Rabu, 07 November 2018
Su--aalul-qabr (4)
Su-aalul-qabr (4)
Oleh aminuddin
Kunci Sukses Menjawab Enam Pertanyaan di Alam Kubur
Khutbah I
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الذي هدانا سبل السلام، وافهمنا بشريعة النبي الكريم، اشهد ان لا اله الا الله وحده لا شريك له، ذو الجلال والاكرام، واشهد ان سيدنا ونبينا محمدا عبده و رسوله، اللهم صل و سلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحابه والتابعين باحسان الى يوم الدين، اما بعد: فيايها الاخوان، اوصيكم و نفسي بتقوى الله وطاعته لعلكم تفلحون، قال الله تعالى في القران الكريم: اعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يايها الذين امنوا اتقواالله وقولوا قولا سديدا، يصلح لكم اعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم، ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما. وقال تعالى: يايهاالذين امنوا اتقواالله حق تقاته ولاتموتن الا وانتم مسلمون، صدق الله العظيم.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah…
Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seseorang telah dibaringkan di dalam kubur dan para pengantar telah meninggalkannya, maka dua malaikat, yakni Munkar dan Nakir, segera mendatangi dan menanya kan tentang tiga hal pokok, yakni siapa tuhannya, apa agamanya dan siapa nabinya.
Hadits tersebut sebagaimana diri wayatkan dari Al-Barra’ bin Azib:
فَيَأْتِيهِ مَلَكَانِ شَدِيدَا الاِنْتِهَارِ فَيَنْتهِرَانِهِ وَيُجْلِسَانِهِ فَيَقُولاَنِ لَهُ: مَنْ رَبُّكَ؟ مَا دِينُكَ؟ مَنْ نَبِيُّكَ؟
فيأتيه ملكان شديدا الانتهار فينتهرانه، ويجلسانه، فيقولان له: من ربك؟ ما دينك؟ من نبيك؟
Dalam beberapa riwayat dikatakan ketiga pertanyaan pokok tersebut diikuti dengan tiga pertanyaan berikutnya sehingga berjumlah enam pertanyaan sebagai berikut:
1. Man rabbuka? Siapa Tuhanmu?
2. Ma dinuka? Apa agamamu?
3. Man nabiyyuka? Siapa Nabimu?
4. Ma kitabuka? Apa kitabmu?
5. Aina qiblatuka? Di mana kiblatmu?
6. Man ikhwanuka? Siapa saudaramu?
Sidang Jum’ah Rahimakumullah…
Keenam pertanyaan di atas tampak sepele untuk dijawab. Namun, sebe narnya tidak demikian sebab se mua bergantung pada amal ma sing-masing semasa hidupnya.
Ketika seseorang sudah dibaring kan di dalam kubur, ia sendirian tanpa seorang pun menemani; sementara malaikat menyapa dengan garang sambil menarik orang itu agar berposisi duduk.
Kedua malaikat kemudian menga jukan beberapa pertanyaan. Mereka yang senantiasa melaksanakan shalat lima waktu, terlebih yang suka shalat berjamaah di masjid, sesungguhnya mereka telah meme gang kunci sukses menjawab kee nam pertanyaan itu.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah…
Kalau kita camkan definsi shalat, yakni serangkaian kegiatan ibadah tertentu yang dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam, kita dapati kata pertama yang wajib kita ucapkan dalam shalat adalah الله, yakni dalam takbiratul ihram: الله اكبر.
Jika dalam sehari semalam kita melakukan shalat fardhu lima wak tu, maka kita akan menyebut الله dalam takbiratul ihram sebanyak lima kali. Jika takibiratul ihram ditambah dengan takbir-takbir yang lain seperti takbir sebelum ruku’, sebelum sujud, dan sebagainya, dalam sehari semalam kita menye but الله sebanyak 68 kali. Itu belum termasuk yang kita sebut dalam shalat-shalat sunnah.
Singkatnya, orang yang taat menja lankan perintah shalat akan sangat terbiasa mengucapkan الله.
Kaitannya dengan pertanyaan pertama di atas, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa me laksanakan kewajiban shalat, ke mudian di dalam kubur ditanya: من ربك (siapa Tuhanmu) maka dengan mudah ia dapat menjawab: الله ربي (Allah Tuhanku) karena ia terbiasa menyebut الله setidaknya 68 kali dalam sehari semalam.
Bayangkan mereka yang malas shalat, apalagi tak pernah shalat sama sekali. Tentu mereka akan mengalami kesulitan menjawab pertanyaan ini.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah…
Terhadap pertanyaan kedua, yakni ما دينك (apa agamamu) seseorang yang semasa hidupnya senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, ketika di dalam kuburnya ditanya: ما دينك - apa agamamu – maka dengan mudah ia dapat menjawab:الاسلام ديني (Islam agamaku) karena dalam konteks sekarang hanya Islam satu-satunya agama yang memerintahkan melaksanakan shalat.
Agama-agama sebelumnya pada zamannya juga memerintahkan umatnya melaksanakan shalat bahkan dengan jumlah rakaat yang lebih banyak dari pada Islam.
Agama-agama itu hingga sekarang masih ada, namun inti ajarannya ti dak lagi menekankan iman tauhid dengan hanya menyembah Allah SWT sebagaimana Islam.
Maka bisa dimengerti agama-aga ma itu tidak lagi menyerukan umat nya melakukan shalat. Shalat telah identik dengan Islam karena sekali lagi dalam konteks sekarang Islam satu-satunya agama yang memerin tahkan shalat.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah ..
Terhadap pertanyaan ketiga, yakni من نبيك (siapa Nabimu) seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dengan lan car dapat menjawab pertanyaan itu karena di dalam shalat lima waktu setidaknya kita menyebut nama محمد sebanyak 10 kali dalam sehari semalam, yakni dalam bacaan tahiyat atau tasyahud akhir yang berbunyi:
أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمدا رسول الله
dan dalam bacaan shalawat
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ
Jumlah itu belum termasuk yang dibaca dalam tasyahud awal dan bacaan shalawat dalam rakaat ke dua dalam shalat Dhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya’ yang jumlahnya 15 sehingga seluruhnya berjumlah 25.
Oleh karena itu, seseorang yang semasa hidupnya senantiasa me laksnakan shalat akan dengan mudah menjawab pertanyaan: من نبيك (siapa nabimu), yakni dengan jawaban: محمد نبي (nabiku Muhammad SAW) karena setiap hari selalu menyebut nama محمد.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah ...
Terhadap pertanyaan keempat, yakni ما كتابك - Apa kitabmu, seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban: القران كتابي – Kitabku Al-Quran karena di dalam shalat terdapat rukun yang meng haruskan orang shalat membaca surah pertama dalam Al-Quran yakni Surah Al-Fatihah.
Seseorang yang melakukan shalat tanpa membaca surah ini dalam se tiap rakaat, shalatnya tidak sah, ke cuali bagi makmum masbuq yang di rakaat pertama tak selesai mem bacanya karena waktu tak mencu kupi.
Selain surah Al-Fatihah, orang sha lat juga membaca surah-surah lain nya di dalam Al-Quran yang dibaca sebagai bacaan sunnah.
Surah-surah yang hukumnya sun nah ini dibaca setelah surah Al-Fatihah. Dengan dibacanya surah-surah dalam Al-Quran dalam shalat, maka dalam sehari semalam seti daknya orang membaca surah-surah Al-Quran sebanyak 27 kali.
Dengan kata lain, untuk menyebut القران sebagai sebagai kitab suci tidak sulit bagi mereka yang se nantiasa melaksanakan shalat.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah…
Terhadap pertanyaan kelima, yakni اين قبلتك (di mana kiblatmu), sese orang yang senantiasa melaksa nakan kewajiban shalat, tentu da pat menjawab pertanyaan itu de ngan jawaban: الكعبة قبلتي (Ka’bah kiblatku) karena orang yang se nantiasa melaksanakan kewajiban shalat akan menghadap ke arah Ka’bah sebanyak lima kali sehari.
Jika ditambah dengan shalat-sha lat sunnah, tentu frekuensinya lebih tinggi lagi.
