Rabu, 14 November 2018

Satu Tiang (11)

Satu Tiang (11)
Oleh Wak Amin







JELANG Isya ...

"Nah itu dia orangnya," kata Nasrul pada Alif. Alif yang mengantuk ka rena bosan menunggu hampir satu jam lamanya melonjak kegirangan.

Ssssst ...

"Jangan berisik," bisik Nasrul. Dia lihat sekeliling ruko. Aman dan ti dak terlalu banyak orang dan arus kendaraan.

Eheeem ...

"Aman Lif. Came on ..!" Ajak Nas rul. Menyeberang jalan.

Tapi ...

"Tunggu dulu Bro!"

"Apalagi?"

"Coba kau tengok itu!"

Alif melihat Letnan Ratna tak jadi masuk pekarangan rumahnya. Dia turun dari mobil tapi tidak untuk membuka pintu pagar rumah.

Kemana dia?

Ternyata ke warung pinggir jalan. Dia tak beli apa-apa. Hanya bicara dengan pemilik warung, seorang laki-laki muda.

Tak lama ...

Kurang dari lima menit dia tinggal kan warung kelontongan itu. Kem bali ke mobilnya.

"Eeeit .. Tunggu dulu Bro."

"Apalagi?"

"Coba lihat ...!"

Letnan Ratna, setelah mobil sudah berada di pekarangan rumah, mene lepon seseorang.

Siapa dia?

"Oke Clean. Nanti kita aturlah," kata Letnan Ratna menjawab perminta an Mr Clean.

Mr Clean sudah lama tidak menga jak koleganya itu makan di luar. Ka li ini dia ingin bikin kejutan.

Kejutan apa?

"Pokoknya wait and see sajalah," ka
ta Mr Clean setengah bercanda.

"Wah-wah. Pasti seru nih," jawab Letnan Ratna sumringah. "Tapi Tu an Clean, aku ingin biasa-biasa saja. Kita makan di tempat biasa kita makan. Oke?"

"Oke ..."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar