Selasa, 20 November 2018

Satu Tiang (17)

Satu Tiang (17)
Oleh Wak Amin



"MAAFKAN saya Bu," kata Ridwan dengan wajah memelas, "Kami ha nya diberi tugas menghabisi dua rekan kami, Nasrul dan Alif."

"Kenapa harus dihabisi?" Tanya Letnan Ratna penasaran.

"Karena menurut Bos kami mereka berdua telah berkhianat," jelas Rid wan.

"Let ..!" Sapa Mr Clean.

"Ya Mister .."

"Sudah. Nanti kita lanjutkan di kantor .."

"Baik Mister."

Ketika memasuki pintu gerbang ma bes kepolisian, sebuah mobil mela ju cepat sembari diselingi suara tembakan yang diarahkan ke Mr Clean yang baru saja turun dari mobil.

"Tiarap Let!"

Setelah tiarap, rentetan tembakan berhenti. Saat Letnan Ratna meno leh ke dalam mobil, Ridwan dan Ramli sudah tidak ada lagi.

"Mister!"

"Tenang saja Let."

"Kok tenang Mister?"

"Sabar Let."

Mr Clean memanggil seekor anjing untuk melacak kemana Ramli dan Ridwan bersembunyi.

Si anjing menjulurkan lidahnya. Dia mulai beraksi. Mr Clean dan Letnan Ratna mengikuti dari belakang.

Dua menit berselang ...

Guk .. Guk ... Guk ...

Guk ... Guk .. Guk ...

"Tolooong!" Teriak Ramli. Celanys sampai robek digigit anjing.

"Ampun ... Ampun. Mana celanaku!" Teriak Ridwan.

Ridwan hanya bercelana dalam. Dia lebih dulu diketemukan si anjing, dan tanpa ampun hewan terlatih itu menarik paksa celananya sampai robek dan terlepas.

Lepas itu, si anjing mengejar Ramli yang hendak melarikan diri ke jalan raya. Disaksikan Mr Clean dan Let nan Ratna, Ramli hanya bisa pas rah ketika si anjing mempelorotkan celana panjang yang ia kenakan.

"Let ..."

"Ya Mister."

"Tontonan gratis ya." Sindir Mr Clean.

Yang disindir senyum-senyum saja.

Tak lebih ...


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar