Mari Berkebun (15)
Oleh aminuddin
Teknik Petani Sederhana Berkebun Karet*
BERBISNIS karet sangat memberi kemakmuran bagi masyarakat yang menggeluti bidang tersebut, mulai dari petani atau pekerja, pengepul, hingga agen-agen besar sampai ke pengolah atau pabrik.
Begitu pula penggunaannya sesudah menjadi produk, karet diperlukan dalam teknologi, rumah tangga, sampai pada mainan anak-anak.
Selain menguntungkan, cara berkebun karet tidak sulit namun membutuhkan biaya yang cukup besar karena butuh lahan yang luas supaya mempunyai penghasilan yang besar.
Berikut ini cara-cara bertani karet dari hasil sebuah pengalaman mulai dari penanaman, perawatan, hingga pemanenan atau menyadap karet ...
Pohon karet ini bisa tumbuh di dataran rendah hingga 200 meter di atas permukaan laut. Dalam pena naman bibit karet berikan jarak antara baris dan kolom, jarak yang efisien yaitu 4x5, 4m dalam baris dan 5m jarak pada kolom.
Karena jika terlalu rapat akan mem pengaruhi laju tumbuh karet terse but. Jika terlalu renggang atau ter lalu jauh jarak penanamannya bibit karet akan cepat tumbuh namun kurang efisien lahan bagi petani sederhana.
Selanjutnya saat penanaman ada juga teknik menanam bibit karet yaitu pada mata tunas bibit karet tersebut dihadapkan ke arah barat.
Hal ini ditujukan supaya bibit karet tumbuh tegak karena dari barat berlawanan ke timur mengikuti sinar matahari, dan hasil sesudah tumbuh pun akan rapi.
Hal ini juga dapat menyenangkan hati petani dan semakin semangat merawat serta memupuknya.
Dari kebanyakan para petani seder hana yang dapat dilakukan saat penanaman tidak memberi bahan-bahan kimia lain karena faktor bi aya, meski banyak cara-cara tekno logi pertanian contoh mengguna kan pasta Rootone saat penana man dan sebagainya.
Dalam penanaman ini juga dapat diterapkan sistem tumpang sari. Jadi para petani disela-sela bibit pohon karet ini ditanami berbagai umbi-umbian, singkong, sampai padi.
Manfaatnyapun sekaligus dapat dilakukan penyiangan yang kom plek baik pada tanaman dan pohon karet tersebut.
Namun ada batas kurun waktu 2-3 tahun tanaman-tanaman bisa tumbuh dalam sela-sela pohon karet tersebut.
Pemupukan sangatlah penting untuk merangsang laju pertumbuhan pohon karet, serta penyulaman mengganti bibit-bibit yang mati.
Perawatan yang rutin selama 2 minggu sekali yaitu mematikan tunas-tunas palsu agar tidak bercabang-cabang.
Hingga berumur 8-10 bulan yang sudah tumbuh mencapai 4-6 meter, ujung pohon karet itu di pangkas dan dicek secara rutin 2 minggu sekali agar tumbuh 2-4 mata tunas untuk calon dahan.
Dahan yang ideal itu ditujukan un tuk mengantisipasi batang pohon yang roboh terkena angin akibat terlalu lebat, dan juga agar batang cepat besar.
Setelah berumur 5-6 tahun pohon karet siap dipanen atau disadap. Penyadapan pada batang pohon yaitu ½ keliling lingkar pohon karet, dilakukan pada pagi hari, waktu ya ng pas pukul 04.00-08.00 karena belum ada angin dan panas terik matahari yang memampatkan pori-pori dari irisan sadapan tersebut.
Kendala yang umum bagi para petani yaitu hujan, karena dapat merusak kulit pohon karet, getah tidak mengalir dan tertampung dalam mangkuk, dan jika menunggu kering pasti penyadapan dilakukan siang hari dan hal ini mengurangi hasil sadapan saat hari itu juga.
Petani biasa menjual dalam bentuk cetakan yang sudah didiamkan da lam mangkuk berhari-hari yang dipungut sekiranya sudah banyak atau biasa disebut Ce'El.
Namun ironisnya hal itu juga menja di kendala "khusus" pada aksi pen curian. Ada juga menjual dalam bentuk getah, dan ada pula yang menjual harian yaitu getah yang cair dalam mangkuk diberi pengental atau biasa disebut tawas dan langsung dipungut.
Harga karet berubah-ubah dari daerah satu dengan daerah lain bahkan harga dari pengepul atau pembeli yang satu dengan yang lain itupun relatif tidak sama tergantung penilaian kualitas pembeli atau pengepul tersebut.
Kualitas yang bagus itu bersih dari tatal atau sisa pengirisan dan su dah berhari-hari dalam mangkuk.
Kendala yang lain yaitu pada saat musim pergantian daun saat daun mulai kering dan rontok, masih bisa disadap, namun saat semi tumbuh daun muda tidak setetespun getah yang bisa diambil.
Pada saat ini cocok untuk pemu pukan dan perawatan ...
____
- * Ditulis Ginanjar Yulianto,
mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Negeri Yogyakarta
- Kompas.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar