Jumat, 31 Juli 2020
Nasehat (10)
Nasehat (10)
By Aminuddin
10. Doa Nabi Zakaria
"DAN (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya : "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (a9) dan Engkau lah Waris yang Paling Baik." (a10)
"Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas (a11). Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (10)
"Disana lah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata : "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (11)
"Ia berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku."
"Dan sesungguhnya aku kuatir terhadap mawaliku (a12) sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera."
"yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai."
"Zakaria berkata : " Ya Tuhanku, bagai mana akan adan anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah men capai umur yang sangat tua." (12)
________________
(10). QS Al-Anbiyaa' Ayat 89-90
(a9). Maksudnya tidak mempunyai keturunan yang mewarisi.
(a10).Andaikan Tuhan tidak mengabulkan doanya, yakni memberikan keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah waris yang paling baik.
(a11). Mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan kuatir akan azab-Nya.
(11). QS Ali Imran Ayat 38
(12). QS Maryam Ayat 4-6 dan 8.
(Nabi Zakaria AS adalah nabi yang dipuji Allah SWT berkat adab berdoa yang lembut. Nabi Zakaria terkenal dengan doa memohon keturunan yang dikabulkan oleh Allah.
"Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria, (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut," firman Allah SWT dalam surat Maryam ayat 2-3.
Allah SWT mengutus Nabi Zakaria pada Bani Israil yang zalim dan mungkar. Nabi Zakaria lahir pada tahun 91 Sebelum Masehi.
Setelah diangkat menjadi Nabi, Zakaria menyeru Bani Israil untuk bertobat dan menyembah Allah. Nabi Zakaria berdakwah dengan sabar. Dia dihormati Bani Israil karena alim dan bijaksana.
Pada suatu hari, datanglah istri Imran yang menitipkan anak perempuannya bernama Maryam kepada Nabi Zakaria.
Nabi Zakaria dan istrinya dengan senang hati menerima dan membesarkan Maryam dengan penuh kasih sayang. Nabi Zakaria tidak memiliki anak karena istrinya mandul. Dia menganggap Maryam sebagai anaknya sendiri.
Nabi Zakaria membuatkan kamar khusus beribadah untuk Maryam di Baitul Maqdis, saat ini Masjidil Aqsa. Kamar khusus untuk beribadah itu dikenal dengan Mihrab. Nabi Zakaria merupakan orang pertama yang membuat Mihrab.
Nabi Zakaria sangat senang dengan kehadiran Maryam yang sangat istimewa. Namun di pengujung dakwahnya, Nabi Zakaria yang sudah renta mulai khawatir. Dia takut tak ada yang bisa meneruskan ajaran kebenaran.
Akan tetapi, Nabi Zakaria tak berpasrah diri. Dia terus berdoa kepada Allah dengan penuh kelembutan untuk diberikan keturunan yang bisa melanjutkan dakwah.
"Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku," kata Nabi Zakaria memulai doanya kepada Allah.
"Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai," ucap Nabi Zakaria dalam doanya pada surat Maryam ayat 4-6.
Doa memohon keturunan dari Nabi Zakaria yang dapat diamalkan juga terdapat dalam surat Ali Imran ayat 38.
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ
rabbi hab lii mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samii'ud-du'aa`
Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa."
Siang dan malam Nabi Zakaria dan istrinya tak pernah berhenti berdoa dan semakin giat beribadah. Banyak Bani Israil yang mengejek ibadah Nabi Zakaria dan tak percaya doanya bakal dikabulkan Allah.
Hingga suatu hari malaikat datang memanggil Nabi Zakaria yang sedang shalat di Mihrab.
"Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya " (surat Maryam ayat 7).
Mendengar kabar itu, Nabi Zakaria terkejut tak percaya.
"Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?" tanya Nabi Zakaria.
"Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali," firman Allah dalam surat Maryam ayat 7, menjawab pertanyaan Zakaria.
Nabi Zakaria lalu meminta tanda kepada Allah. Allah memberi tanda berupa tak bisa bercakap selama tiga malam.
"Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh" (surat Ali-Imran ayat 39).
Nabi Zakaria lalu mengucap syukur kepada Allah SWT karena doanya yang dikabulkan Allah. Yahya menjadi satu-satunya anak Nabi Zakaria yang juga diangkat Allah menjadi seorang Nabi.
Nabi Zakaria dan Nabi Yahya berdakwah bersama, menyeru Bani Israil kepada ajaran Allah.
Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kisan Nabi Zakaria. Nabi Zakaria menunjukkan Allah Maha Mendengar doa.
"Banyak hikmah dan kisah dari Nabi yang diuji dengan bertahun-tahun tidak punya anak. Pertama, jangan pernah berhenti berdoa sampai Allah mengabulkannya," kata ustad Hilman Fauzi.
Nabi Zakaria mengajarkan cara berdoa yang penuh kelembutan. Dia juga selalu menunjukkan baik sangka kepada Allah. Nabi Zakaria yakni Allah mendengar dan mengabulkan doanya.
"Nabi Zakaria memohon kepada Allah dengan bahasa yang lembut dan memperbanyak amal saleh," ucap ustad Hilman.
Nabi Zakaria juga merupakan seorang yang mampu menjaga amanah saat dititipkan Maryam yang tak memiliki ayah. Dia juga menjadi contoh untuk selalu menghormati perempuan). (m.cnnindonesia.com)
Kamis, 30 Juli 2020
Nasehat (9)
Nasehat (9)
By Aminuddin
9. Doa Nabi Yunus as
"DAN (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, la lu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap (a8): "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim."
"Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (9)
_____________
(9). QS Al-Anbiyaa' Ayat 87-88
(a8). Maksud dari 'keadaan sangat gelap' adalah di dalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari.
(Selain mengandung keitimewaan, doa Nabi Yunus juga niscara sangat diijabah oleh Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah mengungkapkan betapa hebatnya doa tersebut.
دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ
“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi).
Kapan dibaca?
Doa Nabi Yunus merupakan doa yang kerap dibaca oleh para ulama. Ada yang membaca doa ini sebanyak 40 kali usai salat subuh tan pa putus. Ada pula yang setiap hari berzikir dan membaca doa ini sebanyak 1000 kali sebagai permohonan ampun dan bekal di akhirat.
Dalam riwayat al-Hakim dari Sa’ad bin Abi Waqash disebutkan bila membaca 40 kali doa Nabi Yunus ketika sakit, lalu kemudian dia meninggal, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang meninggal syahid). sulsel.idntimes.com)
Rabu, 29 Juli 2020
Nasehat (8)
Nasehat (8)
By aminuddin
8. Doa Nabi Adam as
"KEDUANYA berkata : "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, nis caya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (8)
____________________
(8). QS Al-A'raaf Ayat 23
(Dalam catatan sejarah, Nabi Adam as pernah tertipu dengan rayuan iblis. Allah SWT memerinbtahkan kepada Nabi Adam untuk tidak memakan buah di surga. Namun iblis merayu dan menipu Nabi Adam hingaa akhirnya memakan buah tersebut.
Diceritakan bahwa ketika Nabi Adam turun ke muka bumi itu memutari Ka'bah sebanyak tujuh kali dan shalat dua rakaat. Usai shalat, Nabi Adam mendatangi multazam, dinding Ka'bah yang terdapat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah.
Ia pun berdoa demikian ...
اللهم إنك تعلم سري وعلانيتي، فاقبل معذرتي. وتعلم ما في نفسي فاغفر لي ذنوبي. وتعلم حاجتي فأعطني سؤلي. اللهم إني أسألك إيمانا يباشر قلبي، ويقينا صادقا حتى أعلم أنه لا يصيبني إلا ما كتبت لي، والرضا بما قضيت علي.
Allahumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alaniyyati, faqbal ma‘dzirati. Wa ta‘lam ma fi nafsi faghfir li dzunubi. Wa ta‘lam hajati fa a‘thini suali. Allohumma inni as’aluka imanan yubasyir qalbi, wa yaqinan shodiqon hatta a‘lama annahu la yushibuni illa ma katabtu li, war ridho bima qodhoita ‘alayya.
"Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan tindak-tandukku, terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui detak hatiku, ampunilah dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, kabulkanlah permohonanku. Ya Allah, aku memohon pada-Mu diberikan keimanan yang meresap dalam hati, keyakinan yang teguh sehingga aku yakin bahwa tidak ada apa pun yang akan menimpaku kecuali karena takdir yang telah Engkau catat, dan aku rida terhadap ketentuan yang Engkau tetapkan untukku."
Konon, menurut Syekh Abu Bakar Syatha, Allah SWT memberikan wahyu pada Nabi Adam bahwa anak-cucu Nabi Adam yang memohon dengan doa seperti doa Nabi Adam ini kesulitannya akan diringankan, rezekinya dicukupi darimana pun datangnya, dan dicukupi segala kebutuhan duniawinya walaupun ia tidak mengharapkan. Wallahualam) (bincang Syariah.com)
Nasehat (7)
Nasehat (7)
By Aminuddin
7. Wasiat Nabi Ibrahim dan Ya'qub kepada anak-anaknya
"DAN Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu (a7) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah me milih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam."
"Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedata ngan (tanda-tanda maut), ketika ia berka ta kepada anak-anaknya: "Apa yang ka mu sembah sepeninggal anak-anakku?"
Mereka menjawab : "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek motangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (7)
__________________
(7). QS Sl-Baqarah Ayat 132-133
(a7). QS Al-Baqarah 131 : "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya : "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam."
(Wasiat atau pesan agama adalah wasiat yang paling fundamental, sebagai pertanggungjawaban terakhir seseorang dalam kaitannya dengan manusia lain.
Hidup dan mati ada di tangan Allah SWT. Siapa pun tidak ada yang tahu kapan kehidupan seseorang akan berakhir.
Karena itulah, kita senantiasa diwanti-wanti untuk selalu siap dalam menghadapi kematian yang datang menjemput. Menyiapkan bekal diri dengan amalan-amalan positif yang bermanfaat untuk kehidupan di akhirat kelak, juga siap diri untuk meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.
Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada yang paling penting dilakukan oleh seseorang ketika dia sudah terbaring tak berdaya selama dua malam berturut-turut, selain menulis wasiat dan meletakkannya di sampingnya.” (HR Abu Daud).
Dalam menghadapi kematian, seperti yang Nabi SAW ajarkan dalam hadits di atas, salah satu anjuran yang harus dilakukan adalah menulis wasiat, atau pesan-pesan terakhir yang ingin disampaikan kepada keluarga yang akan ditinggalkan. Apa yang diwasiatkan, hendaknya berisi tentang hal-hal yang baik.
Salah satu contoh wasiat yang baik adalah apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Yaqub, ketika kematian mulai mendekatinya.
”Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilihkan agama yang bersih bagi kalian. Karena itu, janganlah sekali-kali kalian meninggal kecuali dalam keadaan Muslim.” (Al-Baqarah 132).
Orang tua adalah figur yang memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anaknya. Pendidikan agama merupakan hal yang paling mendasar dan harus diberikan kepada anak-anaknya. Kewajiban ini dibebankan kepada orang tua, bahkan hingga menjelang kamatiannya.
Dalam sebuah hadis yang lain, Rasulullah SAW pernah menyinggung bahwa salah satu kewajiban orang tua sewaktu hidup hingga menjelang kematiannya adalah mengajarkan agama.
”Ada tiga kewajiban yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Pertama, memberikan nama yang baik. Kedua, mengajarkan Alkitab (Alquran). Dan ketiga, mengawinkannya dengan orang lain.” (HR Bukhari).
Karena itu, wasiat, sebagai pesan terakhir di pengujung hidup orang tua, harus berkaitan dengan masalah agama. Ibarat lari estafet, agama adalah tongkatnya, dan orang-orang tua pada saatnya memberikan tongkat itu kepada anak-anaknya.
Itu yang paling utama, setelah itu baru hal-hal lain yang berkaitan dengan kelangsungan hidup dan masa depan orang-orang yang ditinggalkannya dari sisi materi. Wasiat, sekalipun juga bisa dalam masalah harta, akan jauh lebih penting jika menitiktekankan pada pesan agama.
Banyak terdengar, bagaimana wasiat itu justru menimbulkan prahara dalam keluarga. Itu terjadi karena pembuat wasiat menuliskan wasiat harta, bukan wasiat agama yang mampu mendamaikan konflik.
Jika wasiat dalam bentuk pesan agama yang baik ini dilakukan, seseorang akan mengakhiri hidupnya dengan baik (husnul khatimah). Tanggung jawabnya yang terakhir telah dilakukan, dan itu menjadi nilai akhir yang tinggi di sisi Allah SWT). (Popularitas.com)
Senin, 27 Juli 2020
Nasehat (6)
Nasehat (6)
By aminuddin
6. Nasehat Nabi Syu'aib kepada kaumnya
"DAN (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan (a6) saudara mereka Syu'aib. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selaib-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbabgannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman."
"Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan."
"Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (6)
_______________
(6). QS Al-A'raaf ayat 85-87
(a6). Mad yan adalah nama putera Nabi Ibrahim as, kemudian menjadi nama ka bilah yang terdiri dari anak cucu Mad yan itu. Kabilah ini diam di suatu tempat yang juga dinamai Mad yang yang terletak di pantai laut Merah di tenggara gunung Sinai.
(NABi Syu'aib AS diangkat menjadi seorang nabi untuk memberi peringatan pada kaum Madyan yang kerap berlaku curang. Lewat kisah Nabi Syu'aib, kita tahu bahwa Allah SWT tak akan menyukai orang-orang yang berbuat zalim dan memicu kerusakan di muka bumi.
Suku Madyan merupakan kumpulan orang Arab yang tinggal di dekat Gunung Sinai, di negeri Syam atau yang saat ini dikenal dengan Suriah. Nabu Syu'aib juga merupakan bagian dari Suku Madyan.
"Dan kepada penduduk Madyan, Kami [utus] Syu'aib, saudara mereka sendiri," bunyi firman Allah sesuai surat Al-A'raf ayat 85.
Kaum Madyan diisi oleh orang-orang kafir yang berbuat kejahatan dan kecurangan. Mayoritas orang Madyan bekerja sebagai pedagang.
Dalam berdagang, penduduk Madyan kerap melakukan penipuan. Mereka mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar seperti timbangan atau takaran yang dikurangi. Barang-barang yang dijual juga acap kali dipalsukan. Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat saat itu.
Nabi Syu'aib lalu memulai misi menyadarkan masyarakat Madyan. "Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan [sembahan] bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun," kata Nabi Syu'aib kepada kaum Madyan.
Nabi Syu'aib juga mengajak kaum Madyan untuk berhenti berbuat kerusakan di bumi. Sebagian kaum Madyan lain bekerja sebagai petani. Namun, sering kali mereka berbuat kerusakan.
Kaum Madyan juga tak percaya pada Allah. Mereka menjadikan Aikah atau sebidang tanah sebagai tuhan. Kaum Madyan juga kerap menakut-nakuti dan menghalangi orang yang hendak beriman.
"Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah [pahala] hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan," kata Nabi Syu'aib sesuai surat Al-Ankabut ayat 36.
Alih-alih didengarkan, kaum Madyan menolak mentah-mentah ajaran Nabi Syu'aib.
"Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai," kata penduduk Madyan sesuai surat Hud ayat 87.
Penduduk Madyan bahkan mengancam bakal merajam Nabi Syu'aib jika terus mengatur mereka dalam berdagang. Mereka juga mengancam mengusir Nabi Syu'aib beserta pengikutnya jika tidak mengikuti agama mereka
Nabi Syu'aib lantas menolak ajakan itu dan menyerahkan kepada Allah SWT sebagai pembuat keputusan terbaik.
"Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak [adil]. Engkaulah pemberi keputusan terbaik," kata Syu'aib kepada kaumnya.
Nabi Syu'aib memperingatkan jika kaum Madyan tidak berubah, azab dari Allah SWT akan segera tiba. Namun, kaum Madyan tetap berbuat semena-mena.
Allah menimpakan azab kepada kaum Madyan di malam dan pagi hari dengan siksaan yang tak diduga-duga. Allah mendatangkan gempa bumi yang dahsyat dan suara yang mengguntur pada penduduk Madyan.
"Mereka mendustakannya [Syu'aib], maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka," bunyi firman Allah dalam surat Al-Ankabatu ayat 37.
Nabi Syu'aib dan pengikutnya diselamatkan oleh Allah. Allah melimpahkan rahmat dan berkah untuk orang-orang yang beriman.
Banyak hal yang bisa diambil dari kisah Nabi Syu'aib dan Suku Madyan. Nabi Syu'aib mengajarkan dalam jual beli, pedagang dan penjual harus adil dan tidak merugikan orang lain. Timbangan dan takaran harus diberikan secara sempurna agar rezeki yang didapat halal di sisi Allah.
Kisah Nabi Syu'aib juga mengajarkan manusia bahwa Allah SWT tidak menyukai orang yang berbuat zalim dan membikin kerusakan di muka bumi. Orang-orang yang berbuat zalim dan memicu kerusakan lah yang bakal mendapatkan azab dari Allah SWT). (m.cnnindonesia.com)
Minggu, 26 Juli 2020
Nasehat (5)
Nasehat (5)
By Aminuddin
4. Nasehat Nabi Saleh kepada kaumnya
"DAN (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih".
"Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti) di bumi ini (sesudah kaum Ad dan memberikan tempat bagimu) yakni menempatkan kamu (di bumi. Kamu dirikan istana-istana di atas tanah-tanah yang datar) sebagai tempat tinggalmu di musim panas (dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah) yang kamu tempati di musim dingin, dinashabkannya lafal buyuutan menjadi hal dari lafal yang tersimpan (maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan."
"Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya".
"Orang-orang yang menyombongkan diri b berkata “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.”
"Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Shalih! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.”
"Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka."
"Kemudian dia (Shalih) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.” (4)
_______________
(4). QS Al-A'raaf ayat 73-79
(Nabi Saleh AS adalah nabi dan rasul kelima yang patut diimani. Nabi Saleh berdakwah di Al-Hijr yang saat ini dikenal sebagai Madain Shalih, yakni Kota-kota Nabi Saleh AS, antara Arab Saudi dan Suriah. Beberapa rumah dan batu-batu diyakini sebagai peninggalan Nabi Saleh. UNESCO menetapkan peninggalan itu sebagai warisan dunia.
Allah SWT mengutus Nabi Saleh untuk membawa kaum Tsamud kembali ke jalan yang benar. Sebelum diangkat menjadi rasul, Saleh adalah panutan di suku Tsamud.
Kaum Tsamud terkenal memiliki ilmu batu dan bangunan yang andal. Namun, di sisi lain mereka menyembah berhala. Hal ini sesuai dengan Surat Al-A'raf ayat 73.
"Dan [Kami telah mengutus] kepada kaum Tsamud saudara mereka Saleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, [yang karenanya] kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."
Unta betina yang dijelaskan dalam ayat tersebut merupakan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Saleh, sebagai tanda kebesaran-Nya.
Saat menyeru ajaran Allah, Saleh meminta kaum Tsamud untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah SWT. Saleh mengajak kaum Tsamud untuk bertobat.
"Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami," kata kaum Tsamud kepada Nabi Saleh, seperti dalam surat Hud ayat 62.
Alih-alih mendengar Nabi Saleh, kaum Tsamud justru menentangnya. Kaum Tsamud meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat.
"Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar," kata kaum Tsamud kepada Nabi Saleh seperti dalam surat Asy-Syu'ara' ayat 154.
Kaum Tsamud meminta Saleh menciptakan unta betina yang hamil 10 bulan di sebuah bukit berbatu. Nabi Saleh menyanggupi tantangan tersebut dan berdoa agar Allah menunjukkan kekuasaan-Nya.
Allah lalu membelah batu di bukit itu dan di dalamnya muncul seekor unta betina sesuai dengan permintaan kaum Tsamud. Unta betina itu dikenal sebagai unta betina Allah.
Nabi Saleh lalu meminta agar kaum Tsamud memperhatikan unta tersebut dan membiarkannya makan dengan leluasa. Nabi Saleh juga memperingatkan agar unta betina itu tidak diganggu karena ia mampu memenuhi kebutuhan susu seluruh kaum Tsamud.
"Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar," kata Nabi Saleh. (Surat Asy-Syu'ara ayat 156).
Mukjizat ini membuat kaum Tsamud terbagi dua. Ada kelompok yang percaya atas kebesaran Allah dan mengikuti ajaran Nabi Saleh. Namun, ada pula kelompok yang ingkar dan menentang mukjizat itu.
Mereka yang ingkar justru semakin kafir dan mengganggu si unta betina. Unta betina Allah dianggap mengganggu hewan ternak lain, meminum banyak air, dan berjalan dengan bebas.
Para pemimpin kaum Tsamud lalu membuat rencana untuk membunuh unta tersebut. Seorang bangsawan bahkan membuat sayembara dengan hadiah besar untuk membunuh unta betina.
Saat malam tiba, sembilan orang laki-laki melancarkan aksinya membunuh unta tersebut. Unta itu dipanah dan ditikam beserta dengan anaknya yang baru lahir. Kisah pembunuhan unta terdapat dalam surat Al-Qamar ayat 54.
Kaum Tsamud yang ingkar kembali menentang Nabi Saleh untuk mendatangkan azab setelah unta itu dibunuh.
Nabi Saleh kembali mengingatkan kaum Tsamud untuk bertobat sebelum azab benar-benar datang.
Kaum Tsamud semakin tak senang dengan petuah Nabi Saleh. Mereka bahkan merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Saleh.
Namun, belum sampai rencana itu terwujud, Allah memerintah Nabi Saleh dan orang yang beriman untuk meninggalkan Al-Hijr karena azab akan segera tiba.
Azab itu muncul di hari keempat setelah pembunuhan unta. Di hari itu, petir menyambar, bumi berguncang, dan menghancurkan kaum Tsamud. Kaum Tsamud pun binasa karena petir dan gempa bumi.
"Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka." ( Surat Al-A'raf ayat 78).
Dari kisah Nabi Saleh ini terdapat sejumlah hikmah yang dapat dipelajari. Pertama, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mukjizat unta betina kepada Nabi Saleh.
Kedua, orang-orang yang melanggar perintah Allah SWT akan mendapatkan azab yang nyata. Berhala-berhala yang semula disembah kaum Tsamud tak dapat menolong mereka saat azab Allah datang.
Ketiga, Allah juga memberikan waktu kepada kaum Tsamud untuk bertobat mulai dari perintah Nabi Saleh, kemunculan unta betina, lalu setelah pembunuhan unta tersebut. Namun, ketika azab datang, tobat sudah tidak berarti di sisi Allah. (CNN Indonesia)
Sabtu, 25 Juli 2020
Nasehat (4)
Nasehat (4)
By Aminuddin
4. Nabi Nuh kepada kaumnya
"SESUNGGUHNYA Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata : "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)."
"Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata : "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata."
"Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam."
"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." (a5) (4)
___________________
(4). QS Al-A'raaf ayat 59-62)
(a5). Maksudnya adalah aku mengetahui hal-hal yang ghaib, yang tidak dapat dike tahui hanyalah dengan jalan wahyu dari Allah SWT.
(Diriwayatkan dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sekiranya Allah berkenan mengasihi seseorang dari kaum Nabi Nuh, tentu (Allah) akan mengasihi seorang bayi.”
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), ‘Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun untuk berdakwah kepada mereka. Pada akhir kehidupannya, beliau menanam sebuah pohon sehingga pohon itu tumbuh besar. Kemudian, Nabi Nuh menebangnya dan menjadikan kayu-kayunya sebagai papan perahu.
Ketika kaum Nuh lewat di hadapannya, mereka bertanya perihal kayu tersebut. Lantas Nabi Nuh menjawab, "Akan aku gunakan untuk membuat perahu."
Mereka pun mengejek Nabi Nuh, sambil berkata, "Apa kamu akan merakit (membuat) perahu di daratan seperti ini?"
Nabi Nuh hanya menjawab, "Kelak kalian akan mengetahuinya."
Setelah Nabi Nuh selesai membuat perahu dan permukaan bumi memancarkan airnya serta air menggenang di jalan-jalan, ada ibu seorang bayi yang khawatir akan keselamatan anaknya karena ia sangat mencintainya. Kemudian ibu dari bayi itu keluar menuju gunung, ia berhasil mendaki sepertiga dari ketinggian gunung.
Begitu melihat air akan mencapai ketinggian tubuhnya, ia terus mendaki hingga mencapai puncak gunung. Setelah air mencapai mulut ibu tersebut, ia mengangkat anaknya (agar tidak terbenam air), namun banjir menghantamnya juga.
Maka, sekiranya Allah mengasihi salah seorang kaum Nabi Nuh, tentulah Allah mengasihi ibu bayi tersebut.”
Pelajaran yang dapat dipetik:
1. Nabi Nuh ‘alaihis salam termasuk orang yang memakmurkan bumi. Beliau hidup selama 950 tahun, diangkat menjadi Nabi pada umur 40 tahun. Sepanjang usianya yang 950 tahun itu, beliau habiskan untuk berdakwah. Kemudian beliau masih hidup lagi setelah kejadian angin topan.
2. Nabi Nuh adalah orang yang pertama kali membuat kapal laut.
3. Disyariatkannya untuk bekerja apa saja asal halal, tanpa mengesampingkan tawakal kepada Allah SWT.
4. Bisa saja Allah mendatangkan azab dengan sebab (mendiamkan) para pelaku dosa, karena adanya suatu kemaslahatan yang kita tidak mengetahuinya.
5. Menerangkan akibat buruk dari sifat kufur dan ingkar, yakni dapat menyebabkan turunnya azab di dunia sebelum azab akhirat diberikan.
6 Orangkafir tidak mendapat kasih sayang Allah sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang Mukmin. (kisahmuslim.com)
Jumat, 24 Juli 2020
Nasehat (3)
Nasehat (3)
By Wak Amin
3. Nasehat Nabi Luth kepada kaumnya
'DAN (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka : "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu (a4), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"
"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." (3)
_____________
(3). QS Al-A'raaf ayat 80-81)
(a4). Perbuatan faahisyah disini adalah homoseksual sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya (81).
(Secara silsilah, Nabi Luth merupakan anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Haran bin Thareh, saudara kandung dari Ibrahim. Ayah nabi Luth kembar, yang satu bernama Nahor. Maka secara garis keturunan adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahor bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh.
Dalam kisahnya, Nabi Luth diperintahkan oleh Allah SWT untuk menetap di sebuah daerah bernama Sadum (Sodom) yang masih berada di kawasan Yordania. Nabi Luth menikah dengan seorang wanita bernama Wali'ah dan memiliki dua putri yang bernama Raitsa dan Zaghrata.
Kaum Sodom adalah masyarakat yang indentik dengan kerusakan moral parah. Bahkan Akhlaknya pun sulit dibenahi. Mereka tidak memiliki agama, nilai kemanusiaan yang beradab, dan belas kasihan.
Pencurian dan perampasan harta merupakan kejadian sehari-hari di mana yang kuat menjadi penguasa sedangkan yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Yang lebih parah lagi me reka senantiasa melakukan maksiat, yakni berhubungan seks dengan sesama jenis. Laki-laki dengan laki-laki alias homoseksual, begitu pun juga dengan perempuan dengan perempuan yang dikenal dengan lesbian.
Dan di sinilah dimulai dakwah nabi Luth yang melegenda itu. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah SWT agar meninggalkan kebiasaan mungkar, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan, menghindari bujukan iblis dan setan.
Ia memberi peringatan kepada mereka bahwa Allah-lah yang telah menciptakan mereka dan alam sekitar mereka. Allah SWT tidak meri dhai amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal perbuatan mereka.
Yang berbuat baik dan beramal saleh akan diberi pahala dan surga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan diberi balasan dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam.
Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan keji mereka yaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung di dalam penciptaan manusia yang diciptakan menjadi dua jenis yaitu lelaki dan wanita.
Juga kepada mereka di beri nasihat supaya menghormati hak milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perampokan serta pencurian yang selalu mereka lakukan di antara sesama mereka dan terutama kepada musafir yang datang ke Sadum.
Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, karena per buatan itu akan menimbulkan kekacauan dan ketidakamanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya.
Namun Kaum Sodom tidak semudah itu dibalikkan pemikirannya. Mereka tetap melakukan semaun kegiatan maksiat dan kejahatan. Kemudian Nabi Luth memohon kepada Allah agar semua kaum Sodom diberi azab seberat-beratnya karena tidak mau mengikuti jalan yang benar dengan menyembah Allah SWT dan terus melakukan perbuatan keji.
Doa Nabi Luth akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT ...
Pada suatu ketika ada beberapa pemuda tampan mengetuk pintu rumah nabi Luth. Ketika dibuka pintu itu, Nabi Luth nyaris terperanjat melihat bagaimana ketampanan pemuda-pemuda yang datang ke rumahnya. Dia pun mempersilakan para tamu itu masuk untuk menjaganya dari masyarakat kaum Sodom yang tidak akan bisa tinggal diam melihat pemuda tampan seperti itu.
Nabi Luth berpesan kepada istrinya dan putrinya agar merahasiakan kedatangan tamu-tamu itu. Jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. sebab jika itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu.
Akan tetapi, kaum Sodom akhirnya mengetahui keberadaan tamu-tamu tampan nan rupawan dengan badan tinggi besar penuh otot itu. Ternyata yang membocorkan informasi keberadaan tamu-tamu tampan itu adalah istri dari nabi Luth sendiri.
Terjadilah apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja tampan di rumah Luth, datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya.
Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan.
Dalam kondisi terkepung, Nabi Luth masih sempat memperingatkan mereka agar meninggalkan kebiasaan maksiat yang dilarang Allah SWT. Yang mana Allah telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi.
Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan siksaan Allah. Namun semua itu gagal karena tidak ada yang mendengarkan Nabi Luth.
Kemudian Nabi Luth berkata kepada para tamunya yang sebenarnya adalah malaikat Allah SWT.
"Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri."
Melihat ketakutan Nabi Luth, pemuda-pemuda tampan itu berbicara pada Luth bahwa sebenarnya mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus untuk memberikan azab mengerikan bagi kaum Sodom. Nabi Luth pun tak menyangka Allah secepat itu memberikan jawaban atas doanya.
Kemudian para malaikat berkata bahwa inilah azab Allah. Kepada Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang-orang yang haus homoseks itu masuk.
Namun malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menjejakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. mereka mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta.
Ya, istri nabi Luth ternyata sepaham dengan kebanyakan wanita-wanita Sodom dan juga para lelakinya. Untuk memberikan apa saja informasi mengenai Nabi Luth yang menjadi musuh mereka. Itulah salah satu sebab mengapa dakwah Nabi Luth selalu gagal, karena istrinya kerap membocorkan informasi sebelum berdakwah.
Sebagai imbalannya, istri Nabi Luth diberi harta oleh beberapa Kaum Sodom atas informasi berharganya. Dia diberi seperti emas, perak dan bentuk kekayaan lainnya.
Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau balau. Berben turan antara satu dengan lain, berteriak-teriak seraya bertanya-tanya apa yang membuat mereka buta mendadak.
Para tamu jelmaan malaikat berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkam pungan itu bersama keluarganya, karena wak tunya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota dan jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang.
Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang istri dan dua putrinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya.
Akan tetapi si istri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth berada di belakang rombongan Nabi Luth justru berjalan perla han-lahan. Tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya. Seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri.
Setelah rombongan Nabi Luth berhasil melewati batas Kota Sodom saat fajar, bumi tiba-tiba berguncang hebat. Kota Sodom diombang-ambing seperti lautan. Angin bertiup sangat kencang dari segala penjuru.
Hujan lebat disertai petir, batu beterbangan dan sangat mengerikan. Orang-orang buta kaum Sodom yang tengah kebingungan langsung berlarian, ada yang tertimbun oleh reruntuhan.
Dan salah satu di antara mereka adalah istri Nabi Luth. Dia termasuk dalam orang-orang yang munafik di hadapan Allah SWT).(merdeka.com)
Rabu, 22 Juli 2020
Nasehat (2)
Nasehat (2)
By Aminuddin
2. Nasehat Nabi Hud as kepada kaumnya
"DAN (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka (Hud). Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"
"Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata : "Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta."
"Hud berkata : "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan aksl sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan Semesta Alam."
"Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu."
"Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti- pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nabi Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (dari pada kaum Nabi Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntu ngan."
Mereka berkata : "Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyem bah Allah saja dan meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu terma suk orang-orang yang benar."
"Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu." Apakah kamu sekalian hen dak berbantah dengan aku tentang nama-nama yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-sekali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu."
"Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman." (2)
_______________
(2). QS Al-A'raaf ayat 65-72
(NABi Hud ‘alaihis salam tinggal di negeri Yaman, di sebuah tempat yang bernama Al Ahqaaf (bukit-bukit berpasir), di sana tinggal kaum ‘Aad pertama yang nasab mereka sampai kepada Nabi Nuh. Mereka tinggal di rumah-rumah yang memiliki tiang-tiang yang besar sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“(Yaitu) penduduk Iram (ibu kota tempat tinggal kaum ‘Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi–Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.” (QS Al Fajr: 7-8)
Mereka juga membangun istana-istana dan benteng-benteng yang tinggi dan membanggakan diri dengan bangunan-bangunan itu. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala:
“Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main (bermewah-mewah) –Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud agar kamu kekal (di dunia)?” (QS Asy Syu’ara: 128-129)
Mereka juga memiliki peradaban yang tinggi; mereka unggul dalam bidang pertanian karena melimpahnya air yang segar kepada mereka, di samping mereka memiliki harta dan binatang ternak yang banyak. Tempat mereka ketika itu menjadi ladang yang subur dan hijau, penuh dengan kebun-kebun yang indah dan mata air.
Allah SWT juga mengaruniakan kepada mereka bentuk fisik yang berbeda dengan yang lain, badan mereka tinggi dan kuat. Apabila mereka berperang atau menyerang suatu kaum, maka mereka dapat memenangkan peperangan itu dan serangan mereka begitu mengerikan.
Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala menyebutkan perkataan Nabi Hud kepada mereka :
“Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis.–Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.–Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata ai." (QS Asy Syu’ara: 130-134)
Tetapi, meskipun nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada mereka begitu banyak, namun mereka tidak bersyukur kepada-Nya, bahkan mereka menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mereka sembah patung-patung, dan mereka adalah kaum yang pertama menyembah patung setelah banjir besar zaman Nabi Nuh.
“Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) setelah lenyapnya kaum Nuh, dan Allah telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-A’raaf: 69)
Tidak hanya itu, mereka juga mengerjakan berbagai maksiat dan dosa serta mengadakan kerusakan di bumi, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Hud ‘alaihis salam kepada mereka untuk menunjukkan jalan yang lurus.
Beliau mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah SWT saja dan melarang mereka berbuat syirk dan melakukan berbagai kemaksiatan.
Beliau juga mengingatkan mereka agar bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang diberikan-Nya kepada mereka.
Beliau berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS Al A’raaf: 65)
Mereka pun bertanya-tanya tentang keadaan diri Nabi Hud ‘alaihis salam, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Hud sehingga mengatakan kata-kata seperti itu?”
Hud menjawab,“Sesungguhnya aku adalah rasul yang dapat dipercaya bagimu—Oleh karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan taatilah aku.” (QS Asy Syu’ara: 125-126)
Maka kaumnya membantahnya dengan kasar dan sombong sambil berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS Al A’raaf: 66)
Hud menjawab, “Wahai kaumku! Tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.– Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS Al A’raaf: 67-68)
Kaumnya pun semakin sombong di samping menolak dengan keras beribadah kepada Allah, mereka berkata kepada Nabi Hud ‘alaihis salam, “Wahai Hud! Kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu–Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu…dst.” (QS Huud: 53-54)
Meskipun begitu Nabi Hud ‘alaihis salam tetap bersabar dan mengajak mereka untuk mengikuti kebenaran. Beliau mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah kepada mereka dengan harapan mereka mau bertobat dan meminta ampun kepada-Nya.
Beliau berkata kepada mereka, ""Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata air." (QS Asy Syu’ara: 131-134)
Beliau juga berkata: “Wahai kaumku! Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS Huud: 52)
Tetapi Nabi Hud ‘alaihis salam tidak mendapatkan kaumnya selain sebagai manusia yang telah mati hatinya dan telah menjadi keras seperti batu, memegang teguh kesesatan dan penyimpangannya dan tetap kokoh menyembah patung.
Mereka juga membalas nasehatnya dengan tindakan zhalim dan olok-olokkan, sehingga Nabi Hud berkata kepada mereka,”Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,–dengan yang lain, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.–Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya–Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus–Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha pemelihara segala sesuatu.” (QS Huud: 54-57)
Azab yang Ditimpakan
Mereka tetap saja menyombongkan diri dan membanggakan diri dengan kekuatannya, dan mereka berkata Nabi Hud dengan sombongnya,“Siapakah yang lebih kuat kekuatannya daripada kami?” (QS Fushshilat: 15)
Mereka juga mengolok-olok Nabi Hud dan meminta kepadanya agar disegerakan azab. Mereka berkata,“Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada Kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS Al- A’raaf: 70)
Hud pun menjawab, “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu”. (QS Al A’raaf: 71)
Maka mulailah azab Allah datang kepada kaum ‘Aad. Allah SWT mengirimkan kepada mereka hawa yang panas yang membuat sumur-sumur dan sungai-sungai menjadi kering, tanaman dan buah-buahan menjadi mati, hujan pun berhenti turun dalam waktu yang cukup lama, lantas datang awan yang besar.
Ketika mereka melihatnya, mereka bergembira dan mengira bahwa mereka akan diberikan curahan hujan, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.”
Mereka mengira awan itu akan datang membawa kebaikan untuk mereka, menghilangkan haus dahaga mereka, memberi minum hewan-hewan mereka dan menyirami kebun dan tanaman-tanaman mereka.
Padahal awan itu datang membawa azab bagi mereka. Mereka pun ditimpa angin yang kencang yang terus menimpa mereka selama tujuh malam delapan hari tanpa henti, yang membinasakan segala sesuatu yang ada di hadapannya sehingga mereka semua binasa.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
“Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.” (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta agar datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,”–Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. (QS Al- Ahqaaf: 24)
Dan Alla menyelamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya sebagaimana firman-Nya: “Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman.” (QS Al A’raaf: 72)
Hud ‘alaihis salam pun pergi bersama orang-orang yang beriman ke tempat yang lain; yang di sana mereka beribadah kepada Allah SWT. (Kisah Muslim com)
Selasa, 21 Juli 2020
Nasehat (1)
Nasehat (1)
By aminuddin
ID Pub : 8800179315466420
1. Nasehat Luqman kepada anaknya
"DAN sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu : "Bersyu kurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji."
"Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya : "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar."
"Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapanya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun (a1). Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu-bapamu, hanya kepada-Ku lah kembalimu."
"Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemu dian hanya kepada-Ku-lah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
"(Luqman berkata) : " Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu atau langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkan nya (membalasnya). Sesungguhnya Allah Maha Halus (a2) lagi Maha Mengetahui."
"Hai anakku, dirikanlah shalat dan su ruhlah (manusia) mengerjakan yang baik dan cegahlah (mereka) dari perbuatan yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu. Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan (oleh Allah)."
"Dan janganlah kamu memalingkan mu kamu dari manusia (Karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
"Dan sederhanalah kamu dalam berjalan (a3) dan lunakkanlah suaramu. Sesung guhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai." (1)
_____
(1). QS Luqman ayat 12-19)
(a1). Maksudnya adalah selambat-lamvat waktu menyapih setelah anak berusia dua tahun.
(a2). Yang dimaksud dengan 'Allah Maha Halus' adalah ilmu Allah itu meliputi sega la sesuatu bagaimana pun kecilnya.
(a3). Maksudnya ketika kamu berjalan janganlah terlampau cepat dan jangan pula terlampau lambat.
(Dalam Al-Quran kita dapat menjumpai beberapa konsep pendidikan yang berkualitas. Salah satunya kisah inspiratif tentang dialog antara ayah dan anak dalam Surat Luqman ayat 13-19. Di mana proses interaksi keduanya sering dijadikan landasan filosofis dalam penerapan model pendidikan di berbagai tempat.
Sebab, kisah isnpiratif dalam Surat Luqman tersebut jika kita telaah lebih dalam, kita akan temukan model dan konsep pendidikan yang menarik. Kegigihan sang ayah (Luqman) dalam memberikan nasehat kepada anaknya merupakan proses pengajaran yang sangat mulia. Di mana Luqman diberikan hikmah oleh Allah SWT sebagai puncak dari keilmuan yang dimilikinya. Mengutip pendapatnya Buya Hamka, hikmah tersebut adalah kesesuaian antara perbuatan dan pengetahuan.
Pada awalnya, Surat Luqman diturunkan berkaitan dengan permintaan orang Quraisy yang menanyakan prihal kisah Luqman Hakim. Pada waktu itu, orang Quraisy meminta Rasulullah SAW untuk menjelaskan kisah Luqman Hakim beserta anaknya. Kemudian turunlah Surat Luqman ayat 13-19 tersebut.
Nasihat-nasihat Luqman yang tersurat dalam Al-Quran menjadi bahan pengajaran serta petunjuk bagi umat manusia sampai sekarang. Pendidikan yang pertama kali Luqman sampaikan kepada anaknya berkaitan dengan syirik, perintah berbakti kepada orangtua, berbuat kebajikan, menjauhi larangan Allah dan berakhlak mulia.
Pakar tafsir Indonesia, Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy menjelasakan bahwa Allah SWT menganugerahkan hikmah kepada Luqman, agar senantiasa bersyukur kepada-Nya serta mampu menjalankan ketaatan sebagai wujud seorang hamba.
Salah satu nasehat Luqman kepada putranya ialah tentang menjauhi perbuatan syirik. Imam Ali as-Shobuni menilai syirik merupakan perbuatan yang buruk dan sebuah kezaliman yang nyata. Orang yang menyekutukan Allah dengan makhluk-Nya, sama halnya ia tidak menggunakan akal sehatnya. Sebab, perbuatan syirik jauh dari akal sehat.
Pada ayat berikutnya, yakni ayat 14 dan 15, Allah SWT memerintahkan kepada umat manusia agar berbuat baik kepada kedua orangtua, terutama kepada ibu. Karena, ibu-lah yang mengandung kita selama sembilan bulan lamanya.
Beliau merasakan sakit dan susah yang mendalam seiring bertambahnya usia kandungan. Belum lagi ketika melahirkan, ia harus berjuang dengan mempertaruhkan nyawanya. Beban yang ditanggung seorang ibu masih berlanjut, di mana ia harus menyusui bayinya selama dua tahun.
Oleh karena itu, menurut Ibnu Jaza, hak seorang ibu lebih besar daripada bapak. Namun keduanya sangat berjasa dalam kehidupan kita. Seumur hidup pun kita tidak akan mampu membalas budi jasa-jasa mereka yang tak terhitung banyaknya. Maka, seorang anak senantiasa harus berbuat baik kepada orangtua sebagaimana dijelaskan Allah dalam ayat di atas.
Ketaatan kepada orangtua merupakan sebuah keniscayaan bagi anak. Ia harus memenuhi dan menjalankan apa yang diperintahkan orangtua kecuali ketika memerintahkan untuk berbuat maksiat.
Dalam hal ini, anak tidak wajib taat kepada orangtua karena tidak ada ketaatan bagi makhluk dalam bermaksiat kepada Allah. Meskipun demikian, kita tetap menjalin hubungan baik dengan orangtua serta bersikap sopan santun kepada mereka.
Kemudian pada ayat selanjutnya (16, 17, 18, dan 19) menjelaskan nasihat Luqman Hakim prihal kewajiban seorang makhluk kepada Tuhannya. Kewajiban pertama berkaitan dengan hubungan langsung hamba dengan Tuhan, yakni mendirikan shalat sesuai ketentuan dan syaratnya.
Dalam melaksanakan ibadah shalat, menurut Imam Ali as-Shobuni, bukan hanya memenuhi syarat dan rukunnya, tetapi juga harus menjaga kekhusuannya.
Kewajiban kedua berkaitan dengan hubungan antara makhluk dengan makhluk lain. Sesama makhluk mempunyai keharusan saling mengingatkan antar sesama dalam kebaikan. Anjuran melakukan amar ma'ruf nahi mungkar menjadi bukti bahwa satu sama lain harus saling berwasiat dalam kebaikan.
Kewajiban ketiga berkaitan dengan keteguhan hati dalam menghadapi ujian dan cobaan. Bagaimana sikap seorang hamba ketika dihadapkan ujian yang besar dalam hidupnya, mampukah ia bersabar mengahadapinya atau justru mengeluhkannya?
Di sini, iman dan keteguhan hati seorang hamba dipertaruhkan. Orang yang tidak sabar dalam menghadapi ujian atau rintangan, bahkan ia mengeluhkan semuanya itu dinilai telah kehilangan imannya. Sebab, menurut sahabat Ibnu Abbas, sabar merupakan hakikat iman.
Setelah itu, nasihat Luqman kepada anaknya tentang kewajiban berakhlak yang baik. Luqman Hakim mengajarkan kepada anaknya agar berlaku sederhana, menghormati orang lain dan tidak bermalas-malasan.
Di samping itu juga Luqman mengingatkan akan bahayanya berakhlak buruk. Karena akhlak yang buruk dapat menyebabkan dampak negatif pada dirinya sendiri atau orang lain.
Misalnya, orang yang berprilaku sombong atau sering merendahkan orang lain bisa menimbulkan konflik di tengah-tengah masyarakat. Allah SWT sangat membenci sikap sombong dan angkuh sebagaimana dijelaskan dalam Surat al-Isra ayat 37 :
وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الْأَرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولًا
"Janganlah engkau berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan tidak akan dapat sampai setinggi gunung"[dutaislam/in].
Minggu, 19 Juli 2020
An-Naas (24-tamat)
An-Naas (24-tamat)
By aminuddin
"KEPADA Allah- lah kembalimu, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu."
"Dan tidaklah bermanfaat kepadamu nasehatku jika aku hendak memberi nasehat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu, Dia adalah Tuhanmu, dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan." (111)
"Sesungguhnya Kami mewarisi bumi (a34) dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kami-lah mereka dikembalikan." (112)
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya ke pada Kami-lah kamu dikembalikan."
" ... Kepada Kami-lah masing-masing golongan itu akan dikembalikan." (a35)
" Sungguh tidak mungkin atas (pendu duk) suatu negeri yang telah Kami binasakan, bahwa mereka tidak akan kembali (kepada Kami)." (113)
"Maka hendaklah manusia memperhati kan dari apakah dia diciptakan?"
"Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."
"Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengembalikannya (hidup sesudah mati)."
"Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu sesuatu kekuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong." (114)
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
______________
(111). QS 11 (4, 34)
(112). QS 19 (40)
(a34). "Mewarisi bumi" maksudnya setelah alam semesta ini hancur semuanya, maka Allah-lah yang kekal.
(113). QS 21 (35, 93 dan 95)
(a35). Maksud dari ayat ini, agama yang diturunkan Allah itu adalah satu ialah agama Tauhid (agama Islam), oleh ka rena itu seharusnya manusia menganut satu agama, tetapi mereka telah berpe cah belah, mereka semuanya akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghisab mereka.
(114). QS 86 (5-10)
Jumat, 17 Juli 2020
An-Naas (23)
An-Naas (23)
By aminuddin
" ...KEMUDIAN hanya kepada Aku-lah kembalimu ..."
" ... Dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan." (107)
" ... Hanya kepada Allah-lah kembali kamu semuanya, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang kamu telah perselisihkan itu ..."
" ... Hanya kepada Allah kamu kembali se muanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan." (108)
" .... kemudian kepada-Nya lah mereka dikembalikan."
" ... kemudian kepada Allah-lah kamu kembali, lalu dia memberitahukan kepadamu apa yang dahulu kamu kerjakan."
" ... kemudian kepada Tuhan mereka lah kembali mereka, lalu Dia memberita hu kan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan."
" ... Kemudian kepada Tuhanmu lah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan." (109)
" Dan kepadanya lah kamu semuanya akan kembali; sebagai janji yang benar dari pada Allah ..."
" ... kemudian kepada Kami-lah kembalimu, lalu Kami kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
"Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari (siksa) yang Kami ancam kan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami wafatkan kamu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali ..." (a33)
"Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepasa-Nya lah kamu dikembalikan "
"(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami-lah me reka kembali, kemudian Kami rasakan kepada mereka siksa yang berat, dise babkan kekafiran mereka." (110)
_________________
(107). QS 3 (55, 83)
(108). QS 5 (48 dan 105)
(109). QS 6 (36, 60, 108, 164)
(110). QS 10 (4, 23, 46, 56, 70)
(a33). Maksudnya, namun di akherat kelak Allah SWT akan memperlihatkan juga azab itu kepada Nabi Muhammad SAW.
An-Naas (22)
An-Naas (22)
By aminuddin
"DAN Dia-lah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian, pendengaran, pe nglihatan dan hati. Amat sedikitlah kamu bersyukur." (a31) (107)
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." (108)
"Katakanlah: "Dia-lah Yang menciptakan kamu dan menjadikan bagi kamu pende ngaran, penglihatan dan hati?" (Tetapi) amat sedikit kamu bersyukur." (109)
O. KEMBALI KEPADA ALLAH SWT
"MENGAPA kamu kafir kepada Allah, padahal kamu tadinya mati, lalu Allah menghidupkan kamu, kemudian kamu dimatikan dan dihidupkan-Nya kembali, kemudian kepada-Nya lah kamu dikembalikan."
"(Yaitu) orang-orang yang meyakini bah wa mereka akan menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya."
"(Yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "innaliahi wa Inna ilaihi Raji'un." (a32)
".… Dan Allah menyempitkan dan melapa ngkan (rezeki) dan kepada-Nya lah kamu dikembalikan."
" Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kami semua dikembalikan kepada Allah ..." (110)
_____________
(107). QS 23 (78)
(a31). Yang dimaksud dengan bersyukur pada ayat ini adalah menggunakan alat-alat tersebut untuk memperhatikan buk ti-bukti kebenaran dan keesaan Tuhan, yang dapat membawa mereka beriman kepada Allah SWT serta taat dan patuh kepada-Nya. Kaum musyrikin memang tidak berbuat demikian.
(108). QS 32 (9)
(109). QS 67 (23)
(110). QS 2 (28, 46, 156, 245 dan 281)
(a32). Artinya: Sesungguhnya kami ada lah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Kalimat ini dinamakan kalimat "istirjaa" (pernyataan kembali kepada Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Rabu, 15 Juli 2020
An-Naas (21)
An-Naas (21)
Oleh aminuddin
"DAN janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai penge tahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya." (102)
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur (a31) yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat."
"Sesungguhnya Kami telah menunjuki nya jalan yang lurus; ada yang bersyukur dan ada pula yang kafir."
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang-orang kafir rantai, belenggu dan neraka yang menyala-nyala." (103)
"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk me mahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergu nakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-irsnh yang lalai." (104)
"Kepunyaan Allah lah segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hati mu atau kamu menyembunyikannya, nis caya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang di kehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang kehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (105)
"Katakanlah : "Jika kamu menyem bunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya, pasti Allah mengetahui." Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa-apa yang ada di bumi. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu." (106)
_________________
(102). QS 17 (36)
(103). QS 76 (2-4)
(104). QS 7 (179)
(105). QS 2 (284)
(106). QS 3 (29)
Selasa, 14 Juli 2020
An-Naas (20)
An-Naas (20)
By aminuddin
M. TUJUAN HIDUP
"KATAKANLAH : "Sesungguhnya sembah yangku, ibadahku, hidupku dan matiku ha nyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam." (98)
"Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya, dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak, dan Allah tidak menyukai kebinasaan."(a30). (99)
"Hai manusia, sesungguhnya Kami men ciptakan kamu dari seorang laki-laki seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal menge nal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Menge tahui lagi Maha Mengenal." (100)
N. PERALATAN
"DAN Allah mengeluarkan dari perut ibu mu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur." (101).
_______________________
(98). QS 6 (162)
(99). QS 2 (205)
(a30). Ungkapan ini adalah ibarat dari orang-orang yang berusaha menggun cangkan iman orang-orang mukmin dan selalu mengadakan pengacauan.
(100). QS 49 (13)
(101). QS 16 (78)
Senin, 13 Juli 2020
An-Naas (19
An-Naas (19)
By aminuddin
"BERUNTUNGLAH datang kepada mere ka berita tentang orang-orang yang se belum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Mad-yan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah (a29)? Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata ; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri." (93)
"Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin) berapa banyaknya Kami membinasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal." (94)
"Dan mereka mengingkarinya, karena kezaliman dan kesombongan (mereka) padahal hati mereka meyakini (kebenaran)nya. Maka perhatikanlah betapa kesusahan orang-orang yang berbuat kebinasaan."
"Maka berjalanlah kamu di (muka) bumi, lalu perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang berdosa." (95)
"Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka (Quraisy) sebagian besar dari orang-orang yang dahulu, dan sesung guhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan (rasul-rasul) di kalangan mereka."
"Maka perhatikanlah bagaimana kesu dahan orang-orang yang diberi pering atan itu. Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa tidak akan diazab)." (96)
"Dan berapa banyaknya umat-umat yang Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya dari pada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) adalah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?"
"Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya." (97)
________________
(93). QS 9 (70)
(a29). 'Aad adalah kaum Nabi Hud as, Tsamud ialah kaum Nabi Shaleh as, penduduk Mad-yan kaum Nabi Syu'aib as dan dari penduduk negeri yang telah musnah adalah kaum Nabi Luth.
(94). QS 20 (128)
(95). QS 27 (14 dan 69)
(96). QS 37 (71-74)
(97). QS 50 (36-37)
An-Naas (18)
An-Naas (18)
By aminuddin
"MANUSIA dahulunya hanyalah satu um at, kemudian mereka berselisih (a26). Ka lau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu (a27), pastilah telah diberi keputusan di antara mereka (a28) tentang apa yang mereka perselusihkan itu. (89)
"Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja), tetapi Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan sesungguhnya kamu akan ditanya tenta ng apa yang telah kamu kerjakan." (90)
"Dan kalau Allah menghendaki niscaya Allah menjadikan mereka satu umat (saja), tetapi Dia memasukkan orang-orang yang dikehendaki-Nya ke dalam rahmat-Nya. Dan orang-orang zhalim tidak ada bagi mereka seorang pelindu ngpun dan tidak pula seorang penolong." (91)
"Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu, dan sesungguhnya telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (Al-Quran)." (92)
_________________
(89). QS 10 (19)
(a26). Maksudnya, pada mulanya ma nusia itu hidup rukun, bersatu dalam suatu agama, sebagai suatu keluarga. Tetapi setelah mereka berkembang biak dan setelah kepentingan mereka berbeda (berlain-lain) timbullah berbagai kepercayaan yang menimbulkan perpe cahan. Oleh karena itu Allah mengutus rasul yang membawa wahyu dan untuk memberi petunjuk kepada mereka.
(a27). Ketetapan Allah itu adalah bahwa perselisihan manusia di dunia itu akan diputuskan di akherat.
(a28). Maksudnya, diberi keputusan di dunia.
(90). QS 16 (93)
(91). QS 42 (8)
(92). QS 20 (99)
Jumat, 10 Juli 2020
An-Naas (17)
An-Naas (17)
By aminuddin
"DIA-lah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan dari padanya. Dia menciptakan isterinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicam purinya, isterinya itu mengandung kan dungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemu dian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami isteri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata : "Sesung guhnya jika Engkau memberi kami anak yang saleh, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur." (84)
"Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar, dan Dia mencip takan jin dari nyala api."
"Maka nikmat Tuhan kamu yang mana kah yang kamu dustakan?" (85)
"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. .." (86)
L. KESATUAN UMAT
"JIKALAU Tuhan menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pen dapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu ..." (87)
"Manusia itu adalah umat yang satu. (setelah timbul perselisihan), maka Allah mengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Allah menurunkan bersama mereka Kitab dengan benar, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan ..." (88)
___________________________________
(84). QS 7 (189
(85). QS 55 (14-16)
(Tembikar adalah alat keramik yang dibuat oleh perajin. Tembikar dibuat dengan membentuk tanah liat menjadi suatu objek. Alat tembikar yang paling dasar adalah tangan. (Wikipedia)
(86). QS 71 (17)
(87). QS 11 (118-119)
(88). QS 2 (213)
Kamis, 09 Juli 2020
An-Naas (16)
An-Naas (16)
By aminuddin
L. ASAL dan USUL
"HAI sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah mencip takan kamu dari seorang diri, dan dari padanya (a23) Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwa lah kepada Allah yang dengan (memper gunakanlah) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain (a24), dan (pelihara lah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." (81).
"Dan Dia-lah yang menciptakan kamu da ri seorang diri (a25), maka (bagimu) ada tempat tetap dan tempat simpanan (a26). Sesungguhnya telah Kami jelas kan tanda-tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui." (82)
"Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepa danya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." (83)
_____________
(81). QS 4 (1)
(a23). Maksud 'dari padanya' menurut jumhur mufassirin adalah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam as berdasarkan hadist riwayat Bukhari dan Muslim. Selain itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa yakni tanah yang dari padanya Adam as diciptakan.
(a24). Menurut kebiasaan orang Arab, apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti "As Alika Billah" yang artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah.
(82). QS 6 (98)
(a25). Maksudnya Adam as.
(26). Para mufassirin ada yang berpen dapat maksud dari tempat tetap adalah tulang sulbi ayah sedangkan tempat sim panan ialah rahim ibu. Namun ada pula yang berpendapat tempat tetap adalah di atas bumi waktu manusia masih hidup sementara tempat simpanan adalah di dalam bumi (kubur) kala manusia telah meninggal dunia.
(83). QS 3 (59)
Rabu, 08 Juli 2020
An-Naas (15)
An-Naas (15)
By aminuddin
J. PERSAMAAN
"DIA (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya (a20)."
"Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?"
"Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup (a21), maka kamu melayaninya."
"Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman)."
"Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersepeda (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya."
"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesung guhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan, maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memper hatikannya, di dalam kitab-kitab yang dimuliakan (a22), yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (utu san), yang mulia lagi berbakti." (80)
_________________
(80). QS 80 (1-16)
(a20). Orang buta itu bernama Abdullah bin Ummi Maktum. Dia datang kepada Rasulullah SAW meminta ajaran-ajaran tentang Islam; lalu Rasulullah SAW ber muka masam dan berpaling dari pada nya, karena beliau sedang menghadapi pembesar Quraisy dengan pengharapan agar para pembesar tersebut mau ma suk Islam. Maka turunlah surat ini seba gai teguran kepada Rasulullah SAW.
(NABI Muhammad SAW adalah manusia biasa seperti kita. Beliau bisa sedih, gembira, kesal dan sebagainya. Beliau juga harus makan, minum, istirahat, hingga melampiaskan hasrat seksualnya sehingga harus menikah. Dalam hal-hal tertentu, beliau juga punya pertimbangan sebagai pribadi dan hal itu boleh saja selama tidak mengabaikan prinsip kebenaran.
Dalam konteks dakwah, setiap kita ingin agar semakin banyak orang yang menerimanya, apalagi bila orang-orang yang berpengaruh di tengah-tengah masyarakat. Bila seorang tokoh berpengaruh masuk Islam, akan banyak orang yang mengikutinya.
Rasulullah SAW sebagai manusia biasa juga memiliki pertimbangan seperti itu. Maka, ketika beliau sedang berdakwah kepada para tokoh Quraisy, tiba-tiba datang seorang sahabat yang kedudukannya biasa-biasa saja, bahkan matanya juga buta. Bisa jadi, Rasulullah SAW merasa terganggu atas kehadirannya yang datang untuk meminta nasihat dan petunjuk, karenanya beliau sampai bermuka masam.
Sikap Rasulullah SAW yang demikian tidak baik, maka Allah SWT menyampaikan teguran dengan turunnya surat Abasa: “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?. Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan.” (QS Abasa [80]:1-11)
Secara harfiaah, dakwah artinya mengajak, menyeru dan memanggil. Dakwah berarti mengajak, menyeru dan memanggil manusia agar beriman dan taat kepada Allah SWT. Dakwah bukan untuk membangun fanatisme kelompok apalagi sekadar membangun rasa simpati dan pengkultusan kepada sang dai, sama sekali tidak demikian.
Karena itu, dari kisah di atas yang menjadi sebab turunnya surat Abasa, dakwah itu terbuka untuk siapa saja. Lalu, kepada siapa dakwah ditujukan?. Paling tidak kepada tiga kelompok.
Pertama, Kafir Agar Muslim. Dalam bahasa Arab, kufur berarti menutupi. Kufur adalah menutup hati dan pikiran dari menerima kebenaran yang datang dari Allah SWT, mengingkari makna syahadat adalah kufur, mengingkar bagian vital ajaran Islam yang diharamkan seperti riba atau apa yang diwajibkan seperti shalat adalah kufur, mengingkari salah satu hukum pidana Islam seperti hukum bagi pencuri, penzina dan lainnya adalah kufur dan seterusnya.
Orang yang kufur disebut kafir. Ketika manusia tidak beriman kepada Allah SWT dengan segala ajaran yang diturunkannya, maka ia disebut kafir, sedangkan ketika seseorang sudah beriman atau menjadi muslim tapi meragukan Allah SWT sebagai Tuhan dan meragukan kebenaran Islam lalu keluar dari Islam atau yang sering disebut dengan murtad, maka orang itu berarti kafir.
Orang kafir seperti itulah yang dipastikan masuk ke neraka, Allah SWT berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir, yakni ahli kitab dan orang-orang yang musyrik (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. mereka itu adalah seburuk-buruk makhluk. (QS Al Bayyinah [98]:6).
Kepada orang kafir, dakwah harus kita lakukan agar mereka masuk Islam, sebagaimana orang kafir itu juga mendakwahkan agamanya kepada orang Islam sehingga orang Islampun menjadi kafir mengikuti mereka. Tentu saja dakwah kepada orang kafir dengan membuka dialog sebaik mungkin agar tidak timbul salah paham, apalagi sampai terjadi permusuhan.
Kedua, Muslim Yang Durhaka Agar Taat. Banyak orang sudah menyatakan diri menjadi muslim atau sudah menjadi muslim sejak mereka lahir karena orang tuanya muslim, namun belum menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT, bahkan mendurhakai-Nya, bukan hanya tidak melaksanakan apa yang diperintah, tapi justru melakukan apa yang dilarang, hingga mempengaruhi orang lain agar tidak menaati-Ny Inilah yang namanya muslim yang durhaka kepada Allah SWT.
Hakikat dakwah adalah mengubah manusia dari keadaan yang apa adanya kepada yang seharusnya. Dengan dakwah diharapkan orang awam menjadi paham, orang benci pada kebaikan menjadi cinta, orang bakhil menjadi dermawan, orang malas menjadi rajin, orang yang bermusuhan menjadi bersahabat dan bersaudara, begitulah seterusnya.
Dari pemahaman seperti ini, kita menyadari betapa masih begitu banyak orang yang belum menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT sehingga dakwah amat diperlukan dan harus dilakukan dengan berbagai pendekatan yang baik sesuai dengan kondisi sang mad’u (objek dakwah).
Ketiga, Muslim Yang Taat Agar Istiqamah. Ketika seorang muslim telah menunjukkan ketaatan, sifat yang harus dimiliki adalah istiqamah atau terus menerus dalam ketaatan, apapun kendala yang dihadapin serta bagaimanapun situasi dan kondisi yang terjadi.
Bila sifat ini sudah dimiliki, seorang muslim tidak dilanda oleh perasaan takut untuk membuktikan nilai-nilai keimanan dan tidak akan berduka cita bila mengalami resiko yang tidak menyenangkan sebagai konsekuensi dari keimanannya itu, apalagi surga merupakan janji Allah SWT.
Hal ini terdapat dalam firman-Nya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Tuhanku Allah kemudian mereka istiqamah, maka mereka tidak ada rasa takut dan tidak berduka cita (QS Al Ahqaf [46]:13).
Karena itu, dari beberapa ayat surat Abasa di atas, pelajaran yang dapat kita ambil adalah setiap dai harus melayani siapa saja yang meminta pesan-pesan dakwah. Ia tidak boleh pilih-pilih tempat untuk berdakwah, apalagi sekadar pertimbangan duniawi seperti lebih mengutamakan dakwah kepada kalangan elit daripada orang biasa.
Hikmah lainnya adalah setiap orang, terutama yang sudah menjadi muslim, seharusnya lebih aktif untuk memahami dan mendalami ajaran Islam. Ia aktif menghadiri majelis ilmu hingga meminta nasihat dan bertanya kepada orang yang ahli, begitulah yang dicontohkan oleh Abdullah bin Ummi Maktum. (Islampos.com)
(a21). Yaitu pembesar-pembesar Quraisy yang sedang dihadapi Rasulullah SAW ya ng diharapkannya dapat masuk Islam
(a22). Maksudnya kitab-kitab yang diturunkan kepada nabi-nabi yang berasal dari Lauhul Mahfuzh.
Selasa, 07 Juli 2020
An-Naas (14)
1An-Naas (14)
By aminuddin
"DAN (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat : "Sujudlah kamu kepada Adam (a19), maka sujudlah me reka kecuali iublis. Dia adalah dari golo ngan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutlah kamu mengambil dia dan turun-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? ...." (71)
"Maka Kami berkata : "Hai Adam, sesung guhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, maka sekali-kali jang anlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka." (72)
"Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala." (73)
"Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah setan? Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu.'' (74)
"Dan janganlah kamu sekali-kali dipaling kan oleh setan, sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu." (75)
"Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku : "Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Se sungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesung guhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (76)
"Hai orang-orang yang beriman, bersa barlah kamu dan kuatkanlah kesabaran mu tetaplah bersiaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung." (77)
"Mereka tiada akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang ber benteng atau di balik tembok. Permu suhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu be rsatu sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesu ngguhnya mereka adalah kaum yang tiada mengerti " (78)
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, mem beri kepada kaum kerabat, dan Allah me larang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi penga jaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (79)
_____________
(71). QS 18 (50)
(a19). Sujud disini berarti menghormati dan memuliakan Adam, bukanlah berarti sujud memperhambakan diri, karena sujud memperhambakan diri itu hanya lah semata-mata kepada Allah.
(72). QS 20 (117)
(73). QS 35 (6)
(74). QS 36 (60)
(75). QS 43 (62)
(76). QS 17 (53)
(77). QS 3 (200)
(78). QS 59 (14)
(79). QS 16 (90)
Senin, 06 Juli 2020
An-Naas (13)
An-Naas (13)
By Wak Amin
"DAN Dia-lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebagian kamubatss sebagian (yang lain) beberapa derajat, untuk mengujimu tentang apa yang di berikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaan-Nya, dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (66)
"Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai Khalifah di bumi (a18)? Apakah di sam ping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikit lah kamu mengingati (Nya)." (67)
"Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menim pa dirinya sendiri ..." (68)
"Dan Allah lebih mengetahui (daripada kamu) tentang musuh-musuhmu. Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagi mu). Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu)." (69)
"Ayahnya berkata : "Hai anakku, jangan lah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudaea-saudaramu, maka mereka mem buat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia." (70)
_______________
(66). QS 6 (165)
(67). QS 27 (62)
(a18). Yang dimaksud dengan "menja dikan manusia sebagai Khalifah" adalah menjadikan manusia berkuasa di bumi.
(68). QS 35 (39)
(69). QS 4 (45)
(70). QS 12 (5)
Minggu, 05 Juli 2020
An-Naas (12)
An-Naas (12)
By aminuddin
"Kemudian kamu pasti akan ditanyai pa da hari itu tentang kenikmatan (yang ka mu megah-megahkan di dunia itu)." (62)
"Dan ingatlah karunia Allah kepadamu dan perjanjian-Nya (a17) yang telah dii kat-Nya dengan kamu, ketika kamu me ngatakan : "Kami dengar dan kami taati."
Dan bertakwalah kepada Allah, sesung guhnya Allah Maha Mengetahui isi hati (mu)."
"Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberi kan)-Nya kepadamu di waktu suatu kaum bermaksud hendak memanja ngkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertak walah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakkal. "
"Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya : "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu ketika Dia mengang kat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka, dan diberikan-Nya kepadamu apa yang be lum pernah diberikan-Nya kepada seora ngpun di antara umat-umat yang lain." (63)
"Dan terhadap nikmat Tuhanmu maka hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur)." (64)
I. FUNGSI dan MUSUH
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepa da para malaikat : "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi ..." (65)
_______________
(62). QS 102 (8)
(63). QS 5 (7,11, 20)
(a17). Perjanjian itu adalah perjanjian akan mendengar dan mengikuti Nabi dalam segala keadaan yang diikrarkan waktu bai'ah.
(64). QS 93 (11)
(65). QS 2 (30)
Sabtu, 04 Juli 2020
An-Naas (11)
An-Naas (11)
By aminuddin
"DAN apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya), dan bila kamu ditimpa oleh kemudhara tan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan."
"Kemudian apabila Dia telah menghilang kan kemudharatan itu daripada kamu, tiba-tiba sebagian daripada kamu mem persekutukan Tuhannya dengan (yang lain), biarlah mereka mengingkari nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka; maka bersenang-senanglah kamu. Kelak kamu akan mengetahui akibatnya."
"Dan Allah melebihkan sebagian kamu dari sebagian yang lain dalam hal rezeki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rezekinya itu) tidak mau memberi rezeki mereka kepada budak-budak yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rezeki itu. Maka mengapa mereka mengingkari nikmat Allah?"
"Allah menjadikan kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik. Maka menga pa mereka beriman kepada yang bakhil dan mengingkari nikmat Allah?"
"Mereka mengetahui nikmat Allah, kemu dian mereka mengingkarinya dan keba nyakan mereka adalah orang-orang yang kafir."
"Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah ; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian (a16) kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat." (58)
"Dan sesungguhnya Kami telah mempergulirkan hujan itu di antara manusia supaya mereka mengambil pelajaran (daripadanya) ; maka kebanyakan manusia itu tidak mau kecuali mengingkari (nikmat)" (59)
'Dan apakah mereka tidak memperhati kan bahwa sesungguhnya Kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedang manusia di sekitarnya rampok-merampok. Maka mengapa (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang bakhil dan ingkar kepada nikmat Allah?" (60)
" .. Dan orang-orang yang zhalim di antara mereka akan ditimpa akibat buruk dari usahanya dan mereka tidak dapat melepaskan diri." (61)
____________________
(58). QS 16 (53-55, 71-72, 83, 112)
(a16). Maksudnya kelaparan dan ketakutan itu meliputi mereka seperti halnya pakaian meliputi tubuh mereka.
(59). QS 25 (50)
(60). QS 29 (67)
(61). QS 39 (51)
Jumat, 03 Juli 2020
An-Naas (10)
An-Naas (10)
By aminuddin
G. BUAT MANUSIA
"DIA-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikannya tujuh langit! Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu." (51)
" ... dan bagi kamu ada tempat kediaman di bumi, dan kesenangan hidup sampai waktu yang ditentukan." (52)
"Allah-lah yang menjadikan bumi bagi kamu tempat menetap dan langit seba gai atap, dan membentuk kamu lalu membagikan rupamu serta memberi kamu rezeki dengan sebagian yang baik-baik. Yang demikian itu adalah Allah Tuhanmu, Maha Agung Allah, Tuhan semesta alam." (53)
"Yang menjadikan bumi untuk kamu sebagai tempat menetap dan Dia mem buat jalan-jalan di atas bumi untuk kamu supaya kamu mendapat petunjuk." (54)
"Bukankah Kami menjadikan bumi (tem pat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang mati." (a14) (55)
"... Dia telah menciptakan kamu dari bumi (tanah) dan menjadikan kamu pemakmurnya..." (a15) (56)
H. MENGINGKARI NIKMAT
"... Dan jika kamu mengingkari nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghing gakannya. Sesungguhnya manusia itu sangat zhalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)." (57)
__________________
(51). QS 2 (29)
(52). QS 2 (36)
(53). QS 40 (64)
(54). QS 43 (10)
(55). QS 77 (25-26)
(a14). Maksudnya bumi mengumpulkan orang-orang hidup di permukaannya dan orang-orang mati dalam perutnya.
(56). QS 11 (61)
(a15). Manusia dijadikan penghuni dunia untuk menguasai dan memakmurkan dunia.
(57). QS 14 (34)
An-Naas (9)
An-Naas (9)
By aminuddin
"BUKANKAH dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menja dikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan." (46)
"Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang ber campur (a10) yang Kami hendak mengu jinya (dengan perintah dan larangan), ka rena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat." (47)
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina (a11), kemudian Kami letak kan dia dalam tempat yang kokoh (ra him), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami lah sebaik-baik yang menentukan." (48)
"Dari apakah Allah menciptakannya? Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya (a12). Kemudian Dia memudahkan jalannya." (a13) (49)
'Maka hendaklah manusia memperha tikan dari apakah dia diciptakan?"
"Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan." (50)
________________
(46). QS 75 (37-39)
(47). QS 76 (2)
(a10). Maksudnya bercampur antara benih laki-laki dengan perempuan.
(48). QS 77 (20-23)
(a11). Yang dimaksud dengan air yang hina adalah air mani.
(Selama persetubuhan seksual, 250 juta sperma terpancar dari si laki-laki pada satu waktu. Sperma-sperma melakukan perjalanan kurang lebih 5 menit yang sulit di tubuh si ibu sampai menuju sel telur.
Hanya seribu dari 250 juta sperma yang berhasil mencapai sel telur. Sel telur, yang berukuran setengah dari sebutir garam, hanya akan membolehkan masuk satu sperma. Artinya, bahan manusia bukan mani seluruhnya, melainkan hanya sebagian kecil darinya.
Ini dijelaskan dalam Al-Quranulkarim :
"Apakah manusia mengira akan dibiarkan tak terurus? Bukankah ia hanya setitik mani yang dipancarkan (dalam rahim)?" (QS Al-Qiyaamah: 36-37)
Seperti yang telah kita amati, Al-Quran memberi tahu kita bahwa manusia tidak terbuat dari mani selengkapnya, tetapi hanya bagian kecil darinya.
Bahwa tekanan khusus dalam pernyataan ini mengumumkan suatu fakta yang baru ditemu kan oleh ilmu pengetahuan modern itu meru pakan bukti bahwa pernyataan tersebut bera sal dari Ilahi. (m.republika.co.id)
(49). QS 80 (28-20)
(a12). Yang dimaksud dengan "menentu kannya" adalah menentukan fase-fase kejadiannya, umurnya, rezekinya dan nasibnya.
(a13)."Memudahkan jalan" maksudnya memudahkan kelahirannya atau memberi persediaan kepadanya untuk menjalani jalan yang benar atau jalan yang sesat.
(50). QS 86 (5-7)
(Tulang sulbi merupakan salah satu bagian dari tubuh manusia yang jarang diketahui. Tulang sulbi adalah bagian paling ujung da ri tulang belakang manusia, yang biasa disebut dengan tulang ekor.
Secara sains, dalam buku 'Al-Quran vs Sains Modern menurut Dr. Zakir Naik' karya Ramadhani dkk, dijelaskan bahwa tulang sulbi merupakan tempat keluarnya pembuluh darah yang memberikan darah kepada testis dan ovarium.
Disebutkan pula bahwa pembuluh darah vesticular artery dan ovary artery bermula dari satu tempat antara tulang sulbi dan tulang dada. Terkait temuan ini, Al-Quran telah menjelaskan hal tersebut.
"Maka hendaklah manusia memerhatikan dari apakah dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang dipancarkan. Yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan."
Setiap manusia memiliki tulang sulbi. Al,,-Quran dan hadits juga mengungkap menge nai tulang sulbi.
Dijelaskan, saat manusia mati, seluruh bagian dari tubuhnya akan hancur, kecuali satu organ tubuh yang tidak akan hancur, yaitu tulang sulbi. Dari tulang ini manusia diciptakan dan kelak dibangkitkan kembali.(techno.okezone.com).
(Kamus-kamus bahasa menyepakati bahwa as-Solb adalah tulang punggung dari pundak sampai bagian punggung paling bawah.
Jamaknya as-Solb adalah aslab dan aslāb. As-Solb juga berarti keturunan dan dikatakan juga mempunyai arti keturunan bangsa Arab, yakni orang yang murni bangsa dan keturunan Arab.
Adapun at-Tarā’ib, kata dasarnya adalah tarībah yaitu tulang dada, sesuatu yang dekat dengan leher, sesuatu yang berada di antara buah dada dan tulang selangka, 4 tulang rusuk dari bagian kanan dan 4 tulang rusuk dari bagian kiri, atau tempat dibagian dada yang biasa dipakai kalung.
Sebagian mufassir mengatakan bahwa as-Solb adalah tulang sulbi laki-laki dan at-Tarā’ib adalah tulang dada perempuan. Dan, sebagian yang lain mengatakan, sesuatu yang keluar dari antara tulang sulbi adalah salah satu dari laki-laki dan perempuan, sedangkan dari Tarā’ib adalah keduanya.
Analisis terakhir sebagaimana disam paikan oleh kebanyakan kamus-kamus dan tafsir-tafsir, ditemukan bahwa as-Solb bersinonim dengan az-Zuhr, yaitu bagian tertentu dari punggung bukan kese luruhan bagian punggung.
Begitu juga ditemukan bahwa maksud tarā’ib bukan seluruh tulang rusuk, tetapi tulang rusuk tertentu. (ejournal.aiat.co.id)
Kamis, 02 Juli 2020
An-Naas (8)
An-Naas (8)
By aminuddin
"DAN apakah manusia tidak memperha tikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menja di penantang yang nyata!" (42)
"Dia menciptakan kamu dari seorang diri kemudian Dia jadikan daripadanya isteri-isterinya dan Dia menurunkan untuk ka mu delapan ekor yang berpasangan dari binatang ternak. Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadi an dalam tiga kegelapan (a9), Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan Yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (43)
"Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes air mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemu dian dilahirkannya kamu sebagai seora ng anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai ke masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang dipadatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya)." (44)
"Dan bahwasanya Dia-lah yang mencip takan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan, dari air mani, apabila dipancarkan." (45)
______________
(42). QS 36 (77)
(43). QS 39 (6)
(a9). Tiga kegelapan itu adalah kegelapan dalam perut, kegelapan dalam rahim dan kegelapan dalam selaput yang menutup anak dalam rahim.
(Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar.
Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut:
"Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah pekan pertama, embrionik; sampai akhir pekan kedelapan, dan janin; dari pekan kedelapan sampai kelahiran." (Williams P, Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:
Tahap Pre-embrionik
Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.
Tahap Embrionik
Tahap kedua ini berlangsung selama lima setengah pekan. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.
Tahap Fetus
Dimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya.
Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 pekan, dan perkembangan berlanjut hingga pekan kelahiran.
Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun, sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Al-Quran dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Al-Quran pada sa at orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Al-Quran bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah. (m.republika.co.id)
(44). QS 40 (67)
(45). QS 53 (45-46)
Rabu, 01 Juli 2020
An-Naas (7)
An-Naas (7)
By aminuddin
"DAN sesungguhnya Kami telah mencip takan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah."
'Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)."
"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik."
"Kemudian, sesudah itu, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan mati." (37)
"Dan Dia (pula) yang menciptakan manu sia dari air, lalu Dia jadikan manusia itu (punya) keturunan) dan mushaharah (a8) dan adalah Tuhanmu Maha Kuasa." (38)
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak." (39)
"Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memu lai penciptaan manusia dari tanah."
"Kemudian Dia menjadikan keturunannya dari saripati air yang hina (air mani)."
"Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalam (tubuh) nya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur." (40)
"Dan Allah menciptakan kamu dari tanah kemudian dari air mani, kemudian Dia menjadikan kamu berpasang-pasangan (laki-laki dan perempuan). Dan tidak ada seorang perempuan pun mengandung dan tidak (pula) melahirkan melainkan dengan sepengetahuan-Nya. Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seorang yang berumur panjang dan tidak pula dikurangi umurnya melainkan (sudah ditetapkan) dalam Kitab (Lauh Mahfudh). Sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah." (41)
__________________
(37). QS 23 (12-15)
(38). QS 25 (54)
(a8). Mushaharah adalah hubungan ke keluargaan yang berasal dari perkawi nan, seperti menantu, ipar, mertua dan sebagainya.
(39). QS 30 (20)
(40). QS 32 (7-9)
(41). QS 35 (11)
Langganan:
Postingan (Atom)