Rabu, 28 November 2018
Sekuntum Bunga (12)
Sekuntum Bunga (12)
Oleh aminuddin
Kepergian Sang Ayah Tercinta ...
SEKEMBALINYA dari Haji Wada‘, Rasulullah SAW jatuh sakit, bahkan beliau sempat pingsan akibat pa nas dan demam keras yang menim panya.
Fatimah as bergegas menghampiri beliau dan berusaha untuk memulih kan kondisinya ...
Dengan air mata yang luruh berde rai, Fatimah berharap agar sang maut memilih dirinya dan mereng gut nyawanya sebagai tebusan jiwa ayahandanya.
Tidak lama kemudian Rasulullah SAW membuka kedua matanya dan mulai memandang putri semata wayang itu dengan penuh perha tian ...
Lantas beliau meminta kepadanya untuk membacakan ayat-ayat suci Al-Quran ...
Fatimah pun segera membacakan ayat suci Al-Quran dengan suara yang khusyuk ...
Rasulullah SAW ingin menghabis kan detik-detik akhir hayatnya da lam keadaan mendengarkan suara Fatimah puterinya yang telah men jaganya dari usia masih kecil dan berada di sampingnya saat dewa sa.
Rasulullah SAW meninggalkan du nia dan ruhnya yang suci mi’raj ke langit ...
Kepergian Rasulullah SAW merupa kan musibah yang sangat besar ba gi Fatimah ..
Sampai hatinya tidak kuasa memi kul besarnya beban musibah tersebut ..
Siang dan malam selalu mena ngis ...
Belum usai musibah itu, Fatimah as mendapat pukulan yang lebih berat lagi dari para sahabat yang berebut kekuasaan dan kedudu kan ...
Setelah mereka merampas tanah Fadak dan berpura-pura bodoh ter hadap hak suaminya dalam perkara khilafah (kepemimpinan), Fatimah Az-Zahra as berupaya untuk mem pertahankan haknya dan merebut nya dengan keberanian yang luar biasa.
Imam Ali as melihat perlawanan terhadap khalifah yang dilakukan Sayidah Fatimah as secara terus menerus bisa menyebabkan negara terancam bahaya besar ..
Ini bisa berimplikasi pada seluruh perjuangan Rasulullah SAW yang boleh jadi akan sirna, dan manusia akan kembali ke masa jahiliyah.
Atas dasar itulah, Ali as meminta istrinya yang mulia untuk menahan diri ...
Dan bersabar ...
Demi menjaga risalah Islam yang suci ..
Akhirnya, Sayidah Fatimah as pun berdiam diri dengan menyimpan ke marahan dan mengingatkan kaum muslimin akan sabda Nabi:
“Kemarahannya adalah kemarahan Rasulullah, dan kemarahan Rasulul lah adalah kemarahan Allah SWT.”
Sayidah Fatimah as diam dan ber sabar diri hingga beliau wafat ...
Bahkan beliau berwasiat agar diku burkan di tengah malam secara rahasia ...
___
3embunhati.blogspot.com > biografhy-say ...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar