Minggu, 04 November 2018

Satu Tiang (1)

Satu Tiang (1)
Oleh Wak Amin





TEWASNYA Kolonel Ahmad dan pa sukan sniper tak menyurutkan niat dan tekad Mr Clean dan Letnan Rat na untuk melakukan penyelidikan le bih lanjut guna mencari tahu da la ng di balik aksi biadab peledakan pesawat.

"Aku yakin ini orangnya Let," kata Mr Clean pada koleganya Letnan Ratna di ruang kerja Kolonel Ah mad, jelang tengah malam.

Keduanya memang bekerja amat ke ras, dari pagi sampai malam hari be berapa hari belakangan setelah pim pinan mereka dinyatakan tewas.

Keduanya nyaris putus asa, sampai suatu ketika, di malam hari ini, saat membuka beberapa arsip penting di ruang dokumen 'rahasia' dan disela raskan dengan temuan foto bareng Tuan Chang dan Tuan Chow ber sa ma kolega bisnisnya.

Haaau ...

Mr Clean menguap.

"Kamu mengantuk berat Clean. Isti rahatlsh dulu di ruang sebelah. Biar saya lanjutkan tugas ini," kata Let nan Ratna.

"Saya ingin memperbesar fotonya," lanjut Letnan Ratna.

"Kita lanjutkan besok saja.Let. Se baiknya kita pulang sekarang," sa ran Letnan Ratna.

"Sudah tanggung Clean. Kita beres kan malam ini, biar besok kita lan jut ke tugas yang berikutnya. Itu ka lau saran dari aku. Gimana? Oke?"

"Oke," kata Mr Clean," Asalkan ja ngan sampai larut malam ..."

"Oke. Doakan yang terbaik," jawab Letnan Ratna, kembali menyibuk kan diri di depan layar komputer.


Di luar ...

Hujan masih turun rintik-rintik. Ja lanan basah. Macet sudah mulai berkurang.

Di kawasan tertentu  mulai terlihat sepi ..


Udara sangat dingin, menusuk tulang sumsum ...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar