Lafadz MEREKA (3)
Oleh Wak Amin
9. Ayat 16 :
"Wanayyuallihim yaumaizin dubu rahuu illa mutaharri fallqitaalin au mutahayyizan ilaa fi-atin faqad baa-a bighadhabim minallaahi wama-waahu jahannamu wabi-sal mashiir."
(BARANGsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak meng gabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahanam. Dan amat buruklah tempat kembalinya).
10. Ayat 17 :
"Falam taqtuluuhum walaakinnallaaha qatalahum. Wamaa ramaita iz ramaita walaakinnallaaha ramaa. Waliyubliyal mu'miniina minhu balaa-an hasanaa. Innallaaha samii'un 'aliim."
(Maka (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tapi Allah- lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang mukmin dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
11. Ayat 21 :
"Walaa takuunuu kallaziina qaaluu sami'naa wahum laa yasma'uun."
(Dan janganlah kamu menjadi sebagai orang-orang (munafik) yang berkata : "Kami mendengarkan (a5), padahal mereka tidak mendengarkan).
_________
(a5) Mereka mendengarkan tetapi hati mereka mengingkarinya.
Kamis, 31 Oktober 2019
Rabu, 30 Oktober 2019
Lafadz MEREKA (2)
Lafadz MEREKA (2)
Oleh Wak Amin
5. Ayat 6 :
"YUjaadiluumaka fil haqqi ba'da maa tabayyana ka annamaa yusaaquuna ilal mauti wahum yandzhuruun."
(Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).
6. Ayat 12 :
" ... Saulqii fi quluubil laziina kafarur ru'ba fadhribuu fauqal a'naaqi wadhribuu minhum kulla banaan."
( .. Kelak Aku akan jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung mereka (a4).
7. Ayat 13 :
"Zaalika biannahum syaaqullaahi wa rasuulah. Wamay yusyaaqiqil laaha warasuulahuu. Fainnallaaha syadiidul 'iqaab."
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya).
8. Ayat 15 :
"Ya ayyuhal laziina aamanuu izaa laqiitumul laziina kafaruu zahfan falaa tuwalluuhumul adbaar."
(Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka).
________
(a4) Ujung jari disini bermakna anggota tangan dan kaki
Oleh Wak Amin
5. Ayat 6 :
"YUjaadiluumaka fil haqqi ba'da maa tabayyana ka annamaa yusaaquuna ilal mauti wahum yandzhuruun."
(Mereka membantahmu tentang kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu).
6. Ayat 12 :
" ... Saulqii fi quluubil laziina kafarur ru'ba fadhribuu fauqal a'naaqi wadhribuu minhum kulla banaan."
( .. Kelak Aku akan jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung mereka (a4).
7. Ayat 13 :
"Zaalika biannahum syaaqullaahi wa rasuulah. Wamay yusyaaqiqil laaha warasuulahuu. Fainnallaaha syadiidul 'iqaab."
(Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan Rasul-Nya; dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya).
8. Ayat 15 :
"Ya ayyuhal laziina aamanuu izaa laqiitumul laziina kafaruu zahfan falaa tuwalluuhumul adbaar."
(Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka).
________
(a4) Ujung jari disini bermakna anggota tangan dan kaki
Selasa, 29 Oktober 2019
Lafadz MEREKA (1)
Lafadz MEREKA (1)
Oleh Wak Amin
QS (8) Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) : (1-75)
1. Ayat 1 :
"Yas-aluunaka 'anil anfaal. Qulil anfaalu lillaahi warrasuul. Fattaqullaaha wa ashlihuu izaata bainikum. Wa athii'ullaaha warasuulahuu in kuntum mu-miniin."
(Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampa san perang. Katakanlah : "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul (a1), sebab itu ber takwalah kepada Allah dan perbaiki lah perhubungan di antara sesa mamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman).
2. Ayat 2 :
"Innamal mu-minuunallaziina izaa zukirallaahu wajilat quluubuhum wa izaa tuliyat 'alaihim aayaatuhuu zaadathum iimaanaw wa'ala rabbihim yatawakkaluun."
(Sesungguhnya orang-orang yang beriman (a2) itu adalah mereka ya ng apabila disebut Allah (a3) geme tarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal).
3. Ayat 3 :
"Allaziina yuqiimushshalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun."
(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka).
4. Ayat 4 :
"Ulaa-ika humul mu-minuuna haqqaa. Lahum darajaatun 'inda rabbihim wa maghfiratuw waruzqun kariim."
(Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat
ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia).
______
(a1) Maksudnya adalah pembagian harta rampasan perang itu menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
(a2) Yakni orang yang sempurna ilmunya.
(a3) 'Disebut Allah' : menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan-Nya.
Oleh Wak Amin
QS (8) Al-Anfaal (Harta Rampasan Perang) : (1-75)
1. Ayat 1 :
"Yas-aluunaka 'anil anfaal. Qulil anfaalu lillaahi warrasuul. Fattaqullaaha wa ashlihuu izaata bainikum. Wa athii'ullaaha warasuulahuu in kuntum mu-miniin."
(Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampa san perang. Katakanlah : "Harta rampasan perang itu kepunyaan Allah dan Rasul (a1), sebab itu ber takwalah kepada Allah dan perbaiki lah perhubungan di antara sesa mamu, dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman).
2. Ayat 2 :
"Innamal mu-minuunallaziina izaa zukirallaahu wajilat quluubuhum wa izaa tuliyat 'alaihim aayaatuhuu zaadathum iimaanaw wa'ala rabbihim yatawakkaluun."
(Sesungguhnya orang-orang yang beriman (a2) itu adalah mereka ya ng apabila disebut Allah (a3) geme tarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakal).
3. Ayat 3 :
"Allaziina yuqiimushshalaata wa mimmaa razaqnaahum yunfiquun."
(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka).
4. Ayat 4 :
"Ulaa-ika humul mu-minuuna haqqaa. Lahum darajaatun 'inda rabbihim wa maghfiratuw waruzqun kariim."
(Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat
ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezeki (nikmat) yang mulia).
______
(a1) Maksudnya adalah pembagian harta rampasan perang itu menurut ketentuan Allah dan Rasul-Nya.
(a2) Yakni orang yang sempurna ilmunya.
(a3) 'Disebut Allah' : menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakan-Nya.
Lafadz KAMI (17-tamat)
Lafadz KAMI (17-tamat)
Oleh Wak Amin
21. Ayat 179 :
"WA laqad zara'naa lijahannama katsiiram minal jinni wal ins. Lahun quluubul laa yafqahuuna bihaa. Walahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa. Walahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa ..."
(Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) keba nyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat) Allah ..).
22. Ayat 181 :
"Wamimman khalaqnaa ummatay yahduuna bil haqqi wabihii ya'diluun."
(Dan di antara orang-orang yang Ka mi ciptakan ada umat yang mem beri petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan).
23. Ayat 182 :
"Wallaziina kazzabuu biaayaatinaa sanastadri juhummin haitsu laa ya'lamuun."
(Dan orang-orang yang mendusta kan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui).
Oleh Wak Amin
21. Ayat 179 :
"WA laqad zara'naa lijahannama katsiiram minal jinni wal ins. Lahun quluubul laa yafqahuuna bihaa. Walahum a'yunul laa yubshiruuna bihaa. Walahum aazaanul laa yasma'uuna bihaa ..."
(Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka jahanam) keba nyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat) Allah ..).
22. Ayat 181 :
"Wamimman khalaqnaa ummatay yahduuna bil haqqi wabihii ya'diluun."
(Dan di antara orang-orang yang Ka mi ciptakan ada umat yang mem beri petunjuk dengan hak, dan dengan yang hak itu (pula) mereka menjalankan keadilan).
23. Ayat 182 :
"Wallaziina kazzabuu biaayaatinaa sanastadri juhummin haitsu laa ya'lamuun."
(Dan orang-orang yang mendusta kan ayat-ayat Kami, nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dengan cara yang tidak mereka ketahui).
Senin, 28 Oktober 2019
Lafadz KAMI (16)
Lafadz KAMI (16)
Oleh Wak Amin
16. Ayat 172 :
"AN taquuluu yaumal qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghaafiliin.
"
( .... Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan.").
17. Ayat 174 :
" Wakazaalika nufashshilul aayaati wa la'allahum yarji'uun."
(Dan demikianlah Kami menjelas kan ayat-ayat itu agar mereka kem bali (kepada kebenaran).
18. Ayat 175 :
"Watlu 'alaihim naba allazii aatai naahu aayaatinaa fansalakha minhaa fa atba'ahusy syaithaanu fakaana minal ghaawiin."
(Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat).
19. Ayat 176 :
"Walau syi-nar rafa'naahu bihaa walaakinnahuu akhlada ilal ardhi wattaba'a hawaahu famatsaluhu kamatsalil kalbi. Intahmil 'alaihi yalhats au tatrukhu yalhats. Zaalika matsalul qaumil laziina kazzabuu biaayaatinaa. Faqshushil qashasha la'allahum yatafakkaruun."
(Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing yang jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir).
20. Ayat 177 :
"Saa-a matsalinil qaumul laziina kazzabuu biaayaatinaa wa anfusahum kaanuu yadzhlimuun."
(Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim).
Oleh Wak Amin
16. Ayat 172 :
"AN taquuluu yaumal qiyaamati innaa kunnaa 'an haazaa ghaafiliin.
"
( .... Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan.").
17. Ayat 174 :
" Wakazaalika nufashshilul aayaati wa la'allahum yarji'uun."
(Dan demikianlah Kami menjelas kan ayat-ayat itu agar mereka kem bali (kepada kebenaran).
18. Ayat 175 :
"Watlu 'alaihim naba allazii aatai naahu aayaatinaa fansalakha minhaa fa atba'ahusy syaithaanu fakaana minal ghaawiin."
(Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat).
19. Ayat 176 :
"Walau syi-nar rafa'naahu bihaa walaakinnahuu akhlada ilal ardhi wattaba'a hawaahu famatsaluhu kamatsalil kalbi. Intahmil 'alaihi yalhats au tatrukhu yalhats. Zaalika matsalul qaumil laziina kazzabuu biaayaatinaa. Faqshushil qashasha la'allahum yatafakkaruun."
(Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing yang jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir).
20. Ayat 177 :
"Saa-a matsalinil qaumul laziina kazzabuu biaayaatinaa wa anfusahum kaanuu yadzhlimuun."
(Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim).
Minggu, 27 Oktober 2019
Lafadz KAMI (15)
Lafadz KAMI (15)
Oleh Wak Amin
58. Ayat 165 :
"FAlamaa nasuu maa zukkiruu bihii anjainaal laziina yanhauna 'anis suu-i wa akhaznal laziina dzhalamuu bi'azaabi ba-iisin bimaa kaanuu yafsuquun."
(Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbua tan jahat dan Kami timpakan ke pada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik).
59. Ayat 166 :
"Falammaa 'atau 'ammaa nahuu 'anhu qulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi-iin."
(Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya : "Jadilah kamu kera yang hina" (a23).
60. Ayat 168 :
"Waqaththa'naahum fil ardhi umamaa. Minhumush shaalihuuna wa minhum duuna zaalik. Wa balau naahum bil hasanaati was sayyiaati la'allahum yurji'uun."
(Dan Kami bagi-bagi mereka di du nia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
61. Ayat 170 :
"Wal laziina yumassikuuna bil kitaabi wa aqaamush shalaah. Innaa laa nudhii'u ajral mushlihiin."
(Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberikan pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan).
62. Ayat 171 :
"Wauz nataqnaal jabala fauqahum ka annahuu dzhullatuw wadzhannuu annahuu waaqi'un bihim khuzuu maa aatainaakum biquwwatiw wazkuruu maa fiihi la'allakum tattaquu."
(Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka) : " Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa).
_______
(a23) Sesungguhnya ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai perumpamaan. Artinya, hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan.
Pendapat Jumhur Mufassir ialah mereka betul-betul berubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak ma kan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.
Oleh Wak Amin
58. Ayat 165 :
"FAlamaa nasuu maa zukkiruu bihii anjainaal laziina yanhauna 'anis suu-i wa akhaznal laziina dzhalamuu bi'azaabi ba-iisin bimaa kaanuu yafsuquun."
(Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbua tan jahat dan Kami timpakan ke pada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik).
59. Ayat 166 :
"Falammaa 'atau 'ammaa nahuu 'anhu qulnaa lahum kuunuu qiradatan khaasi-iin."
(Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya : "Jadilah kamu kera yang hina" (a23).
60. Ayat 168 :
"Waqaththa'naahum fil ardhi umamaa. Minhumush shaalihuuna wa minhum duuna zaalik. Wa balau naahum bil hasanaati was sayyiaati la'allahum yurji'uun."
(Dan Kami bagi-bagi mereka di du nia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran).
61. Ayat 170 :
"Wal laziina yumassikuuna bil kitaabi wa aqaamush shalaah. Innaa laa nudhii'u ajral mushlihiin."
(Dan orang-orang yang berpegang teguh dengan Al Kitab (Taurat) serta mendirikan shalat, (akan diberikan pahala) karena sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan).
62. Ayat 171 :
"Wauz nataqnaal jabala fauqahum ka annahuu dzhullatuw wadzhannuu annahuu waaqi'un bihim khuzuu maa aatainaakum biquwwatiw wazkuruu maa fiihi la'allakum tattaquu."
(Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat bukit ke atas mereka seakan-akan bukit itu naungan awan dan mereka yakin bahwa bukit itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka) : " Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta ingatlah selalu (amalkanlah) apa yang tersebut di dalamnya supaya kamu menjadi orang-orang yang bertakwa).
_______
(a23) Sesungguhnya ahli tafsir memandang bahwa ini sebagai perumpamaan. Artinya, hati mereka menyerupai hati kera, karena sama-sama tidak menerima nasehat dan peringatan.
Pendapat Jumhur Mufassir ialah mereka betul-betul berubah menjadi kera, hanya tidak beranak, tidak ma kan dan minum, dan hidup tidak lebih dari tiga hari.
Sabtu, 26 Oktober 2019
Lafadz KAMI (14)
Lafadz KAMI (14)
Oleh Wak Amin
55. Ayat 161 :
" ... SAnaziidul muhsiniin."
(... Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik).
56. Ayat 162 :
"Fabaddalallaziina dhalamuu minhum qaulan ghairallazii qiila lahum fa arsalnaa 'alaihim rijzam minassamaa-i bimaa kaanuu yadzhlimuun."
(Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka (a20), maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka).
57. Ayat 163 :
"Wa'alhum 'anil qaryatil latii kaanat haadhiratal bahr. Iz ya'duuna fis sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtiihim syurra'aw wayauma laa yasbituun. Laa ta-tiihim kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun."
(Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri (a21) yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu (a22), di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik).
________
(a20) Ialah perbuatan yang baik yang diperintahkan oleh agama Islam, baik yang berhubungan dengan agama atau tidak.
(a21) Yaitu kota Eilah yang terletak di pantai Laut Merah antara kota Mad-Yan dan bukit Thur.
(a22) Menurut aturan itu mereka ti dak boleh bekerja pada hari Sabtu, karena hari Sabtu itu dikhususkan hanya untuk beribadah.
Oleh Wak Amin
55. Ayat 161 :
" ... SAnaziidul muhsiniin."
(... Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik).
56. Ayat 162 :
"Fabaddalallaziina dhalamuu minhum qaulan ghairallazii qiila lahum fa arsalnaa 'alaihim rijzam minassamaa-i bimaa kaanuu yadzhlimuun."
(Maka orang-orang yang zalim di antara mereka itu mengganti (perkataan itu) dengan perkataan yang tidak dikatakan kepada mereka (a20), maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan kezaliman mereka).
57. Ayat 163 :
"Wa'alhum 'anil qaryatil latii kaanat haadhiratal bahr. Iz ya'duuna fis sabti iz ta-tiihim hiitaanuhum yauma sabtiihim syurra'aw wayauma laa yasbituun. Laa ta-tiihim kazaalika nabluuhum bimaa kaanuu yafsuquun."
(Dan tanyakanlah kepada Bani Israil tentang negeri (a21) yang terletak di dekat laut ketika mereka melanggar aturan pada hari Sabtu (a22), di waktu datang kepada mereka ikan-ikan (yang berada di sekitar) mereka terapung-apung di permukaan air, dan di hari-hari yang bukan Sabtu, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami mencoba mereka disebabkan mereka berlaku fasik).
________
(a20) Ialah perbuatan yang baik yang diperintahkan oleh agama Islam, baik yang berhubungan dengan agama atau tidak.
(a21) Yaitu kota Eilah yang terletak di pantai Laut Merah antara kota Mad-Yan dan bukit Thur.
(a22) Menurut aturan itu mereka ti dak boleh bekerja pada hari Sabtu, karena hari Sabtu itu dikhususkan hanya untuk beribadah.
Jumat, 25 Oktober 2019
Lafadz KAMI (13)
Lafadz KAMI (13)
Oleh Wak Amin
50. Ayat 146 :
" ... Zaalika biannahum kazzabuu biaayaatinaa wakaanuub'anhaa ghaafiliin."
(Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya).
51. Ayat 147 :
"Wallaziina kazzabuu biaayaatinaa waliqaa-il aakhiraati habithat a'maaluhum. Hal yujzauna illa maa kaanuu ya'maluun."
(Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan).
52. Ayat 152 :
"Innallaziinat takhazuul 'ijla sayanaaluhum ghadhabum mir rabbihim wazillatun fil hayaatid dunyaa. Wakazaalika najzil muftariin."
(Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sesembahannya), kelak akan meni mpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehi dupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat kebohongan).
53. Ayat 156 :
"Waktub lanaa fii haazihid dunyaa hasanataw wafil aakhirati innaa hudnaa ilaika. Qaala 'azaabii ushiibu bihi man asyaa-u. Waraatii wasi'at kulla syai-in fasaktubuhaa lillaziina yattaquuna wayu'tuunazzakaata wallaziinahum biaayaatinaa yu'minuun."
(Dan tetapkanlah untuk kami kebaji kan di dunia ini dan di akherat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman : "Siksa-Kub akan kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami).
54. Ayat 160 :
"Waqaththa'naahumusts natay 'asyrata asbaathan umamaa. Wa auhainaa ilaa muusaa izistasqaahu qaumuhuu anidhrib bi'ashaakal hajar. Fanbajasat minhusnataa 'asyrata 'ainaa. Qad 'alima kullu unaasim masyrabahum wadzhallalnaa 'alaihimul ghamaama wa anzalnaa 'alaihimul manna was salwaa. Kuluu min thayyibaati maa razaqnaakum. Wamaa dzhalamuunaa walaakin kaanuu anfusahum yadzhlimuun).
(Dan mereka kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Muda ketika kaumntmya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa (a19). (Kami ber firman) : "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu." Mereka tidak mengani aya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri).
_______
(a19) Manna ialah makanan manis sebagai madu. Sedangkan Salwa adalah burung sebangsa puyuh.
Oleh Wak Amin
50. Ayat 146 :
" ... Zaalika biannahum kazzabuu biaayaatinaa wakaanuub'anhaa ghaafiliin."
(Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya).
51. Ayat 147 :
"Wallaziina kazzabuu biaayaatinaa waliqaa-il aakhiraati habithat a'maaluhum. Hal yujzauna illa maa kaanuu ya'maluun."
(Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mendustakan akan menemui akhirat, sia-sialah perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan).
52. Ayat 152 :
"Innallaziinat takhazuul 'ijla sayanaaluhum ghadhabum mir rabbihim wazillatun fil hayaatid dunyaa. Wakazaalika najzil muftariin."
(Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan anak lembu (sebagai sesembahannya), kelak akan meni mpa mereka kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan dalam kehi dupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat kebohongan).
53. Ayat 156 :
"Waktub lanaa fii haazihid dunyaa hasanataw wafil aakhirati innaa hudnaa ilaika. Qaala 'azaabii ushiibu bihi man asyaa-u. Waraatii wasi'at kulla syai-in fasaktubuhaa lillaziina yattaquuna wayu'tuunazzakaata wallaziinahum biaayaatinaa yu'minuun."
(Dan tetapkanlah untuk kami kebaji kan di dunia ini dan di akherat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepada Engkau. Allah berfirman : "Siksa-Kub akan kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami).
54. Ayat 160 :
"Waqaththa'naahumusts natay 'asyrata asbaathan umamaa. Wa auhainaa ilaa muusaa izistasqaahu qaumuhuu anidhrib bi'ashaakal hajar. Fanbajasat minhusnataa 'asyrata 'ainaa. Qad 'alima kullu unaasim masyrabahum wadzhallalnaa 'alaihimul ghamaama wa anzalnaa 'alaihimul manna was salwaa. Kuluu min thayyibaati maa razaqnaakum. Wamaa dzhalamuunaa walaakin kaanuu anfusahum yadzhlimuun).
(Dan mereka kami bagi menjadi dua belas suku yang masing-masingnya berjumlah besar dan Kami wahyukan kepada Muda ketika kaumntmya meminta air kepadanya: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu!" Maka memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sesungguhnya tiap-tiap suku mengetahui tempat minum masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa (a19). (Kami ber firman) : "Makanlah yang baik-baik dari apa yang telah Kami rezekikan kepadamu." Mereka tidak mengani aya Kami, tetapi merekalah yang selalu menganiaya dirinya sendiri).
_______
(a19) Manna ialah makanan manis sebagai madu. Sedangkan Salwa adalah burung sebangsa puyuh.
Lafadz KAMI (12)
Lafadz KAMI (12)
Oleh Wak Amin
47. Ayat 142 :
"WA waa'adnaa muusaa tsalaatsiina lailataw wa atmamnaahaa bi'asyrin fatamma miiqaatu rabbihii araba'iina lailah ...."
(Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam).
48. Ayat 143 :
"Wa lammaa jaa-a muusa limiiqaatinaa wakallamahuu rabbuhuu. Qaala rabbi arinii andzhur ilaika ..."
(Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya ...).
49. Ayat 145 :
"Wa katabnaa lahuu fil alwaahi min kulli syai-im mau'idzhatan watafshiilal likulli syai-in. Fakhuzhaa biquwwatiw wa'mur qaumaka ya'khuzuu biahsaanihaa. Sawuriikum daaral faasiqiin."
(Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh luh ((a16) (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman) : "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya (a17), nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik (a18).
_________
(a16) Luh luh ialah kepingan dari batu atau kayu yang tertulis padanya isi Taurat yang diterima Nabi Musa as sesudah munajat di Gunung Thursina.
(a17) Maksudnya adalah utamakan yang wajib-wajib dahulu dari yang sunat dan mubah.
(a18) Maksudnya Allah SWT akan memperlihatkan kampung orang-orang fasik seperti Fir'aun, 'Aad, Tsamud dan sebagainya yang kampung-kampung itu hancur bersama mereka akibat kejahatan dan kefasikan mereka.
Oleh Wak Amin
47. Ayat 142 :
"WA waa'adnaa muusaa tsalaatsiina lailataw wa atmamnaahaa bi'asyrin fatamma miiqaatu rabbihii araba'iina lailah ...."
(Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam).
48. Ayat 143 :
"Wa lammaa jaa-a muusa limiiqaatinaa wakallamahuu rabbuhuu. Qaala rabbi arinii andzhur ilaika ..."
(Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya ...).
49. Ayat 145 :
"Wa katabnaa lahuu fil alwaahi min kulli syai-im mau'idzhatan watafshiilal likulli syai-in. Fakhuzhaa biquwwatiw wa'mur qaumaka ya'khuzuu biahsaanihaa. Sawuriikum daaral faasiqiin."
(Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh luh ((a16) (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman) : "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) dengan sebaik-baiknya (a17), nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasik (a18).
_________
(a16) Luh luh ialah kepingan dari batu atau kayu yang tertulis padanya isi Taurat yang diterima Nabi Musa as sesudah munajat di Gunung Thursina.
(a17) Maksudnya adalah utamakan yang wajib-wajib dahulu dari yang sunat dan mubah.
(a18) Maksudnya Allah SWT akan memperlihatkan kampung orang-orang fasik seperti Fir'aun, 'Aad, Tsamud dan sebagainya yang kampung-kampung itu hancur bersama mereka akibat kejahatan dan kefasikan mereka.
Rabu, 23 Oktober 2019
Lafadz KAMI (11)
Lafadz KAMI (11)
Oleh Wak Amin
43. Ayat 136 :
"FANtaqamnaa minhum fa aghraqnaahum fil yammi biannahum kazzabuu biaayaatinaa wakaanuu 'anhaa ghaafiliin."
(Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu).
44. Ayat 137 :
"Wa auratsnal qaumal laziina kaanuu yustadh'afuuna masyaariqal ardhi wamaghaaribahaal latii baaraknaa fiihaa. Watammat kalimatu rabbikal husnaa 'alaa banii israa-iila bimaa shabaruu. Wadammarnaa maa kaana yashna'u fir'aunu wa qaumuhuu wamaa kaanuu ya'risyuun."
(Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya (a13) yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka (a14).
45. Ayat 138 :
"Wajaa waznaa bibanii israa-iilal bahra (a15) ....
(Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu (a15) ...).
46. Ayat 141 :
" Wa iz anjainaakum min aali fir'auna yasuumuunakum suu'al 'azaab. Yuqattiluuna abnaa-akum wayastahyuuna nisaa-akum. Wafii zaalikum balaa-um mirrabbikum 'adzhiim."
(Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membu nuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu).
_________
(a13) Yakni negeri Syam dan Mesir serta negeri-negeri sekitar kedua nya yang pernah dikuasai Fir'aun dahulu. Sesudah kerajaan Fir'aun runtuh, negeri-negeri ini diwarisi oleh Bani Israil.
(a14) Yang dimsksud dengan bangunan-bangunan Fir'aun yang dihancurkan Allah SWT ialah bangunan-bangunan yang didirikan mereka dengan menindas Bani Israil, seperti kota Ramses; menara yang diperintahkan Hamaan mendirikannya dan sebagainya.
(a15) Maksudnya adalah bahagian utara dari Laut Merah.
Oleh Wak Amin
43. Ayat 136 :
"FANtaqamnaa minhum fa aghraqnaahum fil yammi biannahum kazzabuu biaayaatinaa wakaanuu 'anhaa ghaafiliin."
(Kemudian Kami menghukum mereka, maka Kami tenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka adalah orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami itu).
44. Ayat 137 :
"Wa auratsnal qaumal laziina kaanuu yustadh'afuuna masyaariqal ardhi wamaghaaribahaal latii baaraknaa fiihaa. Watammat kalimatu rabbikal husnaa 'alaa banii israa-iila bimaa shabaruu. Wadammarnaa maa kaana yashna'u fir'aunu wa qaumuhuu wamaa kaanuu ya'risyuun."
(Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya (a13) yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka (a14).
45. Ayat 138 :
"Wajaa waznaa bibanii israa-iilal bahra (a15) ....
(Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu (a15) ...).
46. Ayat 141 :
" Wa iz anjainaakum min aali fir'auna yasuumuunakum suu'al 'azaab. Yuqattiluuna abnaa-akum wayastahyuuna nisaa-akum. Wafii zaalikum balaa-um mirrabbikum 'adzhiim."
(Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat jahat, yaitu mereka membu nuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup wanita-wanitamu. Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari Tuhanmu).
_________
(a13) Yakni negeri Syam dan Mesir serta negeri-negeri sekitar kedua nya yang pernah dikuasai Fir'aun dahulu. Sesudah kerajaan Fir'aun runtuh, negeri-negeri ini diwarisi oleh Bani Israil.
(a14) Yang dimsksud dengan bangunan-bangunan Fir'aun yang dihancurkan Allah SWT ialah bangunan-bangunan yang didirikan mereka dengan menindas Bani Israil, seperti kota Ramses; menara yang diperintahkan Hamaan mendirikannya dan sebagainya.
(a15) Maksudnya adalah bahagian utara dari Laut Merah.
Selasa, 22 Oktober 2019
Lafadz KAMI (10)
Lafadz KAMI (10)
Oleh Wak Amin
38. Ayat 103 :
"TSUMMA ba'atsnaa min ba'dihim muusaa biaayaatinaa ilaa fir'auna wamalaa-ihii fadzhalamuu bihaa. Fandhur kaifa kaana 'aaqibatul mufsidiin."
(Kemudian Kami utus Musa sesu dah rasul-rasul itu dengan mem bawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun (a11) dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan).
39. Ayat 117 :
"Wa awhainaa ilaa muusaa an alqi 'ashaaka. Faizaa hiya talqafu maa ya-fikuun."
(Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lenparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan).
40. Ayat 130 :
"Wa laqad akhaznaa aala fir'auna bissiniina wa naqshim minats tsamaraati la'allahum yazzakkaruun."
(Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran).
41. Ayat 133 :
"Fa arsalnaa 'alaihimuth thuufaana wal jaraada wal qummala wadh dhafaadi'a waddama aayaatim mufashshalaati. Fastakbaruu wakaanuu qaumam mujrimiin."
(Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah (a12) sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa).
42. Ayat 135 :
"Falammaa kasyafnaa 'anhumur rijzaa ilaa ajalin hum baalighuuhu izaa hum yanku'uun."
(Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya).
__________
(a11) Fir'aun adalah gelaran bagi raja-raja Mesir purbakala. Menurut sejarah, Fir'aun di masa Nabi Musa as ialah Menephthah (1232-1224 SM) anak dari Ramses.
(a12) Maksudnya air minum mereka berubah menjadi darah.
Oleh Wak Amin
38. Ayat 103 :
"TSUMMA ba'atsnaa min ba'dihim muusaa biaayaatinaa ilaa fir'auna wamalaa-ihii fadzhalamuu bihaa. Fandhur kaifa kaana 'aaqibatul mufsidiin."
(Kemudian Kami utus Musa sesu dah rasul-rasul itu dengan mem bawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun (a11) dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan).
39. Ayat 117 :
"Wa awhainaa ilaa muusaa an alqi 'ashaaka. Faizaa hiya talqafu maa ya-fikuun."
(Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lenparkanlah tongkatmu!" Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan).
40. Ayat 130 :
"Wa laqad akhaznaa aala fir'auna bissiniina wa naqshim minats tsamaraati la'allahum yazzakkaruun."
(Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran).
41. Ayat 133 :
"Fa arsalnaa 'alaihimuth thuufaana wal jaraada wal qummala wadh dhafaadi'a waddama aayaatim mufashshalaati. Fastakbaruu wakaanuu qaumam mujrimiin."
(Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah (a12) sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa).
42. Ayat 135 :
"Falammaa kasyafnaa 'anhumur rijzaa ilaa ajalin hum baalighuuhu izaa hum yanku'uun."
(Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, tiba-tiba mereka mengingkarinya).
__________
(a11) Fir'aun adalah gelaran bagi raja-raja Mesir purbakala. Menurut sejarah, Fir'aun di masa Nabi Musa as ialah Menephthah (1232-1224 SM) anak dari Ramses.
(a12) Maksudnya air minum mereka berubah menjadi darah.
Senin, 21 Oktober 2019
Lafadz KAMI (9)
Lafadz KAMI (9)
Oleh Wak Amin
31. Ayat 95 :
"Tsumma baddalnaa makaanas sayyi-atil hasanata hattaa 'afau wa qaaluu qad massa aabaa-anadhdharraa-u wassarraa-u fa akhaz naahum baghtataw wahum laa yasy'uruun."
(KEMUDIAN Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga ketu runan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata : " Se sungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan," maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya).
32. Ayat 96 :
"WA law anna ahlal quraa aamanuu wattaqau lafatahnaa 'alaihim barokaatim minas samaa-i wal ardhi walaakin kazzabuu fa akhaznaahum bimaa kaanuu yaksibuun."
(Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti lah Kami akan melimpahkan kepa da mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya).
33. Ayat 97 :
"Afa amina ahlul quraa ayya-tiya hum ba-sunaa bayaatawwahum naa-imuun."
(Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedata ngan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?).
34. Ayat 98 :
"Awa amina ahlul quraa ayya-tiyahum ba-sunaa dhuhaw wahum yal'abuun."
(Atau apakah penduduk negeri-ne geri itu merasa aman dari kedata ngan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?).
35. Ayat 100 :
"Awalam yahdi lillaziina yaritsuunak ardha min ba'di ahlihaa al law nasyaa-u ashabnaahum bizunuubihim. Wa nathba'u 'alaa quluu bihim fahum laa yasma'uun."
(Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?).
36. Ayat 101 :
"Tilkal quraa naqushshu 'alaika min anbaa-ihaa ..."
(Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu ...).
37. Ayat 102 :
"Wamaa wajadnaa liaktsarihim min 'ahdin wain wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin."
(Dan Kami tidak mendapati keba nyakan mereka memenuhi janji. Se sungguhnya Kami mendapati keba nyakan mereka orang-orang yang fasik).
Oleh Wak Amin
31. Ayat 95 :
"Tsumma baddalnaa makaanas sayyi-atil hasanata hattaa 'afau wa qaaluu qad massa aabaa-anadhdharraa-u wassarraa-u fa akhaz naahum baghtataw wahum laa yasy'uruun."
(KEMUDIAN Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga ketu runan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata : " Se sungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan," maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya).
32. Ayat 96 :
"WA law anna ahlal quraa aamanuu wattaqau lafatahnaa 'alaihim barokaatim minas samaa-i wal ardhi walaakin kazzabuu fa akhaznaahum bimaa kaanuu yaksibuun."
(Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pasti lah Kami akan melimpahkan kepa da mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya).
33. Ayat 97 :
"Afa amina ahlul quraa ayya-tiya hum ba-sunaa bayaatawwahum naa-imuun."
(Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedata ngan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?).
34. Ayat 98 :
"Awa amina ahlul quraa ayya-tiyahum ba-sunaa dhuhaw wahum yal'abuun."
(Atau apakah penduduk negeri-ne geri itu merasa aman dari kedata ngan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?).
35. Ayat 100 :
"Awalam yahdi lillaziina yaritsuunak ardha min ba'di ahlihaa al law nasyaa-u ashabnaahum bizunuubihim. Wa nathba'u 'alaa quluu bihim fahum laa yasma'uun."
(Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?).
36. Ayat 101 :
"Tilkal quraa naqushshu 'alaika min anbaa-ihaa ..."
(Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu ...).
37. Ayat 102 :
"Wamaa wajadnaa liaktsarihim min 'ahdin wain wajadnaa aktsarahum lafaasiqiin."
(Dan Kami tidak mendapati keba nyakan mereka memenuhi janji. Se sungguhnya Kami mendapati keba nyakan mereka orang-orang yang fasik).
Minggu, 20 Oktober 2019
Lafadz KAMI (8)
Lafadz KAMI (8)
Oleh Wak Amin
26. Ayat 80 :
"WA luuthan iz qaala liqaumihii ata-tuunal faahisyata maa sabaqaakum bihaa min ahadim minal 'aalamiin."
(Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan (faahisyah itu (a9), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelumnya?").
27. Ayat 83 :
" Fa anjainaahu wa ahlahuu illam ra-atahuu kaanat minal faasiqiin."
(Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dan termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
28. Ayat 84 :
"Wa amtharnaa 'alaihim matharaa. Fandzhur kaifa kaana 'aaqibatul mujrimiin."
(Dan Kami turunkan kepada mere ka hujan (batu) ; maka perhatikan lah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu).
29. Ayat 85 :
"Wa ilaa madyana akhaahum syu'ai ba. Qaala yaa qaumi' budullaaha maa lakum min ilaahin ghairuh ..."
(Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan (a10) saudara mereka Sy'aib. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya .....").
30. Ayat 94 :
" Wamaa arsalnaa fii qaryatim min nabiyyi illaa akhaznaa ahlahaa bil ba-saa-i wadh dharraa-i la'allahum yadharra'uun."
(Kami tidaklah mengutus seseora ng nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri).
_________
(a9) Faahisyah di sini ialah homsek sual sebagaimana dijelaskan da lam ayat 81 berikut ini :
"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas."
(a10) Mad-yan adalah nama putera Nabi Ibrahim as, kemudian menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Mad-yan itu. Kabilah ini diam di suatu tempat yang juga dinamai Mad-yan yang terletak di pantai La ut Merah di tenggara Gunung Sinai.
Oleh Wak Amin
26. Ayat 80 :
"WA luuthan iz qaala liqaumihii ata-tuunal faahisyata maa sabaqaakum bihaa min ahadim minal 'aalamiin."
(Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan (faahisyah itu (a9), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelumnya?").
27. Ayat 83 :
" Fa anjainaahu wa ahlahuu illam ra-atahuu kaanat minal faasiqiin."
(Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dan termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
28. Ayat 84 :
"Wa amtharnaa 'alaihim matharaa. Fandzhur kaifa kaana 'aaqibatul mujrimiin."
(Dan Kami turunkan kepada mere ka hujan (batu) ; maka perhatikan lah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu).
29. Ayat 85 :
"Wa ilaa madyana akhaahum syu'ai ba. Qaala yaa qaumi' budullaaha maa lakum min ilaahin ghairuh ..."
(Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan (a10) saudara mereka Sy'aib. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya .....").
30. Ayat 94 :
" Wamaa arsalnaa fii qaryatim min nabiyyi illaa akhaznaa ahlahaa bil ba-saa-i wadh dharraa-i la'allahum yadharra'uun."
(Kami tidaklah mengutus seseora ng nabi pun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri).
_________
(a9) Faahisyah di sini ialah homsek sual sebagaimana dijelaskan da lam ayat 81 berikut ini :
"Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas."
(a10) Mad-yan adalah nama putera Nabi Ibrahim as, kemudian menjadi nama kabilah yang terdiri dari anak cucu Mad-yan itu. Kabilah ini diam di suatu tempat yang juga dinamai Mad-yan yang terletak di pantai La ut Merah di tenggara Gunung Sinai.
Sabtu, 19 Oktober 2019
Lafadz KAMI (7)
Lafadz KAMI (7)
Oleh Wak Amin
23. Ayat 65 :
"WA ilaa 'aadin akhaahum huudan qaala yaaqaumin i'buduullaahaaa lakum min ilaahin ghairuh. Afalaa tattaquun."
(Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka (Hud). Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?).
24. Ayat 72 :
" Fa anjainaahu wallaziina ma'ahuu birahmatim minnaa wa qatha'naa daabirallaziina kazzabuu biaayaatinaa wamaa kaanuu mu'miniin."
(Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman).
25. Ayat 73 :
"Wa ilaa tsamuuda akhaahum shaalihan qaala yaa qaumi' budullaaha maa lakum min ilaahi ghairuh. Wa qad jaa-atkum bayyinatum mir rabbikum. Haazihi naa qatullaahi lakum aayatan fazaruuha ta-kul fii ardhillaahi wa laa tamassuu haa bisuu-in faya-khuzaakum 'azaaban aliim."
(Dan (Kami telah mengutus) kepa da kaum Tsamud saudara mereka shaleh. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Se sungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, maka kamu ditimpa siksaan yang pedih.").
Oleh Wak Amin
23. Ayat 65 :
"WA ilaa 'aadin akhaahum huudan qaala yaaqaumin i'buduullaahaaa lakum min ilaahin ghairuh. Afalaa tattaquun."
(Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka (Hud). Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?).
24. Ayat 72 :
" Fa anjainaahu wallaziina ma'ahuu birahmatim minnaa wa qatha'naa daabirallaziina kazzabuu biaayaatinaa wamaa kaanuu mu'miniin."
(Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman).
25. Ayat 73 :
"Wa ilaa tsamuuda akhaahum shaalihan qaala yaa qaumi' budullaaha maa lakum min ilaahi ghairuh. Wa qad jaa-atkum bayyinatum mir rabbikum. Haazihi naa qatullaahi lakum aayatan fazaruuha ta-kul fii ardhillaahi wa laa tamassuu haa bisuu-in faya-khuzaakum 'azaaban aliim."
(Dan (Kami telah mengutus) kepa da kaum Tsamud saudara mereka shaleh. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Se sungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, maka kamu ditimpa siksaan yang pedih.").
Jumat, 18 Oktober 2019
Lafadz KAMI (6)
Lafafz KAMI (6)
Oleh Wak Amin
19. Ayat 57 :
"Wahuwallazii yursilur riyaaha busyran baina yadai rahmatihi. Hattaa izaa aqallat sahaaban tsiqaalan suqnaahu libaladim mayyitin fa anzalnaa bihil maa-a fa akhrajnaa bihii min kullitstsamaraat. Kazaalika nukhrijul mautaa la'allakum tazakkaruun."
(DAN Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus. Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan denga sebab huja itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran).
20. Ayat 58 :
"Wal baladuth thayyibu yukhraju nabaatuhuu bi izni rabbihii. Wallazii khabutsa laa yakhruju illaa nakidaa. Kazaalika nusharriful aayaati liqaumiy yasykuruun."
(Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur).
21. Ayat 59 :
'Laqad arsalnaa nuuhan ilaa qaumihii faqaala yaa qaumi'budullaaha maalakum min ilaahin ghairah. Innii akhaafu 'alaikum 'azaaba yaumin 'adzhiim."
(Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata : "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
22. Ayat 64 :
"Fakazzabuuhu fa anjainnahu wallaziina ma'ahuu fil fulki wa aghraqnaal laziina kazzabuu biaayaatinaa. Innahum kaanuu qauman 'amiin."
(Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera , dan Kami tengge lamkan orang-orang yang mendus takan ayar-ayat Kami. Sesungguh nya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
Oleh Wak Amin
19. Ayat 57 :
"Wahuwallazii yursilur riyaaha busyran baina yadai rahmatihi. Hattaa izaa aqallat sahaaban tsiqaalan suqnaahu libaladim mayyitin fa anzalnaa bihil maa-a fa akhrajnaa bihii min kullitstsamaraat. Kazaalika nukhrijul mautaa la'allakum tazakkaruun."
(DAN Dia-lah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus. Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan denga sebab huja itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran).
20. Ayat 58 :
"Wal baladuth thayyibu yukhraju nabaatuhuu bi izni rabbihii. Wallazii khabutsa laa yakhruju illaa nakidaa. Kazaalika nusharriful aayaati liqaumiy yasykuruun."
(Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur).
21. Ayat 59 :
'Laqad arsalnaa nuuhan ilaa qaumihii faqaala yaa qaumi'budullaaha maalakum min ilaahin ghairah. Innii akhaafu 'alaikum 'azaaba yaumin 'adzhiim."
(Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata : "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).
22. Ayat 64 :
"Fakazzabuuhu fa anjainnahu wallaziina ma'ahuu fil fulki wa aghraqnaal laziina kazzabuu biaayaatinaa. Innahum kaanuu qauman 'amiin."
(Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam bahtera , dan Kami tengge lamkan orang-orang yang mendus takan ayar-ayat Kami. Sesungguh nya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).
Kamis, 17 Oktober 2019
Lafadz KAMI (5)
Lafadz KAMI (5)
Oleh Wak Amin
16. Ayat 43 :
"WAnaza'naa maa fii Sehuduurihim min ghillin tajrii min tahtihimul anhar. Wa qaalul hamdulillaahil lazii hadaanaa lihaazaa. Wamaa kunnaa linahtadiya laulaa an hadaanallaah. Laqad jaa-at rabbinaa bil haq. Wa nuuduu an tilkumul jannatu uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta'lamuun."
(Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata : "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka : "Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan).
17. Ayat 51 :
" Allaziinat takhazuu diinahum lahwaw wala'ibaw wagharrathumul hayaatud dunyaa. Fal yauma nansaahum kamaa nasuu liqaa-a yaumihim haazaa. Wamaa kaanuu bi aayaatinaa yajhaduun."
(Yaitu) orang-orang yang menjadi kan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami).
18. Ayat 52 :
"Walaqad ji-naahum bikitaabin fashshalnaahu 'alaa 'ilmin hudaw warahmatal liqaumiy yu'minuun."
(Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami (a8); menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman).
___________
(a8) Maksudnya : atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemaslahatan bagi hamba-hamba Kami di dunia dan akherat.
Oleh Wak Amin
16. Ayat 43 :
"WAnaza'naa maa fii Sehuduurihim min ghillin tajrii min tahtihimul anhar. Wa qaalul hamdulillaahil lazii hadaanaa lihaazaa. Wamaa kunnaa linahtadiya laulaa an hadaanallaah. Laqad jaa-at rabbinaa bil haq. Wa nuuduu an tilkumul jannatu uuritstumuuhaa bimaa kuntum ta'lamuun."
(Dan Kami cabut segala macam dendam yang berada di dalam dada mereka; mengalir di bawah mereka sungai-sungai dan mereka berkata : "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami sekali-kali tidak akan mendapat petunjuk kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa kebenaran." Dan diserukan kepada mereka : "Itulah surga yang diwariskan kepadamu, disebabkan apa yang dahulu kamu kerjakan).
17. Ayat 51 :
" Allaziinat takhazuu diinahum lahwaw wala'ibaw wagharrathumul hayaatud dunyaa. Fal yauma nansaahum kamaa nasuu liqaa-a yaumihim haazaa. Wamaa kaanuu bi aayaatinaa yajhaduun."
(Yaitu) orang-orang yang menjadi kan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka." Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami).
18. Ayat 52 :
"Walaqad ji-naahum bikitaabin fashshalnaahu 'alaa 'ilmin hudaw warahmatal liqaumiy yu'minuun."
(Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Quran) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami (a8); menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman).
___________
(a8) Maksudnya : atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemaslahatan bagi hamba-hamba Kami di dunia dan akherat.
Rabu, 16 Oktober 2019
Lafazh KAMI (4)
Lafadz KAMI (4)
Oleh Wak Amin
12. Ayat 37 :
"Faman adzhlamu mimmanif taraa 'alallaahi kaziban au kazzaba bi aayaatihii. Ulaa-ika yanaa luhum nashiibuhum minal kitaab. Hattaa izaa jaa-athum rusulunaa yatawaffau nahum qaaluu aina maa kuntum tad'uuna min duunillaahi. Qaaluu dhalluu 'annaa wa syahiduu 'alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin."
(Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau men dustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menja wab : "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami, " dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir).
13. Ayat 40 :
"Innallaziina kazzabuu biaayaatinaa wastakbaruu 'anhaa laa tufattahu lahum abwaabus samaa-i walaa yadkhuluunal jannata hattaa yalijal jamalu fi sammil khiyaath. Kazaalika najzil mujrimiin."
(Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit (a5) dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum (a6). Demikianlah Kami mem beri pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan).
14. Ayat 41 :
"Lahum min jahannama mihaaduw wamin fauqihim ghawaasy. Waka zaalika najzidzh dzhaalimiin."
(Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) (a7). Demiki anlah Kami memberi balasan kepa da orang-orang yang zalim).
15. Ayat 42 :
"Wallaziina aamanuu wa'amilush shaalihaati laa tukallifu nafsan illaa wus'ahaa ulaa-ika ashhaabul jannati. Hum fiihaa khaalidiin."
(Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang sal eh, Kami tidak memikulkan kewaji ban kepada diri seseorang melain kan sekadar kesanggupannya. Me reka itulah penghuni-penghuni surga : mereka kekal di dalamnya).
______
(a5) Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima Allah SWT.
(a6) Artinya : mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkinnya unta masuk ke lubang jarum.
(a6). Maksudnya : mereka terkepu ng dalan api neraka.
Oleh Wak Amin
12. Ayat 37 :
"Faman adzhlamu mimmanif taraa 'alallaahi kaziban au kazzaba bi aayaatihii. Ulaa-ika yanaa luhum nashiibuhum minal kitaab. Hattaa izaa jaa-athum rusulunaa yatawaffau nahum qaaluu aina maa kuntum tad'uuna min duunillaahi. Qaaluu dhalluu 'annaa wa syahiduu 'alaa anfusihim annahum kaanuu kaafiriin."
(Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau men dustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami bertanya: "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menja wab : "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami, " dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir).
13. Ayat 40 :
"Innallaziina kazzabuu biaayaatinaa wastakbaruu 'anhaa laa tufattahu lahum abwaabus samaa-i walaa yadkhuluunal jannata hattaa yalijal jamalu fi sammil khiyaath. Kazaalika najzil mujrimiin."
(Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit (a5) dan tidak (pula) mereka masuk surga hingga unta masuk ke lubang jarum (a6). Demikianlah Kami mem beri pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kebajikan).
14. Ayat 41 :
"Lahum min jahannama mihaaduw wamin fauqihim ghawaasy. Waka zaalika najzidzh dzhaalimiin."
(Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) (a7). Demiki anlah Kami memberi balasan kepa da orang-orang yang zalim).
15. Ayat 42 :
"Wallaziina aamanuu wa'amilush shaalihaati laa tukallifu nafsan illaa wus'ahaa ulaa-ika ashhaabul jannati. Hum fiihaa khaalidiin."
(Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang sal eh, Kami tidak memikulkan kewaji ban kepada diri seseorang melain kan sekadar kesanggupannya. Me reka itulah penghuni-penghuni surga : mereka kekal di dalamnya).
______
(a5) Artinya: doa dan amal mereka tidak diterima Allah SWT.
(a6) Artinya : mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkinnya unta masuk ke lubang jarum.
(a6). Maksudnya : mereka terkepu ng dalan api neraka.
Selasa, 15 Oktober 2019
Lafadz KAMI (3)
Lafadz KAMI (3)
Oleh Wak Amin
9. Ayat 28 :
"WA izaa fa'aluu faahisyatan qaaluu wajadnaa 'alaihaa aabaa-anaa wallaahu amaranaa bihaa. Qul innallaaha laa ya'muru bil fahsyaa-i. Ataquuluuna 'alallaahi maa laa ta'maluun."
(Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji (a3), mereka berkata : "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah : "Sesungguhnya Allah tidak menyu ruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-ada kan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?)
10. Ayat 32 :
"Qul man harrama dziinatallaahil latii akhraja li'ibaadihii waththayyi baati minarrizq. Qul hiyallaziina aamanuu fil hayaatid dunyaa khaali shatay yaumal qiyaamah. Kazaalika nufashshilul aayaati luqaumiy ya'lamuun."
(Katakanlah : " Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharam kan( rezeki yang baik?" Katakanlah : "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat (a4). Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui).
11. Ayat 36 :
" Wallaziina kazzabuu bi aayaatinaa wastakbaruu 'anhaa ulaa-ika ashaabun naar. Hum fiihaa khaalidiin."
(Dan orang-orang yang mendusta kan ayat-ayat Kami dan menyombo ngkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka ; mereka kekal di dalamnya).
____________
(a3) Seperti syirik, thawaf bertelanjang di sekeliling Ka'bah dan sebagainya.
(a4) Maksudnya : perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang tidak beriman, sedang di akherat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.
Oleh Wak Amin
9. Ayat 28 :
"WA izaa fa'aluu faahisyatan qaaluu wajadnaa 'alaihaa aabaa-anaa wallaahu amaranaa bihaa. Qul innallaaha laa ya'muru bil fahsyaa-i. Ataquuluuna 'alallaahi maa laa ta'maluun."
(Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji (a3), mereka berkata : "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah : "Sesungguhnya Allah tidak menyu ruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-ada kan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?)
10. Ayat 32 :
"Qul man harrama dziinatallaahil latii akhraja li'ibaadihii waththayyi baati minarrizq. Qul hiyallaziina aamanuu fil hayaatid dunyaa khaali shatay yaumal qiyaamah. Kazaalika nufashshilul aayaati luqaumiy ya'lamuun."
(Katakanlah : " Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharam kan( rezeki yang baik?" Katakanlah : "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat (a4). Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui).
11. Ayat 36 :
" Wallaziina kazzabuu bi aayaatinaa wastakbaruu 'anhaa ulaa-ika ashaabun naar. Hum fiihaa khaalidiin."
(Dan orang-orang yang mendusta kan ayat-ayat Kami dan menyombo ngkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka ; mereka kekal di dalamnya).
____________
(a3) Seperti syirik, thawaf bertelanjang di sekeliling Ka'bah dan sebagainya.
(a4) Maksudnya : perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang tidak beriman, sedang di akherat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.
Senin, 14 Oktober 2019
Lafadz KAMI (2)
Lafadz KAMI (2)
Oleh Wak Amin
6. Ayat 11 :
"Walaqad khalaqnaakum tsumma shawwarnaakum tsumma qulnaa lil malaa-ikatis juduu liaadama fasajaduu illaa ibliis. Lam yakum minnassaajidiin."
(Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat : "Bersujudlah kamu kepada Adam" ; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud).
7. Ayat 26 :
"Yaabaniii aadama qad andzalna 'alaikum libaasayyuaarii sau aatikum wariusyan walibaasut taqwaa zaalika khair (un). Zaalika min aayaatillaahi la'allahum yaz zakkaruun."
(Hai anak Adam (a1), sesungguh nya Kami telah menurunkan kepa damu pakaian untuk menutupi au ratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa (a2) inilah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat).
8. Ayat 22 :
"Yaa banii aadama laa yaftinanna kumusy syaithaanu kamaa akhraja abawaikum minal jannati yandzi'u 'anhumaa libaa sahumaa liyuriyahumaa sau aatihimaa. Innahuu yaraakum huwa wa qabiiluhuu min haitsu laa taraunaahum. Innaa ja'alnasy syayaathiina auliyaa-al laziina laa yu'minuun."
(Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluar kan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari kedua pakaiannya untuk memperhatikan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman).
____________
(a1) Maksudnya umat manusia.
(a2) Maksudnya selalu bertakwa kepada Allah SWT.
Oleh Wak Amin
6. Ayat 11 :
"Walaqad khalaqnaakum tsumma shawwarnaakum tsumma qulnaa lil malaa-ikatis juduu liaadama fasajaduu illaa ibliis. Lam yakum minnassaajidiin."
(Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat : "Bersujudlah kamu kepada Adam" ; maka merekapun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud).
7. Ayat 26 :
"Yaabaniii aadama qad andzalna 'alaikum libaasayyuaarii sau aatikum wariusyan walibaasut taqwaa zaalika khair (un). Zaalika min aayaatillaahi la'allahum yaz zakkaruun."
(Hai anak Adam (a1), sesungguh nya Kami telah menurunkan kepa damu pakaian untuk menutupi au ratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa (a2) inilah yang baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat).
8. Ayat 22 :
"Yaa banii aadama laa yaftinanna kumusy syaithaanu kamaa akhraja abawaikum minal jannati yandzi'u 'anhumaa libaa sahumaa liyuriyahumaa sau aatihimaa. Innahuu yaraakum huwa wa qabiiluhuu min haitsu laa taraunaahum. Innaa ja'alnasy syayaathiina auliyaa-al laziina laa yu'minuun."
(Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluar kan kedua ibu bapamu dari surga, ia menanggalkan dari kedua pakaiannya untuk memperhatikan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman).
____________
(a1) Maksudnya umat manusia.
(a2) Maksudnya selalu bertakwa kepada Allah SWT.
Lafadz KAMI (1)
Lafadz KAMI (1)
Oleh Wak Amin
QS Al-Araaf (Tempat Tertinggi)
1. Ayat 4 :
"Wakammin qaryatin ahlaknaaha fajaa'ahaa ba'sunaa bayaatan au hum qaa-iluun."
(Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk) nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari).
2. Ayat 5 :
"Famaa kaana da'waahum iz jaa-ahum ba-suna illaa an qaaluu innaa kunnaa dhaalimiin."
(Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan : "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.")
3. Ayat 6 :
"Falanas-alannal laziina ursila ilaihim walanas-alannal mursaliin."
(Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami).
4. Ayat 7 :
"Falanuqashshanna 'alaihim bi'ilmiw wamaa kunnaa ghaaibiin."
(Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
5. Ayat 10 :
"Walaqad makkannaakum fil ardhi waja'alnaa lakum fiihaa ma'aayisya qaliilam maa tasykuruun."
(Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur).
Oleh Wak Amin
QS Al-Araaf (Tempat Tertinggi)
1. Ayat 4 :
"Wakammin qaryatin ahlaknaaha fajaa'ahaa ba'sunaa bayaatan au hum qaa-iluun."
(Betapa banyaknya negeri yang telah Kami binasakan, maka datanglah siksaan Kami (menimpa penduduk) nya di waktu mereka berada di malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di tengah hari).
2. Ayat 5 :
"Famaa kaana da'waahum iz jaa-ahum ba-suna illaa an qaaluu innaa kunnaa dhaalimiin."
(Maka tidak adalah keluhan mereka di waktu datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan : "Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zalim.")
3. Ayat 6 :
"Falanas-alannal laziina ursila ilaihim walanas-alannal mursaliin."
(Maka sesungguhnya Kami akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul-rasul kepada mereka dan sesungguhnya Kami akan menanyai (pula) rasul-rasul (Kami).
4. Ayat 7 :
"Falanuqashshanna 'alaihim bi'ilmiw wamaa kunnaa ghaaibiin."
(Maka sesungguhnya akan Kami kabarkan kepada mereka (apa-apa yang telah mereka perbuat), sedang (Kami) mengetahui (keadaan mereka), dan Kami sekali-kali tidak jauh (dari mereka).
5. Ayat 10 :
"Walaqad makkannaakum fil ardhi waja'alnaa lakum fiihaa ma'aayisya qaliilam maa tasykuruun."
(Sesungguhnya Kami telah menempatkan kamu sekalian di muka bumi dan Kami adakan bagimu di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kamu bersyukur).
Minggu, 13 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (26)
Kisah Fir'aun (26)
DAN kaum Fir'aun yang mempu nyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Tuhanmu me nimpakan kepada mereka cemeti azab, sesungguhnya Tuhanmu be nar-benar mengawasi. (15)
Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu *+48) dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (16)
SELESAI ...
___________
(15) QS Al-Fajr 10-14)
*+48 Maksudnya, sebaliknya sekalipun isteri seorang kafir, bila menganut ajaran Allah SWT, ia akan dimasukkan-Nya ke dalam surga.
(16) QS At-Tahrim 11
DAN kaum Fir'aun yang mempu nyai pasak-pasak (tentara yang banyak), yang berbuat sewenang-wenang dalam negeri, lalu mereka berbuat banyak kerusakan dalam negeri itu, karena itu Tuhanmu me nimpakan kepada mereka cemeti azab, sesungguhnya Tuhanmu be nar-benar mengawasi. (15)
Dan Allah membuat isteri Fir'aun perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, ketika ia berkata : "Ya Tuhanku, bangunlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu *+48) dalam surga dan selamatkanlah aku dari Fir'aun dan perbuatannya serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim." (16)
SELESAI ...
___________
(15) QS Al-Fajr 10-14)
*+48 Maksudnya, sebaliknya sekalipun isteri seorang kafir, bila menganut ajaran Allah SWT, ia akan dimasukkan-Nya ke dalam surga.
(16) QS At-Tahrim 11
Sabtu, 12 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (25)
Kisah Fir'aun (25)
"PERGILAH kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir'aun) : " Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)."
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepadanya?"
Lalu Musa memperlihatkan kepada nya mukjizat yang besar.
Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
Maka dia mengumpulkan (pem besar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya (seraya) ber kata : "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akherat dan azab di dunia. (13)
Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penantang, (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud?
Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka *+47 (14)
______
(13) QS An-Nazi'aat 17-25
*+47 Maksudnya adalah mereka tidak dapat lolos dari kekuasaan Allah
(14) QS Al-Buruuj 17-20.
"PERGILAH kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas, dan katakanlah (kepada Fir'aun) : " Adakah keinginan bagimu untuk membersihkan diri (dari kesesatan)."
Dan kamu akan kupimpin ke jalan Tuhanmu agar supaya kamu takut kepadanya?"
Lalu Musa memperlihatkan kepada nya mukjizat yang besar.
Tetapi Fir'aun mendustakan dan mendurhakai.
Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa).
Maka dia mengumpulkan (pem besar-pembesarnya) lalu berseru memanggil kaumnya (seraya) ber kata : "Akulah tuhanmu yang paling tinggi."
Maka Allah mengazabnya dengan azab di akherat dan azab di dunia. (13)
Sudahkah datang kepadamu berita kaum-kaum penantang, (yaitu kaum) Fir'aun dan (kaum) Tsamud?
Sesungguhnya orang-orang kafir selalu mendustakan, padahal Allah mengepung mereka dari belakang mereka *+47 (14)
______
(13) QS An-Nazi'aat 17-25
*+47 Maksudnya adalah mereka tidak dapat lolos dari kekuasaan Allah
(14) QS Al-Buruuj 17-20.
Jumat, 11 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (24)
Kisah Fir'aun (24)
DAN sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami kesemua nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa *+45 (12)
Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (pen duduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. *+46
Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
______
*+45 Yakni sembilan buah mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa as.
(12) QS Al-Qamar 41-42
*+46 Umat-umat dahulu yang mengingkari nabi-nabi seperti kaum Shaleh, kaum Syu'aib dan lain-lain serta negeri-negeri yang dijungkir balikkan ialah negeri-negeri kaum Luth. Sedang kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustakan para rasul.
DAN sesungguhnya telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami kesemua nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa *+45 (12)
Dan telah datang Fir'aun dan orang-orang yang sebelumnya dan (pen duduk) negeri-negeri yang dijungkir balikkan karena kesalahan yang besar. *+46
Maka (masing-masing) mereka mendurhakai rasul Tuhan mereka, lalu Allah menyiksa mereka dengan siksaan yang sangat keras.
______
*+45 Yakni sembilan buah mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa as.
(12) QS Al-Qamar 41-42
*+46 Umat-umat dahulu yang mengingkari nabi-nabi seperti kaum Shaleh, kaum Syu'aib dan lain-lain serta negeri-negeri yang dijungkir balikkan ialah negeri-negeri kaum Luth. Sedang kesalahan yang dilakukan mereka ialah mendustakan para rasul.
Kamis, 10 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (22)
Kisah Fir'aun (22)
DAN sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam."
Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya.
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab *+42 supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
Dan mereka berkata: "Hai ahli sihir*+43, berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.
Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
Dan Fir'aun berseru kepada kaum nya (seraya) berkata : " Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku, maka apakah kamu tidak melihat (nya)?
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas *+44 atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya."
Maka Fir'aun mempengaruhi kaum nya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Maka tatkala mereka membuat Ka mi murka, Kami menghukum mere ka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut).
Dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. (10)
_____________
*+42 Yang dimaksud azab disini adalah azab duniawi sebagai cobaan dari Tuhan seperti kurangnya makanan, berjangkitnya hama tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya.
*+43 Yang mereka maksud dengan ahli sihir disini ialah Nabi Musa as
*+44 Maksudnya adalah kenapa Tuhan tidak memakaikan emas kepada Musa, sebab menurut kebi asaan mereka apabila seseorang akan diangkat jadi pemimpin, mereka mengenakan gelang dan kalung mas kepadanya sebagai tanda kebesaran.
(10) QS Az Zukhruf 46-56
DAN sesungguhnya Kami telah mengutus Musa dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya. Maka Musa berkata: "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Tuhan seru sekalian alam."
Maka tatkala dia datang kepada mereka dengan membawa mukjizat-mukjizat Kami dengan serta merta mereka menertawakannya.
Dan tidaklah Kami perlihatkan kepada mereka sesuatu mukjizat kecuali mukjizat itu lebih besar dari mukjizat-mukjizat yang sebelumnya. Dan Kami timpakan kepada mereka azab *+42 supaya mereka kembali (ke jalan yang benar).
Dan mereka berkata: "Hai ahli sihir*+43, berdoalah kepada Tuhanmu untuk (melepaskan) kami sesuai dengan apa yang telah dijanjikan-Nya kepadamu; sesungguhnya kami (jika doamu dikabulkan) benar-benar akan menjadi orang yang mendapat petunjuk.
Maka tatkala Kami hilangkan azab itu dari mereka, dengan serta merta mereka memungkiri (janjinya).
Dan Fir'aun berseru kepada kaum nya (seraya) berkata : " Hai kaumku, bukankah kerajaan Mesir ini kepunyaanku dan (bukankah) sungai-sungai ini mengalir di bawahku, maka apakah kamu tidak melihat (nya)?
Bukankah aku lebih baik dari orang yang hina ini dan yang hampir tidak dapat menjelaskan (perkataannya)?
Mengapa tidak dipakaikan kepadanya gelang dari emas *+44 atau malaikat datang bersama-sama dia untuk mengiringkannya."
Maka Fir'aun mempengaruhi kaum nya (dengan perkataan itu) lalu mereka patuh kepadanya. Karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang fasik.
Maka tatkala mereka membuat Ka mi murka, Kami menghukum mere ka lalu kami tenggelamkan mereka semuanya (di laut).
Dan Kami jadikan mereka sebagai pelajaran dan contoh bagi orang-orang yang kemudian. (10)
_____________
*+42 Yang dimaksud azab disini adalah azab duniawi sebagai cobaan dari Tuhan seperti kurangnya makanan, berjangkitnya hama tumbuh-tumbuhan dan lain sebagainya.
*+43 Yang mereka maksud dengan ahli sihir disini ialah Nabi Musa as
*+44 Maksudnya adalah kenapa Tuhan tidak memakaikan emas kepada Musa, sebab menurut kebi asaan mereka apabila seseorang akan diangkat jadi pemimpin, mereka mengenakan gelang dan kalung mas kepadanya sebagai tanda kebesaran.
(10) QS Az Zukhruf 46-56
Kisah Fir'aun (23)
Kisah Fir'aun (23)
SESUNGGUHNYA sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan te lah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (dengan berkata) : "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku, dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)."
Kemudian Musa berdoa kepada Tuhannya : "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)."
(Allah berfirman : "Maka berjalan lah kamu dengan membawa ham ba-hamba-Ku pada malam hari, se sungguhnya kamu akan dikejar, dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah ten tara yang akan ditenggelamkan ........" (11)
_________
(11) QS Ad-Dukhaan 17-24
SESUNGGUHNYA sebelum mereka telah Kami uji kaum Fir'aun dan te lah datang kepada mereka seorang rasul yang mulia, (dengan berkata) : "Serahkanlah kepadaku hamba-hamba Allah (Bani Israil yang kamu perbudak). Sesungguhnya aku adalah utusan (Allah) yang dipercaya kepadamu, dan janganlah kamu menyombongkan diri terhadap Allah. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata.
Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu, dari keinginanmu merajamku, dan jika kamu tidak beriman kepadaku maka biarkanlah aku (memimpin Bani Israil)."
Kemudian Musa berdoa kepada Tuhannya : "Sesungguhnya mereka ini adalah kaum yang berdosa (segerakanlah azab kepada mereka)."
(Allah berfirman : "Maka berjalan lah kamu dengan membawa ham ba-hamba-Ku pada malam hari, se sungguhnya kamu akan dikejar, dan biarkanlah laut itu tetap terbelah. Sesungguhnya mereka adalah ten tara yang akan ditenggelamkan ........" (11)
_________
(11) QS Ad-Dukhaan 17-24
Selasa, 08 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (21)
Kisah Fir'aun (21)
DAN berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta." Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun ini tidak lain hanyalah membawa kerugian.
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang *+41, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat) : "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. (9)
________
*+41 Dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.
(9). QS Al-Mu'min 24-29, 36-37 dan 45-46)
DAN berkatalah Fir'aun: "Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta." Demikianlah dijadikan Fir'aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun ini tidak lain hanyalah membawa kerugian.
Maka Allah memeliharanya dari kejahatan tipu daya mereka, dan Fir'aun beserta kaumnya dikepung oleh azab yang amat buruk.
Kepada mereka dinampakkan neraka pada pagi dan petang *+41, dan pada hari terjadinya Kiamat. (Dikatakan kepada malaikat) : "Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras. (9)
________
*+41 Dinampakkan kepada mereka neraka pagi dan petang sebelum hari berbangkit.
(9). QS Al-Mu'min 24-29, 36-37 dan 45-46)
Senin, 07 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (20)
Kisah Fir'aun (20)
DAN (juga) Karun, Fir'aun dan Ha man. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong (di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). (8)
Kepada Fir'aun, Hamas dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta."
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata : "Bunuh lah anak-anak orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka." Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
Dan berkata Fir'aun (kepada pembe sar-pembesarnya) : "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, kare na sesungguhnya aku kuatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi."
Dan Musa berkata : "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang-orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab."
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata : "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan : "Tuhanku ialah Allah" padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu." Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
(Musa berkata) : "Hai kaumku un tukmulah kerajaan pada hari ini de ngan berkuasa di muka bumi. Siapa kah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menim pa kita!" Fir'aun berkata : "Aku tidak mengemukakan kepadamu, me lainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepa damu selain jalan yang benar."
________
(8) QS Al-Ankabuut 39.
DAN (juga) Karun, Fir'aun dan Ha man. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka Musa dengan (membawa bukti-bukti) keterangan-keterangan yang nyata. Akan tetapi mereka berlaku sombong (di (muka) bumi, dan tiadalah mereka orang-orang yang luput (dari kehancuran itu). (8)
Kepada Fir'aun, Hamas dan Qarun; maka mereka berkata: "(Ia) adalah seorang ahli sihir yang pendusta."
Maka tatkala Musa datang kepada mereka membawa kebenaran dari sisi Kami mereka berkata : "Bunuh lah anak-anak orang yang beriman bersama dengan dia dan biarkanlah hidup wanita-wanita mereka." Dan tipu daya orang-orang kafir itu tak lain hanyalah sia-sia (belaka).
Dan berkata Fir'aun (kepada pembe sar-pembesarnya) : "Biarkanlah aku membunuh Musa dan hendaklah ia memohon kepada Tuhannya, kare na sesungguhnya aku kuatir dia akan menukar agamamu atau menimbulkan kerusakan di muka bumi."
Dan Musa berkata : "Sesungguhnya aku berlindung kepada Tuhanku dan Tuhanmu dari setiap orang-orang yang menyombongkan diri yang tidak beriman kepada hari berhisab."
Dan seorang laki-laki yang beriman di antara pengikut-pengikut Fir'aun yang menyembunyikan imannya berkata : "Apakah kamu akan membunuh seorang laki-laki karena dia menyatakan : "Tuhanku ialah Allah" padahal dia telah datang kepadamu dengan membawa keterangan-keterangan dari Tuhanmu. Dan jika ia seorang pendusta maka dialah yang menanggung (dosa) dustanya itu; dan jika ia seorang yang benar niscaya sebagian (bencana) yang diancamkannya kepadamu akan menimpamu." Sesungguhnya Allah tidak menunjuki orang-orang yang melampaui batas lagi pendusta.
(Musa berkata) : "Hai kaumku un tukmulah kerajaan pada hari ini de ngan berkuasa di muka bumi. Siapa kah yang akan menolong kita dari azab Allah jika azab itu menim pa kita!" Fir'aun berkata : "Aku tidak mengemukakan kepadamu, me lainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepa damu selain jalan yang benar."
________
(8) QS Al-Ankabuut 39.
Minggu, 06 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (19)
Kisah Fir'aun (19)
DAN berkata Fir'aun : "Hai pem besar kaumku, aku tidak mengakui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat *+40, kemudian buatkanlah un tukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Mu sa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta."
Dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lempar kan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
Dan Kami jadikan mereka pemim pin-pemimpin yang menyeru (manu sia) ke neraka dan pasti hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-ora ng yang dijauhkan (dari rahmat Allah). (7)
_____________
*+40 Maksudnya membuat batu bata.
(7) QS Al-Qashash 3-13 dan 33-42)
DAN berkata Fir'aun : "Hai pem besar kaumku, aku tidak mengakui tuhan bagimu selain aku. Maka bakarlah hai Haman untukku tanah liat *+40, kemudian buatkanlah un tukku bangunan yang tinggi supaya aku dapat naik melihat Tuhan Mu sa, dan sesungguhnya aku benar-benar yakin bahwa dia termasuk orang-orang pendusta."
Dan berlaku angkuhlah Fir'aun dan bala tentaranya di bumi (Mesir) tanpa alasan yang benar dan mereka menyangka bahwa mereka tidak akan dikembalikan kepada Kami.
Maka Kami hukumlah Fir'aun dan bala tentaranya, lalu Kami lempar kan mereka ke dalam laut. Maka lihatlah bagaimana akibat orang-orang yang zalim.
Dan Kami jadikan mereka pemim pin-pemimpin yang menyeru (manu sia) ke neraka dan pasti hari kiamat mereka tidak akan ditolong.
Dan Kami ikutkanlah laknat kepada mereka di dunia ini; dan pada hari kiamat mereka termasuk orang-ora ng yang dijauhkan (dari rahmat Allah). (7)
_____________
*+40 Maksudnya membuat batu bata.
(7) QS Al-Qashash 3-13 dan 33-42)
Kisah Fir'aun (18)
Kisah Fir'aun (18)
MUSA berkata : "Ya Tuhanku, sesu ngguhnya aku telah membunuh se orang manusia dari golongan mere ka, maka aku takut merek akan membunuhku.
Dan saudaraku Harun dia lebih petah lidahnya daripadaku*+39, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku kuatir mereka akan mendustakan."
Allah berfirman : "Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu ber dua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang "
Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) muk jizat-mukjizat Kami yang nyata, me reka berkata : "Ini tidak lain hanya lah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu."
Musa menjawab : "Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim."
____________
*+39 Nabi Musa as selain takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dimohonkannyalah agar Allah SWT mengutus Harun as bersamanya, yang lebih petah lidahnya.
MUSA berkata : "Ya Tuhanku, sesu ngguhnya aku telah membunuh se orang manusia dari golongan mere ka, maka aku takut merek akan membunuhku.
Dan saudaraku Harun dia lebih petah lidahnya daripadaku*+39, maka utuslah dia bersamaku sebagai pembantuku untuk membenarkan (perkataan) ku; sesungguhnya aku kuatir mereka akan mendustakan."
Allah berfirman : "Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu ber dua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang "
Maka tatkala Musa datang kepada mereka dengan (membawa) muk jizat-mukjizat Kami yang nyata, me reka berkata : "Ini tidak lain hanya lah sihir yang dibuat-buat dan kami belum pernah mendengar (seruan yang seperti) ini pada nenek moyang kami dahulu."
Musa menjawab : "Tuhanku lebih mengetahui orang yang (patut) membawa petunjuk dari sisi-Nya dan siapa yang akan mendapat kesudahan (yang baik) di negeri akhirat. Sesungguhnya tidaklah akan mendapat kemenangan orang-orang yang zalim."
____________
*+39 Nabi Musa as selain takut kepada Fir'aun juga merasa dirinya kurang lancar berbicara menghadapi Fir'aun. Maka dimohonkannyalah agar Allah SWT mengutus Harun as bersamanya, yang lebih petah lidahnya.
Jumat, 04 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (17)
Kisah Fir'aun (17)
DAN kami ilhamkan kepada ibu Musa : "Susukanlah dia, dan apabila kamu kuatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke dalam sungai (Nil). Dan janganlah kamu kuatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannta kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
Dan berkatalah isteri Fir'aun : " (Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, dan mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedamg mereka tiada menyadari.
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa *+38. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguh kan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan : "Ikutilah dia." Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuab-perempuan yang mau menyusukan (nya) sebelum itu ; maka berkatalah saudara Musa : "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharannya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?"
Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
__________
*+38 Setelah ibu Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekuatiran atas keselsmatan Musa, bahkan hampir-hampir ia berteriak minta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatlkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri.
DAN kami ilhamkan kepada ibu Musa : "Susukanlah dia, dan apabila kamu kuatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke dalam sungai (Nil). Dan janganlah kamu kuatir dan janganlah (pula) bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannta kepadamu, dan menjadikannya (salah seorang) dari para rasul.
Maka dipungutlah ia oleh keluarga Fir'aun yang akibatnya dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sesungguhnya Fir'aun dan Haman beserta tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
Dan berkatalah isteri Fir'aun : " (Ia) biji mata bagiku dan bagimu. Janganlah kamu membunuhnya, dan mudah-mudahan ia bermanfaat kepada kita atau kita ambil ia menjadi anak", sedamg mereka tiada menyadari.
Dan menjadi kosonglah hati ibu Musa *+38. Sesungguhnya hampir saja ia menyatakan rahasia tentang Musa, seandainya tidak Kami teguh kan hatinya, supaya ia termasuk orang-orang yang percaya (kepada janji Allah).
Dan berkatalah ibu Musa kepada saudara Musa yang perempuan : "Ikutilah dia." Maka kelihatanlah olehnya Musa dari jauh, sedang mereka tidak mengetahuinya, dan Kami cegah Musa dari menyusu kepada perempuab-perempuan yang mau menyusukan (nya) sebelum itu ; maka berkatalah saudara Musa : "Maukah kamu aku tunjukkan kepadamu ahlul bait yang akan memeliharannya untukmu, dan mereka dapat berlaku baik kepadanya?"
Maka kami kembalikan Musa kepada ibunya, supaya senang hatinya dan tidak berduka cita dan supaya ia mengetahui bahwa janji Allah itu adalah benar, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
__________
*+38 Setelah ibu Musa menghanyutkan Musa di sungai Nil, maka timbullah penyesalan dan kesangsian hatinya lantaran kekuatiran atas keselsmatan Musa, bahkan hampir-hampir ia berteriak minta tolong kepada orang untuk mengambil anaknya itu kembali, yang akan mengakibatlkan terbukanya rahasia bahwa Musa adalah anaknya sendiri.
Kamis, 03 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (16)
Kisah Fir'aun (16)
SESUNGGUHNYA Fir'aun telah ber buat sewenang-wenang di muka bu mi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyem belih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.*+35 Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak men jadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi.*+36
dan akan Kami teguhkan kedudu kan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka kuatirkan dari mereka itu.*+37
_______________
*+35 Golongan yang ditindas itu ialah Bani Israil, yang anak laki-laki mereka dibunuh dan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup.
*+36 Maksudnya adalah negeri Syam dan Mesir serta negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Fir'aun dahulu. Sesudah kerajaan Fir'aun runtuh negeri-negeri ini diwarisi oleh Bani Israil.
*+37 Fir'aun selalu kuatir kerajaan nya akan dihancurkan oleh Bani Israil karena itu dia membunuh anaj laki-laki yang lahir dari kalangan Ba ni Israil. Ayat ini menyatakan bah wa akan terjadi apa yang dikuatir kan itu.
SESUNGGUHNYA Fir'aun telah ber buat sewenang-wenang di muka bu mi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyem belih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka.*+35 Sesungguhnya Fir'aun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak men jadikan mereka orang-orang yang mewarisi bumi.*+36
dan akan Kami teguhkan kedudu kan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka kuatirkan dari mereka itu.*+37
_______________
*+35 Golongan yang ditindas itu ialah Bani Israil, yang anak laki-laki mereka dibunuh dan anak-anak perempuan mereka dibiarkan hidup.
*+36 Maksudnya adalah negeri Syam dan Mesir serta negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Fir'aun dahulu. Sesudah kerajaan Fir'aun runtuh negeri-negeri ini diwarisi oleh Bani Israil.
*+37 Fir'aun selalu kuatir kerajaan nya akan dihancurkan oleh Bani Israil karena itu dia membunuh anaj laki-laki yang lahir dari kalangan Ba ni Israil. Ayat ini menyatakan bah wa akan terjadi apa yang dikuatir kan itu.
Rabu, 02 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (15)
Kisah Fir'aun (15)
MEREKA berkata : "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman."
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa : "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli."
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
(Fir'aun berkata) : " Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga."
Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia *********************************, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. **********************************
Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.
Maka setelah dua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul."
Musa menjawab : "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkat mu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalahv seperti gunung yang besar.
Dan disanalah Kami dekatkan golongan yang lain. ***********************************
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. (6)
______________________________
********************************* Dengan pengejaran Fir'aun dan kaumnya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, maka mereka telah ke luar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan dan sebagainya.
********************************** Maksudnya Allah SWT akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat, kerasulan dan sebagainya di negeri yang telah dijanjikan (Palestina).
*********************************** Yang dimaksud dengan"Golongan yang laib ialah Fir'aun dan kaum nya. Maksud ayat adalah di bagian yang terbelah itu Allah SWT memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Musa dan Bani Israil.
(6). QS Asy-Syu'araa' 10-66.
MEREKA berkata : "Tidak ada kemudharatan (bagi kami); sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami, sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami adalah orang-orang yang pertama-tama beriman."
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa : "Pergilah di malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil) karena sesungguhnya kamu sekalian akan disusuli."
Kemudian Fir'aun mengirimkan orang yang mengumpulkan (tentaranya) ke kota-kota.
(Fir'aun berkata) : " Sesungguhnya mereka (Bani Israil) benar-benar golongan kecil, dan sesungguhnya mereka membuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita, dan sesungguhnya kita benar-benar golongan yang selalu berjaga-jaga."
Maka Kami keluarkan Fir'aun dan kaumnya dari taman-taman dan mata air, dan (dari) perbendaharaan dan kedudukan yang mulia *********************************, demikianlah halnya dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil. **********************************
Maka Fir'aun dan bala tentaranya dapat menyusuli mereka di waktu matahari terbit.
Maka setelah dua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul."
Musa menjawab : "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku."
Lalu Kami wahyukan kepada Musa: "Pukullah lautan itu dengan tongkat mu." Maka terbelahlah lautan itu dan tiap-tiap belahan adalahv seperti gunung yang besar.
Dan disanalah Kami dekatkan golongan yang lain. ***********************************
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang besertanya semuanya.
Dan Kami tenggelamkan golongan yang lain itu. (6)
______________________________
********************************* Dengan pengejaran Fir'aun dan kaumnya untuk menyusul Musa dan Bani Israil, maka mereka telah ke luar dari negeri mereka dengan meninggalkan kerajaan, kebesaran, kemewahan dan sebagainya.
********************************** Maksudnya Allah SWT akan memberikan kepada Bani Israil kerajaan yang kuat, kerasulan dan sebagainya di negeri yang telah dijanjikan (Palestina).
*********************************** Yang dimaksud dengan"Golongan yang laib ialah Fir'aun dan kaum nya. Maksud ayat adalah di bagian yang terbelah itu Allah SWT memperdekatkan antara Fir'aun dan kaumnya dengan Musa dan Bani Israil.
(6). QS Asy-Syu'araa' 10-66.
Selasa, 01 Oktober 2019
Kisah Fir'aun (14)
Kisah Fir'aun (14)
MAKA tatkala ahli-ahli sihir itu datang, mereka pun bertanya kepada Fir'aun : "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
Fir'aun menjawab : "Ya, kalau demi kian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)."
Berkatalah Musa kepada mereka: "Jatuhkanlah apa yang hendak kamu jatuhkan."
Lalu mereka menjatuhkan tali tema li dan tongkat-tongkat mereka dan berkata : "Demi kekuasaan Fir'aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang."
Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.********************************
Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah). Mereka berkata : "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun."
Fir'aun berkata : "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya."
__________________________
******************************** Tali temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan ahli sihir itu yang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Mu sa yang benar-benar menjadi ular.
MAKA tatkala ahli-ahli sihir itu datang, mereka pun bertanya kepada Fir'aun : "Apakah kami sungguh-sungguh mendapat upah yang besar jika kami adalah orang-orang yang menang?"
Fir'aun menjawab : "Ya, kalau demi kian, sesungguhnya kamu sekalian benar-benar akan menjadi orang yang didekatkan (kepadaku)."
Berkatalah Musa kepada mereka: "Jatuhkanlah apa yang hendak kamu jatuhkan."
Lalu mereka menjatuhkan tali tema li dan tongkat-tongkat mereka dan berkata : "Demi kekuasaan Fir'aun, sesungguhnya kami benar-benar akan menang."
Kemudian Musa menjatuhkan tongkatnya maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.********************************
Maka tersungkurlah ahli-ahli sihir sambil bersujud (kepada Allah). Mereka berkata : "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam, (yaitu) Tuhan Musa dan Harun."
Fir'aun berkata : "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu maka kamu nanti pasti benar-benar akan mengetahui (akibat perbuatanmu); sesungguhnya aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan dan aku akan menyalibmu semuanya."
__________________________
******************************** Tali temali dan tongkat-tongkat yang dilemparkan ahli sihir itu yang terbayang seolah-olah menjadi ular, semuanya ditelan oleh tongkat Mu sa yang benar-benar menjadi ular.
Langganan:
Postingan (Atom)