Minggu, 29 November 2020

War (7)

War (7) By Wak Amin 9. (QS 3 : 121-122) "Dan (ingatlah) ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang (15). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, ketika dua golongan dari padamu (16) ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal." 10. (QS 9: 25-26) "Sesungguhnya Allah telah menolong kamu (hai para mukminin) di medan peperangan yang banyak dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikitpun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai berai." "Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan kepada orang- orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir." https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420

Jumat, 27 November 2020

War (6)

War (6) By Wak Amin - (QS 3 : 123-129) " Sungguh Allah telah menolong kamu dalam peperangan Badar (11), padahal kamu adalah (ketika itu) orang-orang yang lemah (12). Karena itu bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mensyukuri-Nya." "Ingatlah, ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: "Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan dari langit?" "Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda." "Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan kabar gembira bagi (kemenangan) mu, dan agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." "(Allah menolong kamu dalam perang Badar dan memberi bala bantuan itu) untuk membinasakan segolongan orang-orang yang kafir (13), atau untuk menjadikan mereka hina, lalu mereka kembali dengan tiada memperoleh apa-apa." "Tak ada sedikitpun campur tanganmu dalam urusan mereka itu (14) atau Allah menerima taubat mereka, atau mengazab mereka, karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zhalim." "Kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan yang ada di bumi. Dia memberi ampun kepada siapa yang Dia kehendaki; Dia menyiksa siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." ____________ (11). Pertemuan dua golongan itu - antara kaum muslimin dengan kaum musyrikin, terjadi dalam perang Badar. Badar adalah nama suatu tempat yang terletak antara Mekah dengan Madinah di mana terdapat mata air. (12). Keadaan kaum muslimin lemah karena jumlah mereka sedikit dan perlengkapan mereka kurang mencukupi. (13). Yakni dengan terbunuhnya tujuh puluh pemimpin mereka dan tertawanya tujuh puluh orang lainnya. (14). Menurut riwayat Bukhari mengenai turunnya ayat ini, karena Nabi Muhammad SAW berdoa kepada Allah SWT agar menyelamatkan sebagian pemuka-pemuka musyrikin dan membinasakan sebagian lainnya.

Rabu, 25 November 2020

War (5)

War (5) By Wak Amin 8. Perang Badar - (QS 44: 16) " (Ingatlah) hari (ketika) Kami menghantam mereka dengan hantaman yang keras (7). Sesungguhnya Kami adalah Pemberi balasan." - (QS 23: 75-76) "Andaikata mereka Kami belas kasihani, dan Kami lenyapkan kemudharatan yang mereka alami (8), benar-benar merek akan terus menerus terombang ambing dalam keterlaluan (9) mereka." "Dan sesungguhnya Kami telah pernah menimpakan azab kepada merek (10), maja mereka tidak tunduk kepada Tuhan mereka, dan (juga) tidak memohon ( kepada-Nya) dengan merendahkan diri." _________________ (7). Hantaman yang keras itu terjadi di peperangan Badar dimana orang-orang musyrik dipukul denga sehebat-hebatnya sehingga menderita kekalahan dan banyak di antara pemimpin-pemim pin mereka yang tewas. (8). Maksudnya bahaya kelaparan. Pernah kaum musyrikin itu mengalami kelaparan, karena tidak datangnya bahan makanan dari Yaman ke Mekah sedang Mekah dengan sekitarnyapun dalam keadaan paceklik sehingga amat melaratlah mereka di waktu itu. (9). Yang dimaksud dengan "thughyaan" (keterlaluan) dalam ayat ini adalah kekafiran yang sangat, kesombongan dan permusuhan terhadap Nabi Muhammad SAW dan kaum muslimin yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan. (10). Yang dimaksud dengan azab tersebut antara lain kekalahan mereka pada peperangan Badar yang dalam peperangan itu orang-orang yang terkemuka dari mereka banyak terbunuh atau ditawan dan musim kering yang menimpa mereka, hingga mereka menderita kelaparan.

Jumat, 30 Oktober 2020

War (4)

War (4) By Wak Amin 7. Balasan Perang di Jalan Allah SWT - QS 47 (5-6) "Allah akan memberi pimpinan kepada mereka dan memperbaiki keadaan mereka, dan memasukkan mereka ke dalam surga yang telah diperkenalkan-Nya kepada mereka." + QS 48 (26-17) "Katakanlah kepada orang-orang Badui yang tertinggal. "Kamu akan diajak untuk (memerangi) kaum yang mempunyai kekuatan yang besar, kamu akan memerangi mereka atau mereka menyerah (masuk Islam). Maka jika kamu patuhi (ajakan itu) niscaya Allah akan memberikan kepadamu pahala yang baik dan jika kamu berpaling sebagaimana kamu telah berpaling sebelumnya, niscaya Dia akan mengazab kamu dengan azab yang pedih." "Tiada dosa orang-orang yang buta dan atas orang yang pincang dan atas orang yang sakit (apabila tidak ikut berperang). Dan barangsiapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai dan barangsiapa yang berpaling niscaya akan diazab-Nya dengan azab yang pedih." - QS 9 (52 dan 111) "Katakanlah : "Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan. (6) Dan kami menunggu-nunggu bagi kamu bahwa Allah akan menimpakan kepada kamu azab (yang besar) dari sisi-Nya, atau (azab) dengan tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggi-nunggu bersamamu." "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta me reka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al-Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." ____________ (6). Yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid.

Selasa, 27 Oktober 2020

War (3)

War (3) By Wak Amin 6. Perang di Jalan Allah (QS 4 (71-76) "Hai orang-orang yang beriman, bersiap siagalah kamu, dan majulah (ke medan pertempuran) berkelompok-kelompok, atau majulah bersama-sama." "Dan sesungguhnya di antara kamu ada orang yang sangat berlambat-lambat (ke medan pertempuran). Maka jika kamu ditimpa musibah ia berkata : "Sesungguhnya Tuhan telah menganugerahkan nikmat kepada saya karena saya tidak ikut berperang bersama-sama mereka." "Dan sungguh jika kamu beroleh karunia (kemenangan) dari Allah, tentulah dia mengatakan seolah-olah belum pernah ada hubungan kasih sayang antara kamu dengan dia : "Wahai, kiranya saya ada bersama-sama nmereka, tentu saya mendapat kemenangan yang besar (pula)." "Karena itu, hendaklah orang- orang yang menukar kehidupan dunia dengan kehidupan akherat berperang di jalan Allah. Barangsiapa yang berperang di jalan Allah, lalu gugur atau memperoleh kemenangan maka kelak akan Kami berikan kepadanya pahala yang besar." "Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan (membela) orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa : "Ya Tuhan kami, keluarkan lah kami dari negeri ini (Mekah) yang zalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau.!" "Orang-orang yang beriman berperang di jalan Allah, dan orang-orang yang kafir berperang di jalan taghut, sebab itu pe rangilah kawan-kawan setan itu, karena sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah."

Rabu, 21 Oktober 2020

War (2)

War (2) By Wak Amin 3. Perintah Perang (QS 47 (4) "Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlsh mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan mkembinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebagian kamu dengan sebagian yang lain. Dan orang-orang yang gugur di jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan mereka." 4. Izin Perang (QS 22 (39-41) "Telah diizinkan (berperang) bagi orang-oranh yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu." "(Yaitu) orang- orang yang telah diusir dari kampung halaman mereka tanpa alasan yang benar, kecuali karena me reka berkata : "Tuhan kami hanyalah Allah." Dan sekiranya Allah tiada menolak (keganasan) sebagian manusia dengan sebagian yang lain, tentulah telah dirobohkan biara-biara Nasrani, gereja-gereja, rumah-rumah ibadah orang Yahudi dan masjid-masjid, yang di dalamnya banyak disebut nama Allah. Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." "(Yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di bumi niscaya mereka mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang ma'ruf dan mencegah dari perbuatan yang mungkar ; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan." 5. Barisan yang Teratur (QS 61 (4) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mere ka seperti suatu bangunan yang tersu sun kokoh."

Rabu, 30 September 2020

War (1)

War (1) By Wak Amin ID pub-8800179315466420 1. Barisan Yang Teratur (QS 61 (4) "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mere ka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh." 2. Bulan Haram - (QS 2 (217) "Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah : "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah (1). Dan berbuat fitnah (2) lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu lah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itu lah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." - (QS 9 (36-37) "Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di kala Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (3). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri (4) kamu dalam empat bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa." "Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu (5) adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan nengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir." _________________ (1). Jika kita ikuti pendapat Ar-Razy maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah : "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah. Pendapat Ar-Razy ini mungkin berdasar kan pertimbanganbbahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam. (2). Fitnah disini artinya penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin. (3). Maksudnya antara lain ialah bulan haram (Zulkaedah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab). (4). Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan. (5). Muharram, Rajab, Zulkaedah dan Zulhijjah adalah bulan-bulan yang dihormati dan dalam bulan-bulan itu tidak boleh dilakukan peperangan. Tetapi peraturan ini dilanggar oleh mereka dengan mengadakan peperangan di bulan Muharram dan menjadikan bulan Safar sebagai bulan yang dihormati untuk pengganti bulan Muharram itu. Sekalipun bilangan bulan-bulan yang disucikan yaitu empat bulan juga. Tetapi dengan perbuatan itu tata tertib di Jazirah Arab menjadi kacau dan lalu lintas perniagaan pun terganggu.

Kamis, 17 September 2020

Al-'Alim (18-habis)

Al-'Alim (18-habis) By aminuddin 38. QS 4 (104, 111, 127, 147, 148 dan 2 170) "JANGANLAH kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (a39) (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa (a40) yang ditetapkan untuk mereka sedang kamu ingin mengawini mereka (a41) dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya." "Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri (a42) lagi Maha Mengetahui." "Allah tidak menyukai ucapan buruk (a43), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (a44). Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berikanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah (a45). Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 __________________ (a39). Lihat ayat 2-3 Surah An-Nisaa' (a40). Maksudnya ialah pusaka dsn maskawin. (a41). Menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali berkuasa atas wamita yatim dalam asuhannya dan berkuasa akan hartanya. Jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diambil hartanya. Jika wanita yatim itu buruk rupanya, dihalanginya kawin dengan laki-laki lain supaya dia tetap dapat menguasai hartanya. Kebiasaan di atas dilarang melakukannya oleh ayat ini. (a42). Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya : memberi pahala terhadap anak hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahannya dan menanbah nikmat- Nya. (a43). Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang dan sebagainya. (a44). Maksudnya: orang yang teraniaya boleh mengemukakan kepada seorang hakim atau penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya. (a45). Allah mempunyai segala yang di langit dan di bumi itu tidak berkehendak kepada siapapun karena itu tentu saja kekafiranmu tidak akan mendatangkan kerugian sedikitpun kepada-Nya.

Selasa, 15 September 2020

Al-'Alim (17)

Al- 'Alim (17) By Aminuddin 37. QS 4 (26, 35, 39 dan 92) 'Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan menun jukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan jika kamu kuatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (a34) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." "Apakah kemudharatan-Nya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka." "Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) (a35) dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman dan membayar diat (a36) yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh( bersedekah (a37). Jika (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya (a38), maka hen daklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan tobat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." _________________ (a34). Hakam adalah juru pendamai. (a35). Seperti menembak burung terkena seorang mukmin. (a36). Diat adalah pembayaran sejumlah harta karena sesuatu tindak pidana terhadap sesuatu jiwa atau anggota badan. (a37). Bersedekah disini maksudnya membebaskan si pembunuh dari pembayaran diat. (a38). Maksudnya tidak mempunyai hamba. Tidak memperoleh hamba sahaya yang beriman atau tidak mampu mrmbelinya untuk dimerdekakan. Menurut sebagian ahli tafsir, puasa dua bulan berturut-turut itu adalah sebagai ganti dari pembayaran diat dan memer dekakan hamba sahaya.

Sabtu, 12 September 2020

Al-'Alim (16)

Al-'Alim (16) By aminuddin 36. QS 4 (17, 24) "Sesungguhnya tobat di sisi-Nya hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan (a30), yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (a31). (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (a32) (yaitu) mencari isteri -isteri dengan hartamu untuk dikawin bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tidaklah mengapa bagi kamu terhdap sesuatu yang telah kamu saling merelakannya, sesudah kamu menentukan mahar itu (a33). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." __________________ (a30). Maksudnya ialah : 1. Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan terlebih dahulu. 2. Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak. 3. Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu. (a31). Maksudnya budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak akan tertawan bersama-samanya (a32). Selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam ayat 23-24 Surah An-Nisaa'. (a33). Yakni menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali mas kawin yang telah ditetapkan.

Senin, 07 September 2020

Al-'Alim (15)

Al-'Alim (15) By Aminuddin 35. QS 4 (12) "DAN bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang telah meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja) maka masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu setelah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris) (a29). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun." ___________ (a29). Memberi mudharat kepada waris itu adalah tindakan-tindakan seperti : - Mewasiatkan lebih dari sepertiga harta pusaka. - Berwasiat dengan maksud mengurangi harta warisan. Sekalipun kurang dari sepertiga bila ada niat mengurangi hak waris, juga tidak diperbolehkan.

Jumat, 04 September 2020

Al-'Alim (14)

Al-'Alim (14) By Aminuddin 33. QS 5 (54) "HAI orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dsn yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." 34. QS 4 (11) "Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anak mu. Yaitu: bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan (a27), dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua (a28), maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang neninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah dipenuhi-penuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." ______________ (a27). Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar mas kawin dan memberi nafkah. (a28). Lebih dari dua maksudnya adalah dua atau lebih sesuai yang diamalkan Nabi.

Kamis, 03 September 2020

Al-'Alim (13)

Al-'Alim (13) By Wak Amin 31. QS 7 (200) "DAN jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah (a25). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 32. QS 6 (13, 83, 96, 115, 139) "Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki berapa derajat. Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." "Dia menyingsingkan pagi dsn menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." "Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Dan mereka mengatakan : "Apa yang dalam perut binatang ternak ini (a26) adalah khusus untuk pria kami dsn diharamkan atas wanita kami, dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan mem balas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." _____________________________ (a25). Maksudnya membaca 'A'udzubillahi minasy syaitaanir rajiim." (a26). Maksudnya ialah binatang-binatang ternak yang tidak boleh ditunggangi seperti Bahirah dan Saaibah.

Selasa, 01 September 2020

Al-'Alim (12)

Al-'Alim (12) By Aminuddin 30. QS 8 (17, 42, 106, 110 dan 115) "MAKA (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melem par. (Allah berbuat demikian untuk mem binasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang muk min dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan(nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri (a21) ; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta." "Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanyacm Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Bangunan-bangunan yang mereka diri kan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur (a22). Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan (a23) suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi (a23). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." _______________ (a21). Maksudnya, mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu itu. (a22). Maksudnya, bila perasaan mereka telah lenyap. Ada pula yang menafsirkan : bila mereka tidak bisa taubat lagi. (a23). Disesatkan Allah SWT berarti bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau mema hami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dsn tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat. (QS 2: 26) (a24). Maksydnya, seorang hamba tidak akan diazab Allah semata-nmata karena kesesatannya kecuali jika hamba itu melanggar perintah-perintah yang sudah dijelaskan.

Jumat, 28 Agustus 2020

Al-'Alim (11)

Al-'Alim (11) By Aminuddin 29. QS 10 (97-98, 103, 106 dan 110) "ORANG-orang Arab Badui itu (a17), lebih sangat kekafiran dan kemunafikannya, dan lebih wajar tidak mengetahui hukum-hukum yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Di antara orang-orangArab Badui itu, ada orang yang memandang apa yang dinafkahkannya (di jalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti marabahaya menimpamu; merekalah yang akan ditimpa marabahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu mem bersihkan (A18) dan mensucikan (a19) mereka, dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Mendengar lagi Maha mengetahui." "Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Menge tahui lagi Maha Bijaksana." "Bangunan-bangunan yang mereka diri kan itu senantiasa menjadi pangkal ke raguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur. (a20). Dan Alkah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.' ______________ (a17). Orang-orang Badui adalah orang-orang Arab yang berdiam di pasang pasir yang hidupnya selalu berpindah-pindah. (a18). Maksudnya, zakat itu membersih kan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebih-lebihan terhadap harta benda. (a19). Zakat itu menyuburkan sifat-sifat kebaikan dalam hati mereka dan mem perkembangkan harta benda mereka. (a20). Maksudnya, bila perasaan mereka telah lenyap. Ada pula yang menafsirkan bila mereka tidak dapat taubat lagi.

Rabu, 26 Agustus 2020

Al-'Alim (10)

Al-'Alim (10) By Aminuddin 27. QS 10 (65) "JANGANLAH kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya kekuasaan itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 28. QS 9 (15, 28, 47, 60) "Dan menghilangkan panas hati orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendaki-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis (a12), maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam (a13) sesudah tahun ini (a14). Dan jika kamu khawatir menjadi miskin (a15), maka Allah nanti akan memberikan kekayaan kepadamu dari karunia-Nya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Jika mereka berangkat bersama-sama kamu, niscaya mereka tidak menambah kamu selain dari kerusakan belaka, tentu mereka akan bergegas-gegas maju ke muka di celah-celah barisanmu, untuk mengadakan kekacauan di antaramu, sedang di antara kamu ada oranh-orang yang amat suka mendengarkan perka taan-perkataan mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang zhalim." "Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu'allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orahmng-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha bijaksana." (a16). _______________ (a12). Maksudnya jiwa orang musyrikin itu dianggap kotor karena menyekutukan Allah). (a13). Maksudnya tidak dibenarkan mengerjakan haji dan umrah. Menurut pendapat sebagian mufassirin yang lain ialah kaum musyrikin itu tidak boleh ma suk daerah haram baik untuk keperluan haji dan umrah atau untuk keperluan yang lain. (a14). Sesudah tahun 9 hijrah. (a15). Karena tidak membenarkan orang mengerjakan haji dan umrah, karena pencaharian orang-orang muslim boleh jadi berkurang. (a16). Yang berhak menerima zakat adalah : 1. Orang fakir. Orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan tenaga untuk memenuhi penghidupannya. 2. Orang miskin. Mereka yang tidak cukup penghidupannya dan dalam keadaan kekurangan. 3. Pengurus zakat. Orang yang diberi tugas untuk mengumpulkan dan membagikan harta zakat. 4. Mu'allaf. Orang kafir yang ada harapsn masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah. 5. Memerdekakan budak. Mencakup juga untuk melepaskan orang muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir. 6. Orang-orang yang berhutang. Orang-orang yang berhutang karena untuk kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya. Sedangkan orang yang berhutang untuk memelihara persatuan umat Islam dibayar hutangnya itu dengan zakat, walaupun ia mampu membayarnya. 7. Pada jalan Allah (fisabilillah). Yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan kaum muslimin. Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa fi sabilillah itu juga mencakup kepentingan- kepenti ngan umum seperti mendirikan sekolah, rumah-rumah sakit dan lain-lain. 8. Orang-orang yang sedang dalam perjalanan bukan maksiat mengalami kesengsaraan dalam perjalanannya.

Selasa, 25 Agustus 2020

Al-'Alim (9)

Al-'Alim (9) By aminuddin 25. QS 15 (25, 86) "SESUNGGUHNYA Tuhanmu, Dia-lah yang akan menghimpun kan mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." "Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah Yang Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui." 26. QS 12 (6, 34, 50, 76, 83, 100) "Dan demikianlah Tuhanmu, memilih kamu (untuk menjadi Nabi) dan diajarakan- Nya kepadamu sebagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan disempurnakan-Nya nikmat-Nya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmat-Nya kepada dua orang bapakmu (a10) sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishak. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Maka Tuhannya memperkenankan doa Yusuf, dan Dia menghindarkan Yusuf dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Raja berkata: "Bawalah dia kepadaku." Maka tatkala utusan itu datang kepada Yusuf, berkatalah Yusuf: "Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana halnya wanita-wanita yang telah melukai tangannya. Sesungguhnya Tuhanku, Maha Mengetahui tipu daya mereka." "Maka mulailah Yusuf (memeriksa) karung-karung mereka sebelum (memeriksa) karung saudara-saudaranya sendiri, kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari karung saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tiadalah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendaki-Nya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki : dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan itu ada lagi Yang Maha Mengetahui." "Ya'qub berkata: "Hanya dirimu sendiri lah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku; sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan ia menaikkan kedua ibu bapanya ke atas singgasana. Dan mereka (semua nya) merebahkan diri seraya sujud (a11) kepada Yusuf. Dan berkatalah Yusuf: "Wahai ayahku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kamu dari dusun padang pasir, setelah syaitan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Lembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." __________ (a10). Yang dimaksud dengan bapak disini adalah kakek dan ayah dari kakek. (a11). Sujud disini adalah sujud penghor matan, bukan sujud ibadah.

Senin, 24 Agustus 2020

Al-'Alim (8)

Al-'Alim (8) By aminuddin 22. QS 22 (52 dan 59) "DAN kami tidak mengutus sebelum kamu seorang Rasul pun dan tidak (pula) seorang nabi, melainkan apabila ia mempunyai sesuatu keinginan, syaitan pun memasukkan godaan-godaan terhadap keinginan itu. Allah menghilangkan apa yang dimasukkan oleh syaitan-syaitan itu dan Allah menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yang mereka menyukainya. Dan sesung guhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun." 23. QS 21 (4) "Berkatalah Muhammad (kepada me reka) : "Tuhanku mengetahui semua perkataan di langit dan di bumi dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 24. QS 16 (70) "Allah menciptakan kamu, kemudian mewafatkan kamu; dan di antara kamu ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang pernah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa."

Jumat, 21 Agustus 2020

Al-'Alim (7)

Al-'Alim (7) By Aminuddin 17. QS 30 (54) "ALLAH, Dia-lah yang menciptakan kamu dan keadaan lemah, kemudian Dia men jadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." 18. QS 29 (60) "Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui " 19. QS 27 (6, 78) "Dan sesungguhnya kamu benar-benar diberi Al-Quran dari sisi (Allah) Yang Ma ha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." "Sesungguhnya Tuhanmu akan menyele saikan perkara antara mereka dengan keputusan-Nya, dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." 20. QS 26 (220) "Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 21. QS 24 (18, 21, 32, 58-60) "Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu. Dan Allah Maha Menge tahui lagi Maha Bijaksana." "Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan- perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian (a5) di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." "Hai orang-orang yang beriman, hendak lah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang bekum baligh di antara kamu, meminta izin kepadamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar) mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya'. (Itulah) tiga aurat bagi kamu (a6). Tidak ada dosa atasmu dan tidak (pula) atas mereka selain dari tiga (waktu) itu. (a7). Mereka melayani kamu, sebagian kamu (ada keperluan) kepada sebagian (yang lain). Demikianlah Allah menje laskan ayat-ayat bagi kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan apabila anak-anakmu telah sampai umur baligh, maka hendaklah mereka meminta izin, seperti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin (a8). Demi kianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengan dung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggal kan pakaian (a9) mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." _________________ (a5). Maksudnya hendaklah laki-laki yang belum kawin atau wanita-wanita yang tidak bersuami, dibantu agar mereka dapat kawin. (a6). Tiga macam waktu yang biasanya di waktu-waktu itu badan banyak terbuka. Oleh sebab itu, Allah melarang budak-budak dan anak-anak di bawah umur untuk masuk ke kamar tidur orang dewasa tanpa izin pada waktu-waktu tersebut. (a7). Tidak berdosa kalau mereka tidak dicegah masuk tanpa izin dan tidak pula mereka berdosa kalau masuk tanpa izin. (a8). Maksudnya, anak-anak dari orang-orang yang merdeka yang bukan mah ram, yang telah baligh, haruslah meminta izin terlebih dahulu kalau hendak masuk menurut cara orang-orang yang tersebut dalam ayat 27-28 surat ini meminta izin. (a9). Pakaian luar yang kalau dibuka tiada menampakkan aurat.

Al-'Alim (6)

Al-'Alim (6) By aminuddin 16. QS 33 (51) "KAMU boleh menangguhkan menggauli siapa yang kamu kehendaki di antara mereka (isteri-isterimu) dan (boleh pula) menggauli siapa yang kamu kehendaki. Dan siapa-siapa yang kamu ingini untuk menggaulinya kembali dari perempuan yang telah kamu cerai, maka tidak ada dosa bagimu. Yang demikian itu adalah lebih dekat untuk ketenangan hati mereka, dan mereka tidak merasa sedih, dan semuanya rela dengan apa yang telah kamu berikan kepada mereka. Dan Allah mengetahui apa yang (tersimpan) dalam hatimu. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun." (a4) ________________ (a4). Menurut riwayat, pada suatu ketika isteri-isteri Nabi Muhammad SAW ada yang cemburu, dan ada yang meminta tambahan belanja. Maka Nabi Muham mad SAW memutuskan perhubungan dengan mereka sampai satu bulan lamanya. Oleh karena takut diceraikan Nabi, maka mereka datang kepada Nabi menyatakan kerelaaannya atas apa saja yang akan diperbuat Nabi terhadap mereka. Turunnya ayat ini memberikan izin kepada Nabi untuk menggauli siapa saja yang dikehendakinya dari isteri-isterinya atau tidak menggaulinya; dan juga memberi izin kepada Nabi untuk ruku' kepada isteri-isterinya seandainya ada isterinya yang sudah diceraikannya.

Kamis, 20 Agustus 2020

Al-'Alim (5)

Al-'Alim (5) By Aminuddin 12. QS 40 (2) "DITURUNKAN Kitab ini (Al-Quran) dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." 13. QS 36 (79-81) "Katakanlah : "Ia yang akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk, yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu." "Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dia-lah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui." 14. QS 35 (44) "Dan apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka, sedangkan orang-orang itu adalah lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tiada sesuatupun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." 15. QS 34 (26) "Katakanlah : "Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia-lah Maha Pemberi Keputusan lagi Maha Mengetahui."

Selasa, 18 Agustus 2020

Al-'Alim (4)

Al-'Alim (4) By aminuddin 8. QS 44 (6) "SEBAGAI rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." 9. QS 43 (9, 84) "Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka : "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?" Niscaya mereka menjawab: "Semuanya diciptakan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." " Dan Dia-lah Tuhan (Yang disembah) di langit dan Tuhan (Yang disembah) di bumi dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." 10. QS 42 (49-50) "Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak lelaki kepada siapa yang dia kehendaki, atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya?) dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Perkasa." 11. QS 41 (12, 36) "Maka Dia menjadikannya tujuh lapis langit dalam dua masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit utusannya. Dan Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami memeliharanya dengan sebaik-baiknya. Demikianlah ketentuan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui." "Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." ____________ Tentang mohon perlindungan Allah SWT dari gangguan setan, Allah SWT berfirman: - QS 7 (200) "Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah.* Sesungguhnya Allah Maha Men dengar lagi Maha Mengetahui." (*) Maksudnya membaca: 'A'udzubillahi minasy syaithaanir-rajiim). - QS 23 (97-98) "Dan katakanlah : "Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan syaitan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku."

Senin, 17 Agustus 2020

Al-'Alim (3)

Al-'Alim (3) By Aminuddin 5. QS 51 (30) "Mereka berkata : "Demikianlah Tuhanmu menfirmankan." Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui." 6. QS 49 (1 dan 13) "Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu mendahului Allah dan Rasul- Nya dan bertakwalah kepada Allah. Se sungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal." 7. QS 48 (4) "Dia-lsh yang telah menurunkan ketena ngan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi (a3) dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." __________________ (a2). Maksudnya orang-orang mukmin tidak boleh menetapkan suatu hukum sebelum ada ketetapan dari Allah dan Rasul-Nya. (a3). Yang dimaksud dengan tentara langit dan bumi adalah penolong yang dijadikan Allah untuk orang-orang mukmin seperti malaikat-malaikat, binatang-binatang, angin taufan dan sebagainya.

Al-'Alim (2)

Al-'Alim (2) By Aminuddin 3. QS 62 (7) "MEREKA tiada akan mengharapkan kematian itu selama-lamanya disebab kan kejahatan yang telah mereka perbuat dengan tangan mereka sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui akan orang-orang yang zhalim." 4. QS 60 (10) "Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, maka hendak lah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka; maka jika kamu telah menge tahui bahwa mereka (benar-benar) beriman maka janganlah kamu kembalikan mereka kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka. Dan berikan kepada (suami-suami) mereka mahar yabg telah mereka bayar. Dan tiada dosa atasmu menga wini mereka apabila kamu bayar kepada mereka maharnya. Dan janganlah kamu tetap berpegang pada tali (perkawinan) dengan perempuan-perempuan kafir; dan hendak kamu minta mahar yang telah kamu bayar ; dan hendaklah mereka meminta mahar yang telah mereka bayar. Demikianlah hukum Allah yang ditetapkan-Nya di antara kamu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. "

Sabtu, 15 Agustus 2020

Al-'Alim (1)

Al-'Alim (1) By aminuddin ID Pub : 8800179315466420 1. QS 76 (30) "DAN kamu tidak menghendaki (nenempuh jalan itu) kecuali bila dikehendaki Allah. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." 2. QS 66 (2-3) "Sesungguhnya Allah telah mewajibkan kepada kamu sekalian membebaskan diri dari sumpahmu (a1); dan Allah adalah Pelindungmu dan Dia Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." "Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang dari isteri-isterinya (Hafsah) suatu peristiwa. Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah), dan Allah memberitahukan hal itu (semua pembicaraan antara Hafsah dengan Aisyah) kepada Muhammad, lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah). Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu Hafsah bertanya: "Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?" Nabi menjawab: "Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." ________________ (a1). Apabila seseorang bersumpah mengharamkan yang halal maka wajib lah atasnya membebaskan diri dari sum pahnya itu dengan membayar kaffarat, seperti tersebut dalam surat Al-Maa-idah ayat 89. "Allah tiada mengharamkan kamu disebabkan sumpah-sumpahmu yang tidak dimaksud (untuk bersumpah) tetapi Dia menghukum kamu disebabkan sumpah-sumpah yang kamu sengaja, maka kaffarat (melanggar) sumpah itu, ialah memberi makan sepuluh orang miskin, yaitu makanan dari yang biasa kamu berikan kepada keluargamu, atau memberi pakaian kepada mereka atau memerdekakan seorang budak. Barang siapa tidak sanggup melakukan yang demikian, maka kaffaratnya puasa se lama tiga hari. Yang demikian itu adalah kaffarat sumpah-sumpahmu bila kamu bersumpah (dan kamu langgar). Dan ja galah sumpahmu. Demikianlah Allah me nerangkan kepadamu hukum-hukum-Nya agar kamu bersyukur (kepada-Nya)."

Jumat, 14 Agustus 2020

Allah Maha Melihat (4-tamat)

Allah Maha Melihat (4-tamat) By Aminuddin 9. QS Al-Mu'min Ayat 20, 44 dan 56 "DAN Allah menghukum dengan keadi lan. Dan sembahan-sembahan yang me reka sembah selain Allah tiada dapat menghukum dengan sesuatu apa pun. Sesungguhnya Allah Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat." "Kelak kamu akan ingat kepada apa yang kukatakan kepada kamu. Dan aku menye rahkan urusanku kepada Allah. Sesung guhnya Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." "Sesungguhnya orang-orang yang memperdebatkan tentang ayat-ayat Allah tanpa alasan yang sampai kepada mereka (a5) tidak ada dalam dada mereka melainkan hanyalah (keinginan akan) kebesaran yang mereka sekali-kali tiada akan mencapainya, maka mintalah perlindungan kepada Allah. Sesungguh nya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat." 10. QS Huud Ayat 112 "Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan ke padamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan." 11. QS Al-Mulk Ayat 19 "Dan apakah mereka tidak memperha tikan burung-burung yang mengem bangkan dan mengatupkan sayapnya di atas mereka? Tidak ada yang mena hannya (di udara) selain Yang Maha Pemurah. Sesungguhnya Dia Maha Melihat segala sesuatu " https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 ___________________ (a5). Maksudnya mereka menolak ayat-ayat Allah tanpa alasan yang datang kepada mereka.

Jumat, 07 Agustus 2020

Allah Maha Melihat (3)

Allah Maha Melihat (3) By aminuddin 5. QS Al-Hajj Ayat 61 dan 75 "YANG demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." "Allah memilih utusan-utusan (Nya) dari malaikat dan dari manusia : sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." 6. QS Al-Furqan Ayat 20 "Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguh memakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Dan Kami jadikan sebagian kamu cobaan bagi sebagian yang lain. Maukah kamu bersabar?; dan adalah Tuhanmu Maha Melihat." 7. QS Luqman Ayat 28 "Tidaklah Allah menciptakan dan membangkitkan kamu (dari dalam kubur) itu melainkan hanyalah seperti (menciptakan dan membangkitkan) satu jiwa saja (a3). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." 8. QS Faathir Ayat 31 dan 45 "Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu yaitu Al-Kitab (Al-Quran) itulah yang benar, dengan membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mengetahui lagi Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya." "Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu makhluk yang melatapun (a4) akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya." _________________ (a3). Maksudnya : menciptakan manusia dan membangkitkan mereka lagi pada hari kiamat adalah amat mudah bagi Allah SWT. (a4). Daabbah artinya makhluk yang melata. Tetapi yang dimaksud di sini adalah manusia.

Kamis, 06 Agustus 2020

Allah Maha Melihat (2)

Allah Maha Melihat (2) By Aminuddin 3. QS An-Nisaa' Ayat 58 dan 134 "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan ananat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." "Barangsiapa menghendaki pahala di dunia saja (maka ia merugi) karena di sisi Allah ada pahala dunia dan akherat. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." 4. QS Al-Israa' Ayat 1, 17, 30 dan 96 "Maha suci Allah yang telah memperja lankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya (a2) agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya." " Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya ; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Melihat akan hamba-hamba-Nya." "Katakanlah : "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kamu sekalian. Se sungguhnya Dia adalah Maha Menge tahui lagi Maha Melihat akan hsmba-hamba-Nya." _________________ (a2). Al-Masjidil Aqsha dan daerah-dae rah sekitarnya mendapat berkat dari Allah dengan diturunkan nabi-nabi di negeri itu dan kesuburan tanahnya.

Rabu, 05 Agustus 2020

Allah Maha Melihat (1)

1.Allah Maha Melihat (1) By Aminuddin ID Pub : 8800179315466420 1. QS Al-Baqarah Ayat 96 dan 110 "DAN sungguh kamu akan mendapati mereka, seloba-loba manusia kepada kehidupan (di dunia) bahkan (lebih lomba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan." "Dan dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kamu usaha kan dari kebaikan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan." 2. QS Ali Imran Ayat 15 dan 20 "Katakanlah : "Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?" Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (ada pula) isteri-isteri yang disucikan serta keridhaan Allah. Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." "Kemudian jika mereka mendebat kamu (tentang kebenaran Islam), maka katakanlah : "Aku menyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula) orang-orang yang mengikutiku." Dan katakanlah kepada orang-orang yang telah diberi Al-Kitab dan kepada orang-orang yang um mi." (a1) "Apakah kamu (mau) masuk Islam?" Jika mereka masuk Islam, se sungguhnya mereka telah mendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, maka kewajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayat Allah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya." ____________________________________ (a1). Ummi adalah orang yang tidak tahu tulis dan baca. Menurut sebagian ahli tafsir, yang dimaksud dengan ummi ada lah orang musyrik Arab yang tidak tahu tulis baca. Tapi menurut sebagian yang lain orang-orang yang tidak diberi Al-Kitab.

Minggu, 02 Agustus 2020

Nasehat (11-tamat)

Nasehat (11-tamat) By Aminuddin 11. Doa Nabi Ibrahim as "DAN (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah beserta Ismail (seraya berdoa) : " Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkau lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." "Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) di antara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadah haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." "Ya Tuhan kami, itulah untuk mereka seorang Rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat Engkau, dan mengajarkan kepada mereka Al-Kitab (Al-Quran) dan hikmah serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (13) "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman[dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. "Ya Tuhanku, berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia. Barang siapa mengikutiku, maka orang itu termasuk golonganku, dan barang siapa mendurhakaiku, maka Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." "Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, Ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur." "Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan; dan tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. "Segala puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua(ku) Ismail dan Ishaq. Sungguh, Tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa." "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku (itu)." "Ya Tuhan kami, ampunlah aku dan kedua ibu bapakku dan semua orang yang beriman pada hari diadakan hisab (hari kiamat).” (14) "(Ibrahim berdoa): "Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku hikmat dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh, dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian, dan jadikanlah aku termasuk orang-orang yang mempunyai surga yang penuh kenikmatan, dan ampunilah bapakku karena sesungguhnya ia adalah termasuk golongan orang-orang yang sesat, dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan, (yaitu) di hari harta dan anak laki-laki tiada berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." (15) "..... Ya Tuhan kami, hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertobat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali " "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami Ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkau, Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana." (16) https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420 _________ (13). QS Al-Baqarah Ayat 127-129 (14). QS Ibrahim Ayat 35-41 (15). QS Asy-Syu'araa' Ayat 83-89 (16). QS Al-Mumtahanah Ayat 4-5

Jumat, 31 Juli 2020

Nasehat (10)

Nasehat (10) By Aminuddin 10. Doa Nabi Zakaria "DAN (ingatlah kisah) Zakaria, tatkala ia menyeru Tuhannya : "Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku hidup seorang diri (a9) dan Engkau lah Waris yang Paling Baik." (a10) "Maka Kami memperkenankan doanya dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya dan Kami jadikan isterinya dapat mengandung. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas (a11). Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami." (10) "Disana lah Zakaria mendoa kepada Tuhannya seraya berkata : "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa." (11) "Ia berkata : "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku." "Dan sesungguhnya aku kuatir terhadap mawaliku (a12) sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera." "yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai." "Zakaria berkata : " Ya Tuhanku, bagai mana akan adan anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah men capai umur yang sangat tua." (12) ________________ (10). QS Al-Anbiyaa' Ayat 89-90 (a9). Maksudnya tidak mempunyai keturunan yang mewarisi. (a10).Andaikan Tuhan tidak mengabulkan doanya, yakni memberikan keturunan, Zakaria menyerahkan dirinya kepada Tuhan, sebab Tuhan adalah waris yang paling baik. (a11). Mengharap agar dikabulkan Allah doanya dan kuatir akan azab-Nya. (11). QS Ali Imran Ayat 38 (12). QS Maryam Ayat 4-6 dan 8. (Nabi Zakaria AS adalah nabi yang dipuji Allah SWT berkat adab berdoa yang lembut. Nabi Zakaria terkenal dengan doa memohon keturunan yang dikabulkan oleh Allah. "Yang dibacakan ini adalah penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria, (yaitu) ketika dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut," firman Allah SWT dalam surat Maryam ayat 2-3. Allah SWT mengutus Nabi Zakaria pada Bani Israil yang zalim dan mungkar. Nabi Zakaria lahir pada tahun 91 Sebelum Masehi. Setelah diangkat menjadi Nabi, Zakaria menyeru Bani Israil untuk bertobat dan menyembah Allah. Nabi Zakaria berdakwah dengan sabar. Dia dihormati Bani Israil karena alim dan bijaksana. Pada suatu hari, datanglah istri Imran yang menitipkan anak perempuannya bernama Maryam kepada Nabi Zakaria. Nabi Zakaria dan istrinya dengan senang hati menerima dan membesarkan Maryam dengan penuh kasih sayang. Nabi Zakaria tidak memiliki anak karena istrinya mandul. Dia menganggap Maryam sebagai anaknya sendiri. Nabi Zakaria membuatkan kamar khusus beribadah untuk Maryam di Baitul Maqdis, saat ini Masjidil Aqsa. Kamar khusus untuk beribadah itu dikenal dengan Mihrab. Nabi Zakaria merupakan orang pertama yang membuat Mihrab. Nabi Zakaria sangat senang dengan kehadiran Maryam yang sangat istimewa. Namun di pengujung dakwahnya, Nabi Zakaria yang sudah renta mulai khawatir. Dia takut tak ada yang bisa meneruskan ajaran kebenaran. Akan tetapi, Nabi Zakaria tak berpasrah diri. Dia terus berdoa kepada Allah dengan penuh kelembutan untuk diberikan keturunan yang bisa melanjutkan dakwah. "Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku," kata Nabi Zakaria memulai doanya kepada Allah. "Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu, yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari keluarga Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang yang diridai," ucap Nabi Zakaria dalam doanya pada surat Maryam ayat 4-6. Doa memohon keturunan dari Nabi Zakaria yang dapat diamalkan juga terdapat dalam surat Ali Imran ayat 38. رَبِّ هَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۚ اِنَّكَ سَمِيْعُ الدُّعَاۤءِ rabbi hab lii mil ladungka żurriyyatan ṭayyibah, innaka samii'ud-du'aa` Artinya: "Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang baik dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa." Siang dan malam Nabi Zakaria dan istrinya tak pernah berhenti berdoa dan semakin giat beribadah. Banyak Bani Israil yang mengejek ibadah Nabi Zakaria dan tak percaya doanya bakal dikabulkan Allah. Hingga suatu hari malaikat datang memanggil Nabi Zakaria yang sedang shalat di Mihrab. "Wahai Zakaria! Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan seorang anak laki-laki namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberikan nama seperti itu sebelumnya " (surat Maryam ayat 7). Mendengar kabar itu, Nabi Zakaria terkejut tak percaya. "Ya Tuhanku, bagaimana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?" tanya Nabi Zakaria. "Hal itu mudah bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan sebelum itu, padahal (pada waktu itu) engkau belum berwujud sama sekali," firman Allah dalam surat Maryam ayat 7, menjawab pertanyaan Zakaria. Nabi Zakaria lalu meminta tanda kepada Allah. Allah memberi tanda berupa tak bisa bercakap selama tiga malam. "Allah menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) Yahya, yang membenarkan sebuah kalimat (firman) dari Allah, panutan, berkemampuan menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang nabi di antara orang-orang saleh" (surat Ali-Imran ayat 39). Nabi Zakaria lalu mengucap syukur kepada Allah SWT karena doanya yang dikabulkan Allah. Yahya menjadi satu-satunya anak Nabi Zakaria yang juga diangkat Allah menjadi seorang Nabi. Nabi Zakaria dan Nabi Yahya berdakwah bersama, menyeru Bani Israil kepada ajaran Allah. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa dipetik dari kisan Nabi Zakaria. Nabi Zakaria menunjukkan Allah Maha Mendengar doa. "Banyak hikmah dan kisah dari Nabi yang diuji dengan bertahun-tahun tidak punya anak. Pertama, jangan pernah berhenti berdoa sampai Allah mengabulkannya," kata ustad Hilman Fauzi. Nabi Zakaria mengajarkan cara berdoa yang penuh kelembutan. Dia juga selalu menunjukkan baik sangka kepada Allah. Nabi Zakaria yakni Allah mendengar dan mengabulkan doanya. "Nabi Zakaria memohon kepada Allah dengan bahasa yang lembut dan memperbanyak amal saleh," ucap ustad Hilman. Nabi Zakaria juga merupakan seorang yang mampu menjaga amanah saat dititipkan Maryam yang tak memiliki ayah. Dia juga menjadi contoh untuk selalu menghormati perempuan). (m.cnnindonesia.com)

Kamis, 30 Juli 2020

Nasehat (9)

Nasehat (9) By Aminuddin 9. Doa Nabi Yunus as "DAN (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, la lu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap (a8): "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zhalim." "Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." (9) _____________ (9). QS Al-Anbiyaa' Ayat 87-88 (a8). Maksud dari 'keadaan sangat gelap' adalah di dalam perut ikan, di dalam laut dan di malam hari. (Selain mengandung keitimewaan, doa Nabi Yunus juga niscara sangat diijabah oleh Allah SWT. Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat pernah mengungkapkan betapa hebatnya doa tersebut. دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ “Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus adalah: “Laa ilaaha illaa anta, subhaanaka, innii kuntu minadz dzaalimiin”. (Artinya: Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau (ya Allah), Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk di antara orang-orang yang berbuat zalim/aniaya). Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah, melainkan Allah kabulkan baginya.” (H.R. At-Tirmidzi). Kapan dibaca? Doa Nabi Yunus merupakan doa yang kerap dibaca oleh para ulama. Ada yang membaca doa ini sebanyak 40 kali usai salat subuh tan pa putus. Ada pula yang setiap hari berzikir dan membaca doa ini sebanyak 1000 kali sebagai permohonan ampun dan bekal di akhirat. Dalam riwayat al-Hakim dari Sa’ad bin Abi Waqash disebutkan bila membaca 40 kali doa Nabi Yunus ketika sakit, lalu kemudian dia meninggal, maka dia akan mendapatkan pahala orang yang meninggal syahid). sulsel.idntimes.com)

Rabu, 29 Juli 2020

Nasehat (8)

Nasehat (8) By aminuddin 8. Doa Nabi Adam as "KEDUANYA berkata : "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, nis caya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi." (8) ____________________ (8). QS Al-A'raaf Ayat 23 (Dalam catatan sejarah, Nabi Adam as pernah tertipu dengan rayuan iblis. Allah SWT memerinbtahkan kepada Nabi Adam untuk tidak memakan buah di surga. Namun iblis merayu dan menipu Nabi Adam hingaa akhirnya memakan buah tersebut. Diceritakan bahwa ketika Nabi Adam turun ke muka bumi itu memutari Ka'bah sebanyak tujuh kali dan shalat dua rakaat. Usai shalat, Nabi Adam mendatangi multazam, dinding Ka'bah yang terdapat di antara Hajar Aswad dan pintu Ka'bah. Ia pun berdoa demikian ... اللهم إنك تعلم سري وعلانيتي، فاقبل معذرتي. وتعلم ما في نفسي فاغفر لي ذنوبي. وتعلم حاجتي فأعطني سؤلي. اللهم إني أسألك إيمانا يباشر قلبي، ويقينا صادقا حتى أعلم أنه لا يصيبني إلا ما كتبت لي، والرضا بما قضيت علي. Allahumma innaka ta‘lamu sirri wa ‘alaniyyati, faqbal ma‘dzirati. Wa ta‘lam ma fi nafsi faghfir li dzunubi. Wa ta‘lam hajati fa a‘thini suali. Allohumma inni as’aluka imanan yubasyir qalbi, wa yaqinan shodiqon hatta a‘lama annahu la yushibuni illa ma katabtu li, war ridho bima qodhoita ‘alayya. "Ya Allah, Engkau mengetahui rahasia dan tindak-tandukku, terimalah permohonan maafku. Engkau mengetahui detak hatiku, ampunilah dosaku. Engkau mengetahui kebutuhanku, kabulkanlah permohonanku. Ya Allah, aku memohon pada-Mu diberikan keimanan yang meresap dalam hati, keyakinan yang teguh sehingga aku yakin bahwa tidak ada apa pun yang akan menimpaku kecuali karena takdir yang telah Engkau catat, dan aku rida terhadap ketentuan yang Engkau tetapkan untukku." Konon, menurut Syekh Abu Bakar Syatha, Allah SWT memberikan wahyu pada Nabi Adam bahwa anak-cucu Nabi Adam yang memohon dengan doa seperti doa Nabi Adam ini kesulitannya akan diringankan, rezekinya dicukupi darimana pun datangnya, dan dicukupi segala kebutuhan duniawinya walaupun ia tidak mengharapkan. Wallahualam) (bincang Syariah.com)

Nasehat (7)

Nasehat (7) By Aminuddin 7. Wasiat Nabi Ibrahim dan Ya'qub kepada anak-anaknya "DAN Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu (a7) kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah me milih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam." "Adakah kamu hadir ketika Ya'qub kedata ngan (tanda-tanda maut), ketika ia berka ta kepada anak-anaknya: "Apa yang ka mu sembah sepeninggal anak-anakku?" Mereka menjawab : "Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek motangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya." (7) __________________ (7). QS Sl-Baqarah Ayat 132-133 (a7). QS Al-Baqarah 131 : "Ketika Tuhannya berfirman kepadanya : "Aku tunduk patuh kepada Tuhan semesta alam." (Wasiat atau pesan agama adalah wasiat yang paling fundamental, sebagai pertanggungjawaban terakhir seseorang dalam kaitannya dengan manusia lain. Hidup dan mati ada di tangan Allah SWT. Siapa pun tidak ada yang tahu kapan kehidupan seseorang akan berakhir. Karena itulah, kita senantiasa diwanti-wanti untuk selalu siap dalam menghadapi kematian yang datang menjemput. Menyiapkan bekal diri dengan amalan-amalan positif yang bermanfaat untuk kehidupan di akhirat kelak, juga siap diri untuk meninggalkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain. Rasulullah SAW bersabda, ”Tidak ada yang paling penting dilakukan oleh seseorang ketika dia sudah terbaring tak berdaya selama dua malam berturut-turut, selain menulis wasiat dan meletakkannya di sampingnya.” (HR Abu Daud). Dalam menghadapi kematian, seperti yang Nabi SAW ajarkan dalam hadits di atas, salah satu anjuran yang harus dilakukan adalah menulis wasiat, atau pesan-pesan terakhir yang ingin disampaikan kepada keluarga yang akan ditinggalkan. Apa yang diwasiatkan, hendaknya berisi tentang hal-hal yang baik. Salah satu contoh wasiat yang baik adalah apa yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Yaqub, ketika kematian mulai mendekatinya. ”Wahai anak-anakku, sesungguhnya Allah telah memilihkan agama yang bersih bagi kalian. Karena itu, janganlah sekali-kali kalian meninggal kecuali dalam keadaan Muslim.” (Al-Baqarah 132). Orang tua adalah figur yang memiliki tanggung jawab besar untuk mendidik anaknya. Pendidikan agama merupakan hal yang paling mendasar dan harus diberikan kepada anak-anaknya. Kewajiban ini dibebankan kepada orang tua, bahkan hingga menjelang kamatiannya. Dalam sebuah hadis yang lain, Rasulullah SAW pernah menyinggung bahwa salah satu kewajiban orang tua sewaktu hidup hingga menjelang kematiannya adalah mengajarkan agama. ”Ada tiga kewajiban yang harus dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Pertama, memberikan nama yang baik. Kedua, mengajarkan Alkitab (Alquran). Dan ketiga, mengawinkannya dengan orang lain.” (HR Bukhari). Karena itu, wasiat, sebagai pesan terakhir di pengujung hidup orang tua, harus berkaitan dengan masalah agama. Ibarat lari estafet, agama adalah tongkatnya, dan orang-orang tua pada saatnya memberikan tongkat itu kepada anak-anaknya. Itu yang paling utama, setelah itu baru hal-hal lain yang berkaitan dengan kelangsungan hidup dan masa depan orang-orang yang ditinggalkannya dari sisi materi. Wasiat, sekalipun juga bisa dalam masalah harta, akan jauh lebih penting jika menitiktekankan pada pesan agama. Banyak terdengar, bagaimana wasiat itu justru menimbulkan prahara dalam keluarga. Itu terjadi karena pembuat wasiat menuliskan wasiat harta, bukan wasiat agama yang mampu mendamaikan konflik. Jika wasiat dalam bentuk pesan agama yang baik ini dilakukan, seseorang akan mengakhiri hidupnya dengan baik (husnul khatimah). Tanggung jawabnya yang terakhir telah dilakukan, dan itu menjadi nilai akhir yang tinggi di sisi Allah SWT). (Popularitas.com)

Senin, 27 Juli 2020

Nasehat (6)

Nasehat (6) By aminuddin 6. Nasehat Nabi Syu'aib kepada kaumnya "DAN (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan (a6) saudara mereka Syu'aib. Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selaib-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbabgannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu orang-orang yang beriman." "Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan." "Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya." (6) _______________ (6). QS Al-A'raaf ayat 85-87 (a6). Mad yan adalah nama putera Nabi Ibrahim as, kemudian menjadi nama ka bilah yang terdiri dari anak cucu Mad yan itu. Kabilah ini diam di suatu tempat yang juga dinamai Mad yang yang terletak di pantai laut Merah di tenggara gunung Sinai. (NABi Syu'aib AS diangkat menjadi seorang nabi untuk memberi peringatan pada kaum Madyan yang kerap berlaku curang. Lewat kisah Nabi Syu'aib, kita tahu bahwa Allah SWT tak akan menyukai orang-orang yang berbuat zalim dan memicu kerusakan di muka bumi. Suku Madyan merupakan kumpulan orang Arab yang tinggal di dekat Gunung Sinai, di negeri Syam atau yang saat ini dikenal dengan Suriah. Nabu Syu'aib juga merupakan bagian dari Suku Madyan. "Dan kepada penduduk Madyan, Kami [utus] Syu'aib, saudara mereka sendiri," bunyi firman Allah sesuai surat Al-A'raf ayat 85. Kaum Madyan diisi oleh orang-orang kafir yang berbuat kejahatan dan kecurangan. Mayoritas orang Madyan bekerja sebagai pedagang. Dalam berdagang, penduduk Madyan kerap melakukan penipuan. Mereka mencari keuntungan dengan cara yang tidak benar seperti timbangan atau takaran yang dikurangi. Barang-barang yang dijual juga acap kali dipalsukan. Kondisi ini sangat meresahkan masyarakat saat itu. Nabi Syu'aib lalu memulai misi menyadarkan masyarakat Madyan. "Wahai kaumku! Sembahlah Allah. Tidak ada tuhan [sembahan] bagimu selain Dia. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan jangan kamu merugikan orang sedikit pun," kata Nabi Syu'aib kepada kaum Madyan. Nabi Syu'aib juga mengajak kaum Madyan untuk berhenti berbuat kerusakan di bumi. Sebagian kaum Madyan lain bekerja sebagai petani. Namun, sering kali mereka berbuat kerusakan. Kaum Madyan juga tak percaya pada Allah. Mereka menjadikan Aikah atau sebidang tanah sebagai tuhan. Kaum Madyan juga kerap menakut-nakuti dan menghalangi orang yang hendak beriman. "Wahai kaumku! Sembahlah Allah, harapkanlah [pahala] hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan," kata Nabi Syu'aib sesuai surat Al-Ankabut ayat 36. Alih-alih didengarkan, kaum Madyan menolak mentah-mentah ajaran Nabi Syu'aib. "Wahai Syuaib! Apakah agamamu yang menyuruhmu agar kami meninggalkan apa yang disembah nenek moyang kami atau melarang kami mengelola harta kami menurut cara yang kami kehendaki? Sesungguhnya engkau benar-benar orang yang sangat penyantun dan pandai," kata penduduk Madyan sesuai surat Hud ayat 87. Penduduk Madyan bahkan mengancam bakal merajam Nabi Syu'aib jika terus mengatur mereka dalam berdagang. Mereka juga mengancam mengusir Nabi Syu'aib beserta pengikutnya jika tidak mengikuti agama mereka Nabi Syu'aib lantas menolak ajakan itu dan menyerahkan kepada Allah SWT sebagai pembuat keputusan terbaik. "Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak [adil]. Engkaulah pemberi keputusan terbaik," kata Syu'aib kepada kaumnya. Nabi Syu'aib memperingatkan jika kaum Madyan tidak berubah, azab dari Allah SWT akan segera tiba. Namun, kaum Madyan tetap berbuat semena-mena. Allah menimpakan azab kepada kaum Madyan di malam dan pagi hari dengan siksaan yang tak diduga-duga. Allah mendatangkan gempa bumi yang dahsyat dan suara yang mengguntur pada penduduk Madyan. "Mereka mendustakannya [Syu'aib], maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka," bunyi firman Allah dalam surat Al-Ankabatu ayat 37. Nabi Syu'aib dan pengikutnya diselamatkan oleh Allah. Allah melimpahkan rahmat dan berkah untuk orang-orang yang beriman. Banyak hal yang bisa diambil dari kisah Nabi Syu'aib dan Suku Madyan. Nabi Syu'aib mengajarkan dalam jual beli, pedagang dan penjual harus adil dan tidak merugikan orang lain. Timbangan dan takaran harus diberikan secara sempurna agar rezeki yang didapat halal di sisi Allah. Kisah Nabi Syu'aib juga mengajarkan manusia bahwa Allah SWT tidak menyukai orang yang berbuat zalim dan membikin kerusakan di muka bumi. Orang-orang yang berbuat zalim dan memicu kerusakan lah yang bakal mendapatkan azab dari Allah SWT). (m.cnnindonesia.com)

Minggu, 26 Juli 2020

Nasehat (5)

Nasehat (5) By Aminuddin 4. Nasehat Nabi Saleh kepada kaumnya "DAN (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih". "Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikan kamu pengganti-pengganti) di bumi ini (sesudah kaum Ad dan memberikan tempat bagimu) yakni menempatkan kamu (di bumi. Kamu dirikan istana-istana di atas tanah-tanah yang datar) sebagai tempat tinggalmu di musim panas (dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah) yang kamu tempati di musim dingin, dinashabkannya lafal buyuutan menjadi hal dari lafal yang tersimpan (maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan." "Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya". "Orang-orang yang menyombongkan diri b berkata “Sesungguhnya kami mengingkari apa yang kamu percayai.” "Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan berlaku angkuh terhadap perintah Tuhannya. Mereka berkata, “Wahai Shalih! Buktikanlah ancaman kamu kepada kami, jika benar engkau salah seorang rasul.” "Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka." "Kemudian dia (Shalih) pergi meninggalkan mereka sambil berkata, “Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepadamu dan aku telah menasihati kamu. Tetapi kamu tidak menyukai orang yang memberi nasihat.” (4) _______________ (4). QS Al-A'raaf ayat 73-79 (Nabi Saleh AS adalah nabi dan rasul kelima yang patut diimani. Nabi Saleh berdakwah di Al-Hijr yang saat ini dikenal sebagai Madain Shalih, yakni Kota-kota Nabi Saleh AS, antara Arab Saudi dan Suriah. Beberapa rumah dan batu-batu diyakini sebagai peninggalan Nabi Saleh. UNESCO menetapkan peninggalan itu sebagai warisan dunia. Allah SWT mengutus Nabi Saleh untuk membawa kaum Tsamud kembali ke jalan yang benar. Sebelum diangkat menjadi rasul, Saleh adalah panutan di suku Tsamud. Kaum Tsamud terkenal memiliki ilmu batu dan bangunan yang andal. Namun, di sisi lain mereka menyembah berhala. Hal ini sesuai dengan Surat Al-A'raf ayat 73. "Dan [Kami telah mengutus] kepada kaum Tsamud saudara mereka Saleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhanmu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, [yang karenanya] kamu akan ditimpa siksaan yang pedih." Unta betina yang dijelaskan dalam ayat tersebut merupakan mukjizat yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Saleh, sebagai tanda kebesaran-Nya. Saat menyeru ajaran Allah, Saleh meminta kaum Tsamud untuk meninggalkan berhala dan menyembah Allah SWT. Saleh mengajak kaum Tsamud untuk bertobat. "Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami," kata kaum Tsamud kepada Nabi Saleh, seperti dalam surat Hud ayat 62. Alih-alih mendengar Nabi Saleh, kaum Tsamud justru menentangnya. Kaum Tsamud meminta Nabi Saleh untuk mendatangkan mukjizat. "Kamu tidak lain melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar," kata kaum Tsamud kepada Nabi Saleh seperti dalam surat Asy-Syu'ara' ayat 154. Kaum Tsamud meminta Saleh menciptakan unta betina yang hamil 10 bulan di sebuah bukit berbatu. Nabi Saleh menyanggupi tantangan tersebut dan berdoa agar Allah menunjukkan kekuasaan-Nya. Allah lalu membelah batu di bukit itu dan di dalamnya muncul seekor unta betina sesuai dengan permintaan kaum Tsamud. Unta betina itu dikenal sebagai unta betina Allah. Nabi Saleh lalu meminta agar kaum Tsamud memperhatikan unta tersebut dan membiarkannya makan dengan leluasa. Nabi Saleh juga memperingatkan agar unta betina itu tidak diganggu karena ia mampu memenuhi kebutuhan susu seluruh kaum Tsamud. "Dan janganlah kamu sentuh unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar," kata Nabi Saleh. (Surat Asy-Syu'ara ayat 156). Mukjizat ini membuat kaum Tsamud terbagi dua. Ada kelompok yang percaya atas kebesaran Allah dan mengikuti ajaran Nabi Saleh. Namun, ada pula kelompok yang ingkar dan menentang mukjizat itu. Mereka yang ingkar justru semakin kafir dan mengganggu si unta betina. Unta betina Allah dianggap mengganggu hewan ternak lain, meminum banyak air, dan berjalan dengan bebas. Para pemimpin kaum Tsamud lalu membuat rencana untuk membunuh unta tersebut. Seorang bangsawan bahkan membuat sayembara dengan hadiah besar untuk membunuh unta betina. Saat malam tiba, sembilan orang laki-laki melancarkan aksinya membunuh unta tersebut. Unta itu dipanah dan ditikam beserta dengan anaknya yang baru lahir. Kisah pembunuhan unta terdapat dalam surat Al-Qamar ayat 54. Kaum Tsamud yang ingkar kembali menentang Nabi Saleh untuk mendatangkan azab setelah unta itu dibunuh. Nabi Saleh kembali mengingatkan kaum Tsamud untuk bertobat sebelum azab benar-benar datang. Kaum Tsamud semakin tak senang dengan petuah Nabi Saleh. Mereka bahkan merencanakan pembunuhan terhadap Nabi Saleh. Namun, belum sampai rencana itu terwujud, Allah memerintah Nabi Saleh dan orang yang beriman untuk meninggalkan Al-Hijr karena azab akan segera tiba. Azab itu muncul di hari keempat setelah pembunuhan unta. Di hari itu, petir menyambar, bumi berguncang, dan menghancurkan kaum Tsamud. Kaum Tsamud pun binasa karena petir dan gempa bumi. "Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka." ( Surat Al-A'raf ayat 78). Dari kisah Nabi Saleh ini terdapat sejumlah hikmah yang dapat dipelajari. Pertama, Allah menunjukkan kekuasaan-Nya melalui mukjizat unta betina kepada Nabi Saleh. Kedua, orang-orang yang melanggar perintah Allah SWT akan mendapatkan azab yang nyata. Berhala-berhala yang semula disembah kaum Tsamud tak dapat menolong mereka saat azab Allah datang. Ketiga, Allah juga memberikan waktu kepada kaum Tsamud untuk bertobat mulai dari perintah Nabi Saleh, kemunculan unta betina, lalu setelah pembunuhan unta tersebut. Namun, ketika azab datang, tobat sudah tidak berarti di sisi Allah. (CNN Indonesia)

Sabtu, 25 Juli 2020

Nasehat (4)

Nasehat (4) By Aminuddin 4. Nabi Nuh kepada kaumnya "SESUNGGUHNYA Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata : "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Allah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat)." "Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata : "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata." "Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam." "Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku memberi nasehat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui." (a5) (4) ___________________ (4). QS Al-A'raaf ayat 59-62) (a5). Maksudnya adalah aku mengetahui hal-hal yang ghaib, yang tidak dapat dike tahui hanyalah dengan jalan wahyu dari Allah SWT. (Diriwayatkan dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Sekiranya Allah berkenan mengasihi seseorang dari kaum Nabi Nuh, tentu (Allah) akan mengasihi seorang bayi.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), ‘Nabi Nuh tinggal bersama kaumnya selama 950 tahun untuk berdakwah kepada mereka. Pada akhir kehidupannya, beliau menanam sebuah pohon sehingga pohon itu tumbuh besar. Kemudian, Nabi Nuh menebangnya dan menjadikan kayu-kayunya sebagai papan perahu. Ketika kaum Nuh lewat di hadapannya, mereka bertanya perihal kayu tersebut. Lantas Nabi Nuh menjawab, "Akan aku gunakan untuk membuat perahu." Mereka pun mengejek Nabi Nuh, sambil berkata, "Apa kamu akan merakit (membuat) perahu di daratan seperti ini?" Nabi Nuh hanya menjawab, "Kelak kalian akan mengetahuinya." Setelah Nabi Nuh selesai membuat perahu dan permukaan bumi memancarkan airnya serta air menggenang di jalan-jalan, ada ibu seorang bayi yang khawatir akan keselamatan anaknya karena ia sangat mencintainya. Kemudian ibu dari bayi itu keluar menuju gunung, ia berhasil mendaki sepertiga dari ketinggian gunung. Begitu melihat air akan mencapai ketinggian tubuhnya, ia terus mendaki hingga mencapai puncak gunung. Setelah air mencapai mulut ibu tersebut, ia mengangkat anaknya (agar tidak terbenam air), namun banjir menghantamnya juga. Maka, sekiranya Allah mengasihi salah seorang kaum Nabi Nuh, tentulah Allah mengasihi ibu bayi tersebut.” Pelajaran yang dapat dipetik: 1. Nabi Nuh ‘alaihis salam termasuk orang yang memakmurkan bumi. Beliau hidup selama 950 tahun, diangkat menjadi Nabi pada umur 40 tahun. Sepanjang usianya yang 950 tahun itu, beliau habiskan untuk berdakwah. Kemudian beliau masih hidup lagi setelah kejadian angin topan. 2. Nabi Nuh adalah orang yang pertama kali membuat kapal laut. 3. Disyariatkannya untuk bekerja apa saja asal halal, tanpa mengesampingkan tawakal kepada Allah SWT. 4. Bisa saja Allah mendatangkan azab dengan sebab (mendiamkan) para pelaku dosa, karena adanya suatu kemaslahatan yang kita tidak mengetahuinya. 5. Menerangkan akibat buruk dari sifat kufur dan ingkar, yakni dapat menyebabkan turunnya azab di dunia sebelum azab akhirat diberikan. 6 Orangkafir tidak mendapat kasih sayang Allah sebagaimana yang diberikan kepada orang-orang Mukmin. (kisahmuslim.com)

Jumat, 24 Juli 2020

Nasehat (3)

Nasehat (3) By Wak Amin 3. Nasehat Nabi Luth kepada kaumnya 'DAN (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka : "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu (a4), yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?" "Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas." (3) _____________ (3). QS Al-A'raaf ayat 80-81) (a4). Perbuatan faahisyah disini adalah homoseksual sebagaimana disebutkan dalam ayat berikutnya (81). (Secara silsilah, Nabi Luth merupakan anak keponakan dari Nabi Ibrahim. Ayahnya bernama Haran bin Thareh, saudara kandung dari Ibrahim. Ayah nabi Luth kembar, yang satu bernama Nahor. Maka secara garis keturunan adalah Luth bin Haran bin Azara bin Nahor bin Suruj bin Ra'u bin Falij bin 'Abir bin Syalih bin Arfahsad bin Syam bin Nuh. Dalam kisahnya, Nabi Luth diperintahkan oleh Allah SWT untuk menetap di sebuah daerah bernama Sadum (Sodom) yang masih berada di kawasan Yordania. Nabi Luth menikah dengan seorang wanita bernama Wali'ah dan memiliki dua putri yang bernama Raitsa dan Zaghrata. Kaum Sodom adalah masyarakat yang indentik dengan kerusakan moral parah. Bahkan Akhlaknya pun sulit dibenahi. Mereka tidak memiliki agama, nilai kemanusiaan yang beradab, dan belas kasihan. Pencurian dan perampasan harta merupakan kejadian sehari-hari di mana yang kuat menjadi penguasa sedangkan yang lemah menjadi korban penindasan dan perlakuan sewenang-wenang. Yang lebih parah lagi me reka senantiasa melakukan maksiat, yakni berhubungan seks dengan sesama jenis. Laki-laki dengan laki-laki alias homoseksual, begitu pun juga dengan perempuan dengan perempuan yang dikenal dengan lesbian. Dan di sinilah dimulai dakwah nabi Luth yang melegenda itu. Nabi Luth mengajak mereka beriman dan beribadah kepada Allah SWT agar meninggalkan kebiasaan mungkar, menjauhkan diri dari perbuatan maksiat dan kejahatan, menghindari bujukan iblis dan setan. Ia memberi peringatan kepada mereka bahwa Allah-lah yang telah menciptakan mereka dan alam sekitar mereka. Allah SWT tidak meri dhai amal perbuatan mereka yang mendekati sifat dan tabiat tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan bahwa Allah akan memberi ganjaran setimpal dengan amal perbuatan mereka. Yang berbuat baik dan beramal saleh akan diberi pahala dan surga di akhirat sedang yang melakukan perbuatan mungkar akan diberi balasan dengan memasukkannya ke dalam neraka Jahanam. Nabi Luth berseru kepada mereka agar meninggalkan adat kebiasaan keji mereka yaitu melakukan perbuatan homoseksual dan lesbian. Luth menyatakan perbuatan itu bertentangan dengan fitrah dan hati nurani manusia serta menyalahi hikmah yang terkandung di dalam penciptaan manusia yang diciptakan menjadi dua jenis yaitu lelaki dan wanita. Juga kepada mereka di beri nasihat supaya menghormati hak milik masing-masing dengan meninggalkan perbuatan perampasan, perampokan serta pencurian yang selalu mereka lakukan di antara sesama mereka dan terutama kepada musafir yang datang ke Sadum. Diterangkan bahwa perbuatan-perbuatan itu akan merugikan mereka sendiri, karena per buatan itu akan menimbulkan kekacauan dan ketidakamanan di dalam negeri sehingga masing-masing dari mereka tidak merasa aman dan tenteram dalam hidupnya. Namun Kaum Sodom tidak semudah itu dibalikkan pemikirannya. Mereka tetap melakukan semaun kegiatan maksiat dan kejahatan. Kemudian Nabi Luth memohon kepada Allah agar semua kaum Sodom diberi azab seberat-beratnya karena tidak mau mengikuti jalan yang benar dengan menyembah Allah SWT dan terus melakukan perbuatan keji. Doa Nabi Luth akhirnya dikabulkan oleh Allah SWT ... Pada suatu ketika ada beberapa pemuda tampan mengetuk pintu rumah nabi Luth. Ketika dibuka pintu itu, Nabi Luth nyaris terperanjat melihat bagaimana ketampanan pemuda-pemuda yang datang ke rumahnya. Dia pun mempersilakan para tamu itu masuk untuk menjaganya dari masyarakat kaum Sodom yang tidak akan bisa tinggal diam melihat pemuda tampan seperti itu. Nabi Luth berpesan kepada istrinya dan putrinya agar merahasiakan kedatangan tamu-tamu itu. Jangan sampai terdengar dan diketahui oleh kaumnya. sebab jika itu terjadi ia sebagai tuan rumah harus bertanggungjawab terhadap keselamatan tamunya, padahal ia merasa tidak akan berdaya menghadapi kaumnya yang bengis-bengis dan haus maksiat itu. Akan tetapi, kaum Sodom akhirnya mengetahui keberadaan tamu-tamu tampan nan rupawan dengan badan tinggi besar penuh otot itu. Ternyata yang membocorkan informasi keberadaan tamu-tamu tampan itu adalah istri dari nabi Luth sendiri. Terjadilah apa yang dikhawatirkan oleh Nabi Luth. Begitu tersiar dari mulut ke mulut berita kedatangan tamu-tamu remaja tampan di rumah Luth, datanglah mereka ke rumahnya untuk melihat para tamunya dan memuaskan nafsunya. Nabi Luth tidak membuka pintu bagi mereka dan berseru agar mereka kembali ke rumah masing-masing dan jangan mengganggu tamu-tamu yang datangnya dari jauh yang sepatutnya dihormati dan dimuliakan. Dalam kondisi terkepung, Nabi Luth masih sempat memperingatkan mereka agar meninggalkan kebiasaan maksiat yang dilarang Allah SWT. Yang mana Allah telah menciptakan manusia berpasangan antara lelaki dengan perempuan untuk menjaga kelangsungan perkembangan umat manusia sebagai makhluk yang termulia di atas bumi. Nabi Luth berseru agar mereka kembali kepada istri-istri mereka dan meninggalkan perbuatan maksiat dan mungkar yang tidak senonoh, sebelum mereka dilanda azab dan siksaan Allah. Namun semua itu gagal karena tidak ada yang mendengarkan Nabi Luth. Kemudian Nabi Luth berkata kepada para tamunya yang sebenarnya adalah malaikat Allah SWT. "Sesungguhnya aku tidak berdaya lagi menahan orang-orang itu menyerbu ke dalam. Aku tidak memiliki senjata dan kekuatan fisik yang dapat menolak kekerasan mereka, tidak pula mempunyai keluarga atau sanak saudara yang disegani mereka yang dapat aku mintai pertolongannya, maka aku merasa sangat kecewa, bahwa sebagai tuan rumah aku tidak dapat menghalau gangguan terhadap tamu-tamuku di rumahku sendiri." Melihat ketakutan Nabi Luth, pemuda-pemuda tampan itu berbicara pada Luth bahwa sebenarnya mereka adalah malaikat-malaikat Allah yang diutus untuk memberikan azab mengerikan bagi kaum Sodom. Nabi Luth pun tak menyangka Allah secepat itu memberikan jawaban atas doanya. Kemudian para malaikat berkata bahwa inilah azab Allah. Kepada Nabi Luth para malaikat itu menyarankan agar pintu rumahnya dibuka lebar-lebar untuk memberi kesempatan bagi orang-orang yang haus homoseks itu masuk. Namun malangnya ketika pintu dibuka dan para penyerbu menjejakkan kaki untuk masuk, tiba-tiba gelaplah pandangan mereka dan tidak dapat melihat sesuatu. mereka mengusap-usap mata, tetapi ternyata sudah menjadi buta. Ya, istri nabi Luth ternyata sepaham dengan kebanyakan wanita-wanita Sodom dan juga para lelakinya. Untuk memberikan apa saja informasi mengenai Nabi Luth yang menjadi musuh mereka. Itulah salah satu sebab mengapa dakwah Nabi Luth selalu gagal, karena istrinya kerap membocorkan informasi sebelum berdakwah. Sebagai imbalannya, istri Nabi Luth diberi harta oleh beberapa Kaum Sodom atas informasi berharganya. Dia diberi seperti emas, perak dan bentuk kekayaan lainnya. Sementara para penyerbu rumah Nabi Luth berada dalam keadaan kacau balau. Berben turan antara satu dengan lain, berteriak-teriak seraya bertanya-tanya apa yang membuat mereka buta mendadak. Para tamu jelmaan malaikat berseru kepada Nabi Luth agar meninggalkan segera perkam pungan itu bersama keluarganya, karena wak tunya telah tiba bagi azab Allah yang akan ditimpakan. Para malaikat berpesan kepada Nabi Luth dan keluarganya agar perjalanan ke luar kota dan jangan seorang pun dari mereka menoleh ke belakang. Nabi Luth keluar dari rumahnya sehabis tengah malam, bersama keluarganya terdiri dari seorang istri dan dua putrinya berjalan cepat menuju keluar kota, tidak menoleh ke kanan maupun ke kiri sesuai dengan petunjuk para malaikat yang menjadi tamunya. Akan tetapi si istri yang menjadi musuh dalam selimut bagi Nabi Luth berada di belakang rombongan Nabi Luth justru berjalan perla han-lahan. Tidak secepat langkah suaminya dan tidak henti-henti menoleh ke belakang karena ingin mengetahui apa yang akan menimpa atas kaumnya. Seakan-akan meragukan kebenaran ancaman para malaikat yang telah didengarnya sendiri. Setelah rombongan Nabi Luth berhasil melewati batas Kota Sodom saat fajar, bumi tiba-tiba berguncang hebat. Kota Sodom diombang-ambing seperti lautan. Angin bertiup sangat kencang dari segala penjuru. Hujan lebat disertai petir, batu beterbangan dan sangat mengerikan. Orang-orang buta kaum Sodom yang tengah kebingungan langsung berlarian, ada yang tertimbun oleh reruntuhan. Dan salah satu di antara mereka adalah istri Nabi Luth. Dia termasuk dalam orang-orang yang munafik di hadapan Allah SWT).(merdeka.com)

Rabu, 22 Juli 2020

Nasehat (2)

Nasehat (2) By Aminuddin 2. Nasehat Nabi Hud as kepada kaumnya "DAN (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka (Hud). Ia berkata : "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?" "Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata : "Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta." "Hud berkata : "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan aksl sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan Semesta Alam." "Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu." "Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti- pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nabi Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (dari pada kaum Nabi Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntu ngan." Mereka berkata : "Apakah kamu datang kepada kami agar kami hanya menyem bah Allah saja dan meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu terma suk orang-orang yang benar." "Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu." Apakah kamu sekalian hen dak berbantah dengan aku tentang nama-nama yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-sekali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yang menunggu bersama kamu." "Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman." (2) _______________ (2). QS Al-A'raaf ayat 65-72 (NABi Hud ‘alaihis salam tinggal di negeri Yaman, di sebuah tempat yang bernama Al Ahqaaf (bukit-bukit berpasir), di sana tinggal kaum ‘Aad pertama yang nasab mereka sampai kepada Nabi Nuh. Mereka tinggal di rumah-rumah yang memiliki tiang-tiang yang besar sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala: “(Yaitu) penduduk Iram (ibu kota tempat tinggal kaum ‘Aad) yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi–Yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain.” (QS Al Fajr: 7-8) Mereka juga membangun istana-istana dan benteng-benteng yang tinggi dan membanggakan diri dengan bangunan-bangunan itu. Hal ini sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main (bermewah-mewah) –Dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud agar kamu kekal (di dunia)?” (QS Asy Syu’ara: 128-129) Mereka juga memiliki peradaban yang tinggi; mereka unggul dalam bidang pertanian karena melimpahnya air yang segar kepada mereka, di samping mereka memiliki harta dan binatang ternak yang banyak. Tempat mereka ketika itu menjadi ladang yang subur dan hijau, penuh dengan kebun-kebun yang indah dan mata air. Allah SWT juga mengaruniakan kepada mereka bentuk fisik yang berbeda dengan yang lain, badan mereka tinggi dan kuat. Apabila mereka berperang atau menyerang suatu kaum, maka mereka dapat memenangkan peperangan itu dan serangan mereka begitu mengerikan. Hal ini sebagaimana firman Allah Ta’ala menyebutkan perkataan Nabi Hud kepada mereka : “Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang yang kejam dan bengis.–Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.–Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata ai." (QS Asy Syu’ara: 130-134) Tetapi, meskipun nikmat-nikmat yang Allah berikan kepada mereka begitu banyak, namun mereka tidak bersyukur kepada-Nya, bahkan mereka menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mereka sembah patung-patung, dan mereka adalah kaum yang pertama menyembah patung setelah banjir besar zaman Nabi Nuh. “Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) setelah lenyapnya kaum Nuh, dan Allah telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS Al-A’raaf: 69) Tidak hanya itu, mereka juga mengerjakan berbagai maksiat dan dosa serta mengadakan kerusakan di bumi, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala mengutus Nabi Hud ‘alaihis salam kepada mereka untuk menunjukkan jalan yang lurus. Beliau mengajak mereka menyembah hanya kepada Allah SWT saja dan melarang mereka berbuat syirk dan melakukan berbagai kemaksiatan. Beliau juga mengingatkan mereka agar bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat-Nya yang diberikan-Nya kepada mereka. Beliau berkata kepada mereka, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan yang berhak disembah bagimu selain Dia. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?” (QS Al A’raaf: 65) Mereka pun bertanya-tanya tentang keadaan diri Nabi Hud ‘alaihis salam, “Siapakah sebenarnya engkau wahai Hud sehingga mengatakan kata-kata seperti itu?” Hud menjawab,“Sesungguhnya aku adalah rasul yang dapat dipercaya bagimu—Oleh karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan taatilah aku.” (QS Asy Syu’ara: 125-126) Maka kaumnya membantahnya dengan kasar dan sombong sambil berkata, “Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta.” (QS Al A’raaf: 66) Hud menjawab, “Wahai kaumku! Tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.– Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasihat yang terpercaya bagimu.” (QS Al A’raaf: 67-68) Kaumnya pun semakin sombong di samping menolak dengan keras beribadah kepada Allah, mereka berkata kepada Nabi Hud ‘alaihis salam, “Wahai Hud! Kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu–Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu…dst.” (QS Huud: 53-54) Meskipun begitu Nabi Hud ‘alaihis salam tetap bersabar dan mengajak mereka untuk mengikuti kebenaran. Beliau mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah kepada mereka dengan harapan mereka mau bertobat dan meminta ampun kepada-Nya. Beliau berkata kepada mereka, ""Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.–Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak,–Dan kebun-kebun dan mata air." (QS Asy Syu’ara: 131-134) Beliau juga berkata: “Wahai kaumku! Mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (QS Huud: 52) Tetapi Nabi Hud ‘alaihis salam tidak mendapatkan kaumnya selain sebagai manusia yang telah mati hatinya dan telah menjadi keras seperti batu, memegang teguh kesesatan dan penyimpangannya dan tetap kokoh menyembah patung. Mereka juga membalas nasehatnya dengan tindakan zhalim dan olok-olokkan, sehingga Nabi Hud berkata kepada mereka,”Sesungguhnya aku bersaksi kepada Allah dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan,–dengan yang lain, sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku.–Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya–Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus–Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Tuhanku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku adalah Maha pemelihara segala sesuatu.” (QS Huud: 54-57) Azab yang Ditimpakan Mereka tetap saja menyombongkan diri dan membanggakan diri dengan kekuatannya, dan mereka berkata Nabi Hud dengan sombongnya,“Siapakah yang lebih kuat kekuatannya daripada kami?” (QS Fushshilat: 15) Mereka juga mengolok-olok Nabi Hud dan meminta kepadanya agar disegerakan azab. Mereka berkata,“Maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada Kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar.” (QS Al- A’raaf: 70) Hud pun menjawab, “Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu. Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu”. (QS Al A’raaf: 71) Maka mulailah azab Allah datang kepada kaum ‘Aad. Allah SWT mengirimkan kepada mereka hawa yang panas yang membuat sumur-sumur dan sungai-sungai menjadi kering, tanaman dan buah-buahan menjadi mati, hujan pun berhenti turun dalam waktu yang cukup lama, lantas datang awan yang besar. Ketika mereka melihatnya, mereka bergembira dan mengira bahwa mereka akan diberikan curahan hujan, mereka berkata, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.” Mereka mengira awan itu akan datang membawa kebaikan untuk mereka, menghilangkan haus dahaga mereka, memberi minum hewan-hewan mereka dan menyirami kebun dan tanaman-tanaman mereka. Padahal awan itu datang membawa azab bagi mereka. Mereka pun ditimpa angin yang kencang yang terus menimpa mereka selama tujuh malam delapan hari tanpa henti, yang membinasakan segala sesuatu yang ada di hadapannya sehingga mereka semua binasa. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Maka ketika mereka melihat azab itu berupa awan yang menuju ke lembah-lembah mereka, berkatalah mereka, “Inilah awan yang akan menurunkan hujan kepada kami.” (Bukan!) bahkan itulah azab yang kamu minta agar datang dengan segera (yaitu) angin yang mengandung azab yang pedih,”–Yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa. (QS Al- Ahqaaf: 24) Dan Alla menyelamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya sebagaimana firman-Nya: “Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman.” (QS Al A’raaf: 72) Hud ‘alaihis salam pun pergi bersama orang-orang yang beriman ke tempat yang lain; yang di sana mereka beribadah kepada Allah SWT. (Kisah Muslim com)