Senin, 12 November 2018

Kisah di Balik Berita (62)

Kisah di Balik Berita (62)
Oleh aminuddin





Kisah Sukses VIII



Sukses Bisnis 'One Minang'

SIAPA bilang jadi pengusaha harus punya kekayaan dan modal besar? Mimi Silvia telah membuktikannya.

Mantan jurnalis ekonomi di salah satu media massa di ibukota Ja karta ini meninggalkan karirnya dan kembali ke kampung halaman nya di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.

Mimi memilih membuka usaha sendiri dengan memaksimalkan potensi kuliner di Batusangkar, kampung halamannya.

"Dari kecil saya anaknya suka sosialisasi. Terbiasa bertemu dengan banyak orang, mulai dari kalangan pejabat sampai masyarakat bawah. Suah terbiasa berbaur dengan mereka, hal ini didukung ayah yang dulu bekerja di ranah sosial (anggota DPRD di sini). Sehingga di rumah tamu sering berdatangan membuat saya terbiasa berkomunikasi dan percaya diri," kata Mimi.

Ditambah punya pengalaman organisasi di SMA, Mimi akhirnya memilih untuk kuliah S1 di Uniersitas Indonesia, Depok, Jawa Barat, dengan jalur tes.

Selepas lulus di jurusan komuni kasi, Mimi yang mengaku suka menulis akhirnya ambil program studi jurnalistik.

"Kecintaan pada jurnalistik menuntun saya menjadi jurnalis ekonomi. Pas masuk salah satu bos di media ini mengatakan, nanti kalau keluar dari sini pastikan main reksadana atau bisnis ya. Hal itu terngiang-ngiang saat resign (ka rena memang target jadi wartawan cuma tiga tahun), dan akhirnya me ngikuti resolusi hidup sebelum umur 30 tahun membuat usaha sendiri. Apalagi mempunyai link yang cukup banyak saat kuliah dan kerja," jelasnya.

Awal tahun 2016, Mimi akhirnya mengundurkan diri dari pekerjannya sebagai jurnalis dan pergi meninggalkan Ibu Kota Jakarta.

Ia kembali ke Batusangkar dan melihat bahwa ternyata Batusang kar mempunyai potensi masakan daerahnya.

Berbekal simpanan yang ia tabung selama beberapa tahun bekerja di Jakarta sebagai jurnalis, Mimi mu lai memasarkan produk kuliner Batusangkar dengan merek One Minang.

"Tidak hanya rendang daging tetapi ada berbagai jenis rendang lain seperti belut, kerang, dan paru," ujarnya.

Potensi ini belum termasuk ikan Bilih yang hanya terdapat di Danau Singkarak yang terkenal di dunia.

Ikan Bilih ini bergizi tinggi dan ko non aslinya berasal dari Danau Singkarak yang tak jauh di Batusangkar.

"Saya berpikir potensi ini bagus dimanfaatkan dengan jualan online. Hal ini tentunya sangat membantu perekonomian daerah. Selain itu, kan Batusangkar juga terkenal de ngan snack tradisionalnya yang ti dak menggunakan MSG dan tahan lama, seperti dakak-dakak, ganepo, dan lain-lain. Semua makanan ini jika dikemas modern dan dipromo sikan online dengan jejaring yang saya punya tentunya sangat berpo tensi menjadi usaha yang besar," jelas Mimi.

Mimi mengakui sejauh ini pemasa ran produk kuliner Batusangkar me lalui dunia maya alias internet. Sa lah satunya melalui instagram oneminang, web oneminang.com.

Selain itu, ia juga memaksimalkan komunikasi pribadi dengan berba gai mantan narasumber saat masih menjadi jurnalis maupun saat kuliah di UI.

Ia menggklaim pelanggannya mulai dari mantan wakil menteri, dirjen di kementerian, direktur-direktur peru sahaan swasta, dosen-dosen, dan masih banyak lagi.

"Kebanyakan juga yang pesan diba wa ke luar negeri, sekarang O-NÉ diorder customer dan dibawa ke berbagai negara mulai dari Inggris, Belanda, Paris, Korea, Hongkong, Australia, dan lain-lain," tambahnya.

Ada juga konsumen yang memesan produk One Minang untuk perjala nan dinas keluar daerah atau seke dar rekreasi naik gunung, dan lain-lain.

O-NÉ Minang menjadi pilihan kare na menyajikan kuliner yang hangat serta kebaruan produk yang selalu terjaga.








_____

- suara.com

- smartbisnis.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar