Senin, 05 November 2018

Dlammatul-qabr (4-habis)

Dlammatul-qabr (4-habis)
Oleh aminuddin











Kunci Selamat dari Azab Kubur yang Dahsyat





BERIKUT ini adalah beberapa perka ra yang dapat menyelamatkan sese orang dari azab kubur, antara lain yaitu :

1. Membaca Surat Tabarak Setiap Malam.

Hal Itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Surat Tabarak adalah pelindung dari Azab Kubur.”

Dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu beliau berkata : Barangsiapa yang membaca Tabarakalladzi Biyadihil Mulku setiap malam, maka Allah Ta’ala akan menahannya disebabkan oleh bacaan tersebut dari azab kubur. Kami -pada masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menamainya al-Mani’ah (penahan). Ia dalam Kitabullah adalah sebuah surat yang barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka dia telah banyak dan berbuat baik.

2. Menjaga Diri dari Percikan Air Kencing.

Meninggalkan bersuci dari najis setelah buang air kecil dan tidak berhati-hati dengannya sehingga mengenai anggota badan atau pakaian adalah per­kara terbanyak yang menyebab­kan seseorang mendapatkan azab kubur.

Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :  “Kebanyakan azab kubur itu adalah disebabkan oleh air kencing.”

Imam al-Munawi rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah bahwa kebanyakan azab kubur itu adalah disebabkan oleh sikap meremehkan dalam menjaga dari air kencing.”

3. Menjauhi Perbuatan Namimah (Mengadu Domba).

Berlaku mengadu domba sesama manusia adalah termasuk sebab diazabnya seseorang di alam kubur nya.

Hal itu berdasar­kan hadits berikut :

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu ia berkata  Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melewati dua buah kuburan, lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya keduanya adalah sedang diazab. Tidaklah keduanya diazab disebabkan perkara yang (tampak) besar. Adapun salah satunya tidak bersuci ketika buang air kecil, sedangkan orang yang kedua adalah dahulunya berjalan dengan melakukan namimah (adu domba).”

Kemudian beliau mengambil sebuah pelepah kurma yang masih basah, lalu beliau membelahnya menjadi dua bagian, lalu  menan capkannya pada masing-masing kuburan tersebut sebatang.

Mereka (yaitu para sahabat) bertanya :

“Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan hal itu?”

Beliau  menjawab, “Semoga azab kubur itu menjadi diringankan atas keduanya selama kedua batang tersebut belum kering. ”

4. Meninggalkan Perbuatan dan Perkataan yang Mengandung Ghibah (Menggunjing).

Hal itu berdasarkan sabda Rasulul lah SAW :

 “Sesungguhnya keduanya sedang diazab, dan keduanya tidaklah diazab disebabkan oleh perkara yang tampak besar, adapun salah satunya adalah diazab disebabkan oleh air kencing, sedangkan yang kedua adalah diadzab disebabkan oleh ghibah.”

Al-Hafidz Ibnu Rajab rahimahullah berkata, “Maksiat yang menyebabkan azab pada hari kiamat ada dua macam yaitu hak Allah Ta’ala dan hak hamba-hamba-Nya.

Perkara pertama yang diadili pada hari kiamat dari jenis hak­-hak Allah Ta’ala adalah shalat, sedangkan dari jenis hak-hak hamba adalah masalah darah.

Adapun di alam barzakh, maka perkara yang diadili pertama kali adalah muqaddimah (pendahuluan) dari dua hak ini dan sarana-sarananya.

Jadi, muqaddimah shalat adalah bersuci dari hadats dan najis, sedangkan muqaddimah masalah darah adalah namimah (perbuatan mengadu domba) dan merendahkan kehormatan.

Dua perkara ini adalah  gangguan yang paling ringan (dalam hal pe langgarannya), oleh karena itu perhitungan dan azab di alam barzakh dimulai dengan keduanya.”

5. Tidak Berwasiat agar Diadakan Niyahah (Ratapan) Setelah Meninggalnya.

Berwasiat kepada orang lain agar meratapi kematiannya adalah per buatan yang diharamkan dan dapat menyebabkan diazabnya seseorang dalam kuburnya.

Dalil­nya adalah sabda Rasulullah SAW: “Mayyit (orang yang telah me­ninggal) itu diazab di alam kubur nya disebabkan oleh ratapan atasnya.”

Imam al-Baihaqi rahimahullah berkata, “Bab azab kubur yang dikhawatirkan akan menimpa disebabkan oleh ratapan untuk mayyit. Sebagian ahli ilmu berkata, ‘Hal itu apabila (orang yang meninggal dunia) berwasiat agar dirinya diratapi setelah mati’."

6. Selalu Berada dalam Keadaan Suci Ketika Shalat.

7. Menolong Orang yang Terzhalimi.

Kedua perkara ini berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

Ada seorang hamba di antara hamba-­hamba Allah yang dipukul di kubur­nya sebanyak seratus cambukan. la terus-menerus memohon dan berdoa agar pukulannya hanya satu kali saja, maka kuburnyapun menjadi penuh dengan api.

Ketika telah diangkat dan tersadar, maka ia berkata, “Mengapa engkau memukulku ?”

Maka dijawab, “Sesungguhnya eng kau pernah telah melewati orang ya ng terzhalimi, akan tetapi engkau tidak menolongnya.”


8. Bersedekah


Bersedekah dapat menyelamatkan dari azab kubur. Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW:

“Sesungguhnya sedekah itu benar-­benar dapat memadamkan panasnya kubur dari orang yang menghuninya. Dan seorang mukmin itu hanyalah bernaung pada hari kiamat di bawah naungan sedekahnya.”

9. Amal-amal Shalih seperti Shalat, Puasa, dan Kebaikan.

Hal itu berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

“Sesungguhnya mayit itu apabila diletakkan di dalam kuburnya, maka ia mendengar suara sandal-sandal mereka ketika mereka berpaling darinya. Apabila dia adalah orang yang beriman, maka shalat itu berada di samping kepa lanya, puasa berada di sebelah ka nannya, zakat di sebelah kirinya, dan perbuatan baik seperti shadaqah, shalat, perbuatan ma’ruf, perbuatan ihsan kepada manusia berada di kedua kakinya. Lalu didatangi dari arah kepalanya, maka shalat berkata, “Tidak ada jalan masuk dari arahku”. Lalu didatangi dari sebelah kanannya, maka puasa mengatakan, “Tidak ada jalan masuk dari arahku”, lalu didatangi dari sebelah kirinya, maka zakat berkata, “Tidak ada jalan masuk dari arahku “. Lalu didatangi dari arah kedua kakinya, maka perbuatan baik yang berupa sedekah, shalat, perbuatan ma’ruf dan ihsan kepada manusia mengatakan, “Tidak ada jalan masuk dari arahku”. Lalu dikatakan kepada orang tersebut, “Duduklah”. …

10. Membaca al-Quran.

11. Berjalan menuju masjid

Membaca al-Quran dan melangkah menuju masjid untuk beribadah di dalamnya merupakan perkara yang dapat menyelamatkan dari azab kubur.

Hal itu berdasarkan sabda beliau, Nabi SAW:  “Seseorang didatang kan di dalam kuburnya. Apabila dia didatangi dari arah kepalanya, ma ka bacaan al-Qur’an membe lanya. Apabila didatangi dari arah kedua tangannya, maka sedekah membe lanya. Apabila didatangi dari arah kedua kakinya, maka langkah orang itu ke masjid-­masjid membelanya."

12. Berlindung dari Azab Kubur.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meme­rintahkan umatnya agar ber­lindung dari azab kubur.

Perintah tersebut tidak hanya sekali, bahkan berulang-ulang dalam beberapa keadaan yang ditemui oleh seorang muslim setiap harinya.

Di antaranya adalah :

a. Setiap selesai tasyahhud akhir.

Hal itu berdasarkan sabda Nabi:

“Apabila salah seorang di antara kalian telah selesai dari bertasyahhud akhir, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari empat perkara: dari azab Jahannam, dari azab kubur, dari fitnah hidup dan mati dan dari keburukan fitnahnya Dajjal al-­Masih. “

b. Pagi dan petang

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila berada pada waktu petang beliau membaca : Kami berada pada waktu petang, sedangkan kekuasaan adalah kepunyaan Allah. Segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah melainkan hanya Allah semata, tidak ada sekutu bagi­-Nya. Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, aku memohon kebaikan malam ini dan berlindung dari keburukan malam ini dan keburukan apa-apa yang ada setelahnya.

Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kemalasan dan buruknya masa tua. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab di neraka dan azab di kubur. ”




_____

- Disalin kembali dari Majalah Islami Adz-Dzakhirah Al-Islamiyyah, volume 8, nomor 11, Edisi 65, tahun 1431.H/ 2010.M

- Ibnuabbaskendari.wordpress.com


Tidak ada komentar:

Posting Komentar