Af'al Allah (11)
34. QS 16 (An-Nahl) Ayat 71 :
(Wallaahu fadhdhala ba'dhakum 'ala ba'dhin firrizq. Fa'aal laziina fudhdhiluu biraaddii rizqihim 'alaa maa malakat aimaanuhum fahum fiihi sawaa-u. Fabini'matillaahi yajhaduun).
"Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberikan rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?"
35. QS 3 (Ali Imran) Ayat 27 :
(Tuulijul laila finnahaari watuulijun nahaara fil laili wa tukhrijul hayya minal mayyiti wa tukhrijul mayyita minal hayyi watarzuqu man tasyaa-u bighairi hisaab).
"Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dan yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup (a8). Dan Engkau beri rezeki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab."
36. QS 17 (Al-Israa') Ayat 12 :
(Waja'alnal laila wannahaara aayataini famahaunas aayatal laili waja'alnaa aayatan nahaari mubshiratal litabtaghuu fadhlam mirrabbikum wa lita'lamuu 'adadas siniina wal hisaab. Wakulla syai-in fashshalnaahu tafshiila).
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu agar kamu mencari karunia dari Tuhanmu, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan. Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas."
37. QS 6 (Al-An'aam) Ayat 95 :
(Innallaaha faaliqul habbi wanna waa. Yukhrijul hayya minal mayyiti wa mukhrijul mayyiti minal hay. Zaalikumullaahu fa annaa tu-'fakuun).
"Sesungguhnya Allah menumbuh kan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan me ngeluarkan yang mati dari yang hidup. (Yang memiliki sifat-sifat) demikian ialah Allah, maka menga pa kamu masih berpaling?"
_______
(a8) Sebagian mufassirin memberi misal pada ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dan dapat pula diartikan bahwa pergiliran kekuasaan di antara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya suat umat adalah menurut hukum Allah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar