Satu Tiang (15)
Oleh aminuddin
"BRO. Hati-hati Bro!" Bisik Ramli saat Ridwan menepikan mobilnya dekat sebuah pohon besar.
"Apa tak sebaiknya kita lanjut saja Bro?"
"Sebentar," kata Ridwan. "Kita lihat dulu keadaannya. Jika aman baru kita lanjut. Sebab, saya kuatir ini jebakan."
"Jebakan apa maksudmu Bro?" Ra mli tidak melihat yang dilakukan Mr Clean dan Letnan Ratna adalah jebakan.
"Murni karena tak mampu mengejar kita lagi ..."
"Siapa tau Bro. Saat kita melaju, mereka tiba-tiba muncul dari de pan. Habislah kita .."
Satu menit kemudian ...
Trot tot tot ...
Trot tot tot ...
Tembakan bukan mengarah pada Ramli dan Ridwan. Tapi pada ban mobil.
Seketika kempes semua ..
Kaca pecah memecah. Ramli coba membalas dengan melepaskan tem bakan.
Begitu juga dengan Ridwan yang sempat melakukan koprol untuk melepaskan tembakan.
Sayang, tak satupun yang menge nai sasaran ...
Malah kini keduanya seperti orang linglung ..
Mobil rusak. Kendaraan tidak ada. Ramli menelepon Bos Besar. Men ceritakan keadaan mereka sekara ng.
'Terdampar' di tengah jalan raya ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar