Sekuntum Bunga (2)
Oleh aminuddin
- Anak Berbakti
DALAM usia yang masih kanak-ka nak, Fatimah Az -Zahra telah diha dapkan kepada berbagai macam ujian dan cobaan.
Beliau melihat dan meyaksikan per lakuan keji kaum kafir Quraish kepa da ayahandanya, sehingga sering kali pipinya basah oleh linangan air mata kerana melihat penderitaan yang dialami Rasulullah SAW.
Rasulullah SAW berkata mengenai namanya, “Sesungguhnya saya su dah menamai dengan nama Fati mah, karena Allah akan mengelu arkan siapa saja yang mencintai nya dari siksaan api neraka.”
Apakah kalian cinta kepada Fatimah?
Rasulullah SAW sangat mencintai Fatimah. Jika Fatimah mencari Rasulullah, beliau akan bangkit dari tempat duduknya, lalu mencium Fatimah.
Aisyah pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai kecintaannya kepada Fatimah.
“Wahai Rasulullah, apa yang menyebabkanmu mencintainya?” Tanya Aisyah
“Wahai Aisyah, jika kamu tahu apa yang saya ketahui tentangnya, niscaya kamu akan mencintai Fatimah sebagai mana aku mencintai dirinya. Fatimah adalah belahan jiwaku, barang siapa yang membencinya, maka dia telah membenciku dan barang siapa yang berbuat jahat kepadanya maka ia telah berbuat jahat kepada ku.”
Ibunya, Siti Khadiah, meninggal keti ka Fatimah msih sekitar umur 6 tahun. Sejak itu, Fatimah menggantikan tugas Ibunya.
Dia mengambil alih urusn rumah tangga, seperti memasak, mencuci, dan mengurus keperluan ayahnya.
Dia di kenal dengan sebutan “Ummu Abiha,” ibu dari ayahnya.
Fatimah pun dengan sabar, mene mani dan membantu Rasulullah SAW ketika beliau dimusuhi oleh kaum Kafir Quraisy.
Fatimah membantu membersihkan kotoran-kotoran yang dilempar oleh kaum kafir Quraisy kepada Rasulullah SAW.
Ketika Rasulullah terluka dalam Perang Uhud, Fatimah keluar bersama wanita-wanita dari Madinah menyambutnya agar hatinya tenang.
Ketika melihat luka-lukanya, Fatimah langsung memeluknya. Kemudian, dia mengambil air, lalu membersihkan luka-luka Rasulullah.
Sungguh berbakti Fatimah kepada Rasulullah SAW ...
Dalam beberapa riwayat dijelaskan bahwasanya Fatimah adalah orang yang paling mirip dengan Rasulullah (kelak setelah lahirnya Hasan bin Abi Thalib bin Fatimah bin Muhammad, Hasanlah orang yang paling mirip dengan Rasulul lah), di antaranya adalah apa yang dikatakan 'Aisyah:
"Tidak ada yang mirip Rasulullah dalam cara berjalan dan bertutur kata kecuali Fatimah".
Dalam riwayat lain Ummul Mu'minin Ummu Salamah mengatakan: "Fatimah binti Rasulillah adalah orang yang paling mirip wajahnya dengan Rasulullah."
Hal ini ditegaskan oleh Anas bin Malik dalam salah satu riwayatnya: "Fatimah sangat mirip dengan Rasulullah, kulitnya putih dan berambut hitam."
Fatimah memiliki banyak julukan, julukannya yang paling masyhur adalah Az-Zahra yang artinya berca haya, berkilau.
Ulama berbeda pendapat dalam sebab dijulukinya Az Zahra, ada yang mengatakan karena Fatimah adalah bunga Rasulullah, yang lain mengatakan karena fatimah berkulit putih.
Sedangkan pendapat ketiga menga takan karena apabila fatimah beri badah dalam mihrabnya (mushala) maka cahayanya menerangi mahkluq yang ada di langit seperti halnya cahaya bintang menerangi makhluq yang ada di bumi.
Selain Az Zahra, Fatimah mendapat julukan Ash- Shiddiqah (orang yang percaya), Al-Mubarakah, At- Thahirah, Az-Zakiyyah, Ar-Radhiyah, dan Al-Murdhiyyah.
Di samping julukan-julukan di atas, Fatimah mendapat julukan Al-Butul, sebagaimana Siti Maryam mendapat julukan tersebut.
Yang dimaksud dengan Al-Butul di sini adalah memutuskan hubungan dengan dunia untuk beribadah kepada Allah SWT.
Julukan yang tidak kurang istime wanya dari julukan-julukan di atas adalah julukan ibu dari bapaknya "ummu abiha".
Para ulama berusaha menafsirkan julukan ini dengan berbagai penafsiran di antaranya:
1. Fatimah adalah anak bungsu Rasulullah SAW. Dan ialah satu-satunya anak Rasulullah yang tinggal bersama Rasulullah setelah Khadijah wafat.
Maka dialah yang menggantikan ibunya menyediakan keperluan Rasulullah SAW. Oleh karena itu Fatimah dijuluki "ummu abiha".
2. Dijuluki "ummu abiha", karena Rasulullah melalui wahyu sudah mengetaui bahwa hanya Fatimah lah di antara putra-putrinya yang akan meneruskan keturunannya.
3. Dijuluki Rasulullah "ummu abiha", karena sama namanya dengan ibu asuh Rasulullah Fatimah binti Asad.
- Anak Teladan
Tak sedikit riwayat yang menegas kan keistimewaan Fatimah di hati Rasulullah SAWdi antaranya adalah riwayat yang menceritakan ketika Rasul mengajak keluarganya untuk memeluk Islam, dalam khutbahnya yang masyhur Rasulullah memilih Fatimah di antara putri-putrinya yang lain.
Ketika itu ia berseru "Ya Fatimah binti Muhammad mintalah padaku apa yang kamu mau, tapi kelak di hadapan Allah aku tidak bisa ber buat apa-apa untukmu."
Atau dalam riwayat lain ketika Ra sulullah SAW mendengar kaum Muslim tidak melakukan hukuman potong tangan karena yang mela kukan pencurian berasal dari pem besar Quraisy, Rasulullah menya takan statemennya yang spekta kuler:
"Apabila Fatimah binti Muhammad mencuri maka akan aku potong tangannya."
Dua peristiwa ini sebagai bukti begitu dekatnya Fatimah di hati Rasulullah SAW.
Apakah dengan demikian Fatimah menjadi anak manja dan besar kepala?
Tidak ada waktu bagi seorang putri Rasulullah untuk bermanja. Bayangkan di usianya yang baru menginjak 12 tahun Fatimah sudah mengalami apa yang kita kenal dengan embargo ekonomi dan sosial kaum quraisy terhadap kaum Muslimin.
Selama tiga tahun ia mengalami kelaparan yang sangat dan menyak sikan bagaimana kaum muslimin meninggal satu demi satu untuk mempertahankan aqidahnya.
Belum lagi ia menikmati berakhir nya embargo yang dilakukan kaum Quraisy, ia harus kehilangan kakek yang dicintainya, Abu Thalib, motivator dakwah ayahnya, Rasulullah.
Yang menambah kesedihannya ada lah Abu Thalib wafat dalam keada an musyrik, menolak untuk masuk Islam ..
Tidak cukup duka yang menimpa gadis kecil Fatimah. Tak lama ke mudian ibunda Khadijah dipanggil oleh Sang Pencipta.
Walaupun Fatimah berusaha se maksimal mungkin untuk mengu rus segala keperluan Rasulullah SAW, tapi ia menyadari bahwa Rasulullah memerlukan pendam ping, tempat berbagi suka dan duka.
Oleh karenanya ketika Rasulullah menikah lagi, ia tidak menentang sedikitpun dengan apa yang dilaku kan ayahandanya itu.
Rasulullah SAW pernah mengata kan, "Fatimah adalah bagian dariku, apa yang membuatnya marah ma ka membuatku marah." (HR Bukha ri, Turmudzi, Ahmad dan Hakim).
Demikian sebaliknya, sebagai anak berbakti Fatimah selalu berusaha untuk melakukan apa yang membu at ayahnya senang.
Pernah suatu hari Fatimah berkun jung ke rumah ayahnya, Rasulullah, ketika itu ia memakai seuntai kalung emas –hanya seun tai kalung sementara wanita yang lain waktu itu memakai jauh lebih banyak darinya- ia tidak tahu kalau hal itu akan membuat Rasulullah marah.
Ketika keduanya tengah berceng krama, pandangan Rasulullah SAW tertuju pada kalung yang dikenakan Fatimah. Air muka Rasulullah langsung berubah dan beliau langsung membisu.
Fatimah mengerti dan minta izin. Sepanjang perjalanan ia berfikir dan menyimpulkan bahwa Rasulullah marah kepadanya karena ia mengenakan kalung emas.
Fatimah memutuskan untuk men jual kalung tersebut dan hasil penju alannya akan ia belikan seorang budak untuk membantu pekerjaan nya.
Tapi keberadaan budak tersebut di rumahnya akan selalu mengingat kan Rasulullah SAW. Bahwa itu hasil penjualan kalung emas yang menyebabkan kemarahannya.
Akhirnya untuk mendapatkan ridha ayahnya. Ia memutuskan untuk membeli budak dengan hasil penjualan kalung dan membe baskan budak tersebut.
Setelah itu pergilah Fatimah Az-Zahra mengunjungi Rasulullah. Rasulullah langsung mencari-cari kalung yang dikenakan Fatimah ketika kunjungannya terakhir tetapi ia tidak menemukannya.
Belum sempat Rasulullah bertanya, Fatimah mendahului menjelaskan apa yang ia lakukan dengan kalung nya.
Wajah Rasulullah langsung berubah cerah dan sumringah setelah men dengar apa yang dituturkan Fati mah.
Maka keluarlah ucapan Rasulullah untuk Fatimah: Anti bintu abik "kamu betul-betul anak bapakmu."
Demikianlah, Fatimah Az Zahra sebagai anak. Ia meninggalkan perhiasan bukan karena haram baginya.
Ia tahu mubah hukumnya bagi wani ta mengenakan perhiasan emas, ta pi ketika ia mengetahui ayahnya ti dak menyukainya, maka ia rela meninggalkannya.
____
- Hermayanti39.blogspot.com > 2013/05
- Ichtitiz.blogspot.com > 2012/12 > masa-ke ...
- Teladanat.blogspot.com > 2008/12 > fati ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar