan gigi ompong yang nyaris berkelahi dengan pedagang gerobak gara-gara kecipratan air bekas mencuci gelas dan piring.

"Langsung aja Clean."

Mobil melaju agak cepat, menyebe rang jalan. Berhenti di trotoar, meng halangi laju motor trail yang dkemu dikan telinga lebar.

Melihat kedatangan Mr Clean dan Letnan Ratna, keduanya bukan ka bur. Malah menantang duel one by one.

"Let!"

"Siap Mr Clean."

Mr Clean menghadapi telinga lebar, sedangkan Letnan Ratna berduel de ngan gigi ompong.

Masing-masing peragakan jurus ...

Satu-satu warga datang. Ingin me nyaksikan duel seru antara aparat dengan bodiguard.

Priiiit ...

Juru parkir meminta kendaraan ya ng hendak mendekati kerumunan orang guna menyaksikan duel seru itu, mengalihkan kendaraannya ke tanah lapang apartemen sebelah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar