Mang Kerio (87)
Oleh Wak Amin
14. Episode : 'Nyolong Kolor Betino'
KRIIING ...
Telepon berdering. Mang Kerio, ya ng baru bae masuk ruangan kerjo nyo, dak nyangko kalu ditelepon cewek.
Nona Elen namonyo ...
"Tunggu bentar ya Non," kato Mang Kerio.
Nak ngapo Mang Kerio?
Idak ngapo-ngapo idak. Dio cuman embuka' laci meja, ngembek sisir. Dibawaknyo ke deket kaco berias.
Dio rapike rambutnyo yang item mengkilat ...
Dio senprotke minyak wangi. Dahtu balik lagi nyambut telepon dari No na Elen.
"Maaf yo. Mamang agak lamo di kit," uji Mang Kerio sambil embetul ke dasi merah kupu-kupu.
"Dak apo-apo Mang. Eem .. Oh iyo Mang. Makmano kalu aku ke kan tor mamang bae sekarang?"
"Lebih bagus. Mamang tunggu yo."
"Oke Mang. Elen meluncur seka rang."
Baru bae turun dari ojek, Cek Leha, yang walaupun agak pening sedi kit, tetep masuk kantor, langsung dipanggil Mang Kerio.
Cek Leha betanyo-ranyo di jeru ati. Ado apo? Ngapo penampilan Mang Kerio agak lain arini? Lebih rapi, wa ngi pulo.
"Mang Kerio?!"
"Kau dak usah banyak tanyo. Cepet masuk. Rapike pakaian kau. Jang an lupo pake' minyak wangi.
"Sekarang Mang?"
"La iyola. Dak mungkin gek malem."
Limo belas menit kemudian ...
Nona Elen metu dari mobilnyo. Dio nyelik kantor Mang Kerio. Nak mas tike idak salah masuk, dio betanyo samo tukang cilok.
Sementaro dari balik kaco, Mang Kerio ngintip samo Cek Leha. Wak tu Nona Elen endeketi lawang, Ma ng Kerio bebisik ...
"Mungkin betino inila yang mama ng maksud tu Ha."
"Ngapo mungkin Mang? Mamang dak tau ciri-cirinyo?"
Mang Kerio ngiyoke ...
Bel dipencet ...
Niiiing noooong ..
Niiiing nooong ...
Selasa, 30 April 2019
Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (17)
Lafadz Allah dalam Surah Al- Baqarah (17)
By aminuddin
71. Ayat 143 :
" .... Wa inkaanat lakabiiratan illa 'alallaziina hadallaah. Wamaa kaanallahu liyudhii'a iimaanakum. Innallaaha binnaasi lara-uufurrahiim."
(... Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petun juk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia).
72. Ayat 144 :
".. Wainnallaziina uutul kitaaba laya'lamuuna annahul haqqu mirrabbihim. Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ya'lamuun."
( .. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan).
73. Ayat 148 :
" ...Ainamaatakuunuu ya-'ti bikumullaahu jamii'aa. Innallaaha 'ala kulli syai-in qadiir."
( ... Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
74. Ayat 149 :
" ...Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( .. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan).
75. Ayat 153 :
"Yaa-ayyuhallaziina aamanusta'iinu bishshabri washshalaah. Innalaaha ma'ash shaabiriin."
(Hai orang- orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat seba gai penolongmu (37), sesungguh nya Allah beserta orang-orang yang sabar).
76. Ayat 154 :
"Walaa taquuluu limayyuatalu fii sabiilillaahi amwaattun bal ahyaa-uwwalaakillaa tasy'uruun."
(Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati ; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup (38), tetapi kamu tidak menyadarinya).
77. Ayat 156 :
"... Qaaluu innalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."
( ... . mereka mengucapkan : "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun" (39).
____
(37) Ada pula yang mengartikan : "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat."
(38). Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, dima na mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.
(39). Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Kalimat ini dina makan kalimat "istirjaa" (pernyataan kembali kepa da Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
By aminuddin
71. Ayat 143 :
" .... Wa inkaanat lakabiiratan illa 'alallaziina hadallaah. Wamaa kaanallahu liyudhii'a iimaanakum. Innallaaha binnaasi lara-uufurrahiim."
(... Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petun juk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia).
72. Ayat 144 :
".. Wainnallaziina uutul kitaaba laya'lamuuna annahul haqqu mirrabbihim. Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ya'lamuun."
( .. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan).
73. Ayat 148 :
" ...Ainamaatakuunuu ya-'ti bikumullaahu jamii'aa. Innallaaha 'ala kulli syai-in qadiir."
( ... Dimana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
74. Ayat 149 :
" ...Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( .. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan).
75. Ayat 153 :
"Yaa-ayyuhallaziina aamanusta'iinu bishshabri washshalaah. Innalaaha ma'ash shaabiriin."
(Hai orang- orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat seba gai penolongmu (37), sesungguh nya Allah beserta orang-orang yang sabar).
76. Ayat 154 :
"Walaa taquuluu limayyuatalu fii sabiilillaahi amwaattun bal ahyaa-uwwalaakillaa tasy'uruun."
(Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati ; bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup (38), tetapi kamu tidak menyadarinya).
77. Ayat 156 :
"... Qaaluu innalillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun."
( ... . mereka mengucapkan : "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raji'uun" (39).
____
(37) Ada pula yang mengartikan : "Mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat."
(38). Yaitu hidup dalam alam yang lain yang bukan alam kita ini, dima na mereka mendapat kenikmatan-kenikmatan di sisi Allah, dan hanya Allah sajalah yang mengetahui bagaimana keadaan hidup itu.
(39). Artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nya lah kami kembali. Kalimat ini dina makan kalimat "istirjaa" (pernyataan kembali kepa da Allah). Disunatkan menyebutnya waktu ditimpa marabahaya baik besar maupun kecil.
Senin, 29 April 2019
Pramasastra Bahasa Arab (7)
Pramasastra Bahasa Arab (7)
Oleh aminuddin
E. Berbagai Bentuk Kata Kerja
I. Bahan Pelajaran :
a. Napoleon telah keluar dari Mesir (Kharaja Naa bulyuuna min mishra).
b. Ia menghadapkan tentaranya ke Palestina (Wawajjaha jaisyahu ilaa Filasthiina).
c. Dan tentara Turki menghadapi nya (menemuinya) (Waqaabalahul jaisyut turkiyyu),
d. (Tentara) yang dikirimkan oleh Al-Jazzar ke Jaffa (Allazii arsalahul jazzaaru ilaa yaafaa).
e. Tentara Napoleon maju (menghadapi) tentara Turki (Taqaddama jaisyu Naa bulyuuna ilaal jaisyit turkiyyi).
f. Dan (saling bertukar) tembakan (tembak-menembak) dengannya (Watabaadalan naara ma'ah),
g. Maka hancurlah tentera Turki (Fankasarol jaisyut turkiyyu).
h. Napoleon menduduki kota itu, dan membunuh setiap laki-laki yang jadi tawanan di tangannya (Wahtallu Na bulyuunu al madiinata wa qatala kulla rajulin waqa'a asiiran fii yadihi),
i. maka merahlah bumi dari (karena) darah. Kemudian Napoleon bergerak ke 'Akka (Fahmarratil ardhu minad dami. Tsua zahafa Naa bulyuunu ila 'Akka),
j. dan menghentikan perang disana (Wasta-'nafal harba hunaaka).
Tetapi dia tak sanggup menduduki (= menang atas) kota itu, dan akhirnya (walaakinnahu mastatho'a fathal madiinati wa-akhiiraa)
Ia mengundurkan diri dari Palestina dan kembali ke Mesir (dengan) kegagalan (Ansahaba min Filasthiina waraja'a ilaa mishran faasyilan).
___________
II. Pembahasan Tata Bahasa Arab :
2. Dalam kalimat verbal ini (bagian b) kata kerja Wajjaha dibentuk de ngan mentasydidkan suku kedua kata akarnya Wajha. Kata kerja bentuk ini dinamakan pola II de ngan bentuk Fa'aala. Kata kerja pola II ini mengandung arti causatif = menyebabkan) atau intensif (= menjadi lebih/sangat) serta berulang-ulang, menjadikannya transitif (berpenderita).
3. Kata kerja Qaabala dibentuk dengan menambahkan alif antara suku pertama dan suku kedua, dari akar Qabala. Ini adalah pola III de ngan pengertian percobaan, pelak sanaan tindakan pada object, atau pengertian aksi satu sama lain. Um pamanya disini : Qabala = bertemu, dan pola III-nya Qaabala = bertemu satu sama lain, menantang atau menghadapi.
4. Dalam ungkapan ini kata kerja Arsala dibentuk dengan menam bahkan awalan "hamzah" fathah pada kata akarnya Rasala dan me mberi sukun pada huruf awalnya. Kata kerja seperti ini adalah pola IV dengan bentuk Af'ala.
Pola IV berarti causatif dan fictif, atau menjadikan yang tidak tran sitif menjadi transitif dalam pola ini ...
Kata ganti Hu ... pada Arsala menunjuk pada Allazii. Anak kalimat (ungkapan) memakai kata ganti relatif harus memakai kata ganti yang menunjuk kepada yang relatif itu.
5. Kata kerja Taqaddama dibentuk tambahan awalan Ta ... pola II, dan bentuk ini menjadi pola V yaitu ben tuk Tafa'ala (ain bertasydid). Ben tuk ini dengan pengertian reflectif (pantulan) dari pola II.
Misalnya Qadama = maju dan Qaddama = menyebabkan maju, ke depan, sedangkan Taqaddama = menghadapi (memajukan diri).
6. Kata kerja Tabaadala dengan penambahan Ta ... pada pola III. Bentuk ini adalah pola VI dalam bentuk Tafaa 'ala. Pola VI berarti reflectif pola III atau realisasinya, atau berpura-pura, dan berturut-turut. Dalam hal ini berarti = saling bertukar.
7. Kata kerja Inkasaro dengan pe nambahan awalan In .. pada akar nya Kasaro dan menjadi bentuk po la VII dalam bentuk Infa'ala. Pola VII mengandung arti pasif kata akar nya. Jadi Kasaro = memecah tran sitif = berpenderita) sedangkan In kasaro = hancur (terpecah-pecah).
8. Kata kerja Ihtalla dari bentuk Halla dengan tambahan alif dan hamzah serta sisipan tasydid sete lah suku pertama yang diberi harkat sukun. Kata kerja ini adalah pola VIII dalam bentuk Ifta'ala. Kata kerja akar dari Ihtalla ini adalah kata kerja bertasydid pada akhirannya.
Pola VIII kata kerja berarti : reflectif
dari kata akar, dan mengerjakannya sendiri. Kata kerja Ihtalla dengan akarnya Halla = berdiam, mengu raikan, membuka dan Ihtalla = me netapi sendiri, menduduki (menak lukkan).
Kata benda Kullu = setiap (tiap-tiap), sekalian, tergantung pada kata benda yang sesudahnya da lam hal definitif atau tidak. Kullur rajuli = setiap laki-laki.
Kata Asiiran di sini menjadi adverb keadaan = jadi tawanan (tertawan).
9. Kata kerja Ihmarra dari Hamura dengan tambahan alif + hamzah, dan memberi harkat sukun pada huruf pertamanya serta mentasy didkan suku terakhir. Kata kerja ini menjadi pola IX dengan bentuk If'alla.
Pola IX kata kerja biasanya digu na kan dalam pengertian mengenai warna dan cacat (kerusakan).
Ahmarrati adalah dalam feminin karena subjectnya Al ardhu juga feminin ...
Al ardhu sebuah kata benda femi nin tanpa tanda feminin. Jadi kata kerjanya harus berakhiran Ta (su kun). Di sini kata kerja diiringi kata sanda ng definitif Al .. yang ham zahnya tidak berharkat. Untuk dapat dibunyikan, ditambahkan harkat kasrah pada Ta menjadi Ti.
10. Kata kerja Ista-' nafa dengan tambahan Ista dan mensukunkan suku pertama pada kata kerja akar nya. Kata kerja seperti ini adalah pola X dengan bentuk Istaf'ala.
Pola X berarti pengharapan, doa dan seolah-olah. Jadi Ista'nafa = mengharap, menetapkan, meng hentikan.
Adverb Hunaaka berharkat tetap.
Maa sebuah partikel negatif = tidak yang dipakai sebelum kata kerja perfect.
Istathaa'a adalah pola X dari kata kerja lemah Thaa'a.
Participle aktif Faasyilan sebagai adverb keadaan = gagal (kegagalan).
Catatan :
1. "Hamzah" kata kerja pola IV ada lah -Aa (alif + hamzah) sama seper ti pola VII, VIII, IX dan X, jika didahu lui kata lain, menjadi tidak berhar kat.
2. Tashrif kata kerja perpect sama dengan akarnya.
3. Uraian mengenai bentuk-bentuk pola kata kerja di atas memerlukan keterangan lanjut, yaitu :
a. Tidak semua pola dapat dilaku kan pada setiap kata kerja.
b. Dalam beberapa hal (kasus) ter tentu memang dibentuk demikian walaupun akarnya tidak bisa digu nakan.
c. Walaupun satu kata kerja sudah sesuai dengan pola tertentu, tetapi pengertiannya jauh menyimpang dan tidak ada hubungannya dengan akarnya.
III. Latihan :
1. Panitia (komite) politik (bagi) Liga Arab berapat pada hari ini (Ihtama'atil lajnatus siyaasiyyatu lil jaami'atil 'arabiyyati fi haazal yaumi).
2. Dan (ia) menyimpulkan pemba hasan urusan Syria yang terbesar (Wasta-' nafat bahtsa amri suuriyyatal kubraa).
3. Dan Nuri Pasya Assa'id, Kepala Pemerintahan Irak berbicara dalam sidang ini (Waqad takallama nuurii baasyassa'iidu ra-isul hukuumatil 'iraaqiyyati, fi hazihil jalsah).
4. Maka (dia) berkata bahwa persa tuan Arab adalah kebenaran yang nyata (terjadi) (Faqaala innal wahdatal 'arabiyyata hiya haqiiqatun waaqi'atun).
5. Dan semoga cintanya akan bangsa sendiri lebih besar dari cintanya akan kehidupannya sendiri (Wa la'alla hubbahaa fii nafsisy sya'bi a'dzhamu min hubbihi lil hayaati nafsihaa).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :
1. Laqiyatil hukuumatul 'aadilatu hubban 'adzhiiman minasy sya'bi.
2. Istahabtu minan naadii fis sanatil maadhiyati.
3. Waqa'tu fil waadii fankasarat yadii.
4. Qaabaltu shadiiqii'umaral kaatibal qadiira fis suuqi faqaala lii innahu arsala ilaal jaami'ati 'adadan min majalkatihil jadiidati.
5. Ihtallal amiiru faishalun madiinata dimasyqa fil harbil 'aalamiyyati wadakhalaha raakiban 'ala farasihil mahbuubati.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Umar mengirim Khalid bin Walid ke Irak, tetapi sesudah waktu yang singkat, ia menghadapkan tenta ranya ke Syria.
2. Khalid pergi ke Damsyik dan menaklukkannya (mendudukinya).
3. Sebelum Umar menduduki Al-Qads (Jerusalem), dia berapat de ngan kepala pemerintahan Israel, dan berbicara dengannya tentang penaklukan kota itu.
4. Kemudian Umar kembali ke Madinah.
Oleh aminuddin
E. Berbagai Bentuk Kata Kerja
I. Bahan Pelajaran :
a. Napoleon telah keluar dari Mesir (Kharaja Naa bulyuuna min mishra).
b. Ia menghadapkan tentaranya ke Palestina (Wawajjaha jaisyahu ilaa Filasthiina).
c. Dan tentara Turki menghadapi nya (menemuinya) (Waqaabalahul jaisyut turkiyyu),
d. (Tentara) yang dikirimkan oleh Al-Jazzar ke Jaffa (Allazii arsalahul jazzaaru ilaa yaafaa).
e. Tentara Napoleon maju (menghadapi) tentara Turki (Taqaddama jaisyu Naa bulyuuna ilaal jaisyit turkiyyi).
f. Dan (saling bertukar) tembakan (tembak-menembak) dengannya (Watabaadalan naara ma'ah),
g. Maka hancurlah tentera Turki (Fankasarol jaisyut turkiyyu).
h. Napoleon menduduki kota itu, dan membunuh setiap laki-laki yang jadi tawanan di tangannya (Wahtallu Na bulyuunu al madiinata wa qatala kulla rajulin waqa'a asiiran fii yadihi),
i. maka merahlah bumi dari (karena) darah. Kemudian Napoleon bergerak ke 'Akka (Fahmarratil ardhu minad dami. Tsua zahafa Naa bulyuunu ila 'Akka),
j. dan menghentikan perang disana (Wasta-'nafal harba hunaaka).
Tetapi dia tak sanggup menduduki (= menang atas) kota itu, dan akhirnya (walaakinnahu mastatho'a fathal madiinati wa-akhiiraa)
Ia mengundurkan diri dari Palestina dan kembali ke Mesir (dengan) kegagalan (Ansahaba min Filasthiina waraja'a ilaa mishran faasyilan).
___________
II. Pembahasan Tata Bahasa Arab :
2. Dalam kalimat verbal ini (bagian b) kata kerja Wajjaha dibentuk de ngan mentasydidkan suku kedua kata akarnya Wajha. Kata kerja bentuk ini dinamakan pola II de ngan bentuk Fa'aala. Kata kerja pola II ini mengandung arti causatif = menyebabkan) atau intensif (= menjadi lebih/sangat) serta berulang-ulang, menjadikannya transitif (berpenderita).
3. Kata kerja Qaabala dibentuk dengan menambahkan alif antara suku pertama dan suku kedua, dari akar Qabala. Ini adalah pola III de ngan pengertian percobaan, pelak sanaan tindakan pada object, atau pengertian aksi satu sama lain. Um pamanya disini : Qabala = bertemu, dan pola III-nya Qaabala = bertemu satu sama lain, menantang atau menghadapi.
4. Dalam ungkapan ini kata kerja Arsala dibentuk dengan menam bahkan awalan "hamzah" fathah pada kata akarnya Rasala dan me mberi sukun pada huruf awalnya. Kata kerja seperti ini adalah pola IV dengan bentuk Af'ala.
Pola IV berarti causatif dan fictif, atau menjadikan yang tidak tran sitif menjadi transitif dalam pola ini ...
Kata ganti Hu ... pada Arsala menunjuk pada Allazii. Anak kalimat (ungkapan) memakai kata ganti relatif harus memakai kata ganti yang menunjuk kepada yang relatif itu.
5. Kata kerja Taqaddama dibentuk tambahan awalan Ta ... pola II, dan bentuk ini menjadi pola V yaitu ben tuk Tafa'ala (ain bertasydid). Ben tuk ini dengan pengertian reflectif (pantulan) dari pola II.
Misalnya Qadama = maju dan Qaddama = menyebabkan maju, ke depan, sedangkan Taqaddama = menghadapi (memajukan diri).
6. Kata kerja Tabaadala dengan penambahan Ta ... pada pola III. Bentuk ini adalah pola VI dalam bentuk Tafaa 'ala. Pola VI berarti reflectif pola III atau realisasinya, atau berpura-pura, dan berturut-turut. Dalam hal ini berarti = saling bertukar.
7. Kata kerja Inkasaro dengan pe nambahan awalan In .. pada akar nya Kasaro dan menjadi bentuk po la VII dalam bentuk Infa'ala. Pola VII mengandung arti pasif kata akar nya. Jadi Kasaro = memecah tran sitif = berpenderita) sedangkan In kasaro = hancur (terpecah-pecah).
8. Kata kerja Ihtalla dari bentuk Halla dengan tambahan alif dan hamzah serta sisipan tasydid sete lah suku pertama yang diberi harkat sukun. Kata kerja ini adalah pola VIII dalam bentuk Ifta'ala. Kata kerja akar dari Ihtalla ini adalah kata kerja bertasydid pada akhirannya.
Pola VIII kata kerja berarti : reflectif
dari kata akar, dan mengerjakannya sendiri. Kata kerja Ihtalla dengan akarnya Halla = berdiam, mengu raikan, membuka dan Ihtalla = me netapi sendiri, menduduki (menak lukkan).
Kata benda Kullu = setiap (tiap-tiap), sekalian, tergantung pada kata benda yang sesudahnya da lam hal definitif atau tidak. Kullur rajuli = setiap laki-laki.
Kata Asiiran di sini menjadi adverb keadaan = jadi tawanan (tertawan).
9. Kata kerja Ihmarra dari Hamura dengan tambahan alif + hamzah, dan memberi harkat sukun pada huruf pertamanya serta mentasy didkan suku terakhir. Kata kerja ini menjadi pola IX dengan bentuk If'alla.
Pola IX kata kerja biasanya digu na kan dalam pengertian mengenai warna dan cacat (kerusakan).
Ahmarrati adalah dalam feminin karena subjectnya Al ardhu juga feminin ...
Al ardhu sebuah kata benda femi nin tanpa tanda feminin. Jadi kata kerjanya harus berakhiran Ta (su kun). Di sini kata kerja diiringi kata sanda ng definitif Al .. yang ham zahnya tidak berharkat. Untuk dapat dibunyikan, ditambahkan harkat kasrah pada Ta menjadi Ti.
10. Kata kerja Ista-' nafa dengan tambahan Ista dan mensukunkan suku pertama pada kata kerja akar nya. Kata kerja seperti ini adalah pola X dengan bentuk Istaf'ala.
Pola X berarti pengharapan, doa dan seolah-olah. Jadi Ista'nafa = mengharap, menetapkan, meng hentikan.
Adverb Hunaaka berharkat tetap.
Maa sebuah partikel negatif = tidak yang dipakai sebelum kata kerja perfect.
Istathaa'a adalah pola X dari kata kerja lemah Thaa'a.
Participle aktif Faasyilan sebagai adverb keadaan = gagal (kegagalan).
Catatan :
1. "Hamzah" kata kerja pola IV ada lah -Aa (alif + hamzah) sama seper ti pola VII, VIII, IX dan X, jika didahu lui kata lain, menjadi tidak berhar kat.
2. Tashrif kata kerja perpect sama dengan akarnya.
3. Uraian mengenai bentuk-bentuk pola kata kerja di atas memerlukan keterangan lanjut, yaitu :
a. Tidak semua pola dapat dilaku kan pada setiap kata kerja.
b. Dalam beberapa hal (kasus) ter tentu memang dibentuk demikian walaupun akarnya tidak bisa digu nakan.
c. Walaupun satu kata kerja sudah sesuai dengan pola tertentu, tetapi pengertiannya jauh menyimpang dan tidak ada hubungannya dengan akarnya.
III. Latihan :
1. Panitia (komite) politik (bagi) Liga Arab berapat pada hari ini (Ihtama'atil lajnatus siyaasiyyatu lil jaami'atil 'arabiyyati fi haazal yaumi).
2. Dan (ia) menyimpulkan pemba hasan urusan Syria yang terbesar (Wasta-' nafat bahtsa amri suuriyyatal kubraa).
3. Dan Nuri Pasya Assa'id, Kepala Pemerintahan Irak berbicara dalam sidang ini (Waqad takallama nuurii baasyassa'iidu ra-isul hukuumatil 'iraaqiyyati, fi hazihil jalsah).
4. Maka (dia) berkata bahwa persa tuan Arab adalah kebenaran yang nyata (terjadi) (Faqaala innal wahdatal 'arabiyyata hiya haqiiqatun waaqi'atun).
5. Dan semoga cintanya akan bangsa sendiri lebih besar dari cintanya akan kehidupannya sendiri (Wa la'alla hubbahaa fii nafsisy sya'bi a'dzhamu min hubbihi lil hayaati nafsihaa).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :
1. Laqiyatil hukuumatul 'aadilatu hubban 'adzhiiman minasy sya'bi.
2. Istahabtu minan naadii fis sanatil maadhiyati.
3. Waqa'tu fil waadii fankasarat yadii.
4. Qaabaltu shadiiqii'umaral kaatibal qadiira fis suuqi faqaala lii innahu arsala ilaal jaami'ati 'adadan min majalkatihil jadiidati.
5. Ihtallal amiiru faishalun madiinata dimasyqa fil harbil 'aalamiyyati wadakhalaha raakiban 'ala farasihil mahbuubati.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Umar mengirim Khalid bin Walid ke Irak, tetapi sesudah waktu yang singkat, ia menghadapkan tenta ranya ke Syria.
2. Khalid pergi ke Damsyik dan menaklukkannya (mendudukinya).
3. Sebelum Umar menduduki Al-Qads (Jerusalem), dia berapat de ngan kepala pemerintahan Israel, dan berbicara dengannya tentang penaklukan kota itu.
4. Kemudian Umar kembali ke Madinah.
Mang Kerio (86)
Mang Kerio (86)
Oleh Wak Amin
ADO budak nangis ...
"Mak. Aku lapar ..." Bangun dari tiduk, bukannyo nyawur, malah nangis.
Apo pasal?
Yo lapar. Rio tebangun karno te denger uwong banyak ngongkon sawur.
Pasla bangun, karno dak katik yang nak dipajuh, nangisla Rio. Emaknyo dak pacak apo-apo. Yo memang dak katik yang nak dipajuh.
Si emak la biaso puaso dak majuh apo-apo. Bangun denget, minum ba nyu segelas, beniyat puaso besok pagi, tiduk lagi.
"Mak. Rio lapar. Rio nak makan," uji Rio, turun dari tempat tiduk, marak'i emaknyo yang tiduk ayam.
Si emak tebangun ...
Tok .. Tok ... Tok ...
Lawang diketok ..
"Assalamualaikum .." Rame-rame rombongan betino ngucapke sa lam.
Ngarep lawang dibuka'ke ...
"Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh," jawab Romlah, jando anak sikok, yang gawenyo enjajoke ubi silo bekeliling kampung.
Lawang dibuka' ...
Cek Leha langsung meluk, Romlah nerimo bae. Soalnyo yang meluk betino, bukan lanang.
"Bik Romlah. Terimola ini dari ka mi," uji Cek Leha.
Duwo kotak nasi iwak samo aedikit duit jeru amplop.
Bik Romlah ngucapke terimo kasih banyak.
"Cek Lehani pecak tau niyan kalu ..."
"Kalu ngapo Bik?"
Ehek hee ..
"Mak. Rio lapar ..."
Enjingok Rio nangis sambil nyebut 'lapar', segalo yang hadir tekejut. Bik Romlah dak lemak ati.
"Maafke bibik Ha," uji Bik Romlah. Nundukke palaknyo. Malu setengah mati.
Pak erte endeket ...
"Maafke saya Bik Romlah," kato Pak Erte. Tibo-tibo nyium tangan Bik Romlah.
"Pak Erte dak ..."
"Selaku Er Te seharusnyo aku dak boleh nyelik wargo yang aku pimpin sampe dak makan .."
"Tapi Pak Er Te ..."
"Maafke saya Bik Romlah."
Sikok-sikok nyiumi tangan Bik Rom lah. Mintak maaf karno sampe dak tau ado wargo yang idupnyo senin kemis.
Perut isi banyu galo, bukan nasi ya ng biaso dipajuh ...
"Saudara-saudara sekalian. Saya putuske kito nyawur di rumahnyo Bik Romlah. Setuju?"
"Setujuuuu ..."
Oleh Wak Amin
ADO budak nangis ...
"Mak. Aku lapar ..." Bangun dari tiduk, bukannyo nyawur, malah nangis.
Apo pasal?
Yo lapar. Rio tebangun karno te denger uwong banyak ngongkon sawur.
Pasla bangun, karno dak katik yang nak dipajuh, nangisla Rio. Emaknyo dak pacak apo-apo. Yo memang dak katik yang nak dipajuh.
Si emak la biaso puaso dak majuh apo-apo. Bangun denget, minum ba nyu segelas, beniyat puaso besok pagi, tiduk lagi.
"Mak. Rio lapar. Rio nak makan," uji Rio, turun dari tempat tiduk, marak'i emaknyo yang tiduk ayam.
Si emak tebangun ...
Tok .. Tok ... Tok ...
Lawang diketok ..
"Assalamualaikum .." Rame-rame rombongan betino ngucapke sa lam.
Ngarep lawang dibuka'ke ...
"Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh," jawab Romlah, jando anak sikok, yang gawenyo enjajoke ubi silo bekeliling kampung.
Lawang dibuka' ...
Cek Leha langsung meluk, Romlah nerimo bae. Soalnyo yang meluk betino, bukan lanang.
"Bik Romlah. Terimola ini dari ka mi," uji Cek Leha.
Duwo kotak nasi iwak samo aedikit duit jeru amplop.
Bik Romlah ngucapke terimo kasih banyak.
"Cek Lehani pecak tau niyan kalu ..."
"Kalu ngapo Bik?"
Ehek hee ..
"Mak. Rio lapar ..."
Enjingok Rio nangis sambil nyebut 'lapar', segalo yang hadir tekejut. Bik Romlah dak lemak ati.
"Maafke bibik Ha," uji Bik Romlah. Nundukke palaknyo. Malu setengah mati.
Pak erte endeket ...
"Maafke saya Bik Romlah," kato Pak Erte. Tibo-tibo nyium tangan Bik Romlah.
"Pak Erte dak ..."
"Selaku Er Te seharusnyo aku dak boleh nyelik wargo yang aku pimpin sampe dak makan .."
"Tapi Pak Er Te ..."
"Maafke saya Bik Romlah."
Sikok-sikok nyiumi tangan Bik Rom lah. Mintak maaf karno sampe dak tau ado wargo yang idupnyo senin kemis.
Perut isi banyu galo, bukan nasi ya ng biaso dipajuh ...
"Saudara-saudara sekalian. Saya putuske kito nyawur di rumahnyo Bik Romlah. Setuju?"
"Setujuuuu ..."
Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (16)
Lafadz Allah dalam Surah Al Baqarah (16)
By aminuddin
63. Ayat 126 :
"Wa izqaala ibraahiimu rabbij'al haazaa baladan aaminaawarzuq ahlahuu minatstsamaraati man aamana minhum billaahi wal yaumil aakhiri qaala wa man kafara faumatti'uhu qaliilan tsumma adhtharruhuu ilaa 'azaabinnaari wa bi'sal mashiir."
(Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa : "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman dan sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman : "Dan kepada ora ng yang kafirpun Aku beri kesena ngan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembal.")
64. Ayat 132 :
" Wawashshaa bihaa ibraahiimu baniihi wa ya'kuub. Yaabaniyya innallaahashthafaa lakumuddiina falaa tamuutunna illa waantum muslimuun."
(Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim ber kata) : "Hai anak-anakku! Sesung guhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk aga ma Islam."
65. Ayat 136 :
"Quuluu aamannaa billaah ..."
(Katakanlah (hai orang-orang muk min) : "Kami beriman kepada Allah ......................").
66. Ayat 137 :
" ....Fasayakfiikahumullaah. Wahuwas samii'ul 'aliim."
(.... Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yanh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
67. Ayat 138:
"Shibghatallaah. Waman ahsanu minallaahi shibghah. Wa nahnu lahuu 'aabiduun."
(Shibghah Allah (34). Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya daripa da Allah? Dan hanya kepada-Nya lah kami menyembah).
68. Ayat 139:
"Qul atuhaajjuunanaa fillaah ..."
(Katakanlah : "Apakah kamu mem perdebatkan dengan kami tentang Allah ......").
69. Ayat 140 :
" ..... Qul aantum a'lamu amillaahu wa man adzhlamu mimman katama syahaadatan 'indahuu minallaah. Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( ... .. Katakanlah : "Apakah kamu yang lebih baik mengetahui atau kah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah (35) yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan).
70. Ayat 142 :
" ... Qul lillaahil masyriqu wal maghrib. Yahdi mayyasyaa-u ilaa shiraathil mustaqiim."
(... Katakanlah : " Kepunyaan Allah lah timur dan barat : Dia memberi petunjuk kepada siaps yang di ke hendakinya ke jalan yang lurus (36).
______
(34). Sibghah artinya celupan. Shibghah Allah adalah celupan Allah SWT yang berarti iman kepada Allah yang tidak disertai dengan kemusyrikan.
(35). Syahadah dari Allah ialah persaksian Allah SWT yang tersebut dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim as dan anak cucu nya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus Muhammad SAW.
(36). Di kala Nabi Muhammad SAW berada di Mekkah, di tengah-tengah kaum musyrikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 at au 17 bulan Nabi berada di Madi nah, di tengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani, beliau disuruh oleh Tu han untuk mengambil Ka'bah men jadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadah shalat itu bukanlah arah Bai tul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri ke pada Tuhan. Untuk persatuan umat Islam, Allah SWT menjadikan Ka'bah sebagai kiblat).
By aminuddin
63. Ayat 126 :
"Wa izqaala ibraahiimu rabbij'al haazaa baladan aaminaawarzuq ahlahuu minatstsamaraati man aamana minhum billaahi wal yaumil aakhiri qaala wa man kafara faumatti'uhu qaliilan tsumma adhtharruhuu ilaa 'azaabinnaari wa bi'sal mashiir."
(Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa : "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman dan sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman di antara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman : "Dan kepada ora ng yang kafirpun Aku beri kesena ngan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembal.")
64. Ayat 132 :
" Wawashshaa bihaa ibraahiimu baniihi wa ya'kuub. Yaabaniyya innallaahashthafaa lakumuddiina falaa tamuutunna illa waantum muslimuun."
(Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim ber kata) : "Hai anak-anakku! Sesung guhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk aga ma Islam."
65. Ayat 136 :
"Quuluu aamannaa billaah ..."
(Katakanlah (hai orang-orang muk min) : "Kami beriman kepada Allah ......................").
66. Ayat 137 :
" ....Fasayakfiikahumullaah. Wahuwas samii'ul 'aliim."
(.... Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yanh Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui).
67. Ayat 138:
"Shibghatallaah. Waman ahsanu minallaahi shibghah. Wa nahnu lahuu 'aabiduun."
(Shibghah Allah (34). Dan siapakah yang lebih baik sibghahnya daripa da Allah? Dan hanya kepada-Nya lah kami menyembah).
68. Ayat 139:
"Qul atuhaajjuunanaa fillaah ..."
(Katakanlah : "Apakah kamu mem perdebatkan dengan kami tentang Allah ......").
69. Ayat 140 :
" ..... Qul aantum a'lamu amillaahu wa man adzhlamu mimman katama syahaadatan 'indahuu minallaah. Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( ... .. Katakanlah : "Apakah kamu yang lebih baik mengetahui atau kah Allah, dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan syahadah dari Allah (35) yang ada padanya?" Dan Allah sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan).
70. Ayat 142 :
" ... Qul lillaahil masyriqu wal maghrib. Yahdi mayyasyaa-u ilaa shiraathil mustaqiim."
(... Katakanlah : " Kepunyaan Allah lah timur dan barat : Dia memberi petunjuk kepada siaps yang di ke hendakinya ke jalan yang lurus (36).
______
(34). Sibghah artinya celupan. Shibghah Allah adalah celupan Allah SWT yang berarti iman kepada Allah yang tidak disertai dengan kemusyrikan.
(35). Syahadah dari Allah ialah persaksian Allah SWT yang tersebut dalam Taurat dan Injil bahwa Ibrahim as dan anak cucu nya bukan penganut agama Yahudi atau Nasrani dan bahwa Allah akan mengutus Muhammad SAW.
(36). Di kala Nabi Muhammad SAW berada di Mekkah, di tengah-tengah kaum musyrikin beliau berkiblat ke Baitul Maqdis. Tetapi setelah 16 at au 17 bulan Nabi berada di Madi nah, di tengah-tengah orang Yahudi dan Nasrani, beliau disuruh oleh Tu han untuk mengambil Ka'bah men jadi kiblat, terutama sekali untuk memberi pengertian bahwa dalam ibadah shalat itu bukanlah arah Bai tul Maqdis dan Ka'bah itu menjadi tujuan, tetapi menghadapkan diri ke pada Tuhan. Untuk persatuan umat Islam, Allah SWT menjadikan Ka'bah sebagai kiblat).
Minggu, 28 April 2019
Mang Kerio (58)
Mang Kerio (85)
Oleh Wak Amin
HOREEE ...
Klepak pak .. plak pak ...
Tepuk tangan begemuruh. Wargo yang semulo tiduk nyenyak, ende nger uwong betepuk tangan, beso rak-sorak, langsung tebangun.
Ado yang ngintip dari selo jendelo, tegak di garang, di teras, pekarang an depan rumah. Malah ado, supa yo tau apo yang sebenernyo terjadi, belari marak'i uwong rame.
"Ado apo, ado apo?" Tanyo betino tuwo besewet kembang tigo rupo.
"Mang Rahmat Nek," kato gadis betelekung serbo putih
"Ngapo?"
"Naksir Cek Leha. Ngajak kawin," uji si gadis. Seneng enjingok Mang Rahmat kawin.
Idak jadi 'buruk tegantung ...'
"Alhamdulillah," kato si nenek. Lang sung balik nak nyiapke idangan sa wur cucung samo lakinyo.
Makmano dengan Cek Leha?
Lum ado jawaban. Rainyo menda dak abang. Bekeringet dingin. Mu lut berat nak ngomong.
"Ngomong-ngomong Mang," kato Pak Erte, " Ngapola kau galak samo Cek Leha ?"
"Keibuan Pak Erte ..."
He he he ...
Rombongan lanang ketawo galo. Ya ng betino? Ketawo diem-diem. Dak lemak samo Cek Leha. Kalu dio sampe marah atawa ngamuk, cak mano.
"Lajukela Cek," uji betino anak sem bilan ikok, "Mumpung lagi ado la nang galak."
"Iyo Cek," uji kawan si betino yang sebentar lagi nak kawin samo toke iwak asin, "Takutnyo, kalu nolak, kelajuan galaktu."
"Kelajuan makmanotu Cek?" Tanyo jando jayo, anak cuman sikok pulo.
"Idak kawin-kawin ..."
"Gadis tuwo cak itu Cek?"
"Kurang lebih cak itula ..
Ngamanke, Pak Erte endeketi rom bongan ibuk-ibuk. Ngongkon dak usah seru niyantu. Biaso bae.
" Leha. Itula perasaan hati Mang Rahmat samo kau. Betul dak Mang apo yang kuomongketu?"
"Betul Pak Erte."
"Jadi kalu kau galak, alhamdulillah. Tapi kalu kau nolak, Mang Rahmat nerimo bae. Idak marah, idak kecik ati dak ..Mak itu kan Mang?"
"Betul Pak Erte ..."
"Sekarang teserah kau Ha. Amun kau lum pacak jawab sekarang, be sok atau luso jadi. Mak itu kan Mang?"
"Betul Pak Erte .."
Betino tuwo bebaju kurung marak'i Pak Erte samo Cek Leha.
"Mun ujiku dak usah nak cepet. Biar kela Cek Leha bepikir duken. Mu tuske nerimo apo idak kendak Ma ng Rahmattu. Mak itu kan Ha?"
"Bener Bik," uji Cek Leha, pecak nak nangis.
"Kau dak usah tegang igo Ha," kato Mang Kerio," Biaso bae. Anggap bae pantun besawut. Pantun dari la nang sudah kito denger, sekarang nunggu pantun dari betino."
"Akorlatu Mang," kato rombongan lanang serempak.
Ketawo lego sambil ngudut rokok pucuk betembaku ...
Oleh Wak Amin
HOREEE ...
Klepak pak .. plak pak ...
Tepuk tangan begemuruh. Wargo yang semulo tiduk nyenyak, ende nger uwong betepuk tangan, beso rak-sorak, langsung tebangun.
Ado yang ngintip dari selo jendelo, tegak di garang, di teras, pekarang an depan rumah. Malah ado, supa yo tau apo yang sebenernyo terjadi, belari marak'i uwong rame.
"Ado apo, ado apo?" Tanyo betino tuwo besewet kembang tigo rupo.
"Mang Rahmat Nek," kato gadis betelekung serbo putih
"Ngapo?"
"Naksir Cek Leha. Ngajak kawin," uji si gadis. Seneng enjingok Mang Rahmat kawin.
Idak jadi 'buruk tegantung ...'
"Alhamdulillah," kato si nenek. Lang sung balik nak nyiapke idangan sa wur cucung samo lakinyo.
Makmano dengan Cek Leha?
Lum ado jawaban. Rainyo menda dak abang. Bekeringet dingin. Mu lut berat nak ngomong.
"Ngomong-ngomong Mang," kato Pak Erte, " Ngapola kau galak samo Cek Leha ?"
"Keibuan Pak Erte ..."
He he he ...
Rombongan lanang ketawo galo. Ya ng betino? Ketawo diem-diem. Dak lemak samo Cek Leha. Kalu dio sampe marah atawa ngamuk, cak mano.
"Lajukela Cek," uji betino anak sem bilan ikok, "Mumpung lagi ado la nang galak."
"Iyo Cek," uji kawan si betino yang sebentar lagi nak kawin samo toke iwak asin, "Takutnyo, kalu nolak, kelajuan galaktu."
"Kelajuan makmanotu Cek?" Tanyo jando jayo, anak cuman sikok pulo.
"Idak kawin-kawin ..."
"Gadis tuwo cak itu Cek?"
"Kurang lebih cak itula ..
Ngamanke, Pak Erte endeketi rom bongan ibuk-ibuk. Ngongkon dak usah seru niyantu. Biaso bae.
" Leha. Itula perasaan hati Mang Rahmat samo kau. Betul dak Mang apo yang kuomongketu?"
"Betul Pak Erte."
"Jadi kalu kau galak, alhamdulillah. Tapi kalu kau nolak, Mang Rahmat nerimo bae. Idak marah, idak kecik ati dak ..Mak itu kan Mang?"
"Betul Pak Erte ..."
"Sekarang teserah kau Ha. Amun kau lum pacak jawab sekarang, be sok atau luso jadi. Mak itu kan Mang?"
"Betul Pak Erte .."
Betino tuwo bebaju kurung marak'i Pak Erte samo Cek Leha.
"Mun ujiku dak usah nak cepet. Biar kela Cek Leha bepikir duken. Mu tuske nerimo apo idak kendak Ma ng Rahmattu. Mak itu kan Ha?"
"Bener Bik," uji Cek Leha, pecak nak nangis.
"Kau dak usah tegang igo Ha," kato Mang Kerio," Biaso bae. Anggap bae pantun besawut. Pantun dari la nang sudah kito denger, sekarang nunggu pantun dari betino."
"Akorlatu Mang," kato rombongan lanang serempak.
Ketawo lego sambil ngudut rokok pucuk betembaku ...
Pramasastra Bahasa Arab (6)
Pramasastra Bahasa Arab (6)
Oleh aminuddin
D. Kata Ganti, Adverb, Inna dan Kawan-kawannya
I. Bahan Pelajaran :
a. Datang (berita) dari Damsyik akhir-akhir ini (sekarang) bahwa : (Jaa-a 'an dimasyqa alyauma anna).
b. Abdurrahman Azzam Pasya, Sekretaris ('Abduurahman 'azzamaa basyaa al amiina)
c. Jenderal (bagi) Liga Arab yang (Al' aamma lil jaami'atil 'arabiyyatil lazii)
d. mengunjungi Syiria baru-baru ini, ia berpidato di gedung (Zaara suuriyyata akhiiraa qad khataba fii daari)
e. Pertemuan Arab, mengatakan: "Bahwa (sesungguhnya ummat (An naadiil 'arabiyyi qaa-ilan innal ummata)
f. Arab yang mempunyai kemajuan /(kemuliaan) masa lampau (Al 'arabiyyatal latii lahaa majdun qadiim)
g. Telah gagal dalam perang Palestina karena kelemahannya dan tidak ada kesatuan (nya)." (Qad fasyilat fii harbi filasthiina lidha'fihaa wa'adami wahdatihaa).
__________
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Kata kerja Jaa-a dalam kalimat ini (a) adalah kata kerja lemah dan akhirannya hamzah tanpa tempat.
Kata Dimasqa adalah kata diptote: berharkat rangkap dua. Alyauma - hari (arti harfiah) disini sebagai adverb waktu, karena itu seperti adverb lain kasusnya accusatif.
Anna semacam kata penghubung yang berarti bahwa. Ia selamanya terletak di awal kalimat nominal. Subject kalimat ini terletak di be lakang dan dalam kasus accusatif (fathah), dan predicatenya nomina tif (harkat dhammah).
2. Dalam kalimat ini kata 'abda menjadi subjectnya, yang didahului oleh Anna, karena itu dalam keada an accusatif. Tanda akhirannya berharkat fathah. Tidak memakai tanwin, karena definitif sebagai bagian pertama dalam construct phrase.
Kata Arrahmaan adalah adjective dengan bentuk Fa'laanun, tetapi ka ta ini ditulis dengan alif gantung saja.
Nama 'Azzaamaa accusatif sebagai keterangan (membatasi) kata 'Abda yang sama-sama accusatif juga. Ka ta-kata seperti ini harus berharkat akhiran sama dengan kata sebelum nya.
Kata Baasyaa (berharkat tetap) juga seperti kata sebelumnya dan Al amiinaa juga mengikuti 'Abda. Kasus ini dinamakan apposition.
3. Kata Al'aamma (c) jug adjective dari kata Al amiina. Bentuknya participle aktif Faa'ilun dari kata 'Amma ('amama <). Tasydid pada "mim" terjadi pada participle aktif.
Kombinasi Liljaami'ati terdiri dari kata perangkai Li .., dan kata san dang Al ..., definitif serta kata ben da Jaamu'ati. Hamzah washal kata sandang dihilangkan.
Allazii = kata ganti relatif masculin tunggal. Ia mendahului anak kali mat Zaara suuriyyata akhiiran yang menjelaskan 'Abda. Kata ganti relatif hanya dipakai bila kata bendanya definitif.
4. Akhiiran dalam bentuk adjective Fa'iilun, disini sebagai adverb waktu karena itu accusatif.
Partikel Qad, bila terletak sebelum kata kerja perpect menyatakan: ke sungguhan aksi, sesungguhnya (ka dang-kadang tidak perlu diterje mahkan).
5. Qaa-ilan adalah adverb cara (keadaan) bagaimana dari kata kerja Khathaba terjadi, maka dia accusatif. Hal ini banyak dipakai dalam bahasa Arab dan dalam bentuk participle aktif.
Kata Qaa-ilan bentuk participle aktif Faa'ilun dari kata kerja lemah Qaala = berkata. Suku yang di teng ahnya diganti dengan hamzah dalam participle aktif. Participle aktif, walaupun kata benda, tetap mempunyai object seperti kata kerjanya.
Kalimat Inna .. Fasyalat, seluruhnya adalah object langsung dari parti ciple aktif Qaa-ilan.
Inna adalah partikel sebagai pem buka kalimat nominal. Subject ka limat tersebut dalam keadaan accu satif dan predicatenya nominatif, seperti kasus kalimat yang diawali dengan partikel Anna. Terjema hannya: sesungguhnya.
Al Ummatu adalah subject partikel Inna ...
6. Allatii kata ganti relatif feminin tunggal. Ia mendahului anak kali mat Allatii lahaa majdun qadiim.
Kata ganti relatif yang penting adalah sebagai berikut :
Tunggal = Allazii (M) .. Allatii (F)
(Nominal
Dual = • Allazaani (M) .. Al
lataani (F) (nominal)
• Al lataini (M) .. Al
lazaini (F) (Acc.0)
Jamak = Alkaziina (M) .. Al
lawaatii (F) (nom.)
Kata-kata di bawah ini dipakai juga sebagai kata ganti relatif :
- Man ( dia yang)
- Maa (yang mana)
Partikel yang menyebabkan subject kalimat nominal accusatif dan pre dicatenya nominatif, yang dikata kan sebagai kawan-kawan Inna adalah sebagai berikut :
• Inna (sesungguhnya) ..
• Lakinna (tetapi) ...
• Anna (bahwa) ...
• Laita (akan begitu) ...
• Ka-anna (seolah-olah) ..
• La'alla (barangkali, mudah-mudahan) ...
• Li-anna (karena) ...
III. LATIHAN :
1. Dan dia menambahkan lagi (atas demikian) berkata : (Wazaada 'ala zaalika qaa-ilan)
2. "Bahwa ia menuntut kepada ketua (Innahu thalaba ilaa ra-iisii)
3. Panitia politik menggelar sidang (Al lajnatis siyaa siyyati 'aqda jalsati)
4. Segera untuk memikirkan urusan ini yang menyibukkan pikiran (per hatian) (bangsa) Arab selama (masa) yang panjang." (Haalan linnadzhari fii haazal amril lazii syaghala baalal 'arabi muddatan thawiilah).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :
1. Inna 'unwaana ra-iisi daulati amriika masyhuurun fil 'aalami.
2. Haazal 'unwaanu huwal baitul abyaadhu fil 'aashimah.
3. Inni ra-aitur ra-iisal yauma naazilan min ghurfatihi allatii fiil baitil abyadhi
4. Wazaha ilal madiinati qaashidan qabra amiiril bahril masyhuuri "du wii" (Dewey) haitsu khathaba 'an hubbi "duwi" liummatihi.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Al Azhar sekarang (hari ini) universitas tertua di dunia.
2. Hari ini saya pergi kesana guna menuntut ilmu yang luas.
3. Saya memasuki kamar Syekh, yang (dengan siapa) saya bertemu (dia) sebelumnya dan dia berkata kepada saya bahwa belajar bahasa Arab di Al Azhar lebih baik daripada belajar itu (bahasa Arab) di univer sitas mana pun di Amerika.
Oleh aminuddin
D. Kata Ganti, Adverb, Inna dan Kawan-kawannya
I. Bahan Pelajaran :
a. Datang (berita) dari Damsyik akhir-akhir ini (sekarang) bahwa : (Jaa-a 'an dimasyqa alyauma anna).
b. Abdurrahman Azzam Pasya, Sekretaris ('Abduurahman 'azzamaa basyaa al amiina)
c. Jenderal (bagi) Liga Arab yang (Al' aamma lil jaami'atil 'arabiyyatil lazii)
d. mengunjungi Syiria baru-baru ini, ia berpidato di gedung (Zaara suuriyyata akhiiraa qad khataba fii daari)
e. Pertemuan Arab, mengatakan: "Bahwa (sesungguhnya ummat (An naadiil 'arabiyyi qaa-ilan innal ummata)
f. Arab yang mempunyai kemajuan /(kemuliaan) masa lampau (Al 'arabiyyatal latii lahaa majdun qadiim)
g. Telah gagal dalam perang Palestina karena kelemahannya dan tidak ada kesatuan (nya)." (Qad fasyilat fii harbi filasthiina lidha'fihaa wa'adami wahdatihaa).
__________
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Kata kerja Jaa-a dalam kalimat ini (a) adalah kata kerja lemah dan akhirannya hamzah tanpa tempat.
Kata Dimasqa adalah kata diptote: berharkat rangkap dua. Alyauma - hari (arti harfiah) disini sebagai adverb waktu, karena itu seperti adverb lain kasusnya accusatif.
Anna semacam kata penghubung yang berarti bahwa. Ia selamanya terletak di awal kalimat nominal. Subject kalimat ini terletak di be lakang dan dalam kasus accusatif (fathah), dan predicatenya nomina tif (harkat dhammah).
2. Dalam kalimat ini kata 'abda menjadi subjectnya, yang didahului oleh Anna, karena itu dalam keada an accusatif. Tanda akhirannya berharkat fathah. Tidak memakai tanwin, karena definitif sebagai bagian pertama dalam construct phrase.
Kata Arrahmaan adalah adjective dengan bentuk Fa'laanun, tetapi ka ta ini ditulis dengan alif gantung saja.
Nama 'Azzaamaa accusatif sebagai keterangan (membatasi) kata 'Abda yang sama-sama accusatif juga. Ka ta-kata seperti ini harus berharkat akhiran sama dengan kata sebelum nya.
Kata Baasyaa (berharkat tetap) juga seperti kata sebelumnya dan Al amiinaa juga mengikuti 'Abda. Kasus ini dinamakan apposition.
3. Kata Al'aamma (c) jug adjective dari kata Al amiina. Bentuknya participle aktif Faa'ilun dari kata 'Amma ('amama <). Tasydid pada "mim" terjadi pada participle aktif.
Kombinasi Liljaami'ati terdiri dari kata perangkai Li .., dan kata san dang Al ..., definitif serta kata ben da Jaamu'ati. Hamzah washal kata sandang dihilangkan.
Allazii = kata ganti relatif masculin tunggal. Ia mendahului anak kali mat Zaara suuriyyata akhiiran yang menjelaskan 'Abda. Kata ganti relatif hanya dipakai bila kata bendanya definitif.
4. Akhiiran dalam bentuk adjective Fa'iilun, disini sebagai adverb waktu karena itu accusatif.
Partikel Qad, bila terletak sebelum kata kerja perpect menyatakan: ke sungguhan aksi, sesungguhnya (ka dang-kadang tidak perlu diterje mahkan).
5. Qaa-ilan adalah adverb cara (keadaan) bagaimana dari kata kerja Khathaba terjadi, maka dia accusatif. Hal ini banyak dipakai dalam bahasa Arab dan dalam bentuk participle aktif.
Kata Qaa-ilan bentuk participle aktif Faa'ilun dari kata kerja lemah Qaala = berkata. Suku yang di teng ahnya diganti dengan hamzah dalam participle aktif. Participle aktif, walaupun kata benda, tetap mempunyai object seperti kata kerjanya.
Kalimat Inna .. Fasyalat, seluruhnya adalah object langsung dari parti ciple aktif Qaa-ilan.
Inna adalah partikel sebagai pem buka kalimat nominal. Subject ka limat tersebut dalam keadaan accu satif dan predicatenya nominatif, seperti kasus kalimat yang diawali dengan partikel Anna. Terjema hannya: sesungguhnya.
Al Ummatu adalah subject partikel Inna ...
6. Allatii kata ganti relatif feminin tunggal. Ia mendahului anak kali mat Allatii lahaa majdun qadiim.
Kata ganti relatif yang penting adalah sebagai berikut :
Tunggal = Allazii (M) .. Allatii (F)
(Nominal
Dual = • Allazaani (M) .. Al
lataani (F) (nominal)
• Al lataini (M) .. Al
lazaini (F) (Acc.0)
Jamak = Alkaziina (M) .. Al
lawaatii (F) (nom.)
Kata-kata di bawah ini dipakai juga sebagai kata ganti relatif :
- Man ( dia yang)
- Maa (yang mana)
Partikel yang menyebabkan subject kalimat nominal accusatif dan pre dicatenya nominatif, yang dikata kan sebagai kawan-kawan Inna adalah sebagai berikut :
• Inna (sesungguhnya) ..
• Lakinna (tetapi) ...
• Anna (bahwa) ...
• Laita (akan begitu) ...
• Ka-anna (seolah-olah) ..
• La'alla (barangkali, mudah-mudahan) ...
• Li-anna (karena) ...
III. LATIHAN :
1. Dan dia menambahkan lagi (atas demikian) berkata : (Wazaada 'ala zaalika qaa-ilan)
2. "Bahwa ia menuntut kepada ketua (Innahu thalaba ilaa ra-iisii)
3. Panitia politik menggelar sidang (Al lajnatis siyaa siyyati 'aqda jalsati)
4. Segera untuk memikirkan urusan ini yang menyibukkan pikiran (per hatian) (bangsa) Arab selama (masa) yang panjang." (Haalan linnadzhari fii haazal amril lazii syaghala baalal 'arabi muddatan thawiilah).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke bahasa Indonesia :
1. Inna 'unwaana ra-iisi daulati amriika masyhuurun fil 'aalami.
2. Haazal 'unwaanu huwal baitul abyaadhu fil 'aashimah.
3. Inni ra-aitur ra-iisal yauma naazilan min ghurfatihi allatii fiil baitil abyadhi
4. Wazaha ilal madiinati qaashidan qabra amiiril bahril masyhuuri "du wii" (Dewey) haitsu khathaba 'an hubbi "duwi" liummatihi.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Al Azhar sekarang (hari ini) universitas tertua di dunia.
2. Hari ini saya pergi kesana guna menuntut ilmu yang luas.
3. Saya memasuki kamar Syekh, yang (dengan siapa) saya bertemu (dia) sebelumnya dan dia berkata kepada saya bahwa belajar bahasa Arab di Al Azhar lebih baik daripada belajar itu (bahasa Arab) di univer sitas mana pun di Amerika.
Sabtu, 27 April 2019
Mang Kerio (84)
Mang Kerio (84)
Oleh Wak Amin
MANG Rahmat endeketi Mang Ke rio ...
"Dak jadi ah Mang," katonyo sambil bebisik, antaro ketawo dengan idak.
Mang Kerio bebisik pulo samo Pak Erte. "Dio dak lemak ati. Jadi dak jadi milih."
Pak Erte lum ngambek keputusan. Dio masih mintak pendapat warga nyo.
Rato-rato wargonyo yang lanang sa ling bebisik bae. Dak berani ngem bek keputusan.
Mang Kerio ngembek inisiatif ma rak'i Cek Leha.
"Dio dak galak Ha."
"Dak galak ngapo Mang?"
"Milih betino yang kito mintak," uji Mang Kerio, ngongkon Cek Leha ng enjuk tau yang lain.
Cek Leha nyanggupi ...
Mulak'i dari yang paling buri. Gadus item manis berambut lurus seleher. "Bagusla Cek. Aku jugo takut. Kalu misalnyo aku jadi bini dio, apo kato wong. Itu cucungnyo yo."
Hik hik hik ...
Cek Leha ketawo setengah ngakak. Dak kedengeran igo karno mulutnyo ditutup pake' tangan waktu ketawo.
Wong pado enjingok ...
Dahtu diem lagi ...
"Kau Cek, cakmano?" Tanyo Cek Le ha dengan betino cantik, idung man cung betai lalet.
"Kalu aku dak setuju Mang Rahmat embatalketu. Padohal aku la siap serubu persen Cek. Terus terang Cek. Akuni jando beranak limo. Aku ni single parent. Kalu kawin kan aku ado rewang. Idak tiduk dewe kan. Nyari duit biso beduwo. Jadi tetolongla cak itu."
Cek Leha tediem.
Wong lain pado eran ...
"Oke Cek?" Tanyo Mang Kerio.
"Oke Mang."
Terus sampe' depan, Cek Leha baru berenti betanyo. Hasil tanyoannyo dio omongke ke Mang Kerio.
Mang Kerio ngomong denget samo Pak Erte. Ngembek kato sepakat. Di omongkela apo adonyo.
"Mang Rahmat, maaf ya Mang. Ter nyato dari asil jajak pendapat kami dapat disimpulke tigo mecem. Pe rtamo, teserah mamang, nak nerus ke apo idak. Yang keduo, setuju ma mang dak jadi milih. Nah, yang ke tigo ado yang nyayangke mamang dak jadi milih. Sebab, di antaro rom bongan betinoni ado yang naksir berat samo mamang ..."
Haaa ...?
Tekejut galo ..
"Siapo betino yang galak samo Ma ng Rahmattu Mang Kerio?" Tanyo rombongan lanang sambil ketawo ngekek.
"Itu resio lur. Dak lemak kalu dio mongke. Bener dak ibuk-ibuk?"
"Beneeer."
Supayo adil, kato Mang Kerio, kito mintak pendapat Mang Rahmat. "Supayo kito tau apo niyan pilihan nyo. Setujuuu?"
"Setujuuu .."
Mang Rahmat mulonyo nolak. Kar no terus dipakso, yo dak pacak dak mesti nak ngomong. Ngutarake isi atini supayo lego.
"Pertamo-tamo akutu ngucapke teri mo kasih karno la dienjuk nyawu r an. Yang keduwo, terimo kasih jugo la perhatian samo aku. Tapi terus terang aku berat nak ngomongke nyo," kato Mang Rahmat, dak lemak ati.
"Ngapo cak itu Mang? Kitoni dulur galo," uji betino, jando mudo dak katik anak.
"Dak lemak ngomongkenyo. Takut gek tesinggung yang diomongke." Mang Rahmat bealesan.
"Omongke baela Mang," kato Pak Erte, " Supayo lego. Ye dak kawan- kawan?"
"Yeeee Pak Erte."
Mang Rahmat ngatur nafas denget ....
"Payula kalu mak itu. Sebelum ku omongke, terus terang aku dak mak so dio galak samo aku. Dio galak alhamdulillah, dio dak galak yo sudah .."
Yang hadir pado tegang ...
"Akutu .. Akutu .. Naksir ..."
Rombongan betino serempak ma rak'i Mang Rahmat yang masih te tegak di depan lawang.
"Akutu .. Akutu ... Sebenernyo nak sir .. ngesir .. samo .. samo .."
Mang Rahmat nyelik Cek Leha. Ya ng diselik jadi salah tingkah.
"Jangan-jangan aku yang dipilih," uji Cek Leha di jeru ati.
"Galak samo Cek .. Cek Lehaaa .."
Oleh Wak Amin
MANG Rahmat endeketi Mang Ke rio ...
"Dak jadi ah Mang," katonyo sambil bebisik, antaro ketawo dengan idak.
Mang Kerio bebisik pulo samo Pak Erte. "Dio dak lemak ati. Jadi dak jadi milih."
Pak Erte lum ngambek keputusan. Dio masih mintak pendapat warga nyo.
Rato-rato wargonyo yang lanang sa ling bebisik bae. Dak berani ngem bek keputusan.
Mang Kerio ngembek inisiatif ma rak'i Cek Leha.
"Dio dak galak Ha."
"Dak galak ngapo Mang?"
"Milih betino yang kito mintak," uji Mang Kerio, ngongkon Cek Leha ng enjuk tau yang lain.
Cek Leha nyanggupi ...
Mulak'i dari yang paling buri. Gadus item manis berambut lurus seleher. "Bagusla Cek. Aku jugo takut. Kalu misalnyo aku jadi bini dio, apo kato wong. Itu cucungnyo yo."
Hik hik hik ...
Cek Leha ketawo setengah ngakak. Dak kedengeran igo karno mulutnyo ditutup pake' tangan waktu ketawo.
Wong pado enjingok ...
Dahtu diem lagi ...
"Kau Cek, cakmano?" Tanyo Cek Le ha dengan betino cantik, idung man cung betai lalet.
"Kalu aku dak setuju Mang Rahmat embatalketu. Padohal aku la siap serubu persen Cek. Terus terang Cek. Akuni jando beranak limo. Aku ni single parent. Kalu kawin kan aku ado rewang. Idak tiduk dewe kan. Nyari duit biso beduwo. Jadi tetolongla cak itu."
Cek Leha tediem.
Wong lain pado eran ...
"Oke Cek?" Tanyo Mang Kerio.
"Oke Mang."
Terus sampe' depan, Cek Leha baru berenti betanyo. Hasil tanyoannyo dio omongke ke Mang Kerio.
Mang Kerio ngomong denget samo Pak Erte. Ngembek kato sepakat. Di omongkela apo adonyo.
"Mang Rahmat, maaf ya Mang. Ter nyato dari asil jajak pendapat kami dapat disimpulke tigo mecem. Pe rtamo, teserah mamang, nak nerus ke apo idak. Yang keduo, setuju ma mang dak jadi milih. Nah, yang ke tigo ado yang nyayangke mamang dak jadi milih. Sebab, di antaro rom bongan betinoni ado yang naksir berat samo mamang ..."
Haaa ...?
Tekejut galo ..
"Siapo betino yang galak samo Ma ng Rahmattu Mang Kerio?" Tanyo rombongan lanang sambil ketawo ngekek.
"Itu resio lur. Dak lemak kalu dio mongke. Bener dak ibuk-ibuk?"
"Beneeer."
Supayo adil, kato Mang Kerio, kito mintak pendapat Mang Rahmat. "Supayo kito tau apo niyan pilihan nyo. Setujuuu?"
"Setujuuu .."
Mang Rahmat mulonyo nolak. Kar no terus dipakso, yo dak pacak dak mesti nak ngomong. Ngutarake isi atini supayo lego.
"Pertamo-tamo akutu ngucapke teri mo kasih karno la dienjuk nyawu r an. Yang keduwo, terimo kasih jugo la perhatian samo aku. Tapi terus terang aku berat nak ngomongke nyo," kato Mang Rahmat, dak lemak ati.
"Ngapo cak itu Mang? Kitoni dulur galo," uji betino, jando mudo dak katik anak.
"Dak lemak ngomongkenyo. Takut gek tesinggung yang diomongke." Mang Rahmat bealesan.
"Omongke baela Mang," kato Pak Erte, " Supayo lego. Ye dak kawan- kawan?"
"Yeeee Pak Erte."
Mang Rahmat ngatur nafas denget ....
"Payula kalu mak itu. Sebelum ku omongke, terus terang aku dak mak so dio galak samo aku. Dio galak alhamdulillah, dio dak galak yo sudah .."
Yang hadir pado tegang ...
"Akutu .. Akutu .. Naksir ..."
Rombongan betino serempak ma rak'i Mang Rahmat yang masih te tegak di depan lawang.
"Akutu .. Akutu ... Sebenernyo nak sir .. ngesir .. samo .. samo .."
Mang Rahmat nyelik Cek Leha. Ya ng diselik jadi salah tingkah.
"Jangan-jangan aku yang dipilih," uji Cek Leha di jeru ati.
"Galak samo Cek .. Cek Lehaaa .."
Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (15)
Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (15)
60. Ayat 118 :
"Wa qaalallaziina laa ya'lamuuna laulaa yukalimunallaah au ta-'tiinaa aayah .."
(Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata : "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?"
61. Ayat 120 :
" .. Qul inna hudallaahi huwal hudaa. Walainit taba'ta ahwa-ahum ba'dallazui jaa-aka minal 'ilmi maa laka minallaahi miwwaliyyiw walaa nashiiir."
(... Katakanlah : "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang (sebenarnya)." Dan sesunghuhnya jika kamu mengikuti kemauan me reka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu).
62. Ayat 124 :
"Waizibtalaa ibraahiima rabbuhuu bikalimaatin faatammahunna qaala innii jaa'iluka linnaasi imaamaa. Qaala wamin zurriyyatii qaala laa yanaalu 'ahdidzdzhaalimiin."
(Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji (32) Tuhannya dengan beberapa ka limat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah ber firman : "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia." Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturu nanku (33).Allah berfirman : " Janji- Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim).
__
(32). Ujian terhadap Nabi Ibrahim as itu diantaranya membangun Ka'bah, membersihkan Ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anak nya Ismail, menghadap Raja Namrudz dan lain-lain.
(33). Allah SWT telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim as, karena banyak di antara rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim as.
60. Ayat 118 :
"Wa qaalallaziina laa ya'lamuuna laulaa yukalimunallaah au ta-'tiinaa aayah .."
(Dan orang-orang yang tidak mengetahui berkata : "Mengapa Allah tidak (langsung) berbicara dengan kami atau datang tanda-tanda kekuasaan-Nya kepada kami?"
61. Ayat 120 :
" .. Qul inna hudallaahi huwal hudaa. Walainit taba'ta ahwa-ahum ba'dallazui jaa-aka minal 'ilmi maa laka minallaahi miwwaliyyiw walaa nashiiir."
(... Katakanlah : "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk yang (sebenarnya)." Dan sesunghuhnya jika kamu mengikuti kemauan me reka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu).
62. Ayat 124 :
"Waizibtalaa ibraahiima rabbuhuu bikalimaatin faatammahunna qaala innii jaa'iluka linnaasi imaamaa. Qaala wamin zurriyyatii qaala laa yanaalu 'ahdidzdzhaalimiin."
(Dan (ingatlah) ketika Ibrahim diuji (32) Tuhannya dengan beberapa ka limat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah ber firman : "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia." Ibrahim berkata: "(Dan saya mohon juga) dari keturu nanku (33).Allah berfirman : " Janji- Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim).
__
(32). Ujian terhadap Nabi Ibrahim as itu diantaranya membangun Ka'bah, membersihkan Ka'bah dari kemusyrikan, mengorbankan anak nya Ismail, menghadap Raja Namrudz dan lain-lain.
(33). Allah SWT telah mengabulkan doa Nabi Ibrahim as, karena banyak di antara rasul-rasul itu adalah keturunan Nabi Ibrahim as.
Jumat, 26 April 2019
Mang Kerio (83)
Mang Kerio (83)
Oleh Wak Amin
TOK .. Tok .. Tok ...
"Assalamualaikum," kato Cek Leha, seramean samo betino yang lain.
"Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh." Tedenger suwaro da ri jeru rumah.
Caknyo suwaro lanang.
Dak salah lagi ...
Nyeet ...
Lawang dibuka' ...
Sikok-sikok wong betinoni nyalami Mang Rahmat. Bujang tuwo, la pulu han raun idup dewekan.
"Apo kabar Mang?"
"Baik Mang Kerio," jawab Mang Rah mat kemaluan enjingok betino yang cantik-cantik galoni.
"Sudah nyaur Mang?" Tanyo Cek Leha.
"Belum Ha. Mamang lum apo-apo," kato Mang Rahmat. Serbo salah, nak ngongkon masuk, rumah bae cuman punyo kamar sikok.
Cek Leha metuke plastik besak. Isi nyo makanan untuk sawur. Nasi se kotak ditambah bubuhan sekotak. Ayam goreng, tahu goreng dengan lalapan kangkung tumis samo sam bal pedas.
"Na ini dari kami Mang. Jadila se kadar untuk sawur Mang Rahmat. Tolong diterimoke Mang."
Terharu jugo Mang Rahmat. Tepe guk denget. Dahtu neteske banyu mato.
"Maaf Mang. Ngapo Mang Rahmat tibo-tibo nangis?" Tanyo Cek Leha penasaran.
"Mamang nyesel Ha."
Galo-galo pado kaget.
"Nyesel ngapo Mang?" Tanyo Pak Erte. Takutnyo Mang Rahmat tesing gung. Biasola, kadangtu, dak betino dak lanang, kalu lum jugo kawin, di cuilke dikit langsung merajuk.
"Mang?!"
"Mamang nyesel Ha. Ngapola dak do kawin cak uwong-uwong lanang laintu."
Ha ha ha ...
Mang Rahmat dak marah diketa woi. Memang iyola niyan sudah setuwoni lum kawin.
"Maaf Mang," kato betino pake' baju kurung putih, "apo mamang ado niyat nak kawin?"
"Ado ponakan, tapi ..."
"Tapi ngapo Mang!" Tanyo Cek Leha, besemangat niyan.
"Dak katik sikok pun betino di kam pung kitoni yang galak samo ma mang, Ha."
He he he ...
"Mang Rahmat bae cak idak cak id ak," kato Mang Kerio sambil noleh ke rombongan betino yang lum jugo belaki-belaki samo la punyo laki ta pi mati.
"Ponakan-ponakan kitoni pasti ga lak. Tunjuk bae mang sikok."
Mang Rahmat malu ati.
"Kagek baela Mang Kerio," uji Mang Rahmat nak ngalihke omongan.
"Jangan kagek. Sekarangla Mang. Makmano kiro-kiro. Setuju dak ka mu kalu kito kongkon Mang Rah mat nunjuk sikok betino yang dio ngesir dan bakal jadi bininyo?"
"Setujuu," jawab rombongan lanang serempak.
"Yang betino setujuuu?"
Diem galo-galo.
"Itu retinyo setuju," kato Mang Ke rio. Ngongkon Mang Rahmat lang sung tunjuk bae.
Dak usah malu-malu ...
Oleh Wak Amin
TOK .. Tok .. Tok ...
"Assalamualaikum," kato Cek Leha, seramean samo betino yang lain.
"Waalaikum salam warohmatullohi wabarokatuh." Tedenger suwaro da ri jeru rumah.
Caknyo suwaro lanang.
Dak salah lagi ...
Nyeet ...
Lawang dibuka' ...
Sikok-sikok wong betinoni nyalami Mang Rahmat. Bujang tuwo, la pulu han raun idup dewekan.
"Apo kabar Mang?"
"Baik Mang Kerio," jawab Mang Rah mat kemaluan enjingok betino yang cantik-cantik galoni.
"Sudah nyaur Mang?" Tanyo Cek Leha.
"Belum Ha. Mamang lum apo-apo," kato Mang Rahmat. Serbo salah, nak ngongkon masuk, rumah bae cuman punyo kamar sikok.
Cek Leha metuke plastik besak. Isi nyo makanan untuk sawur. Nasi se kotak ditambah bubuhan sekotak. Ayam goreng, tahu goreng dengan lalapan kangkung tumis samo sam bal pedas.
"Na ini dari kami Mang. Jadila se kadar untuk sawur Mang Rahmat. Tolong diterimoke Mang."
Terharu jugo Mang Rahmat. Tepe guk denget. Dahtu neteske banyu mato.
"Maaf Mang. Ngapo Mang Rahmat tibo-tibo nangis?" Tanyo Cek Leha penasaran.
"Mamang nyesel Ha."
Galo-galo pado kaget.
"Nyesel ngapo Mang?" Tanyo Pak Erte. Takutnyo Mang Rahmat tesing gung. Biasola, kadangtu, dak betino dak lanang, kalu lum jugo kawin, di cuilke dikit langsung merajuk.
"Mang?!"
"Mamang nyesel Ha. Ngapola dak do kawin cak uwong-uwong lanang laintu."
Ha ha ha ...
Mang Rahmat dak marah diketa woi. Memang iyola niyan sudah setuwoni lum kawin.
"Maaf Mang," kato betino pake' baju kurung putih, "apo mamang ado niyat nak kawin?"
"Ado ponakan, tapi ..."
"Tapi ngapo Mang!" Tanyo Cek Leha, besemangat niyan.
"Dak katik sikok pun betino di kam pung kitoni yang galak samo ma mang, Ha."
He he he ...
"Mang Rahmat bae cak idak cak id ak," kato Mang Kerio sambil noleh ke rombongan betino yang lum jugo belaki-belaki samo la punyo laki ta pi mati.
"Ponakan-ponakan kitoni pasti ga lak. Tunjuk bae mang sikok."
Mang Rahmat malu ati.
"Kagek baela Mang Kerio," uji Mang Rahmat nak ngalihke omongan.
"Jangan kagek. Sekarangla Mang. Makmano kiro-kiro. Setuju dak ka mu kalu kito kongkon Mang Rah mat nunjuk sikok betino yang dio ngesir dan bakal jadi bininyo?"
"Setujuu," jawab rombongan lanang serempak.
"Yang betino setujuuu?"
Diem galo-galo.
"Itu retinyo setuju," kato Mang Ke rio. Ngongkon Mang Rahmat lang sung tunjuk bae.
Dak usah malu-malu ...
Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (14)
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (14)
By aminuddin
55. Ayat 113 :
" .. Fallaahu yahkumu bainahum yaumal qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun."
(... Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka ber selisih padanya).
56. Ayat 114 :
"Man adzhlamu mimman mana'a masaajidallaahi ayyuzkaro fiihaas muhu wasa'aa fii kharaa bihaa. Ulaa-ika maa kaana lahum ayyad khuluuhaa illaa khaaifiin. Lahum fiddunya khizyuw walahum fil aakhirati 'azaabun 'adzhiim."
(Dan siapakah lebih aniaya daripa da orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mas jid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di du nia mendapat kehinaan dan di akherat mendapat siksa yang berat).
57. Ayat 115 :
"Walillahil masyriqu wal maghribu faainamaa tuwalluu fatsamma wajhullaahi. Innallaaha waasi'un 'aliim."
(Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu me nghadap disitulah wajah Allah (31). Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui).
58. Ayat 116 :
"Waqaalut takhazallaahu waladan subhaanahuu. Ballahu maa fissamawaati wal ardh. Kullullahuu qaanituun."
(Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Su ci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunya an Allah; semua tunduk kepada-Nya).
59. Ayat 117 :
" Badii'ussamawaati wal ardh. Waizaa qadhaa amran fainnamaa yaquulu lahuu kun fayakuun."
(Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya : "Jadilah". Lalu jadilah ia).
_____
(31). Disitulah wajah Allah maksud nya : kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu dimana saja manusia berada, Allah SWT mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
By aminuddin
55. Ayat 113 :
" .. Fallaahu yahkumu bainahum yaumal qiyaamati fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun."
(... Maka Allah akan mengadili di antara mereka pada hari kiamat, tentang apa-apa yang mereka ber selisih padanya).
56. Ayat 114 :
"Man adzhlamu mimman mana'a masaajidallaahi ayyuzkaro fiihaas muhu wasa'aa fii kharaa bihaa. Ulaa-ika maa kaana lahum ayyad khuluuhaa illaa khaaifiin. Lahum fiddunya khizyuw walahum fil aakhirati 'azaabun 'adzhiim."
(Dan siapakah lebih aniaya daripa da orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam mas jid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya (mesjid Allah), kecuali dengan rasa takut (kepada Allah). Mereka di du nia mendapat kehinaan dan di akherat mendapat siksa yang berat).
57. Ayat 115 :
"Walillahil masyriqu wal maghribu faainamaa tuwalluu fatsamma wajhullaahi. Innallaaha waasi'un 'aliim."
(Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemana pun kamu me nghadap disitulah wajah Allah (31). Sesungguhnya Allah Maha Luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui).
58. Ayat 116 :
"Waqaalut takhazallaahu waladan subhaanahuu. Ballahu maa fissamawaati wal ardh. Kullullahuu qaanituun."
(Mereka (orang-orang kafir) berkata: "Allah mempunyai anak". Maha Su ci Allah, bahkan apa yang ada di langit dan di bumi adalah kepunya an Allah; semua tunduk kepada-Nya).
59. Ayat 117 :
" Badii'ussamawaati wal ardh. Waizaa qadhaa amran fainnamaa yaquulu lahuu kun fayakuun."
(Allah Pencipta langit dan bumi, dan bila Dia berkehendak (untuk menciptakan) sesuatu, maka (cukuplah) Dia hanya mengatakan kepadanya : "Jadilah". Lalu jadilah ia).
_____
(31). Disitulah wajah Allah maksud nya : kekuasaan Allah meliputi seluruh alam; sebab itu dimana saja manusia berada, Allah SWT mengetahui perbuatannya, karena ia selalu berhadapan dengan Allah.
Kamis, 25 April 2019
Mang Kerio (82)
Mang Kerio (82)
Oleh Wak Amin
JAM Duwo Malem ...
Pak ketipak tipak pung teng teng teng ..
Pak ketipak tipak pung teng teng teng ...
Suwaro ember ditabuh, suling bam bu ditiyup, ditambah gitar samo ka leng bekas kecik besak, embuat ma lem pertamo bulan puaso di kampu ngnyo Mang Kerio tambah rame.
Rame bukan karno uwong bekum pul atau nyawur , tapi ampir sepe rempat wargo kampung, dak lanang dak betino, kompak embangunke wong supayo nyawur.
Yang lanang dipimpin Mang Kerio, yang betino diketuoi Cek Leha. Ya ng kelompok betino di depan, ke lompok lanang di buri. Nyanyi sa mo-samo. Begiliran, tapi saling melok'i.
Misalnyo ye, kelompok betino nya nyi, rombongan yang lanak melok'i. Mak itu jugo sebaliknyo. Ado yang joget, ado pulo yang ngangkat-ng angkat tangan samo sewe supayo lebih besemangat nyanyinyo.
Didenger wong sekampung ...
Apo bae yang dinyanyiketu? Me cem-mecemla. Diantaronyotu cak ini ...
• Rombongan betino:
"Payo dulur kito bangun
Basuh muko gancang ke dapur
Siapke masak'an untuk sawur
Supayo idup tetap mujur ..
Jadi betino jangan penyungkan
Pacaknyo bebedak meres laki
Lagi buntu dak galak negur
Lagi beduwit serbo laju ..
Sawur dulur kito sawur
Jangan lupo besok puaso
Sawur dulur kito sawur
Idak puaso kito beduso ...
• Rombongan lanang
Sawur sawur ...
Kitada nyawur
Minjak minjak wahai du umak
Minjakda nasak guwai du gulai
Gulai api gulai tampuyak
Supayo bangik dijuki siya lalak
Umak ubak
Sikamkok minjak
Dipa kaniyan tanihi kok botoh
Sangrobok lagi ratong du imsak
Ombay akas
Payuda minjak
Pasa maaak pasa
dang lupa nyawor ..
Di rumah Er Te ..
" Buk. Cubo denger!" Uji Rolan, anak Pak Erte paling tuwo. Ngongkon emaknyo nempelke kuping ke din ding dapur.
"Endak mau ibuk ah Lan. Ibuk nak masak," kato Bu Er Te, la embawak panci berisi banyu samo beras.
"Denget bae Buk."
"Dak galak."
"Buk. Nurutla dikit samo Rolan. Se lamoni kan Rolan nurut terus samo ibuk."
"Iyo jugo ye," kato Bu Erte di jeru ati. Aku harus adil. Dak boleh nak le mak dewek.
"Buk!"
"Iyo. Ibuk galak."
"Naa cak itu Buk," kato Rolan, "Ce pet Buk, kupingnyo tempelke parak kuping Rolan sekarang."
"Siap Nak."
Kuping ditempelke. Dak katik suwa ro apo-apo selain ...
Ngeooong ...
Ngeoong ..
Oleh Wak Amin
JAM Duwo Malem ...
Pak ketipak tipak pung teng teng teng ..
Pak ketipak tipak pung teng teng teng ...
Suwaro ember ditabuh, suling bam bu ditiyup, ditambah gitar samo ka leng bekas kecik besak, embuat ma lem pertamo bulan puaso di kampu ngnyo Mang Kerio tambah rame.
Rame bukan karno uwong bekum pul atau nyawur , tapi ampir sepe rempat wargo kampung, dak lanang dak betino, kompak embangunke wong supayo nyawur.
Yang lanang dipimpin Mang Kerio, yang betino diketuoi Cek Leha. Ya ng kelompok betino di depan, ke lompok lanang di buri. Nyanyi sa mo-samo. Begiliran, tapi saling melok'i.
Misalnyo ye, kelompok betino nya nyi, rombongan yang lanak melok'i. Mak itu jugo sebaliknyo. Ado yang joget, ado pulo yang ngangkat-ng angkat tangan samo sewe supayo lebih besemangat nyanyinyo.
Didenger wong sekampung ...
Apo bae yang dinyanyiketu? Me cem-mecemla. Diantaronyotu cak ini ...
• Rombongan betino:
"Payo dulur kito bangun
Basuh muko gancang ke dapur
Siapke masak'an untuk sawur
Supayo idup tetap mujur ..
Jadi betino jangan penyungkan
Pacaknyo bebedak meres laki
Lagi buntu dak galak negur
Lagi beduwit serbo laju ..
Sawur dulur kito sawur
Jangan lupo besok puaso
Sawur dulur kito sawur
Idak puaso kito beduso ...
• Rombongan lanang
Sawur sawur ...
Kitada nyawur
Minjak minjak wahai du umak
Minjakda nasak guwai du gulai
Gulai api gulai tampuyak
Supayo bangik dijuki siya lalak
Umak ubak
Sikamkok minjak
Dipa kaniyan tanihi kok botoh
Sangrobok lagi ratong du imsak
Ombay akas
Payuda minjak
Pasa maaak pasa
dang lupa nyawor ..
Di rumah Er Te ..
" Buk. Cubo denger!" Uji Rolan, anak Pak Erte paling tuwo. Ngongkon emaknyo nempelke kuping ke din ding dapur.
"Endak mau ibuk ah Lan. Ibuk nak masak," kato Bu Er Te, la embawak panci berisi banyu samo beras.
"Denget bae Buk."
"Dak galak."
"Buk. Nurutla dikit samo Rolan. Se lamoni kan Rolan nurut terus samo ibuk."
"Iyo jugo ye," kato Bu Erte di jeru ati. Aku harus adil. Dak boleh nak le mak dewek.
"Buk!"
"Iyo. Ibuk galak."
"Naa cak itu Buk," kato Rolan, "Ce pet Buk, kupingnyo tempelke parak kuping Rolan sekarang."
"Siap Nak."
Kuping ditempelke. Dak katik suwa ro apo-apo selain ...
Ngeooong ...
Ngeoong ..
Pramasastra Bahasa Arab (5)
Pramasastra Bahasa Arab (5)
Oleh aminuddin
C. Kata Kerja, Kalimat Verbal, Subject dan Object Kata Kerja
I. Bahan Pelajaran :
a. Jamil (telah) pergi ke Kairo (zahaba jamiilun ilal qaahirati).
b. dan dia diam (=turun) di Hotel Syefard (Wa nazala fii funduqin syabardz).
c. Kemudian dia memasuki bagian yang tua dari kota itu (Tsumma dakhalal qismal qadiima minal madiinati).
d. dan mengunjungi Jamik Al Azhar (Wazaaral jaami'a al azhar).
e. dimana dia bertemu (dengan) Syekh Jamik itu (Haitsu laqiya syaikhul jaami'l).
f. dan Syekh itu membawanya ke universitas (Wasysyaikhu akhazahu ilal jaami'ah).
g. Maka dia menghadiri pelajaran Bahasa Arab (Fahadhara darsal lughatil 'arabiyyah).
h. Dan pelajaran itu baik di matanya (menurut pandangannya) (Wahasu nad darsu fii 'ainihi).
_______
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Kalimat ini (bagian a) adalah ka limat verbal, karena dimulai dengan kata kerja zahaba, dalam bentuk Fa'ala. Subject kata kerja adalah jamiilun. Kata benda ini nominatif, karena subject kata benda selama nya nominatif (berharkat dham mah). Subjectnyalah yang menjadi pelaku dan harus terletak sesudah kata kerja itu.
Kata kerja zahaba dalam bentuk orang ketiga masculin tunggal, perpect. Perpect berarti bahwa kerja (=aksi) itu sudah selesai (pada masa yang lalu), berlawanan dengan Imperpect yang berarti : aksi itu belum selesai, sedang atau akan terlaksana.
Harus diingat bahwa bentuk kata kerja asal (akar) adalah dengan ora ng ketiga masculin tunggal perpect. Dari bentuk inilah dibuat bentuk-bentuk lain dalam kalimat verbal ataupun nominal.
2. Kalimat ini (bagian b) juga verbal, dimulai dengan kata kerja orang ke tiga masculin tunggal perpect: Na zala. Karena subject tidak tertulis (dibaca) maka subjectnya tersem bunyi dianggap ada bersama kata kerja.
Dalam hal ini, kata kerja terdiri dari dua kata: kata kerja dan subjectnya yang tersembunyi. Jadi kalimat no mor 1 (a) lain dari kalimat nomor 2 (b). Kalimat nomor 1 subjectnya di nyatakan dan kata kerja dianggap satu kata. Tiap-tiap kata kerja ha nya mempunyai satu subject, di nyatakan atau tersembunyi.
3. Dalam kalimat verbal ini (c), kata kerja transitif (mempunyai penderita) Dakhala dan kata benda Al Qisma adalah object (penderita) nya yang dalam kasus accusatif. Tanda accusatif ialah berharkat fathah akhirannya. Kata ini tidak bertanwin karena definitif.
Al Qadiima adalah adjective yang membatasi Al Qisma, karena itu akhirannya berharkat yang sesuai dengan kata yang mendahuluinya. Subject kata kerja Dakhala tersembunyi.
4. Dalam kalimat ini (d), kata kerja zaara berbeda dari kata kerja tiga suku kata bentuk Fa'ala, karena dia mempunyai dua suku kata. Asal kata kerja ini sebenarnya tiga suku kata juga yaitu zawara, tetapi di ganti dengan zaara karena alasan fonetik (ilmu bunyi bahasa).
Kata kerja semacam ini dinama kan kata kerja lemah (sakit), yaitu kata kerja yang suku keduanya "waw atau ya" memiliki tashrif tersendiri.
5. Kata Haitsu (e) adalah adverb yang berharkat tetap. Kata kerja Laqiya dalam bentuk akar Fa'ila. Bentuk kata kerja akar adalah Fa'ala atau Fa'ila atau Fa'ula.
6. Kalimat ini sebenarnya dua. Pertama, kalimat nominal dengan Asy Syaikhu menjadi subject dan predicatnya adalah bagian kalimat lainnya.
Kalimat yang kedua ialah kalimat verbal yang dimulai dengan kata kerja akhaza yang subjectnya tersembunyi.
Kata ganti akhiran Hu ...adalah object kata kerja, yang disambung kan padanya, dalam kasus accusatif walaupun harkat akhirannya tetap.
Karena itu kata Akhazahu sebenar nya tiga kata : kata kerja, subject (tersembunyi) dan object kata kerja.
Kata ganti akhiran accusatif sama halnya dengan kata ganti akhiran genitif, kecuali dalam orang perta ma tunggal yaitu Niiy .. bukan Siiy....
8. Kata kerja Hasuna bentuk akar Fa'ula. Kombinasi 'Ainihi adalah construct phrase yang terdiri dari 'Aini dan kata ganti akhiran Hu .. Ini adalah kata ganti akhiran yang sudah berubah menjadi Hi .. karena terpengaruh oleh harkat kasrah yang mendahuluinya.
Kata ganti akhiran Hu .. Huma .. Hum .. Hunna .. berharkat dhammah diubah menjadi kasrah bila didahului - ... atau Siiy .. Atau Say ..
III. Latihan :
1. Yang terhormat (kawanku Umar) ('Aziizii 'Umaru).
2. Saya pergi ke Bagdad di musim semi (Zahabtu ila baghdaada fii fashlir rabii').
3. Dan saudara (f) ku pergi dengan aku (Wazahabat ukhtii ma'iiy)
4. Dan saya diam (bermalam) di Hotel Dajlah (Wanazaltu fi funduqi dijlah).
5. Dimana engkau bermalam pada tahun yang lalu (Haitsu nazalta anta fis sanatil maadhiyati).
6. Dan saudara(f)ku mengunjungi makam Raja Faisal yang masyhur (Wazaarat ukhtii qabral maliki faishalil masyhuura).
7. Pada hari kedua saya (saya sendiri) menuju (bermaksud) ke Jamik Khazimin dan saya melihat kubahnya yang keemasan (Wafil yaumitstsaani qashadtu anaa jaami'al kaazimaini wara-aitu qubbatahuz zahabiyyata).
8. Dan Bagdad sesungguhnya (pada hakikatnya) satu kota besar (Wa baghdaadu fil haqiiqati madiinatun 'adzhiimatun).
9. Kawanmu Ali (Shadiiquka 'aliyyun).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke Bahasa Indonesia :
1. Zahabtu ilal jaami'ati wa-akhaztu abniiy ma'iiy.
2. Wadakhala abniiy ghurfatal lughatil 'arabiyyati wa hadharad darsa.
3. Laqiyal malikul 'adzhiimu syu'batu bihubbin syadiid.
4. Qashadat ummiil jabala haitsul jawwu jaaffu.
5. Anta ra-aital hilaala fauqal qaryati wa ana ra-aitahu.
b. Terjemahkan ke Bahasa Arab :
1. Saya bermaksud ke rumah ibu saya, tetapi saya telah melihatnya di rumah saudara (f) saya.
2. Engkau telah mengambil buku saya dari kamar saya.
3. Saudara (f) saya menghadiri pelajaran pada universitas itu.
4. Kawan saya Umar pergi ke Riya dh dan mengunjungi Abdul Aziz ibn Su'ud.
5. Saya telah pergi ke puncak gu nung itu dan melihat wadi yang luas itu.
Oleh aminuddin
C. Kata Kerja, Kalimat Verbal, Subject dan Object Kata Kerja
I. Bahan Pelajaran :
a. Jamil (telah) pergi ke Kairo (zahaba jamiilun ilal qaahirati).
b. dan dia diam (=turun) di Hotel Syefard (Wa nazala fii funduqin syabardz).
c. Kemudian dia memasuki bagian yang tua dari kota itu (Tsumma dakhalal qismal qadiima minal madiinati).
d. dan mengunjungi Jamik Al Azhar (Wazaaral jaami'a al azhar).
e. dimana dia bertemu (dengan) Syekh Jamik itu (Haitsu laqiya syaikhul jaami'l).
f. dan Syekh itu membawanya ke universitas (Wasysyaikhu akhazahu ilal jaami'ah).
g. Maka dia menghadiri pelajaran Bahasa Arab (Fahadhara darsal lughatil 'arabiyyah).
h. Dan pelajaran itu baik di matanya (menurut pandangannya) (Wahasu nad darsu fii 'ainihi).
_______
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Kalimat ini (bagian a) adalah ka limat verbal, karena dimulai dengan kata kerja zahaba, dalam bentuk Fa'ala. Subject kata kerja adalah jamiilun. Kata benda ini nominatif, karena subject kata benda selama nya nominatif (berharkat dham mah). Subjectnyalah yang menjadi pelaku dan harus terletak sesudah kata kerja itu.
Kata kerja zahaba dalam bentuk orang ketiga masculin tunggal, perpect. Perpect berarti bahwa kerja (=aksi) itu sudah selesai (pada masa yang lalu), berlawanan dengan Imperpect yang berarti : aksi itu belum selesai, sedang atau akan terlaksana.
Harus diingat bahwa bentuk kata kerja asal (akar) adalah dengan ora ng ketiga masculin tunggal perpect. Dari bentuk inilah dibuat bentuk-bentuk lain dalam kalimat verbal ataupun nominal.
2. Kalimat ini (bagian b) juga verbal, dimulai dengan kata kerja orang ke tiga masculin tunggal perpect: Na zala. Karena subject tidak tertulis (dibaca) maka subjectnya tersem bunyi dianggap ada bersama kata kerja.
Dalam hal ini, kata kerja terdiri dari dua kata: kata kerja dan subjectnya yang tersembunyi. Jadi kalimat no mor 1 (a) lain dari kalimat nomor 2 (b). Kalimat nomor 1 subjectnya di nyatakan dan kata kerja dianggap satu kata. Tiap-tiap kata kerja ha nya mempunyai satu subject, di nyatakan atau tersembunyi.
3. Dalam kalimat verbal ini (c), kata kerja transitif (mempunyai penderita) Dakhala dan kata benda Al Qisma adalah object (penderita) nya yang dalam kasus accusatif. Tanda accusatif ialah berharkat fathah akhirannya. Kata ini tidak bertanwin karena definitif.
Al Qadiima adalah adjective yang membatasi Al Qisma, karena itu akhirannya berharkat yang sesuai dengan kata yang mendahuluinya. Subject kata kerja Dakhala tersembunyi.
4. Dalam kalimat ini (d), kata kerja zaara berbeda dari kata kerja tiga suku kata bentuk Fa'ala, karena dia mempunyai dua suku kata. Asal kata kerja ini sebenarnya tiga suku kata juga yaitu zawara, tetapi di ganti dengan zaara karena alasan fonetik (ilmu bunyi bahasa).
Kata kerja semacam ini dinama kan kata kerja lemah (sakit), yaitu kata kerja yang suku keduanya "waw atau ya" memiliki tashrif tersendiri.
5. Kata Haitsu (e) adalah adverb yang berharkat tetap. Kata kerja Laqiya dalam bentuk akar Fa'ila. Bentuk kata kerja akar adalah Fa'ala atau Fa'ila atau Fa'ula.
6. Kalimat ini sebenarnya dua. Pertama, kalimat nominal dengan Asy Syaikhu menjadi subject dan predicatnya adalah bagian kalimat lainnya.
Kalimat yang kedua ialah kalimat verbal yang dimulai dengan kata kerja akhaza yang subjectnya tersembunyi.
Kata ganti akhiran Hu ...adalah object kata kerja, yang disambung kan padanya, dalam kasus accusatif walaupun harkat akhirannya tetap.
Karena itu kata Akhazahu sebenar nya tiga kata : kata kerja, subject (tersembunyi) dan object kata kerja.
Kata ganti akhiran accusatif sama halnya dengan kata ganti akhiran genitif, kecuali dalam orang perta ma tunggal yaitu Niiy .. bukan Siiy....
8. Kata kerja Hasuna bentuk akar Fa'ula. Kombinasi 'Ainihi adalah construct phrase yang terdiri dari 'Aini dan kata ganti akhiran Hu .. Ini adalah kata ganti akhiran yang sudah berubah menjadi Hi .. karena terpengaruh oleh harkat kasrah yang mendahuluinya.
Kata ganti akhiran Hu .. Huma .. Hum .. Hunna .. berharkat dhammah diubah menjadi kasrah bila didahului - ... atau Siiy .. Atau Say ..
III. Latihan :
1. Yang terhormat (kawanku Umar) ('Aziizii 'Umaru).
2. Saya pergi ke Bagdad di musim semi (Zahabtu ila baghdaada fii fashlir rabii').
3. Dan saudara (f) ku pergi dengan aku (Wazahabat ukhtii ma'iiy)
4. Dan saya diam (bermalam) di Hotel Dajlah (Wanazaltu fi funduqi dijlah).
5. Dimana engkau bermalam pada tahun yang lalu (Haitsu nazalta anta fis sanatil maadhiyati).
6. Dan saudara(f)ku mengunjungi makam Raja Faisal yang masyhur (Wazaarat ukhtii qabral maliki faishalil masyhuura).
7. Pada hari kedua saya (saya sendiri) menuju (bermaksud) ke Jamik Khazimin dan saya melihat kubahnya yang keemasan (Wafil yaumitstsaani qashadtu anaa jaami'al kaazimaini wara-aitu qubbatahuz zahabiyyata).
8. Dan Bagdad sesungguhnya (pada hakikatnya) satu kota besar (Wa baghdaadu fil haqiiqati madiinatun 'adzhiimatun).
9. Kawanmu Ali (Shadiiquka 'aliyyun).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke Bahasa Indonesia :
1. Zahabtu ilal jaami'ati wa-akhaztu abniiy ma'iiy.
2. Wadakhala abniiy ghurfatal lughatil 'arabiyyati wa hadharad darsa.
3. Laqiyal malikul 'adzhiimu syu'batu bihubbin syadiid.
4. Qashadat ummiil jabala haitsul jawwu jaaffu.
5. Anta ra-aital hilaala fauqal qaryati wa ana ra-aitahu.
b. Terjemahkan ke Bahasa Arab :
1. Saya bermaksud ke rumah ibu saya, tetapi saya telah melihatnya di rumah saudara (f) saya.
2. Engkau telah mengambil buku saya dari kamar saya.
3. Saudara (f) saya menghadiri pelajaran pada universitas itu.
4. Kawan saya Umar pergi ke Riya dh dan mengunjungi Abdul Aziz ibn Su'ud.
5. Saya telah pergi ke puncak gu nung itu dan melihat wadi yang luas itu.
Rabu, 24 April 2019
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (13)
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (13)
By aminuddin
51. Ayat 107 :
"Alam ta'lam annallaaha lahuu mulkussamaawaati wal ardh. Wamaa lakum minduunillaahi miwwaliyyiw walaa nashiir."
(Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelin dung maupun seorang penolong).
52. Ayat 109 :
"..... Fa'fuu washfahuu hattaa ya-'tiyallaahu biamrihii. Innallaaha 'alaa kulli syai-in qadiir."
(Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatang kan perintah-Nya. (30) Sesungguh nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
53. Ayat 110 :
"Wa aqiimushshalaata wa-'tuzzakaata. Wamaa tuqaddimuu lianfusikum khairin tajiduuhu 'indallaah. Innallaaha bimaa ta'maluuna bashiir."
(Dan dirikanlah shalat dan tu naikanlah zakat. Dan apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala pada sisi Allah. Sesung guhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan).
54. Ayat 112 :
"Balaa man aslama wajhahu lillaahi wahuwa muhsinun falahu ajruhu 'in da rabbihi. Walaa khaufun 'alaihim walaahum yahzanuun."
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepa da Allah, sedang ia berbuat kebaji kan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati).
______
(30). Maksudnya: keizinan meme rangi dan mengusir orang Yahudi.
By aminuddin
51. Ayat 107 :
"Alam ta'lam annallaaha lahuu mulkussamaawaati wal ardh. Wamaa lakum minduunillaahi miwwaliyyiw walaa nashiir."
(Tiadakah kamu mengetahui bahwa kerajaan langit dan bumi adalah kepunyaan Allah? Dan tiada bagimu selain Allah seorang pelin dung maupun seorang penolong).
52. Ayat 109 :
"..... Fa'fuu washfahuu hattaa ya-'tiyallaahu biamrihii. Innallaaha 'alaa kulli syai-in qadiir."
(Maka maafkanlah dan biarkanlah mereka, sampai Allah mendatang kan perintah-Nya. (30) Sesungguh nya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu).
53. Ayat 110 :
"Wa aqiimushshalaata wa-'tuzzakaata. Wamaa tuqaddimuu lianfusikum khairin tajiduuhu 'indallaah. Innallaaha bimaa ta'maluuna bashiir."
(Dan dirikanlah shalat dan tu naikanlah zakat. Dan apa yang kamu usahakan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahala pada sisi Allah. Sesung guhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan).
54. Ayat 112 :
"Balaa man aslama wajhahu lillaahi wahuwa muhsinun falahu ajruhu 'in da rabbihi. Walaa khaufun 'alaihim walaahum yahzanuun."
(Tidak demikian) bahkan barang siapa yang menyerahkan diri kepa da Allah, sedang ia berbuat kebaji kan, maka baginya pahala pada sisi Tuhannya dan tidak ada kekuatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati).
______
(30). Maksudnya: keizinan meme rangi dan mengusir orang Yahudi.
Mang Kerio (81)
Mang Kerio (81)
Oleh Wak Amin
"STOP .. Stop Mang Kerio!"
Syiiit ...
Mobil berenti, Cek Leha langsung metu dari mobil. Dio nak mastike siapo niyan lanang keno gebuk di parak got besar.
La tau ...
"Mang .. Pak Erte. Gancang turun. Itu .. Itu ..."
"Itu siapo Leha. Yang bener kalu ngomongtu," uji Mang Kerio, mintak Cek Leha ngatur nafas duken.
"Itu uwong .. Uwong."
"Yo uwong Leha. Tapi siapo?" Tanyo Pak Erte penasaran.
"Uwong yang kito cari."
"Mang Jon maksud kau Ha?"
"Iyo Pak Erte."
Becepet marak'i lanang tegeletak parak got. Palak bedarah. Dak sa lah lagi. Itu Mang Jon.
Sedangke di deketnyo Pak Dukun sambil megang kayu gelam. Samo cak Mang Jon, dak sadarke diri. Apo sementaro, apo selamonyo, lum jelas.
"Pecaknyo la mati Mang Kerio," ka to Cek Leha. Pasalnyo, dicubit-cubit pipi Mang Jon, dak jugo beringgut-ringgut.
"Cubo gelitiki bae Ha," kato Pak Er te. Kalu nian biso bangun setelah digelitik.
Mulonyo lum. Karno yang digelitik leher. Waktu le nak parak kelek, mulak'i beringgut.
Eeut . gidik .. gidik ..
Tebangun akhirnyo Mang Jon. Cu man lum pacak tegak. Mato bae yang jobol. Enjelit. Noleh kanan kiri.
Makmano dengan Pak Dukun?
Payah jugo embangunkenyo. Disi ram pake' banyu got dak mempan. Digelitiki mak itu jugo.
Samo bae ...
Jadi makmano?
"Kito masukke bae ke garasi mobil. Makmano kiro-kiro?"
"Setuju aku Mang," kato Pak Erto. Lego karno yang dicari la ketemu.
"Yang sikoktu Mang?" Cek Leha nunjuk ke kanan. Mang Jon la pa cak duduk besilo sambil enggaut-gaut rambutnyo yang abang karno tepercik darah.
"Biarke bae."
"Jangan Mang. Mati anak uwong," kato Cek Leha, temuntah karno dak tahan bau tengik keringet samo ba nyu got.
Oleh Wak Amin
"STOP .. Stop Mang Kerio!"
Syiiit ...
Mobil berenti, Cek Leha langsung metu dari mobil. Dio nak mastike siapo niyan lanang keno gebuk di parak got besar.
La tau ...
"Mang .. Pak Erte. Gancang turun. Itu .. Itu ..."
"Itu siapo Leha. Yang bener kalu ngomongtu," uji Mang Kerio, mintak Cek Leha ngatur nafas duken.
"Itu uwong .. Uwong."
"Yo uwong Leha. Tapi siapo?" Tanyo Pak Erte penasaran.
"Uwong yang kito cari."
"Mang Jon maksud kau Ha?"
"Iyo Pak Erte."
Becepet marak'i lanang tegeletak parak got. Palak bedarah. Dak sa lah lagi. Itu Mang Jon.
Sedangke di deketnyo Pak Dukun sambil megang kayu gelam. Samo cak Mang Jon, dak sadarke diri. Apo sementaro, apo selamonyo, lum jelas.
"Pecaknyo la mati Mang Kerio," ka to Cek Leha. Pasalnyo, dicubit-cubit pipi Mang Jon, dak jugo beringgut-ringgut.
"Cubo gelitiki bae Ha," kato Pak Er te. Kalu nian biso bangun setelah digelitik.
Mulonyo lum. Karno yang digelitik leher. Waktu le nak parak kelek, mulak'i beringgut.
Eeut . gidik .. gidik ..
Tebangun akhirnyo Mang Jon. Cu man lum pacak tegak. Mato bae yang jobol. Enjelit. Noleh kanan kiri.
Makmano dengan Pak Dukun?
Payah jugo embangunkenyo. Disi ram pake' banyu got dak mempan. Digelitiki mak itu jugo.
Samo bae ...
Jadi makmano?
"Kito masukke bae ke garasi mobil. Makmano kiro-kiro?"
"Setuju aku Mang," kato Pak Erto. Lego karno yang dicari la ketemu.
"Yang sikoktu Mang?" Cek Leha nunjuk ke kanan. Mang Jon la pa cak duduk besilo sambil enggaut-gaut rambutnyo yang abang karno tepercik darah.
"Biarke bae."
"Jangan Mang. Mati anak uwong," kato Cek Leha, temuntah karno dak tahan bau tengik keringet samo ba nyu got.
Pramasastra Bahasa Arab (4)
Pramasastra Bahasa Arab (4)
Oleh aminuddin
B. Kata Perbandingan, Kata Copula dan Harkat Rangkap Dua (Diptotes)
I. Bahan Pelajaran:
a. "Al Ahram" (= piramid), sebuah surat kabar Mesir yang besar, dan ia lebih besar dari surat kabar ma na pun di Libanon ("Al Ahram" jarii datun mishriyatun kabiiratun. Wahi ya akbaru min ayyati jariidati fii lubnaana).
b. Bentuknya baik (bagus), tetapi bentuk surat kabar "Al Mishry" yang terbaik di dunia Arab (Sakluha hasanun, laakin saklu jariifatil "Mishriyyi" huwal ahsanu fil 'aalamil 'arabiyyi).
c. Majalah "Al-Hilal", majalah yang terbaik di Mesir, dan ia majalah terbesar di Timur Tengah (Afdhalu majallatin fii mishra wahiyal majal latu al kubraa fisy syarqi al ausa thi).
--------
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Dalam kalimat ini (a) kata akba ru adalah comperative (memban dingkan), bentuk af'alu. Ia diiringi oleh kata Min yang berarti dari. Bentuk Af''alu dipakai untuk maaculin dan feminin.
Walaupun adjective comperative Af'alu seperti kata benda biasa, namun kasus nominatif kata ini mendapat dhammah dan dalam kasus genitif dan accusatif (kedu anya) mendapat harkat fathah.
Kata-kata seperti ini dinamakan diptotes = mendapat harkat dua saja. Hal ini berlawanan dengan kata benda biasa yang mendapat tiga harkat (dhammah, fathah dan kasrah) = triptotes.
Keistimewaan diptotes juga ialah tidak pernah mendapat tanwin. Apa bila kata comperative kebetulan ber tanwin maka diperlakukan sebagai triptotes.
Kata benda Ayyati adalah feminin dari Ayyu = sebarang, mana saja. Kata Lubnaana dalam kasus gene tif sebagai objek dari kata perang kai Fii. Akhirannya berharkat fathah tidak kasrah karena ia diptote.
Kata Lubnaanu nama yang berasal dari kata asing (bukan Arab). Umumnya kata nama yang asing seperti ini termasuk dalam diptote.
2. Kata Laakin (b) = tetapi adalah kata penghubung (conjunction). Ka ta ganti Huwa dalam kalimat ini se bagai penghubung antara subject Syaklu dan predicate Al Ahsanu. Karena itu dinamakan Copula = yang digunakan penekanan atas subject atau (di sini) sebagai pe nunjuk dimana permulaan predi cate.
Predicate Al Ahsanu terdiri dari kata sandang Al .. dan kata Ahsa nu dalam bentuk comperative. Apa bila kata sandang definitif Al ... membatasi comperative, hasilnya menjadi pengertian superlatif = peningkatan perbandingan lebih tinggi.
3. Kata Majallatu (c) tidak menurut bentuk biasa. Sebenarnya kata ini berasal dari kata asing. Kata Afdha lu dalam bentuk Af'alu, di sini di maksudkan sebagai superlatif, ka rena kata itu sebagai bagian perta ma dari construct yang mestinya definitif.
Mishra salah satu contoh nama, karena itu menjadi diptotes. Al Kubraa feminin dari superlatif Al Akbaru.
Bentuk comperatif hanyalah satu saja yaitu Af'alu buat masculin atau feminin sedangkan superlatif mempunyai bentuk masculin Al Af'alu dan feminin Al Fu'laa.
Apabila superlatif dibentuk oleh hubungan construct, dimana yang keduanya tunggal tidak definitif, masculin superlatif dipakai dengan tidak mengindahkan jenis bagian nya yang kedua, seperti Afdhalu majallatin.
Bila bagian keduanya jamak defini tif, superlatif dapat menyesuaikan jenis dan bilangannya. Bila superla tif diikuti kata benda yang memba tasinya, harus disesuaikan dalam jenisnya, seperti adjective lain juga, seperti Al Majallatu Al Kubraa.
Al Ausathi juga dalam bentuk superlatif.
III. Latihan :
1. Kairo, kota terbesar di Timur Arab (Al Qaahiratu a'dzhamu madiinatin fisy syarqil 'arabiyyi),
2. dan yang termodern bagiannya "Mesir Baru" (Wa ahdatsu qismin minhaa mishrul jadiidatu).
3. Bagdad lebih kecil dari Kairo, tetapi lebih tua daripadanya (Baghdaadu ashgharu minal qaahirati walaakin aqdamu minha).
4. Ankara, ibukota Turki, dan ia terletak di Asia Kecil (Anqaratu 'aashimatu turkiyyaa wahiya fii asiyash shughraa).
5. Samarkand di Asia Tengah (Samarqand fii asiyal wusthaa).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia :
1. Al Aruzzal 'iraaqiyyu afdhalu minal aruzzil mishriyyi.
2. Al asadu akbaru minal kalbi.
3. Al ummu ajmalu min bintihaa.
4. Haakimul jaziirati huwa a'dalu haakimin.
5. Lughatu najdin ajmalu lughatin bainal 'arbi.
6. Assafaru bil bahri ash'abu minas safari bil jawwi.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Kuda itu lebih cepat dari anjing itu dan lebih bagus dari singa itu.
2. Kepala kuda Nejed itu lebih kecil dari kepala kuda Mesir.
3. Bulan-sabit, bendera Turki (al-hilal) lebih kecil dari bulan-sabit bendera Mesir.
4. Negara Mesir, negara terluas di dunia Arab.
5. Riyadh kota terbesar di Nejed.
Oleh aminuddin
B. Kata Perbandingan, Kata Copula dan Harkat Rangkap Dua (Diptotes)
I. Bahan Pelajaran:
a. "Al Ahram" (= piramid), sebuah surat kabar Mesir yang besar, dan ia lebih besar dari surat kabar ma na pun di Libanon ("Al Ahram" jarii datun mishriyatun kabiiratun. Wahi ya akbaru min ayyati jariidati fii lubnaana).
b. Bentuknya baik (bagus), tetapi bentuk surat kabar "Al Mishry" yang terbaik di dunia Arab (Sakluha hasanun, laakin saklu jariifatil "Mishriyyi" huwal ahsanu fil 'aalamil 'arabiyyi).
c. Majalah "Al-Hilal", majalah yang terbaik di Mesir, dan ia majalah terbesar di Timur Tengah (Afdhalu majallatin fii mishra wahiyal majal latu al kubraa fisy syarqi al ausa thi).
--------
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Dalam kalimat ini (a) kata akba ru adalah comperative (memban dingkan), bentuk af'alu. Ia diiringi oleh kata Min yang berarti dari. Bentuk Af''alu dipakai untuk maaculin dan feminin.
Walaupun adjective comperative Af'alu seperti kata benda biasa, namun kasus nominatif kata ini mendapat dhammah dan dalam kasus genitif dan accusatif (kedu anya) mendapat harkat fathah.
Kata-kata seperti ini dinamakan diptotes = mendapat harkat dua saja. Hal ini berlawanan dengan kata benda biasa yang mendapat tiga harkat (dhammah, fathah dan kasrah) = triptotes.
Keistimewaan diptotes juga ialah tidak pernah mendapat tanwin. Apa bila kata comperative kebetulan ber tanwin maka diperlakukan sebagai triptotes.
Kata benda Ayyati adalah feminin dari Ayyu = sebarang, mana saja. Kata Lubnaana dalam kasus gene tif sebagai objek dari kata perang kai Fii. Akhirannya berharkat fathah tidak kasrah karena ia diptote.
Kata Lubnaanu nama yang berasal dari kata asing (bukan Arab). Umumnya kata nama yang asing seperti ini termasuk dalam diptote.
2. Kata Laakin (b) = tetapi adalah kata penghubung (conjunction). Ka ta ganti Huwa dalam kalimat ini se bagai penghubung antara subject Syaklu dan predicate Al Ahsanu. Karena itu dinamakan Copula = yang digunakan penekanan atas subject atau (di sini) sebagai pe nunjuk dimana permulaan predi cate.
Predicate Al Ahsanu terdiri dari kata sandang Al .. dan kata Ahsa nu dalam bentuk comperative. Apa bila kata sandang definitif Al ... membatasi comperative, hasilnya menjadi pengertian superlatif = peningkatan perbandingan lebih tinggi.
3. Kata Majallatu (c) tidak menurut bentuk biasa. Sebenarnya kata ini berasal dari kata asing. Kata Afdha lu dalam bentuk Af'alu, di sini di maksudkan sebagai superlatif, ka rena kata itu sebagai bagian perta ma dari construct yang mestinya definitif.
Mishra salah satu contoh nama, karena itu menjadi diptotes. Al Kubraa feminin dari superlatif Al Akbaru.
Bentuk comperatif hanyalah satu saja yaitu Af'alu buat masculin atau feminin sedangkan superlatif mempunyai bentuk masculin Al Af'alu dan feminin Al Fu'laa.
Apabila superlatif dibentuk oleh hubungan construct, dimana yang keduanya tunggal tidak definitif, masculin superlatif dipakai dengan tidak mengindahkan jenis bagian nya yang kedua, seperti Afdhalu majallatin.
Bila bagian keduanya jamak defini tif, superlatif dapat menyesuaikan jenis dan bilangannya. Bila superla tif diikuti kata benda yang memba tasinya, harus disesuaikan dalam jenisnya, seperti adjective lain juga, seperti Al Majallatu Al Kubraa.
Al Ausathi juga dalam bentuk superlatif.
III. Latihan :
1. Kairo, kota terbesar di Timur Arab (Al Qaahiratu a'dzhamu madiinatin fisy syarqil 'arabiyyi),
2. dan yang termodern bagiannya "Mesir Baru" (Wa ahdatsu qismin minhaa mishrul jadiidatu).
3. Bagdad lebih kecil dari Kairo, tetapi lebih tua daripadanya (Baghdaadu ashgharu minal qaahirati walaakin aqdamu minha).
4. Ankara, ibukota Turki, dan ia terletak di Asia Kecil (Anqaratu 'aashimatu turkiyyaa wahiya fii asiyash shughraa).
5. Samarkand di Asia Tengah (Samarqand fii asiyal wusthaa).
IV. Ulangan :
a. Terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia :
1. Al Aruzzal 'iraaqiyyu afdhalu minal aruzzil mishriyyi.
2. Al asadu akbaru minal kalbi.
3. Al ummu ajmalu min bintihaa.
4. Haakimul jaziirati huwa a'dalu haakimin.
5. Lughatu najdin ajmalu lughatin bainal 'arbi.
6. Assafaru bil bahri ash'abu minas safari bil jawwi.
b. Terjemahkan ke bahasa Arab :
1. Kuda itu lebih cepat dari anjing itu dan lebih bagus dari singa itu.
2. Kepala kuda Nejed itu lebih kecil dari kepala kuda Mesir.
3. Bulan-sabit, bendera Turki (al-hilal) lebih kecil dari bulan-sabit bendera Mesir.
4. Negara Mesir, negara terluas di dunia Arab.
5. Riyadh kota terbesar di Nejed.
Selasa, 23 April 2019
Mang Kerio (80)
Mang Kerio (80)
Oleh Wak Amin
NAA kau ..
Ketemuan akhirnyo ...
Gelabak gelubuk gelabak gelubuk ...
Wong rame nonton. Ado yang bete puk tangan, besorak-sorak, enjerit-enjerit. Malah ado yang taruhan. Si kok pegang Mang Jon, sikok lagi pegang Pak Dukun.
Siapo yang menang?
Lum tau. Baru nak mulak'i, uji buja ng rengkek bungkuk udang bete rompa.
Seru pokoknyo.
Masih perang mulut ...
"Awaktu yang gilo," uji Pak Dukun sambil nunggingke pantatnyo.
"Awaktu yang gilo," kato Mang Jon sambil embuka' reusliting celano, nunjukke burung kakak tuwonyo.
Aaaaaaw ...
Tibo-tibo budak betino pado enjerit sambil nutup rainyo. Mereka dak sanggup ngeliyat 'rudal sakti' itu.
"Awaktula yang gilo. Bini dewek di gebuk'i. Disikso. Kalu dak gilo dak mungkinla sampe nyikso bini."
"Nak ngapo awak. Bini bini aku. Te serah aku. Kautu yang gilo. Nguru si wong lain. Urus diri dewek ooo," kato Mang Jon, la metuke jurus iwak betok belago.
Pak Dukun santai bae ngeladeni nyo ...
"Jurus mak itu bae diambokke. Da sar uwong gilo," ejek Pak Dukun.
Mang Jon kepanasan ...
Dio nyerang Pak Dukun pake' sikil. Nendang cak ituna. Hebat tendan gannyo. Dak kalah dengan tenda ngan pendekar dalam film silat.
Tapi ..
Praak ..
Aaaaw .. Tibo-tibo Mang Jon enje rit kesakitan. Pasalnyo, waktu dio nendang tadi ditangkis Pak Dukun pakek kayu gelam.
Ha ha ha ...
"Pendekar kopokan," kato lanang tuwo dak begigi lagi.
"Itula kalu betatuan igotu. Makonyo Kak, jadi wongtu biaso-biaso bae," uji betino separo tuwo sambil ma inke sugi.
"Wuuuu .."
Wong pado bubar galo. Ado yang ngomel, dak sedikit yang kecewa karno belago yang ditunggu dak seru.
Ngabiske waktu bae ...
Makmano dengan Pak Dukun?
Enjingok Mang Jon kesakitan sam bil megang sikilnyo, bukannyo kesi yan. Malah kesetanan.
Dio embek lagi kayu gelam tadi. Di pukulkenyo ke pantat Mang Jon. Nambah sakit.
Buug ..
Auuuw ...
Keno tangan. Untung dak pengkor. Ngelak-ngelak dikit. Tangan timbis, tekeno perut ...
Auuuugh ..
Oleh Wak Amin
NAA kau ..
Ketemuan akhirnyo ...
Gelabak gelubuk gelabak gelubuk ...
Wong rame nonton. Ado yang bete puk tangan, besorak-sorak, enjerit-enjerit. Malah ado yang taruhan. Si kok pegang Mang Jon, sikok lagi pegang Pak Dukun.
Siapo yang menang?
Lum tau. Baru nak mulak'i, uji buja ng rengkek bungkuk udang bete rompa.
Seru pokoknyo.
Masih perang mulut ...
"Awaktu yang gilo," uji Pak Dukun sambil nunggingke pantatnyo.
"Awaktu yang gilo," kato Mang Jon sambil embuka' reusliting celano, nunjukke burung kakak tuwonyo.
Aaaaaaw ...
Tibo-tibo budak betino pado enjerit sambil nutup rainyo. Mereka dak sanggup ngeliyat 'rudal sakti' itu.
"Awaktula yang gilo. Bini dewek di gebuk'i. Disikso. Kalu dak gilo dak mungkinla sampe nyikso bini."
"Nak ngapo awak. Bini bini aku. Te serah aku. Kautu yang gilo. Nguru si wong lain. Urus diri dewek ooo," kato Mang Jon, la metuke jurus iwak betok belago.
Pak Dukun santai bae ngeladeni nyo ...
"Jurus mak itu bae diambokke. Da sar uwong gilo," ejek Pak Dukun.
Mang Jon kepanasan ...
Dio nyerang Pak Dukun pake' sikil. Nendang cak ituna. Hebat tendan gannyo. Dak kalah dengan tenda ngan pendekar dalam film silat.
Tapi ..
Praak ..
Aaaaw .. Tibo-tibo Mang Jon enje rit kesakitan. Pasalnyo, waktu dio nendang tadi ditangkis Pak Dukun pakek kayu gelam.
Ha ha ha ...
"Pendekar kopokan," kato lanang tuwo dak begigi lagi.
"Itula kalu betatuan igotu. Makonyo Kak, jadi wongtu biaso-biaso bae," uji betino separo tuwo sambil ma inke sugi.
"Wuuuu .."
Wong pado bubar galo. Ado yang ngomel, dak sedikit yang kecewa karno belago yang ditunggu dak seru.
Ngabiske waktu bae ...
Makmano dengan Pak Dukun?
Enjingok Mang Jon kesakitan sam bil megang sikilnyo, bukannyo kesi yan. Malah kesetanan.
Dio embek lagi kayu gelam tadi. Di pukulkenyo ke pantat Mang Jon. Nambah sakit.
Buug ..
Auuuw ...
Keno tangan. Untung dak pengkor. Ngelak-ngelak dikit. Tangan timbis, tekeno perut ...
Auuuugh ..
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (12)
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (12)
By aminuddin
46. Ayat 101 :
"Walammaa jaa-ahum rasuulummin 'indillaahi mushaddiqullimaa ma'ahum nabaza fariiqum minallaziina uutul kitaaba. Kitaaballaahi wara-a dzhuhuurihim kaannahum laa ya'lamuun."
(Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
47. Ayat 102 :
" ... Fayata'allamuuna minhumaa maa yufarriquuna bihii bainal mar-i wazaujihii. Wamaa hum bidhaarriina bihii min ahadin illa biiznillaah. Wayata'allamuuna maa yadhurruhum walaa yanfa'uhum walaqad 'alimuu lamanisytaraahu maa lahuu fil aakhirati min khalaaq. Wala bi'sa maa syaraubihii anfusahum lau kaanuu ya'lamuun."
(... Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang de ngan sihir itu, mereka dapat mence raikan antara seorang (suami) dengan isterinya. (28) Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudha rat dengan sihirnya kepada seora ngpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada nya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntu ngan di akherat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir).
48. Ayat 103 :
"Walau annahum aamanuu wattaqau lamatsuubatun min 'indillaahi khairun. Lau kaanuu ya'lamuun."
(Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui).
49. Ayat 105 :
" ... Wallaahu yakhtashshu birahmatihii mayyasyaa-u. Wallaahu zuul fadhlil 'adzhiim."
( ... Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar).
50. Ayat 106 :
"Maa nansakh min aayatin au nunsihaa ta-'ti bikhairim minhaa au mitslihaa. Alam ta" lam annallaaha 'ala kulli syai-in qadiir."
(Apa saja ayat (29) yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya. Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?).
____
(28). Berbagai macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-be raikan masyarakat, seperti mence rai-beraikan suami isteri.
(29). Para mufassirin berlainan pendapat tentang arti "ayat". Ada yang mengartikan ayat suci Al-Quran dan ada juga yang mengar tikannya dengan mukjizat.
By aminuddin
46. Ayat 101 :
"Walammaa jaa-ahum rasuulummin 'indillaahi mushaddiqullimaa ma'ahum nabaza fariiqum minallaziina uutul kitaaba. Kitaaballaahi wara-a dzhuhuurihim kaannahum laa ya'lamuun."
(Dan setelah datang kepada mereka seorang Rasul dari sisi Allah yang membenarkan apa (kitab) yang ada pada mereka, sebagian dari orang-orang yang diberi kitab (Taurat) melemparkan kitab Allah ke belakang (punggung) nya seolah-olah mereka tidak mengetahui (bahwa itu adalah kitab Allah).
47. Ayat 102 :
" ... Fayata'allamuuna minhumaa maa yufarriquuna bihii bainal mar-i wazaujihii. Wamaa hum bidhaarriina bihii min ahadin illa biiznillaah. Wayata'allamuuna maa yadhurruhum walaa yanfa'uhum walaqad 'alimuu lamanisytaraahu maa lahuu fil aakhirati min khalaaq. Wala bi'sa maa syaraubihii anfusahum lau kaanuu ya'lamuun."
(... Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang de ngan sihir itu, mereka dapat mence raikan antara seorang (suami) dengan isterinya. (28) Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudha rat dengan sihirnya kepada seora ngpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada nya dan tidak memberi manfaat. Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntu ngan di akherat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir).
48. Ayat 103 :
"Walau annahum aamanuu wattaqau lamatsuubatun min 'indillaahi khairun. Lau kaanuu ya'lamuun."
(Sesungguhnya kalau mereka beriman dan bertakwa, (niscaya mereka akan mendapat pahala), dan sesungguhnya pahala dari sisi Allah adalah lebih baik, kalau mereka mengetahui).
49. Ayat 105 :
" ... Wallaahu yakhtashshu birahmatihii mayyasyaa-u. Wallaahu zuul fadhlil 'adzhiim."
( ... Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar).
50. Ayat 106 :
"Maa nansakh min aayatin au nunsihaa ta-'ti bikhairim minhaa au mitslihaa. Alam ta" lam annallaaha 'ala kulli syai-in qadiir."
(Apa saja ayat (29) yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya. Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tiadakah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?).
____
(28). Berbagai macam sihir yang dikerjakan orang Yahudi, sampai kepada sihir untuk mencerai-be raikan masyarakat, seperti mence rai-beraikan suami isteri.
(29). Para mufassirin berlainan pendapat tentang arti "ayat". Ada yang mengartikan ayat suci Al-Quran dan ada juga yang mengar tikannya dengan mukjizat.
Mang Kerio (79)
Mang Kerio (79)
Oleh Wak Amin
LIMO belas menit ngilang, Cek Le ha balik lagi nemui Mang Kerio sa mo Pak Erte yang meguk di bangku panjang warno putih.
Nyingok Cek Leha lesu, antaro be jalan dengan idak, Mang Kerio la nengguh pasti embawak kabar dak lemak.
"Maaf Mang. Yang namo Supriyat no dak katik. Yang ado Supriyono," uji Cek Leha. Pusing, dak tau nak kemano lagi nyari Mang Jon samo Pak Dukun.
"Bener dak ujiku Pak Erte. Pasti dak sedep ..."
Pak Erte ketawo ..
"Mang Kerio memang hebat," puji Pak Erte.
Cek Leha nambah pusing. Dak se dep, apo kaitannyo dengan Supri yatno yang lum tau di rumah sakit mano dio dirawat.
"Cek. Ado usul kau?"
"Lum Mang. Aku lagi pening," kato Cek Leha.
"Gampang obatnyotu Leha."
"Apo Pak Erte?"
"Telen bae bodrex, pasti ilang."
Ha ha he he ...
Di lain tempat ...
Di parak warung ...
Mang Jon bejalan tetatih-tatih. Dio sengajo pegi dari rumah sakit kar no dak galak nginep di sano.
Sempet diperikso. Ecak-ecak nak kencing, ngacir lewat jalan buri rumah sakit
Rai diperban, serbo putih. Bayang kela oleh kau Lur. Uwong bukannyo kesiyan, tapi takut dan ngeri. Ini uw ong apo pocong.
Dikatoke uwong, rai beperban galo. Dikatoke pocong, sikil masih ninjak tanah.
Pening mikirkenyo ...
Makmano dengan Pak Dukun?
Samo iyola ...
Bejalan cak gelandangan ...
Galo-galo uwong nyingok. Takut nak nulung. Apo iyo niyan Supri yatno, apo cuman mirip bae.
Kalu dijingok caro dio bejalan, iyola itu Pak Dukun. Dakke salah lagi. Ta pi nyelik pakaian dan keadaannyo yang mecem gelandangan, ragu jugo jadinyo.
Banyak uwong geleng-geleng pa lak.
Oleh Wak Amin
LIMO belas menit ngilang, Cek Le ha balik lagi nemui Mang Kerio sa mo Pak Erte yang meguk di bangku panjang warno putih.
Nyingok Cek Leha lesu, antaro be jalan dengan idak, Mang Kerio la nengguh pasti embawak kabar dak lemak.
"Maaf Mang. Yang namo Supriyat no dak katik. Yang ado Supriyono," uji Cek Leha. Pusing, dak tau nak kemano lagi nyari Mang Jon samo Pak Dukun.
"Bener dak ujiku Pak Erte. Pasti dak sedep ..."
Pak Erte ketawo ..
"Mang Kerio memang hebat," puji Pak Erte.
Cek Leha nambah pusing. Dak se dep, apo kaitannyo dengan Supri yatno yang lum tau di rumah sakit mano dio dirawat.
"Cek. Ado usul kau?"
"Lum Mang. Aku lagi pening," kato Cek Leha.
"Gampang obatnyotu Leha."
"Apo Pak Erte?"
"Telen bae bodrex, pasti ilang."
Ha ha he he ...
Di lain tempat ...
Di parak warung ...
Mang Jon bejalan tetatih-tatih. Dio sengajo pegi dari rumah sakit kar no dak galak nginep di sano.
Sempet diperikso. Ecak-ecak nak kencing, ngacir lewat jalan buri rumah sakit
Rai diperban, serbo putih. Bayang kela oleh kau Lur. Uwong bukannyo kesiyan, tapi takut dan ngeri. Ini uw ong apo pocong.
Dikatoke uwong, rai beperban galo. Dikatoke pocong, sikil masih ninjak tanah.
Pening mikirkenyo ...
Makmano dengan Pak Dukun?
Samo iyola ...
Bejalan cak gelandangan ...
Galo-galo uwong nyingok. Takut nak nulung. Apo iyo niyan Supri yatno, apo cuman mirip bae.
Kalu dijingok caro dio bejalan, iyola itu Pak Dukun. Dakke salah lagi. Ta pi nyelik pakaian dan keadaannyo yang mecem gelandangan, ragu jugo jadinyo.
Banyak uwong geleng-geleng pa lak.
TOEFL (18)
TOEFL (18)
Oleh aminuddin
Reading Comprehension
A. Reading Comprehension
BAGIAN terakhir dari tes TOEFL adalah reading comprehension. Bagian ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan seseorang untuk membaca dan memahami bacaan pendek.
Terdapat berbagai macam tema bacaan yang akan disajikan, dima na bacan tersebut akan diikuti oleh beberapa pertanyaan yang berhu bungan dengan teks.
Tema bacaan yang sering digunakan dalam bagian ini adalah biografi orang terkenal, seni, musik, sastra, sejarah alam, ilmu pengetahuan, pemerintahan, geografi, dan sebagainya.
Reading comprehension terdiri dari 50 soal yang harus dikerjakan da lam kurun waktu 55 menit.
B. Pola Soal
Berikut ini adalah beberapa soal yang sering muncul dalam Reading Comprehension :
1. Main Idea
Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus memahami keseluruhan isi teks. Untuk menghemat waktu, lebih baik kita menjawab pertanyaan semacam ini paling belakang setelah menjawab pertanyaan lain.
Yang perlu anda ingat di sini adalah bahwa anda tidak perlu menerje mahkannya per kata karena itu ak an membuang waktu anda. Ingat waktu anda terbatas.
2. Vocabulary
Pertanyaan semacam ini biasanya menanyakan sinonim atau kata ya ng memiliki makna yang dekat dengan kata yang lain.
Jika anda belum pernah melihat atau mendengar kata itu sebelum nya, maka untuk membantu anda menjawab pertanyaan ini, cobalah untuk memahami konteks kalimat pada paragraf tersebut.
Itulah mengapa banyak membaca sebelum mengikuti tes TOEFL akan sangat membantu, karena akan memperkaya anda dengan kosa kata baru.
3. Inference
Dalam reading comprehension akan terdapat pertanyaan dimana kita diminta untuk memberikan kesimpulan dari suatu paragraf atau kalimat.
4. Reference
Adalah pertanyaan tentang acuan dari suatu kata, biasanya berupa kata ganti (pronoun).
5. Restatement
Pertanyaan yang berkaitan dengan restatement akan meminta kita un tuk menyatakan kembali pernyata an teertentu dengan bahasa yang berbeda.
6. Paragraph Focus
Biasanya meminta kita untuk mencari paragraf yang membicarakan topik tertentu.
7. Author's Opinion
Biasanya meminta kita untuk menunjukkan tujuan paragraf yang ditulis oleh penulis.
8. Line Focus
Jenis pertanyaan line focus akan meminta kita untuk menunjukkan di baris manakah ide dibahas.
9. Tips dan Trik
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan anda dalam reading comprehension
a. Perbanyaklah membaca teks-teks berbahasa Inggris, baik berupa koran, majalah, artikel, novel, blog artikel atau teks yang lain.
b. Jangan segan untuk membuka kamus jika anda tidak memahami kata-kata tertentu dalam teks. Hal ini akan memperkaya kosa kata anda.
c. Jika anda telah membuat daftar kosa kata baru anda, cobalah untuk membuatnya ke dalam kalimat. Ca ra ini akan membuat anda mema hami konteks penggunaan kata tersebut.
d. Pada saat melakukan tes, jangan membuang-buang waktu hanya pa da satu soal. Kerjakan soal-soal yang lebih mudah bagi anda dahulu.
e. Jika anda tidak memahami makna suatu kata, anda dapat mencoba memperhatikan konteks kalimat yang ada.
f. Jika terdapat pertanyaan yang meminta anda untuk menunjukkan inti dari suatu paragraf, lihatlah pada kalimat awal atau akhir. Karena biasanya inti paragraf diletakkan disana.
Namun jika anda tidak menemukannya, inti tersebut tersebar dalam paragraf. Membaca sepintas (skimming) akan dapat membantu anda. Anda tidak perlu menerjemahkan kata per kata untuk menjawab pertanyaan semacam ini.
g. Jika anda benar-benar tidak tahu jawaban dari pertanyaan yang diberikan, TEBAK jawaban dari pertanyaan tersebut. Ingat, jawaban yang salah tidak mengurangi skor anda. (TAMAT)
_____
Disarikan dari buku 'Smart Pocket TOEFL' karya Niswatin Nurul Hidayati.
Oleh aminuddin
Reading Comprehension
A. Reading Comprehension
BAGIAN terakhir dari tes TOEFL adalah reading comprehension. Bagian ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan seseorang untuk membaca dan memahami bacaan pendek.
Terdapat berbagai macam tema bacaan yang akan disajikan, dima na bacan tersebut akan diikuti oleh beberapa pertanyaan yang berhu bungan dengan teks.
Tema bacaan yang sering digunakan dalam bagian ini adalah biografi orang terkenal, seni, musik, sastra, sejarah alam, ilmu pengetahuan, pemerintahan, geografi, dan sebagainya.
Reading comprehension terdiri dari 50 soal yang harus dikerjakan da lam kurun waktu 55 menit.
B. Pola Soal
Berikut ini adalah beberapa soal yang sering muncul dalam Reading Comprehension :
1. Main Idea
Untuk menjawab pertanyaan ini kita harus memahami keseluruhan isi teks. Untuk menghemat waktu, lebih baik kita menjawab pertanyaan semacam ini paling belakang setelah menjawab pertanyaan lain.
Yang perlu anda ingat di sini adalah bahwa anda tidak perlu menerje mahkannya per kata karena itu ak an membuang waktu anda. Ingat waktu anda terbatas.
2. Vocabulary
Pertanyaan semacam ini biasanya menanyakan sinonim atau kata ya ng memiliki makna yang dekat dengan kata yang lain.
Jika anda belum pernah melihat atau mendengar kata itu sebelum nya, maka untuk membantu anda menjawab pertanyaan ini, cobalah untuk memahami konteks kalimat pada paragraf tersebut.
Itulah mengapa banyak membaca sebelum mengikuti tes TOEFL akan sangat membantu, karena akan memperkaya anda dengan kosa kata baru.
3. Inference
Dalam reading comprehension akan terdapat pertanyaan dimana kita diminta untuk memberikan kesimpulan dari suatu paragraf atau kalimat.
4. Reference
Adalah pertanyaan tentang acuan dari suatu kata, biasanya berupa kata ganti (pronoun).
5. Restatement
Pertanyaan yang berkaitan dengan restatement akan meminta kita un tuk menyatakan kembali pernyata an teertentu dengan bahasa yang berbeda.
6. Paragraph Focus
Biasanya meminta kita untuk mencari paragraf yang membicarakan topik tertentu.
7. Author's Opinion
Biasanya meminta kita untuk menunjukkan tujuan paragraf yang ditulis oleh penulis.
8. Line Focus
Jenis pertanyaan line focus akan meminta kita untuk menunjukkan di baris manakah ide dibahas.
9. Tips dan Trik
Berikut ini adalah beberapa tips yang dapat anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan anda dalam reading comprehension
a. Perbanyaklah membaca teks-teks berbahasa Inggris, baik berupa koran, majalah, artikel, novel, blog artikel atau teks yang lain.
b. Jangan segan untuk membuka kamus jika anda tidak memahami kata-kata tertentu dalam teks. Hal ini akan memperkaya kosa kata anda.
c. Jika anda telah membuat daftar kosa kata baru anda, cobalah untuk membuatnya ke dalam kalimat. Ca ra ini akan membuat anda mema hami konteks penggunaan kata tersebut.
d. Pada saat melakukan tes, jangan membuang-buang waktu hanya pa da satu soal. Kerjakan soal-soal yang lebih mudah bagi anda dahulu.
e. Jika anda tidak memahami makna suatu kata, anda dapat mencoba memperhatikan konteks kalimat yang ada.
f. Jika terdapat pertanyaan yang meminta anda untuk menunjukkan inti dari suatu paragraf, lihatlah pada kalimat awal atau akhir. Karena biasanya inti paragraf diletakkan disana.
Namun jika anda tidak menemukannya, inti tersebut tersebar dalam paragraf. Membaca sepintas (skimming) akan dapat membantu anda. Anda tidak perlu menerjemahkan kata per kata untuk menjawab pertanyaan semacam ini.
g. Jika anda benar-benar tidak tahu jawaban dari pertanyaan yang diberikan, TEBAK jawaban dari pertanyaan tersebut. Ingat, jawaban yang salah tidak mengurangi skor anda. (TAMAT)
_____
Disarikan dari buku 'Smart Pocket TOEFL' karya Niswatin Nurul Hidayati.
Senin, 22 April 2019
TOEFL (17)
TOEFL (17)
Oleh aminuddin
9. DI dalam bahasa Inggris terdapat pola susunan kalimat dengan pola verb + noun/pronoun + to infinitive.
Contoh :
• She convinced me to become a speaker in her event.
• He teaches me to play piano.
• Mr Nakamura ordered me to print some files.
Fungsi dari bare infinitive
a. Bare infinitive diletakkan setelah modal.
Contoh:
He will call her old friend.
b. Bare infinitive diletakkan setelah let dan help.
Contoh :
They helped me sweep the classroom.
10. Bare Infinitive diletakkan setelah would rather.
Contoh:
She would rather have dinner at home.
11. Bare infinitive diletakkan setelah make dan have.
Contoh :
My brother makes me buy some snacks.
K. Concord/Agreement
Adalah di dalam penyusunan suatu kalimat, bagian-bagian penyusunnya harus sesuai dengan aturan tata bahasa yang berlaku.
Berikut penjabarannya:
1. Jika subjek dan kalimat lebih dari satu dan dihubungkan dengan and, maka subjek tersebut adalah subjek jamak.
Contoh :
Miss and Tio are playing badminton together.
2. Jika subjek dari suatu kalimat menggunakan indefinite pronoun seperti someone, none, sombody, nobody, nothing, each, either, every body, anything, anybody, anyone, maka subjek tersebut dianggap sebagai subjek tunggal.
Contoh :
None stays at home.
3. Jika subjek dari suatu kalimat diawali dengan several, many, both maupun few maka subjek tersebut adalah subjek jamak.
Contoh :
Many children are playing hide and seek.
4. Jika subjek dari kalimat menda patkan tambahan berupa the num ber atau a number maka penyusu nannya adalah sebagai berikut:
Contoh :
The number of students is writing English essays.
5. Jika subjek dari suatu kalimat menggunakan either ... or .., neither ... nor ..maupun not only .. but also .. maka untuk menentukan tunggal atau jamak digunakan subjek yang terdekat dengan kata kerja.
Contoh :
Not only Mr Anto but also my parents want me to take a doctoral degree.
6. Jika subjek berupa judul buku, judul film, judul puisi, judul lagu, dan lain sebagainya, maka subjek tersebut dianggap tunggal. Sehingga kata kerja yang digunakan juga tunggal.
Contoh :
Fast and furious 8 is my little brother's favourite film.
7. Jika subjek berupa satuan waktu atau satuan ukuran tertentu maka kata kerja yang digunakan adalah bentuk tunggal.
Contoh :
Fifteen minutes is not enough for me to present this material.
L. Word Older
Noun phrase
Adalah gabungan dari kata sifat dan kata benda, dengan kata benda sebagai intinya.
Berikut adalah urutan kata untuk membentuk frasa yang tepat :
Article - number - adjetive - size
(A) (five) (beautiful) (small)
Age - shape - Color -
(Young/ (rectangular) (white)
New)
Origin
(Indonesian/Korean)
Past Participle - noun
( ) (Actresses/bag)
Catatan :
• Artikel selalu diletakkan di awal frasa.
• Kata benda yang selalu menjadi inti frasa selalu diletakkan di bagian paling akhir.
• Kata sifat (adjective) yang menjadi motifikator dari suatu kata benda diletakkan sebelum kata benda.
• Jika dalam penyusunan noun phrase menggunakan determiner, maka ia diletakkan sebelum kata sifat.
Exercise :
Can you make some noun phrase with the previous pattern?
1. Several ............
2. Every ........
3. Most of .....
4. Some ...
5. A few ....
6. Little .....
7. Any ....
8. A large number of ......
9. No ...
10. Much .....
Oleh aminuddin
9. DI dalam bahasa Inggris terdapat pola susunan kalimat dengan pola verb + noun/pronoun + to infinitive.
Contoh :
• She convinced me to become a speaker in her event.
• He teaches me to play piano.
• Mr Nakamura ordered me to print some files.
Fungsi dari bare infinitive
a. Bare infinitive diletakkan setelah modal.
Contoh:
He will call her old friend.
b. Bare infinitive diletakkan setelah let dan help.
Contoh :
They helped me sweep the classroom.
10. Bare Infinitive diletakkan setelah would rather.
Contoh:
She would rather have dinner at home.
11. Bare infinitive diletakkan setelah make dan have.
Contoh :
My brother makes me buy some snacks.
K. Concord/Agreement
Adalah di dalam penyusunan suatu kalimat, bagian-bagian penyusunnya harus sesuai dengan aturan tata bahasa yang berlaku.
Berikut penjabarannya:
1. Jika subjek dan kalimat lebih dari satu dan dihubungkan dengan and, maka subjek tersebut adalah subjek jamak.
Contoh :
Miss and Tio are playing badminton together.
2. Jika subjek dari suatu kalimat menggunakan indefinite pronoun seperti someone, none, sombody, nobody, nothing, each, either, every body, anything, anybody, anyone, maka subjek tersebut dianggap sebagai subjek tunggal.
Contoh :
None stays at home.
3. Jika subjek dari suatu kalimat diawali dengan several, many, both maupun few maka subjek tersebut adalah subjek jamak.
Contoh :
Many children are playing hide and seek.
4. Jika subjek dari kalimat menda patkan tambahan berupa the num ber atau a number maka penyusu nannya adalah sebagai berikut:
Contoh :
The number of students is writing English essays.
5. Jika subjek dari suatu kalimat menggunakan either ... or .., neither ... nor ..maupun not only .. but also .. maka untuk menentukan tunggal atau jamak digunakan subjek yang terdekat dengan kata kerja.
Contoh :
Not only Mr Anto but also my parents want me to take a doctoral degree.
6. Jika subjek berupa judul buku, judul film, judul puisi, judul lagu, dan lain sebagainya, maka subjek tersebut dianggap tunggal. Sehingga kata kerja yang digunakan juga tunggal.
Contoh :
Fast and furious 8 is my little brother's favourite film.
7. Jika subjek berupa satuan waktu atau satuan ukuran tertentu maka kata kerja yang digunakan adalah bentuk tunggal.
Contoh :
Fifteen minutes is not enough for me to present this material.
L. Word Older
Noun phrase
Adalah gabungan dari kata sifat dan kata benda, dengan kata benda sebagai intinya.
Berikut adalah urutan kata untuk membentuk frasa yang tepat :
Article - number - adjetive - size
(A) (five) (beautiful) (small)
Age - shape - Color -
(Young/ (rectangular) (white)
New)
Origin
(Indonesian/Korean)
Past Participle - noun
( ) (Actresses/bag)
Catatan :
• Artikel selalu diletakkan di awal frasa.
• Kata benda yang selalu menjadi inti frasa selalu diletakkan di bagian paling akhir.
• Kata sifat (adjective) yang menjadi motifikator dari suatu kata benda diletakkan sebelum kata benda.
• Jika dalam penyusunan noun phrase menggunakan determiner, maka ia diletakkan sebelum kata sifat.
Exercise :
Can you make some noun phrase with the previous pattern?
1. Several ............
2. Every ........
3. Most of .....
4. Some ...
5. A few ....
6. Little .....
7. Any ....
8. A large number of ......
9. No ...
10. Much .....
Minggu, 21 April 2019
Mang Kerio (78)
Mang Kerio (78)
Oleh Wak Amin
SAMPE rumah sakit, nunggula wo ng tigoni: Cek Leha, Pak Erte dan Mang Kerio.
Ketigonyo duduk di ruang tunggu paling ujung rumah sakit. Lebih te nang karno dak ado wong kulu-kilir parak situ.
Amen tiduk, eeem pastila nyenyak. Ngorok la pasti ..
Anehnyo, le nak ampir jam sembi lan lum, betino bebaju putih marak'i Pak Erte.
"Silakan Pak Erte. Tapi mohon pe ngertiannya ya Pak .."
"Baik suster ..."
Begilir masuknyo. Duluan masuk Pak Erte. Dak lamo idak. Dak sam pe duwo menit la metu lagi.
Sambil temenges-menges, dio ngen juk tau Mang Kerio yang dio bezuk barusan samo namo bae.
"Ngapo biso cak itutu Pak Erte?" Tanyo Cek Leha.
"Dak tau jugo. Namonyo samo. Na, pas aku jingok lain."
Pak Erte ketawo geli.
"Lain makmanotu Pak Erte?"
"Yang kuliyatni kan item. Mato jobol, palak botak."
He he he he ..
Ketawo galo.
"Ado-ado bae," uji Cek Leha. Sampe temetu ingus keperi lemaknyo keta wo.
"Pak Dukunnyo lain jugo apo Pak Erte?"
"Kalu yang Pak Dukun memang dak katik Cek .."
Lhaaa ..?
"Dak katik yang namonyo Pak Du kun, kato petugas sambil ketawo-ketawo .."
"Jelasla dak katik Pak Erte. Mado ado namo uwong Pak Dukun. Bener dak Cek?"
"Bener jugo ye," uji Cek Leha sambil batuk-batuk karno nahan ketawo.
"Iyo jugo ye." Pak Erte gaut-gaut palak.
"Pak Erte tau namo asli Pak Dukun dak?"
Nginget-nginget denget ...
"Kalu dak salah Sup .. Supriyatno. Yo, Supriyatno Pak Erte, Leha. Dak salah lagi."
"Ngapola dak diomongke dari tadi Pak Erte. Dak betungguan lagi kito disini," uji Cek Leha.
"Maafke bapak yo Cek. Bapak dak teinget. Maksud bapak tadi kito ji ngok duken Mang Jon. Dahtu baru Pak Dukun."
"Dak apo-apo Pak Erte. Sekarang giliran aku yang nanyo .."
"Biarla Mang. Aku bae," kato Cek Leha.
Dio becepet marak'i lanang bebaju putih. Dak lamotu dio nunjuk-nunjuk ke kanan, ke kiri, ke kanan lagi.
Seru jugo ngeliyatnyo ..
Oleh Wak Amin
SAMPE rumah sakit, nunggula wo ng tigoni: Cek Leha, Pak Erte dan Mang Kerio.
Ketigonyo duduk di ruang tunggu paling ujung rumah sakit. Lebih te nang karno dak ado wong kulu-kilir parak situ.
Amen tiduk, eeem pastila nyenyak. Ngorok la pasti ..
Anehnyo, le nak ampir jam sembi lan lum, betino bebaju putih marak'i Pak Erte.
"Silakan Pak Erte. Tapi mohon pe ngertiannya ya Pak .."
"Baik suster ..."
Begilir masuknyo. Duluan masuk Pak Erte. Dak lamo idak. Dak sam pe duwo menit la metu lagi.
Sambil temenges-menges, dio ngen juk tau Mang Kerio yang dio bezuk barusan samo namo bae.
"Ngapo biso cak itutu Pak Erte?" Tanyo Cek Leha.
"Dak tau jugo. Namonyo samo. Na, pas aku jingok lain."
Pak Erte ketawo geli.
"Lain makmanotu Pak Erte?"
"Yang kuliyatni kan item. Mato jobol, palak botak."
He he he he ..
Ketawo galo.
"Ado-ado bae," uji Cek Leha. Sampe temetu ingus keperi lemaknyo keta wo.
"Pak Dukunnyo lain jugo apo Pak Erte?"
"Kalu yang Pak Dukun memang dak katik Cek .."
Lhaaa ..?
"Dak katik yang namonyo Pak Du kun, kato petugas sambil ketawo-ketawo .."
"Jelasla dak katik Pak Erte. Mado ado namo uwong Pak Dukun. Bener dak Cek?"
"Bener jugo ye," uji Cek Leha sambil batuk-batuk karno nahan ketawo.
"Iyo jugo ye." Pak Erte gaut-gaut palak.
"Pak Erte tau namo asli Pak Dukun dak?"
Nginget-nginget denget ...
"Kalu dak salah Sup .. Supriyatno. Yo, Supriyatno Pak Erte, Leha. Dak salah lagi."
"Ngapola dak diomongke dari tadi Pak Erte. Dak betungguan lagi kito disini," uji Cek Leha.
"Maafke bapak yo Cek. Bapak dak teinget. Maksud bapak tadi kito ji ngok duken Mang Jon. Dahtu baru Pak Dukun."
"Dak apo-apo Pak Erte. Sekarang giliran aku yang nanyo .."
"Biarla Mang. Aku bae," kato Cek Leha.
Dio becepet marak'i lanang bebaju putih. Dak lamotu dio nunjuk-nunjuk ke kanan, ke kiri, ke kanan lagi.
Seru jugo ngeliyatnyo ..
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (11)
Lafadz Allah dalam Surah Al-Baqarah (11)
By aminuddin
39. Ayat 91 :
" Wa izaa qiilalahum aaminuu bima anzalallaahu qaaluu nu-'minu bimaa unzila 'alainaa wayakfuruuna bimaa waraa-ahuun wahuwal haqqu mushaddiqallimaa ma'ahum. Qul falima taqtuluuna anbitlyaa-allahi min qablu in kuntum mukminiin."
(Dan apabila dikatakan kepada mereka : "Berimanlah kepada Al-Quran yang diturunkan Allah." Mereka berkata : "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami." Dan mereka kafir kepada Al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Quran itu adalah (kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah : "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"
40. Ayat 94 :
"Qul in kaanat lakumuddaarul aakhiratu 'indallaahi khaalishatanmmin duunin naasi fatamannaul mauta in kuntum shaadiqiin."
(Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah (27) kematian (
mu), jika kamu memang benar).
41. Ayat 95 :
" .... Wallaahu 'aliimun bidzhdzhaalimiin."
(.. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang aniaya).
42. Ayat 96 :
"... Wallaahu bashiirun bimaa ya'maluun."
(.. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan).
43. Ayat 97 :
"Qul man kaana 'aduwwallijibriila fainnahuu nazzalahuu 'alaa qalbika biiznillaahi mushadfiqallimaa baina yadaihi wahudaw wayusyraa lil mukminiiin."
(Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah ; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menja di petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman).
44. Ayat 98 :
"Man kaana 'aduwwallaahi wamalaaikatihi warusulihi wajibriila wamiikaala fainnallaaha 'aduwwallilkaafiriin."
(Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril an Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir).
45. Ayat 100 :
"Awa kullamaa 'aahdan nabazzahuu fariiqumminhum. Bal aktsaruhum laa yukminuun."
(Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman).
_____
(27). Maksudnya : mintalah agar kamu dimatikan sekarang juga.
By aminuddin
39. Ayat 91 :
" Wa izaa qiilalahum aaminuu bima anzalallaahu qaaluu nu-'minu bimaa unzila 'alainaa wayakfuruuna bimaa waraa-ahuun wahuwal haqqu mushaddiqallimaa ma'ahum. Qul falima taqtuluuna anbitlyaa-allahi min qablu in kuntum mukminiin."
(Dan apabila dikatakan kepada mereka : "Berimanlah kepada Al-Quran yang diturunkan Allah." Mereka berkata : "Kami hanya beriman kepada apa yang diturunkan kepada kami." Dan mereka kafir kepada Al-Quran yang diturunkan sesudahnya, sedang Al-Quran itu adalah (kitab) yang hak; yang membenarkan apa yang ada pada mereka. Katakanlah : "Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?"
40. Ayat 94 :
"Qul in kaanat lakumuddaarul aakhiratu 'indallaahi khaalishatanmmin duunin naasi fatamannaul mauta in kuntum shaadiqiin."
(Katakanlah: "Jika kamu (menganggap bahwa) kampung akhirat (surga) itu khusus untukmu di sisi Allah, bukan untuk orang lain, maka inginilah (27) kematian (
mu), jika kamu memang benar).
41. Ayat 95 :
" .... Wallaahu 'aliimun bidzhdzhaalimiin."
(.. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang aniaya).
42. Ayat 96 :
"... Wallaahu bashiirun bimaa ya'maluun."
(.. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan).
43. Ayat 97 :
"Qul man kaana 'aduwwallijibriila fainnahuu nazzalahuu 'alaa qalbika biiznillaahi mushadfiqallimaa baina yadaihi wahudaw wayusyraa lil mukminiiin."
(Katakanlah: Barangsiapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al-Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah ; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menja di petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman).
44. Ayat 98 :
"Man kaana 'aduwwallaahi wamalaaikatihi warusulihi wajibriila wamiikaala fainnallaaha 'aduwwallilkaafiriin."
(Barangsiapa yang menjadi musuh Allah, malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, Jibril an Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir).
45. Ayat 100 :
"Awa kullamaa 'aahdan nabazzahuu fariiqumminhum. Bal aktsaruhum laa yukminuun."
(Patutkah (mereka ingkar kepada ayat-ayat Allah), dan setiap kali mereka mengikat janji, segolongan mereka melemparkannya? Bahkan sebagian besar dari mereka tidak beriman).
_____
(27). Maksudnya : mintalah agar kamu dimatikan sekarang juga.
TOEFL (16)
TOEFL (16)
Oleh aminuddin
J. Gerund and Infinitive
GERUND merupakan kata kerja yang memiliki akhiran -ing namun ia memiliki fungsi sebagai kata benda (noun).
Berikut adalah beberapa posisi Gerund dalam suatu kalimat :
1. Gerund dalam posisi subjek.
Contoh :
Consuming fruit and vegetables is good for our health.
2. Gerund yang diletakkan setelah kata kerja tertentu.
Contoh :
He practices playing guitar.
3. Gerund diletakkan setelah preposisi.
Contoh :
She comes to my office without calling me first.
4. Gerund digunakan sebagai pelengkap suatu objek dalam kalimat.
Contoh :
My brother loves playing guitar.
5. Gerund diletakkan pada konstruksi verb + preposition + gerund.
Contoh :
They think about starting new business.
6. Gerund cukup banyak digunakan pada ungkapan idiomatis, terutama untuk menunjukkan suatu hobi.
Contoh :
My brother goes jogging every morning.
7. Terdapat beberapa kata kerja yang dapat diikuti oleh gerund maupun infinitives, yaitu love, like, begin, hate, start, prefer, can't bear, can't stand.
Contoh :
He starts playing a piano.
8. Gerund dapat diletakkan dalam konstruksi noun phrase, yaitu sebagai modifier.
Contoh :
• Dinning room (ruang makan)
• Waiting room (ruang tunggu)
• Changing room (ruang ganti)
• Dressing room (ruang pakaian dan make-up).
Infinitive
Infinitive adalah bentuk dasar dari suatu kata kerja yang biasanya didahului oleh "to." Karena meru pakan bentuk kata kerja dasar, maka kata tersebut tidak mendapat tambahan akhiran -s, -es, -ed, maupun -ing.
Infinitive terbagi dua macam yaitu to infinitive dan bare infinitive.
a. To Infinitive
Adalah bentuk kata kerja dasar yang diawali oleh "to."
b. Bare Infinitive
Adalah bentuk kata kerja dasar yang tidak diawali oleh "to."
To Infinitive memiliki beberapa fungsi dalam kalimat, yaitu :
a. Sebagai subjek dari kalimat.
Contoh :
To write an article needs much time.
b. Terdapat beberapa kata kerja yang diikuti oleh to infinitive.
Contoh :
I hesitate to accept his offer.
c. To infinitive dapat digunakan untuk menerangkan WH words.
Contoh :
I do not know how to answer those questions.
d. Beberapa kata sifat yang diikuti oleh to infinitive adalah sebagai berikut:
• Afraid to (takut) motivated (terdorong).
• Anxious to (khawatir) pleased to (senang).
• Amazed (kagum) proud to (bangga).
• Astonished to (heran) prepared to (siap).
• Ashamed to (malu) relieved to (lega).
• Content to (senang, puas) reluctant (segan).
• Careful to (berhati-hati) sorry ton (menyesal).
• Certain to (yakin) sad to (sedih).
• Delighted to (gembira) surprised to (heran).
• Dissappointed to (kecewa) shocked to (terkejut).
• Determined to (tekun) stunned to (bingung).
• Eager to (ingin sekali) upset to (kecewa).
• Glad to (do it) (senang) willing to (ingin).
• Happy to (senang) lucky to (beruntung).
• Hesitant to (ragu).
Contoh :
He is willing to sing in our event.
e. To infinitives dapat digunakan untuk menerangkan kata benda.
Contoh :
We have many stories to tell you.
f. Contoh to invinitives dalam bentuk pasif adalah sebagai berikut:
My computer needs to be fixed.
Oleh aminuddin
J. Gerund and Infinitive
GERUND merupakan kata kerja yang memiliki akhiran -ing namun ia memiliki fungsi sebagai kata benda (noun).
Berikut adalah beberapa posisi Gerund dalam suatu kalimat :
1. Gerund dalam posisi subjek.
Contoh :
Consuming fruit and vegetables is good for our health.
2. Gerund yang diletakkan setelah kata kerja tertentu.
Contoh :
He practices playing guitar.
3. Gerund diletakkan setelah preposisi.
Contoh :
She comes to my office without calling me first.
4. Gerund digunakan sebagai pelengkap suatu objek dalam kalimat.
Contoh :
My brother loves playing guitar.
5. Gerund diletakkan pada konstruksi verb + preposition + gerund.
Contoh :
They think about starting new business.
6. Gerund cukup banyak digunakan pada ungkapan idiomatis, terutama untuk menunjukkan suatu hobi.
Contoh :
My brother goes jogging every morning.
7. Terdapat beberapa kata kerja yang dapat diikuti oleh gerund maupun infinitives, yaitu love, like, begin, hate, start, prefer, can't bear, can't stand.
Contoh :
He starts playing a piano.
8. Gerund dapat diletakkan dalam konstruksi noun phrase, yaitu sebagai modifier.
Contoh :
• Dinning room (ruang makan)
• Waiting room (ruang tunggu)
• Changing room (ruang ganti)
• Dressing room (ruang pakaian dan make-up).
Infinitive
Infinitive adalah bentuk dasar dari suatu kata kerja yang biasanya didahului oleh "to." Karena meru pakan bentuk kata kerja dasar, maka kata tersebut tidak mendapat tambahan akhiran -s, -es, -ed, maupun -ing.
Infinitive terbagi dua macam yaitu to infinitive dan bare infinitive.
a. To Infinitive
Adalah bentuk kata kerja dasar yang diawali oleh "to."
b. Bare Infinitive
Adalah bentuk kata kerja dasar yang tidak diawali oleh "to."
To Infinitive memiliki beberapa fungsi dalam kalimat, yaitu :
a. Sebagai subjek dari kalimat.
Contoh :
To write an article needs much time.
b. Terdapat beberapa kata kerja yang diikuti oleh to infinitive.
Contoh :
I hesitate to accept his offer.
c. To infinitive dapat digunakan untuk menerangkan WH words.
Contoh :
I do not know how to answer those questions.
d. Beberapa kata sifat yang diikuti oleh to infinitive adalah sebagai berikut:
• Afraid to (takut) motivated (terdorong).
• Anxious to (khawatir) pleased to (senang).
• Amazed (kagum) proud to (bangga).
• Astonished to (heran) prepared to (siap).
• Ashamed to (malu) relieved to (lega).
• Content to (senang, puas) reluctant (segan).
• Careful to (berhati-hati) sorry ton (menyesal).
• Certain to (yakin) sad to (sedih).
• Delighted to (gembira) surprised to (heran).
• Dissappointed to (kecewa) shocked to (terkejut).
• Determined to (tekun) stunned to (bingung).
• Eager to (ingin sekali) upset to (kecewa).
• Glad to (do it) (senang) willing to (ingin).
• Happy to (senang) lucky to (beruntung).
• Hesitant to (ragu).
Contoh :
He is willing to sing in our event.
e. To infinitives dapat digunakan untuk menerangkan kata benda.
Contoh :
We have many stories to tell you.
f. Contoh to invinitives dalam bentuk pasif adalah sebagai berikut:
My computer needs to be fixed.
Mang Kerio (77)
Mang Kerio (77)
Oleh Wak Amin
BARU empat langkah ...
"Itu dio uwongnyo. Serbuuu!" Jerit lanang berambut panjang diiket pake' karet.
"Serbuuu ..."
"Patike bae ..."
"Cincang bae ..."
Sepuluh lanangni dak bepikir pan jang lagi. Apo nyerahke Mang Jon ke kantor polisi, ye dak.
Ini idak ...
Gadebag gedebug ..
Pokoknyo dapet jatah galo budak mudo yang jumlahnyo sepuluh ikokni.
Ado yang kebagian rai. Ado jugo yang tukang cekel. Nyekel tangan Mang Jon. Dilipat duwo ke buri, ya ng lain gantian enggocoh rainyo sampe bengkak.
Keperi bengkaknyo, mato bae dak keliyatan lagi ..
Mak itu bae?
Idakla Lur ..
Yang lum kebagian enggebuk, be gantian enggebuk'i dado, leher, pi nggang, punggung.
Malek dari leher sampe pantat, bu dak ABG ni sempet narik-narik kaki Mang Jon. Diayun-ayunke. Dian tukke ke batang kayu.
Sampe bedarah ...
Sampe bengkak ...
Sampe dak besuaro lagi ..
Ditinggalke mak itu bae di parak got besak. Dak lamotu datangla Pak Erte samo wargo desa yang lain.
Tekejutla.
Duwo ikok warganyo tekapar. Dak tahu siapo yang ngelanjakkenyo. Mereka cuman tau sikok Pak Du kun, sikok lagi Mang Jon, yang ga wenyo dak katik lain selain engge buk'i bini.
Dak lamotu Mang Kerio dapet tele pon dari Pak Erte, ngabari kalu Ma ng Jon samo Pak Dukun masuk rumah sakit.
Waktu dienjuk tau ke Bik Sito, dio nulak ajakan Mang Kerio bezuk la kinyo di rumah sakit.
"Pokoknyo aku nak cere bae Mang. Aku dak tahan lagi. Tiap ari keno marah, keno gebuk. Ampir dak sem pet lagi cak uwong-uwongtu jalan samo-samo, melok'i pengajian .."
Cek Leha nenangkenyo.
"Dak apo-apo bibik dak bezuk. Biar aku samo Mang Kerio bae," kato Cek Leha sambil tesenyum.
Fitri meluk emaknyo. Dak lamotu tetiduk ...
Oleh Wak Amin
BARU empat langkah ...
"Itu dio uwongnyo. Serbuuu!" Jerit lanang berambut panjang diiket pake' karet.
"Serbuuu ..."
"Patike bae ..."
"Cincang bae ..."
Sepuluh lanangni dak bepikir pan jang lagi. Apo nyerahke Mang Jon ke kantor polisi, ye dak.
Ini idak ...
Gadebag gedebug ..
Pokoknyo dapet jatah galo budak mudo yang jumlahnyo sepuluh ikokni.
Ado yang kebagian rai. Ado jugo yang tukang cekel. Nyekel tangan Mang Jon. Dilipat duwo ke buri, ya ng lain gantian enggocoh rainyo sampe bengkak.
Keperi bengkaknyo, mato bae dak keliyatan lagi ..
Mak itu bae?
Idakla Lur ..
Yang lum kebagian enggebuk, be gantian enggebuk'i dado, leher, pi nggang, punggung.
Malek dari leher sampe pantat, bu dak ABG ni sempet narik-narik kaki Mang Jon. Diayun-ayunke. Dian tukke ke batang kayu.
Sampe bedarah ...
Sampe bengkak ...
Sampe dak besuaro lagi ..
Ditinggalke mak itu bae di parak got besak. Dak lamotu datangla Pak Erte samo wargo desa yang lain.
Tekejutla.
Duwo ikok warganyo tekapar. Dak tahu siapo yang ngelanjakkenyo. Mereka cuman tau sikok Pak Du kun, sikok lagi Mang Jon, yang ga wenyo dak katik lain selain engge buk'i bini.
Dak lamotu Mang Kerio dapet tele pon dari Pak Erte, ngabari kalu Ma ng Jon samo Pak Dukun masuk rumah sakit.
Waktu dienjuk tau ke Bik Sito, dio nulak ajakan Mang Kerio bezuk la kinyo di rumah sakit.
"Pokoknyo aku nak cere bae Mang. Aku dak tahan lagi. Tiap ari keno marah, keno gebuk. Ampir dak sem pet lagi cak uwong-uwongtu jalan samo-samo, melok'i pengajian .."
Cek Leha nenangkenyo.
"Dak apo-apo bibik dak bezuk. Biar aku samo Mang Kerio bae," kato Cek Leha sambil tesenyum.
Fitri meluk emaknyo. Dak lamotu tetiduk ...
Pramasastra Bahasa Arab (3)
Pramasastra Bahasa Arab (3)
Oleh aminuddin
• Partikel
Partikel dalam bahasa Arab tidak punya pengaruh apa-apa terhadap kata lainnya dalam satu kalimat, namun umumnya bentuk dan har katnya tetap (tidak mengalami perubahan). Termasuk dalam bagian ini, kata perangkai, kata depan, kata seru yang menunjukkan tanya, atau kata penyangkal (=tidak).
Pokoknya, kata-kata dengn katagori partikel ini, tidaklah membawa pe ngaruh dalam susunan kalimat. Adapun preposition (kata perang kai) memang termasuk dalam bagian partikel, namun yang satu ini dikecualikan karena mempunyai pengaruh terhadap kata benda sesudahnya.
A. Preposition and Conjunction (Kata Perangkai dan Kata Penghu bung)
I. Bahan pelajaran :
a. Saya punya satu surat kabar, di dalamnya gambar bagus ('Indii jariidatun fiihaa shuuratun jamiilatun)
b. dan di bawah namanya dengan bahasa Arab (Watahtahas muhaa bil lughatil 'arabiyyah).
c. dan di atasnya judul surat kabar dengan nomornya (Wa fauqahaa 'unwaanul jariidati ma'a 'adadihaa).
d. Kemudian sesudah gambar, di atas halaman kedua bagian (ko lom) tentang perjalanan (wisata) dari Irak ke Amerika (Tsumma ba'dash shuuratin 'ala shafhatin ats-tsaaniyati qismu 'anis safar minal 'iraqi ila amriika).
e. Saya mempunyai disana kolom tentang perang antara Amerika dan Jerman (Wali fiiha qismun anil harbi baina amriikaa wa-almaaniyaa).
----------
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Ada dua kalimat dalam nomor ini (a). Pertama = 'Indii jariidah dan ke dua, Fiihaa shuuratun jamiilatun. Yang pertama adalah kalimat nomi nal dengan predicate 'Indii yang mendahului subjectnya jariidah. Yang kedua kalimat nominal dengan predicate Fiihaa yang mendahului subjectnya shuuratun, dan yang dibatasi oleh adjective jamiilatun.(jamiilah).
Kalimat yang kedua itu pun memba tasi jamiilatun ...
Dalam kalimat pertama, predicate 'Indii terdiri dari dua kata :'Inda dan .. Yii. Kata 'Inda = di, samping, pada, adalah adverb tempat dipakai sebagai kara perangkai, yang dihu bungkan dengan akhiran (kata ganti) ... Yii, yang dalam kasus genetif, dan berharkat tetap.
Kombinasi 'Indii dapat diterjemah kan "Saya mempunyai", sedangkan adverb berharkat fathah. Akhiran kata 'Inda diganti dengan kasrah untuk disesuaikan dengan akhiran kata ganti orang pertama tunggal.
Dalam kalimat kedua predicate Fiihaa diiringi subject Shuuratun. Predikat ini terdiri dari dua kata: preposition (kata perangkai) Fi dan kata ganti akhiran ... Haa, yang ge netif karena menjadi objek kata perangkai itu. Akan tetapi akhiran .. Haa tidak berharkat kasrah karena ia tetap.
Semua objek kata perangkai itu ha rus dalam keadaan genetif ..
2. Dalam kalimat ini (b) predicat Tahtahaa terdiri dari Tahta yang adverb tempat sebagai perangkai dan kata ganti akhiran .. Haa. Adverb Tahta berharkat fathah.
Subjectnya Asmu dibatasi dengan kata perangkai ...Bi, dengan Allughatil 'Arabiyyah. Objectnya Allaughati dan adjective nisbah Al'arabiyyah yang membatasi Allughati.
3. Kalimat nominal ini (d) dimulai dengan tsumma. Predicatenya Ba'dashshurati dan subjectnya qismun. Kata Amriika, walaupun genitif tidak berubah karena akhirannya alif.
4. Predicate dalam kalimat ini (e) Lii .. dan subjectnya Qismun. Predicate Lii terdiri dari dua kata: kata perangkai Lii ...., = untuk (pu nya) dan kata ganti akhiran tunggal orang pertama Yii ...
Catatan :
• Kata perangkai yang banyak terpakai = 'Ala (di atas), Fii (di - di dalam), 'An (dari, tentang) (1), ilaa (kepada, sampai), Ma'a (dengan, bersama), Min (dari, daripada), Hatta (sehingga), Lii .. (bagi) (2), Bi .. (dengan, di) dan Ka ... (seperti).
• Kata penghubung yang banyak terpakai = Tsumma (kemudian) dan Laakinna (Laakin) yang bermakna tetapi.
* Adverb yang banyak terpakai dan artinya yang asli = Tahta (di bawah), Fauqa (di atas), Haula (sekitar, sekeliling), Duuna (di bawah, tanpa), Dhidda (lawan) (against), 'Inda ( di samping, dengan, di), Qabla (sebelum) (= tempat/waktu), Quddaaman (di depan (tempat), Ladaa (dengan, di), Nahwa (ke arah, kira-kira) dan Wara-a (di belakang) (tempat).
III. Latihan :
1. Kerajaan Saudi Arabia (berada) di Jazirah Arab (Addaulatul 'arabiyyahtus su'uudiiyatu fil jaziiratil 'arabiyyati).
2. Ia mempunyai raja seperti singa dalam perang (Lahaa maliku kal-asadi fil harbi).
3. Antaranya dan antara bangsa itu kecintaan yang besar (Bainahu wabainasy sya'bi hubbun 'adzhiim).
4. Istananya besar, di depannya masjid (jamik) (Qashruhu kabiirun amaamahu jaami'un).
5. dan di atasnya bendera hijau Saudi (Wafauqahu al'alamu al akhdharus su'uudiyyu).
IV. Latihan :
1. Aljaami'u alkabiirul 'aashimatu.
2. Haulahu suuqul madiinah.
3. Wara-ahu daaru jariidatil hayaati.
4. Wa quddaamahu nahwal gharbi baabun qadiimun.
5. Wa qablal baabis suuquth thawiilah.
V. Latihan : Terjemahkan ke dalam bahasa Arab)
1. Wadi itu di bawah gunung.
2. Dalam mata air itu, airnya jernih.
3. Ke (arah) Barat dari sana, laut itu.
4. Antara mata air dan laut, (ada) sebuah kampung.
5. Dia puncaknya (kepala) kampung Syekh.
___
(1). Bila kata perangkai ini diikuti kata sandang definitif, hamzah washal dan "Alifnya" dihilangkan dan "Lam" menjadi langsung berhubungan, seperti Almaliki - Li .. = Lilmaliki. Bila dihubungkan dengan kata ganti akhiran selain Sii .. ia akan berharkat fathah, seperti Lahaa, Lahu.
(2). Adverb Baina diulang beberapa kali jika ada beberapa kata yang memerlukannya.
Oleh aminuddin
• Partikel
Partikel dalam bahasa Arab tidak punya pengaruh apa-apa terhadap kata lainnya dalam satu kalimat, namun umumnya bentuk dan har katnya tetap (tidak mengalami perubahan). Termasuk dalam bagian ini, kata perangkai, kata depan, kata seru yang menunjukkan tanya, atau kata penyangkal (=tidak).
Pokoknya, kata-kata dengn katagori partikel ini, tidaklah membawa pe ngaruh dalam susunan kalimat. Adapun preposition (kata perang kai) memang termasuk dalam bagian partikel, namun yang satu ini dikecualikan karena mempunyai pengaruh terhadap kata benda sesudahnya.
A. Preposition and Conjunction (Kata Perangkai dan Kata Penghu bung)
I. Bahan pelajaran :
a. Saya punya satu surat kabar, di dalamnya gambar bagus ('Indii jariidatun fiihaa shuuratun jamiilatun)
b. dan di bawah namanya dengan bahasa Arab (Watahtahas muhaa bil lughatil 'arabiyyah).
c. dan di atasnya judul surat kabar dengan nomornya (Wa fauqahaa 'unwaanul jariidati ma'a 'adadihaa).
d. Kemudian sesudah gambar, di atas halaman kedua bagian (ko lom) tentang perjalanan (wisata) dari Irak ke Amerika (Tsumma ba'dash shuuratin 'ala shafhatin ats-tsaaniyati qismu 'anis safar minal 'iraqi ila amriika).
e. Saya mempunyai disana kolom tentang perang antara Amerika dan Jerman (Wali fiiha qismun anil harbi baina amriikaa wa-almaaniyaa).
----------
II. Pembahasan Tata Bahasa :
1. Ada dua kalimat dalam nomor ini (a). Pertama = 'Indii jariidah dan ke dua, Fiihaa shuuratun jamiilatun. Yang pertama adalah kalimat nomi nal dengan predicate 'Indii yang mendahului subjectnya jariidah. Yang kedua kalimat nominal dengan predicate Fiihaa yang mendahului subjectnya shuuratun, dan yang dibatasi oleh adjective jamiilatun.(jamiilah).
Kalimat yang kedua itu pun memba tasi jamiilatun ...
Dalam kalimat pertama, predicate 'Indii terdiri dari dua kata :'Inda dan .. Yii. Kata 'Inda = di, samping, pada, adalah adverb tempat dipakai sebagai kara perangkai, yang dihu bungkan dengan akhiran (kata ganti) ... Yii, yang dalam kasus genetif, dan berharkat tetap.
Kombinasi 'Indii dapat diterjemah kan "Saya mempunyai", sedangkan adverb berharkat fathah. Akhiran kata 'Inda diganti dengan kasrah untuk disesuaikan dengan akhiran kata ganti orang pertama tunggal.
Dalam kalimat kedua predicate Fiihaa diiringi subject Shuuratun. Predikat ini terdiri dari dua kata: preposition (kata perangkai) Fi dan kata ganti akhiran ... Haa, yang ge netif karena menjadi objek kata perangkai itu. Akan tetapi akhiran .. Haa tidak berharkat kasrah karena ia tetap.
Semua objek kata perangkai itu ha rus dalam keadaan genetif ..
2. Dalam kalimat ini (b) predicat Tahtahaa terdiri dari Tahta yang adverb tempat sebagai perangkai dan kata ganti akhiran .. Haa. Adverb Tahta berharkat fathah.
Subjectnya Asmu dibatasi dengan kata perangkai ...Bi, dengan Allughatil 'Arabiyyah. Objectnya Allaughati dan adjective nisbah Al'arabiyyah yang membatasi Allughati.
3. Kalimat nominal ini (d) dimulai dengan tsumma. Predicatenya Ba'dashshurati dan subjectnya qismun. Kata Amriika, walaupun genitif tidak berubah karena akhirannya alif.
4. Predicate dalam kalimat ini (e) Lii .. dan subjectnya Qismun. Predicate Lii terdiri dari dua kata: kata perangkai Lii ...., = untuk (pu nya) dan kata ganti akhiran tunggal orang pertama Yii ...
Catatan :
• Kata perangkai yang banyak terpakai = 'Ala (di atas), Fii (di - di dalam), 'An (dari, tentang) (1), ilaa (kepada, sampai), Ma'a (dengan, bersama), Min (dari, daripada), Hatta (sehingga), Lii .. (bagi) (2), Bi .. (dengan, di) dan Ka ... (seperti).
• Kata penghubung yang banyak terpakai = Tsumma (kemudian) dan Laakinna (Laakin) yang bermakna tetapi.
* Adverb yang banyak terpakai dan artinya yang asli = Tahta (di bawah), Fauqa (di atas), Haula (sekitar, sekeliling), Duuna (di bawah, tanpa), Dhidda (lawan) (against), 'Inda ( di samping, dengan, di), Qabla (sebelum) (= tempat/waktu), Quddaaman (di depan (tempat), Ladaa (dengan, di), Nahwa (ke arah, kira-kira) dan Wara-a (di belakang) (tempat).
III. Latihan :
1. Kerajaan Saudi Arabia (berada) di Jazirah Arab (Addaulatul 'arabiyyahtus su'uudiiyatu fil jaziiratil 'arabiyyati).
2. Ia mempunyai raja seperti singa dalam perang (Lahaa maliku kal-asadi fil harbi).
3. Antaranya dan antara bangsa itu kecintaan yang besar (Bainahu wabainasy sya'bi hubbun 'adzhiim).
4. Istananya besar, di depannya masjid (jamik) (Qashruhu kabiirun amaamahu jaami'un).
5. dan di atasnya bendera hijau Saudi (Wafauqahu al'alamu al akhdharus su'uudiyyu).
IV. Latihan :
1. Aljaami'u alkabiirul 'aashimatu.
2. Haulahu suuqul madiinah.
3. Wara-ahu daaru jariidatil hayaati.
4. Wa quddaamahu nahwal gharbi baabun qadiimun.
5. Wa qablal baabis suuquth thawiilah.
V. Latihan : Terjemahkan ke dalam bahasa Arab)
1. Wadi itu di bawah gunung.
2. Dalam mata air itu, airnya jernih.
3. Ke (arah) Barat dari sana, laut itu.
4. Antara mata air dan laut, (ada) sebuah kampung.
5. Dia puncaknya (kepala) kampung Syekh.
___
(1). Bila kata perangkai ini diikuti kata sandang definitif, hamzah washal dan "Alifnya" dihilangkan dan "Lam" menjadi langsung berhubungan, seperti Almaliki - Li .. = Lilmaliki. Bila dihubungkan dengan kata ganti akhiran selain Sii .. ia akan berharkat fathah, seperti Lahaa, Lahu.
(2). Adverb Baina diulang beberapa kali jika ada beberapa kata yang memerlukannya.
Jumat, 19 April 2019
Mang Kerio (76)
Mang Kerio (76)
Oleh Wak Amin
GEDEBAG gedebug ..
Saling gocoh. Samo keno.
Dak lamotu ...
Bruug ..
"Aduh." Pak Dukun teduduk keno terajang Mang Jon.
Mang Jon ketawo ngekek.
"Cuman mak itu bae kehebatan awak Pak Dukun," ejek Mang Jon. Dio parak'i Pak Dukun. Nak nijak sikilnyo.
Huuup ...
Pak Dukun nerajangke betis Mang Jon. Langsung nyampak ..
Braaak ...
Palak duluwan. Untung cuman ke no kotak sampah. Jadi dak sakit igo.
"Aduh .." Cak nak nangis Mang Jon. Penglihatannyo sempat kabur dan bekunang-kunang.
Ha ha he he ...
"Pacaknyo cuman lawan betino. La nang kerek," ejek Pak Dukun sam bil embersihke bajunyo yang belepo tan keno tanah becek.
Mang Jon berusaha tegak. Biso. Ta pi denget kareno tibo-tibo rainyo ke no tinju Pak Dukun.
Tepundur ...
Bepegangan di pagar.
Duuugh ...
"Auuugh." Mang Jon enjerit. Perut nyo keno gocoh pulo.
He he he he ...
"Masih nak ngelawan haaa?"
Enjingok rai Pak Dukun yang be rubah sangar, Mang Jon ngeper jugo.
"Idak Pak Dukun. Idak. Aku ngaku kalah," kato Mang Jon. Masih bepe gangan di selo besi pager.
"Niyan?"
"Niyan Pak Dukun. Aku janji."
Pak Dukun balik badan.
Waktu balik badan tula, Mang Jon ngambek batu bato, digepukkenyo ke kepala Pak Dukun.
Pak Dukun puyeng ..
Mang Jon dak nyia-nyiake ke sempatan ini. Dio sepak pantat Pak Dukun, langsung tesungkur.
Masih lum puas, dio sepak bekali-kali badan Pak Dukun dari paho, perut, leher, palak, tangan sampe dado.
Pak Dukun tediem.
Dak begerak ...
Nak mastike apo masih idup apo idak, dio telentangke badan Pak Dukun.
Dio pasati rainyo. Dio ludahi. Dahtu pegi ...
Oleh Wak Amin
GEDEBAG gedebug ..
Saling gocoh. Samo keno.
Dak lamotu ...
Bruug ..
"Aduh." Pak Dukun teduduk keno terajang Mang Jon.
Mang Jon ketawo ngekek.
"Cuman mak itu bae kehebatan awak Pak Dukun," ejek Mang Jon. Dio parak'i Pak Dukun. Nak nijak sikilnyo.
Huuup ...
Pak Dukun nerajangke betis Mang Jon. Langsung nyampak ..
Braaak ...
Palak duluwan. Untung cuman ke no kotak sampah. Jadi dak sakit igo.
"Aduh .." Cak nak nangis Mang Jon. Penglihatannyo sempat kabur dan bekunang-kunang.
Ha ha he he ...
"Pacaknyo cuman lawan betino. La nang kerek," ejek Pak Dukun sam bil embersihke bajunyo yang belepo tan keno tanah becek.
Mang Jon berusaha tegak. Biso. Ta pi denget kareno tibo-tibo rainyo ke no tinju Pak Dukun.
Tepundur ...
Bepegangan di pagar.
Duuugh ...
"Auuugh." Mang Jon enjerit. Perut nyo keno gocoh pulo.
He he he he ...
"Masih nak ngelawan haaa?"
Enjingok rai Pak Dukun yang be rubah sangar, Mang Jon ngeper jugo.
"Idak Pak Dukun. Idak. Aku ngaku kalah," kato Mang Jon. Masih bepe gangan di selo besi pager.
"Niyan?"
"Niyan Pak Dukun. Aku janji."
Pak Dukun balik badan.
Waktu balik badan tula, Mang Jon ngambek batu bato, digepukkenyo ke kepala Pak Dukun.
Pak Dukun puyeng ..
Mang Jon dak nyia-nyiake ke sempatan ini. Dio sepak pantat Pak Dukun, langsung tesungkur.
Masih lum puas, dio sepak bekali-kali badan Pak Dukun dari paho, perut, leher, palak, tangan sampe dado.
Pak Dukun tediem.
Dak begerak ...
Nak mastike apo masih idup apo idak, dio telentangke badan Pak Dukun.
Dio pasati rainyo. Dio ludahi. Dahtu pegi ...
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (10)
Lafazh Allah dalam Surah Al-Baqarah (10)
By aminuddin
35. Ayat 85 :
" ...Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( .. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat). (23)
36. Ayat 88 :
"Wa qaaluu quluubunaa ghulfun. Bal la'anahumullaahu bikufrihim faqaliilammaa yu-' minuun."
(Dan mereka berkata : "Hati kami tertutup." Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena ke ingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman).
37. Ayat 89 :
"... Walammaa jaa-ahum kitaabun 'indallaahi mushaddiqullimaa ma'ahum wakaanuu min qablu yastaftihuuna 'alallaziina kafaruu. Falammaa jaa-ahummaa 'arafu kafaruu bih. Fala'natullaahi 'alal kaafiriin."
(Dan setelah datang kepada mere ka Alquran dari Allah yang membe narkan apa yang ada paa mereka (24), padahal sebelumny mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah da tang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu).
38. Ayat 90:
"Bi-'samasytarau bihii anfusuhum ayyakfuruu bimaa anzalallaahu baghyan ayyunazzilullaahu min fadhlihii 'alaa mayyasyaa-u min 'ibaadihii. Fabaa-u 'ala ghadabin walil kaafiriina 'azaabum muhiin."
(Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah Allah menurunkan karunia-Nya (25) kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesu dah (mendapat) mendapat kemurkaan (26). Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan)
____
(23). Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan Khazraj sebelum Islam telah terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. Sampai antara dua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan karena membantu sekutunya. Tapi jika kemudian ada orang-orang Yahudi tertawan, maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya kendatipun mereka tadinya berperang-perangan.
(24). Maksudnya : kedatangan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya
(25). Maksudnya : Allah SWT menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad SAW.
(26). Maksudnya : Mereka mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda yaitu kemurkaan karena tidak beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunuh nabi, mendustakannya, merubah-rubah isi Taurat dan sebagainya.
By aminuddin
35. Ayat 85 :
" ...Wamallaahu bighaafilin 'ammaa ta'lamuun."
( .. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat). (23)
36. Ayat 88 :
"Wa qaaluu quluubunaa ghulfun. Bal la'anahumullaahu bikufrihim faqaliilammaa yu-' minuun."
(Dan mereka berkata : "Hati kami tertutup." Tetapi sebenarnya Allah telah mengutuk mereka karena ke ingkaran mereka; maka sedikit sekali mereka yang beriman).
37. Ayat 89 :
"... Walammaa jaa-ahum kitaabun 'indallaahi mushaddiqullimaa ma'ahum wakaanuu min qablu yastaftihuuna 'alallaziina kafaruu. Falammaa jaa-ahummaa 'arafu kafaruu bih. Fala'natullaahi 'alal kaafiriin."
(Dan setelah datang kepada mere ka Alquran dari Allah yang membe narkan apa yang ada paa mereka (24), padahal sebelumny mereka biasa memohon (kedatangan Nabi) untuk mendapat kemenangan atas orang-orang kafir, maka setelah da tang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya Maka laknat Allah-lah atas orang-orang yang ingkar itu).
38. Ayat 90:
"Bi-'samasytarau bihii anfusuhum ayyakfuruu bimaa anzalallaahu baghyan ayyunazzilullaahu min fadhlihii 'alaa mayyasyaa-u min 'ibaadihii. Fabaa-u 'ala ghadabin walil kaafiriina 'azaabum muhiin."
(Alangkah buruknya (hasil perbuatan) mereka yang menjual dirinya sendiri dengan kekafiran kepada apa yang telah diturunkan Allah, karena dengki bahwa Allah Allah menurunkan karunia-Nya (25) kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Karena itu mereka mendapat murka sesu dah (mendapat) mendapat kemurkaan (26). Dan untuk orang-orang kafir siksaan yang menghinakan)
____
(23). Ayat ini berkenaan dengan orang-orang Yahudi di Madinah pada permulaan Hijrah. Yahudi Bani Quraizhah bersekutu dengan suku Aus, dan Yahudi dari Bani Nadhir bersekutu dengan orang-orang Khazraj. Antara suku Aus dan Khazraj sebelum Islam telah terjadi persengketaan dan peperangan yang menyebabkan Bani Quraizhah membantu Aus dan Bani Nadhir membantu orang-orang Khazraj. Sampai antara dua suku Yahudi itupun terjadi peperangan dan tawan menawan karena membantu sekutunya. Tapi jika kemudian ada orang-orang Yahudi tertawan, maka kedua suku Yahudi itu bersepakat untuk menebusnya kendatipun mereka tadinya berperang-perangan.
(24). Maksudnya : kedatangan Nabi Muhammad SAW yang tersebut dalam Taurat dimana diterangkan sifat-sifatnya
(25). Maksudnya : Allah SWT menurunkan wahyu (kenabian) kepada Muhammad SAW.
(26). Maksudnya : Mereka mendapat kemurkaan yang berlipat-ganda yaitu kemurkaan karena tidak beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan kemurkaan yang disebabkan perbuatan mereka dahulu, yaitu membunuh nabi, mendustakannya, merubah-rubah isi Taurat dan sebagainya.
TOEFL (15)
TOEFL (15)
Oleh aminuddin
11. Past Future Tense
Rumus :
• Kalimat positif = S + would + VI + (object)
• Kalimat negatif = S + would + not + VI + (object)
• Kalimat interogatif = Would + s + VI + (object)
Contoh :
- We would buy that apartment.
- We would not buy that apartment.
- Would we buy that apartment?
12. Past Future Perpect Tense
Rumus :
• Kalimat positif = S + would
+ have + V3 + (object)
• Kalimat negatif = S + would + have + not + V3 + (object)
• Kalimat interogatif = Would + S + have + V3 + (object).
Contoh :
- She would have met her old friends.
- She would have not met her old friends.
- Would she have met her old friends?
I. Passive Voice
Active voice (kalimat aktif) adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan, sedangkan passive voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang subjeknya menerima akibat dari tindakan yang dilakukan.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kalimat aktif adalah kalimat yang memiliki makna di - .
Berikut beberapa ciri kalimat pasif :
• Kata kerja bentuk ketiga (V3) digunakan dalam kalimat pasif.
• Subjek dari kalimat aktif menjadi objek dari kalimat pasif.
• Objek dari kalimat aktif menjadi subjek dari kalimat pasif.
• Kalimat pasif juga ditandai dengan "by".
• Secara umum, rumus perubahan kalimat aktif menjadi pasif adalah :
Subject + to be + V3
Namun ada yang perlu diingat bahwa perubahan kalimat aktif menjadi kalimat pasif harus memperhatikan tense yang digunakan oleh suatu kalimat.
Oleh aminuddin
11. Past Future Tense
Rumus :
• Kalimat positif = S + would + VI + (object)
• Kalimat negatif = S + would + not + VI + (object)
• Kalimat interogatif = Would + s + VI + (object)
Contoh :
- We would buy that apartment.
- We would not buy that apartment.
- Would we buy that apartment?
12. Past Future Perpect Tense
Rumus :
• Kalimat positif = S + would
+ have + V3 + (object)
• Kalimat negatif = S + would + have + not + V3 + (object)
• Kalimat interogatif = Would + S + have + V3 + (object).
Contoh :
- She would have met her old friends.
- She would have not met her old friends.
- Would she have met her old friends?
I. Passive Voice
Active voice (kalimat aktif) adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan, sedangkan passive voice (kalimat pasif) adalah kalimat yang subjeknya menerima akibat dari tindakan yang dilakukan.
Secara sederhana dapat dikatakan bahwa kalimat aktif adalah kalimat yang memiliki makna di - .
Berikut beberapa ciri kalimat pasif :
• Kata kerja bentuk ketiga (V3) digunakan dalam kalimat pasif.
• Subjek dari kalimat aktif menjadi objek dari kalimat pasif.
• Objek dari kalimat aktif menjadi subjek dari kalimat pasif.
• Kalimat pasif juga ditandai dengan "by".
• Secara umum, rumus perubahan kalimat aktif menjadi pasif adalah :
Subject + to be + V3
Namun ada yang perlu diingat bahwa perubahan kalimat aktif menjadi kalimat pasif harus memperhatikan tense yang digunakan oleh suatu kalimat.
Mang Kerio(75)
Mang Kerio (75)
Oleh Wak Amin
"MAMA. Balikla. Fitri laper." Dari siang tadi lum makan. Cuman mi num.
Nak ke rumah sebelah dio takut. Memang selamoni dilarang Mang Jon kelayapan.
Abis sekolah, langsung balik. Bela jar yang rajin terus sekolah.
Bagus memang. Tapi laju dak ke nal tetanggo ...
Dak lamotu ado mobil berenti deket rumah Mang Jon. Enjingok betino metu dari mobil, Fitri langsung te gak. Ngelap banyu matonyo.
Belari cepat ...
"Mama Fitri ...!"
Bik Siti tekejut ...
"Fitri anak Mamaaa ..!"
Samo-samo belari ...
Mang Kerio samo Cek Leha cuman tepeguk bae ...
"Mama. Mama kemana? Fitri laper Ma," uji Fitri, dak galak ngelepaske dekepan.
Bik Siti akhirnyo nangis ...
"Ikut Mama ya sayang?"
"Kemana Ma?"
"Kita makan ya sayang."
"Mama ada duit?" Setau Fitri Sang Mama dak ulah nyekel duit lebih. Mang Jon ngenjuk pas-pasan. Cu kup dak cukup makan siang makan malem mesti sedep gulainyo.
Apo dak nak pecah palak Bik Siti mikirkenyo ...
Di tempat lain ..
Duduk besilo ...
"Tulungla Pak Dukun. Aku ngutang dulu. Gek kalu ado duit kubayar," kato Mang Jon.
"Dak pacak mak itu Mang," uji Pak Dukun duwo riyus.
Sambil muter-muterke kumisnyo ya ng tebel item, Pak Dukun akhirnyo galak nulung Mang Jon, walaupun harus ngutang.
"Sekarang apo yang bapak biso bantu untuk kau Nak Jon?"
"Dikit bae Pak Kumis."
"Banyak jugo dak jadi apo. Yang penting awak tau, makin banyak makin besak bayarannyo."
He he he ...
"Kalu itu aku paham Pak. Dak usah bapak ngomong aku la tau. La kapa lan yang cak itutu ..."
Pak Dukun tesinggung ..
Dio tegak sambil ngengkeng ...
"Kau nak nantang aku apo?"
Mang Jon nyubo sabar.
"Idak Pak Dukun. Aku dak ado maksud nak nantang ..."
"La, yang itu tadi apo?"
"Yang mano Pak Dukun?"
"La kapalan yang cak itutu. Itu kan ngampuk namonyo," uji Pak Dukun, besiyap metuke jurusnyo.
Ha ha ha ..
"Dak usah ketawo-ketawo. Kututus gek kepalak kau ..."
"Jangan mak itu Pak Dukun. Akuni datang baik-baik .."
Mang Jon mulak' kepanasan ...
Oleh Wak Amin
"MAMA. Balikla. Fitri laper." Dari siang tadi lum makan. Cuman mi num.
Nak ke rumah sebelah dio takut. Memang selamoni dilarang Mang Jon kelayapan.
Abis sekolah, langsung balik. Bela jar yang rajin terus sekolah.
Bagus memang. Tapi laju dak ke nal tetanggo ...
Dak lamotu ado mobil berenti deket rumah Mang Jon. Enjingok betino metu dari mobil, Fitri langsung te gak. Ngelap banyu matonyo.
Belari cepat ...
"Mama Fitri ...!"
Bik Siti tekejut ...
"Fitri anak Mamaaa ..!"
Samo-samo belari ...
Mang Kerio samo Cek Leha cuman tepeguk bae ...
"Mama. Mama kemana? Fitri laper Ma," uji Fitri, dak galak ngelepaske dekepan.
Bik Siti akhirnyo nangis ...
"Ikut Mama ya sayang?"
"Kemana Ma?"
"Kita makan ya sayang."
"Mama ada duit?" Setau Fitri Sang Mama dak ulah nyekel duit lebih. Mang Jon ngenjuk pas-pasan. Cu kup dak cukup makan siang makan malem mesti sedep gulainyo.
Apo dak nak pecah palak Bik Siti mikirkenyo ...
Di tempat lain ..
Duduk besilo ...
"Tulungla Pak Dukun. Aku ngutang dulu. Gek kalu ado duit kubayar," kato Mang Jon.
"Dak pacak mak itu Mang," uji Pak Dukun duwo riyus.
Sambil muter-muterke kumisnyo ya ng tebel item, Pak Dukun akhirnyo galak nulung Mang Jon, walaupun harus ngutang.
"Sekarang apo yang bapak biso bantu untuk kau Nak Jon?"
"Dikit bae Pak Kumis."
"Banyak jugo dak jadi apo. Yang penting awak tau, makin banyak makin besak bayarannyo."
He he he ...
"Kalu itu aku paham Pak. Dak usah bapak ngomong aku la tau. La kapa lan yang cak itutu ..."
Pak Dukun tesinggung ..
Dio tegak sambil ngengkeng ...
"Kau nak nantang aku apo?"
Mang Jon nyubo sabar.
"Idak Pak Dukun. Aku dak ado maksud nak nantang ..."
"La, yang itu tadi apo?"
"Yang mano Pak Dukun?"
"La kapalan yang cak itutu. Itu kan ngampuk namonyo," uji Pak Dukun, besiyap metuke jurusnyo.
Ha ha ha ..
"Dak usah ketawo-ketawo. Kututus gek kepalak kau ..."
"Jangan mak itu Pak Dukun. Akuni datang baik-baik .."
Mang Jon mulak' kepanasan ...
Langganan:
Postingan (Atom)