Kebiasan setiap hari menghadap kiblat berupa Ka’bah ini tentu akan memudahkan menjawab perta nyaan kelima. Apalagi di dalam niat shalat terdapat kata “kiblat” yang maksudnya adalah Ka’bah. Niat itu misalnya:
أصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ اَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ اْلقِبْلَةِ اَدَاءً لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat melaksanakan shalat Dzuhur empat rakaat dengan meng hadap Kiblat karena Allah SWT."
Dalam bacaan niat di atas secara eksplisit terdapat kata اْلقِبْلَةِ. Kata-kata kiblat ini tentu akan selalu me ngingatkan Ka’bah di Tanah Suci Makkah Al-Mukarramah.
Orang Islam yang taat kepada Allah senantiasa akan menghadap ke arah Ka’bah sedikitnya lima kali da lam sehari.
Artinya, bagi orang yang senantiasa melaksanakn shalat untuk menye but nama Ka’bah tidak sulit.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah...
Terhadap pertanyaan keenam, yakni من إخوانك (siapa saudara-saudaramu), seseorang yang senantiasa melaksanakan kewajiban shalat dengan berjamaah di masjid, tentu dapat menjawab pertanyaan itu dengan jawaban yang tepat, yakni المسلمون والمسلمات إخواني (kaum muslimin dan muslimat saudara-saudaraku).
Jawaban dari pertanyaan keenam ini memang memiliki keterkaitan langsung dengan masjid karena tempat suci ini merupakan tempat berkumpulnya kaum muslimin dan muslimat untuk melaksanakan jamaah shalat.
Seseorang yang membiasakan diri dengan shalat berjamaah di masjid, tentu akan ingat saudara-saudara seiman yang berjamaah shalat ber samanya walaupun mungkin tidak tahu nama mereka satu per satu.
Sidang Jum’ah Rahimakumullah ..
Dari uraian di atas dapat kita lihat dengan jelas ada hubungan erat an tara shalat, masjid dan kelancaran menjawab enam pertanyaan di da lam kubur yang meliputi siapa tu hanmu, apa agamamu, siapa nabi mu, apa kitabmu, dimana kiblatmu, dan siapa saudara-saudaramu.
Orang-orang yang senantiasa me laksanakan kewajiban shalat, apa lagi dengan berjamaah di masjid, sudah pasti tidak akan mengalami kesulitan menjawab semua perta nyaan tersebut.
Kesuksesan menjawab semua per tanyaan itu menjadi penentu kesuk sesan-kesuksesan berikutnya apa kah seseorang akan masuk ke sur ga atau ke neraka.
Semoga kita semua termasuk ora ng-orang yang senatiasa sukses dalam menghadapi semua perta nyaan di alam kubur.
Amin ya rabbal alamin.
جعلنا الله واياكم من الفائزين الامنين، وادخلنا واياكم في زمرة عباده المؤمنين : اعوذ بالله من الشيطان الرجيم، بسم الله الرحمان الرحيم: يايها الذين امنوا اتقواالله وقولوا قولا سديدا. بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكرالحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته انه هو الغفور الرحيم، وقل رب اغفر وارحم وانت خيرالراحمين.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الذي أَكَرَمَنا بِدِيْنِ اْلحَقِّ المُبِيْنِ، وأفضلنا بشريعة النبي الكريم، أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له، الملك الحق المبين، وأشهد أن سيدنا ونبينا محمدا عبده و رسوله، سيدالانبياء والمرسلين، اللهم صل و سلم وبارك على نبينا محمد وعلى اله وصحبه والتابعين ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين، أما بعد: فيايها الناس اتقواالله، وافعلوا الخيرات واجتنبوا عن السيئات، واعلموا ان الله ياْمركم بامربداْ فيه بنفسه، فقال عز من قائل: إن الله وملائكته يصلون على النبى، ياأيها الذين أمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما. اللهم صلّ على سيدنا محمد و على آل سيدنا محمد. اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات والمسلمين والمسلمات الاحياء منهم والاموات انك سميع قريب مجيب الدعوات، وغافر الذنوب انك على كل شيئ قدير. ربنا اغفر لنا ذنوبنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار. والحمد لله رب العالمين. عباد الله، إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون. فاذكرواالله العظيم يذكركم واشكروه على نعمه يزدكم ولذكرالله اكبر.
______
NU Online
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar