Kisah di Balik Berita (55)
Oleh aminuddin
Kisah Sukses (1)
Budiono Darsono, Pendiri Detik.com
Media Sosial Online, Detik.com
Media sosial online Detik.com memang sudah dipercaya selama hampir 20 tahun menjadi media informasi sosial online oleh para penggunanya.
Kemunculannya semenjak tahun 1998, begitu banyak cerita jatuh bangun dan bahkan titik terpuruk dari para pendirinya, termasuk Budiono Darsono.
Seperti apakah kisah sukses Budiono Darsono, salah satu pendiri Detik.com dalam menorehkan sejarah sebagai pendiri media informasi online terlaris?
Dengan total pengunjung hingga 3 juta hits per harinya dan pendapa tan hingga Rp 4-5 miliar per bulan dari iklan, berikut ini liputan kisah sukses beliau ..
Budiono Darsono (mantan wartawan DeTik) kini dikenal sebagai salah satu pendiri dari media sosial online Detik.com bersama dengan tiga temannya, yakni Yayan Sopyan (mantan wartawan DeTik), Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo) dan Didi Nugrahadi.
Bapak yang dikaruniai dua orang anak, sempat berkarier sebagai wartawan Majalah Tempo untuk wilayah Jawa Timur pada tahun 1987.
Beliau melahirkan Detik.com pada masa terjadinya gejolak politik di tanah air pada tahun 1998 silam.
- Lahirnya Detik.com
Pada masa itu (tahun 1998), seperti yang kita ketahui bersama adalah termasuk masa-masa sulit dalam sejarah perkembangan Bangsa Indonesia dalam segala aspek.
Ketika setiap kantor tabloid DeTik dan beberapa kantor surat kabar seperti tabloid Tempo dan lain se bagainya ditutup secara paksa oleh pemerintah.
Kejadian itu menyebabkan banyak wartawan menjadi pengangguran, termasuk Budiono Darsono dan ke-tiga rekannya pun terkena dampaknya.
Budiono Darsono tentu saja mengalami keadaan ekonomi yang berat karena dia tidak berpenghasilan selama beberapa waktu lamanya.
Coba bayangkan bila hal itu terjadi pada diri Anda. Apakah Anda sudah memiliki dana darurat untuk meng antisipasi hal-hal darurat seperti pemberhentian kerja yang dialami oleh Budiono Darsono?
Dalam situasi sulit tersebut, muncul ide yang kreatif dari seorang Budiono Darsono dengan ketiga rekannya untuk membuat sebuah portal berita online yang up to date.
Dengan bermodalkan sekitar Rp 40 juta dan slogan “Mengapa Menung gu Besok, Detik Ini Juga!”, pada tanggal 9 Juli 1998, terciptalah Detik.com yang terpampang di blog resmi Budiono Darsono.
Pada awal perjalanan Detik.com, banyak waktu dan tenaga dari Bu diono Darsono yang tersita. Bah kan, ia sendiri mengakui keluar ganya sendiri sempat terlupakan.
Perjalanan yang sukar dan panjang dihadapi oleh Budiono Darsono, suami dari Hana Budiono yang memiliki anak bernama Putra Suprabana dan Bening Putri Wardani.
- Masa Pelik Detik.com
Berbekal semangat, tape recorder dan juga HT (handy talky), ia memulai perjalanan karier Detik.com dengan meliput peristiwa tragedi semanggi 1998. Berita tersebut merupakan berita pertama yang dimuat di Detik.com.
Budiono Darsono bersama tiga rekannya harus mencari berita di berbagai tempat, mulai dari mela kukan wawancara, menulis hingga mem-posting berita mereka lakoni.
Pada tahun 2000 hingga 2002, merupakan masa paling sulit yang pernah mereka hadapi sepanjang perjuangan mereka hingga saat ini.
Masa itu terjadi goncangan pada industri dunia yang berimbas pada Detik.com, sehingga membuat si tus media sosial online yang kini diakuisisi oleh Chairul Tanjung itu, sempat memberhentikan setidak nya 27 karyawan yang bekerja.
Selain itu, Detik.com sempat men dapat kecaman karena beritanya dinilai kurang akurat. Tak hanya itu, para pengguna sempat memberi kritikan mengenai banyaknya tampilan iklan di homepage Detik.com.
Seperti pengalaman Budiono Darsono, saat mengawali suatu bisnis atau usaha, tentu banyak sekali tantangan dalam mengem bangkan bisnis tersebut termasuk perencanaan keuangan yang matang.
Kini Budiono Darsono menjabat sebagai direktur utama Detik.com dengan dana sebesar Rp 540 miliar dari Chairul Tanjung yang telah me ngakuisisi media sosial online terlaris ini.
Melalui perjalanan panjang dan pengalaman tak terbayarkan, kerja keras Detik.com yang digawangi Budiono Darsono kini memiliki banyak investor yang menanam saham.
Pendapatan dari Detik.com semakin naik hingga puluhan miliar setiap tahunnya seiring bertambahnya pengiklan yang masuk.
Tak tanggung-tanggung, karena semakin banyaknya pengunjung situs per harinya, rate dari Detik.com kini berkisar Rp500 ribu hingga Rp 200 juta.
Jika Anda mengunjungi situs Detik.com, Anda akan menemukan berbagai space iklan yang berada pada domain utama dan juga subdomain.
Diantaranya detik finance, detik health, detik oto, detik sport, detik net, detik hot, detik news dan juga wollipop.
Budiono Darsono begitu optimis akan keuntungan dan peningkatan yang akan didapatkan Detik.com setelah diakuisisi oleh Chairul Tanjung atau CT Corp.
________
www.finansialku.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar