Kamis, 28 Februari 2019

Mang Kerio (26)

Mang Kerio (26)
Oleh Wak Amin



"BEDUSO oooo," uji Mang Kerio sambil mengot-mengotke rai.

"Tapi Mang, Tutinyo dak apo-apo," kato Cek Leha.

"Iyo Om. Aku dak apo-apo. Aku maklum baela. Cumannyo ..."

"Dak lemak karno kakak-kakak kauni bujang?"

"Bukan itu Om. Tapi Om duwo ikok ni. Kesiyan aku jingoknyo." Tuti en jingok rai mamang sopir dak teji ngok. Tejepit kelek Ujang.

Masemnyo mintak ampun ..

"Tulung oi!" Tibo-tibo si mamang sopir ngomong. La kuat ngomong nyo, karno tejepit, jadi sayup-sayup. Antaro kedengeran dengan idak.

"Apo?" Mang Kerio marakke kuping nyo ke deket mulut si mamang so pir.

"Cepet tarik Pak, drum besakni. Pa cak mati kami."

He he he ...

"Yo. Iyo yo. Beresla itu."

Mang Kerio ngenjuk aba-aba. Seka lini harus pacak. Jadi dio dak nge mandor lagi. Turun langsung narik tangan samo kepalak Tuti.

Wong tambah rame yang datang. Enjingok apo yang sebenarnyo telah terjadi. Mereka penasaran.

Tapi, setelah enjingok yang sebener nyo, langsung geleng-geleng palak. Nak ketawo ado, kesiyan jugo.

"Makmano kalu dio tiduk," uji ibuk samo anak bujangnyo.

"Pasti rubuh ya Mam ranjangnyo," uji si anak, ketawo ngekek. Karno dijeliti uwong, langsung diem.

Mendadak diem galo. Tegang. Ngeli yat Mang Kerio samo lanang limo ikok ngangkat badan Tuti yang be ratnyo nyampe limo ratus kilu.

Hiyaaaat ...

Cak pendekar pasang jurus, rai Ma ng Kerio sampe teabang narik tangan Tuti.

Dak jugo tetarik-tarik. Akhirnyo, kar no kesiyan nyelik Mang Kerio keabi san nafas, galo-galo yang nonton turun tangan, melok nulung engge serke Tuti dari pucuk badan Ujang samo bosnyo.

Biso dak?

Alhamdulillah biso. Cuman yo itula, mamang sopir samo Ujang lum ga lak bangun.

Kelemak'an pingsan caknyo ...

Kompensasi Berbasis Syariah (10-tamat)

Kompensasi Berbasis Syariah (10-tamat)
Oleh aminuddin



Makna Ayat.
SESEORANG yang bekerja harus mendapat upah yang adil sesuai dengan kondisi yang wajar dalam masyarakat. Seorang pekerja tidak boleh diperas tenaganya sementara upah yang diterima tidak memadai.

Demikian pula seorang pekerja tidak boleh dibebani pekerjaan yang terlalu berat di luar kemampuan nya.  Majikan bertanggung jawab terhadap pembayaran upah pekerja pada saat pekerja tersebut membutuhkan.

Rasulullah SAW menganjurkan pembayaran upah kepada seorang pekerja sebelum keringat pekerja tersebut kering. (Muhammad, 2004:313).

Veithzal Rivai, Amiur Nuruddin, dan Faisar Ananda Arfa, (2012:201) menambahkan dalam konteks hubungan antara pengusaha dan pekerja.

Menurut mereka, Islam menekankan beberapa hal sebagai berikut :

1. Islam menganjurkan agar pekerja diberi gaji yang layak dan tidak membebani dengan pekerjaan di luar batas kemampuannya.

2. Majikan menetapkan gaji bagi pekerjanya sebelum mempekerja kan mereka secara transparan dan rasional.

3. Majikan harus membayar gaji pekerja tepat pada waktunya.

4. Pekerja tidak boleh melakukan pekerjaan yang bertentangan dan merugikan kepentingan perusahaan.

5. Pada awal perjanjian harus ditetapkan mengenai deskripsi pekerjaan seperti bentuk/jenis pekerjaan, lama bekerja, dan sebagainya secara lengkap dan transparan serta disepakati kedu belah pihak.

Dalam perjanjian harus dijelaskan tentang besarnya upah serta jenis pekerjaan yang harus dilakukan (Muhammad, 2004:313-314).

Prinsip upah yang setara (al-ujrah al-mitsl) bagi pekerja dalam Islam termasuk dalam kategori keadilan sosial masyarakat (Amalia, 2009:119).

Seorang pekerja juga wajib mematu hi batasan-batasan syariah dalam berhubungan dengan para pekerja, dalam hal pembuatan perjanjian kerja, batasan lingkup kerja, meka nisme kerja, penentuan upah, bo nus, insentif, dan hak-hak lain keti ka pekerja tersebut keluar dari pekerjaan.

Demikian pula seorang pengusaha tidak dibenarkan untuk eksploitasi kemampuan tenaga kerja ataupun menganiaya hak-haknya. Pada saat yang sama, Islam mencela perbu dakan, dan memberikan pengakuan pasti atas kemuliaan dari bekerja dan pekerjaan (Badroen, et.al, 2007:165).

Diceritakan Al-Miqdam, Rasulullah SAW bersabda : "Seseorang tidak pernah memakan makanan yang paling baik dibandingkan ketika seseorang memperolehnya dengan mempekerjakan satu tangan de ngan tangan yang lain." (Shahih Bukhari).

Pengusaha harus mengetahui bah wasanya memberikan upah atau gaji sesuai dengan hak pekerja adalah kewajiban yang tersirat dalam firman Allah SWT pada surah Huud 85.

"Dan Syu'aib berkata: " Hai kaumku, cukuplah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan."

Allah SWT juga melarang kepada setiap pengusaha mengurangi gaji para pekerja sebagaimana dinya takan dalam sabda Rasulullah SAW berikut ini:

"Tiga golongan yang aku celaka kan pada hari kiamat; seseorang yang diberikan amanat kemudian berkhianat, seseorang yang men jual orang yang merdeka dan me makan dari hasil penjualan terse but, dan seseorang yang tidak membayar gaji pegawainya." (HR Ibnu Majah).

















_____
Sumber Bacaan: 'Manajemen SDM Berbasis Syariah' karya Dr H Fakhry Zamzam, MM., MH dan Havis Ara vik, SHi., MSi, CV RWTC Success, Cetakan Kedua, Agustus 2017.

Isteri yang Salehah (1)

Isteri yang Salehah (1)
Oleh aminuddin




ALLAH SWT berfirman :

"Janganlah kamu nikahi wanita-wa nita musyrik, sebelum mereka beri man. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita yang musyrik, walaupun dia mena rik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesung guhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka menga jak kepasa neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Allah menerang kan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran." (QS Al-Baqarah 221).

_____

PERKAWINAN adalah batu pertama dari bangunan keluarga dan masyarakat. Jika seorang isteri tidak beriman, apa yang akan terjadi?

Ibu adalah orang yang mengawasi dan melaksanakan pendidikan anak. Kalau seorang ibu itu musyrik, tentunya sang anak akan dididik sesuai dengan ideologi sesat sang anak tersebut.

Sedangkan peran sang ayah belum tampak jelas kecuali setelah sekian lama waktu ber jalan dalam kehidupan seorang anak dan se telah bibit pengajaran dari sang ibu telah ditanamkan dalam jiwa mereka.

Janganlah menjadi laki-laki dan wanita yang tidak memperhatikan masalah ini karena hal ini akan menyebabkan rumah tangga anda hancur berantakan.

Interaksi sang ibu terhadap anaknya mempunyai pengaruh yang sa ngat besar terhadap pembentukan awal kepribadiannya dan moralnya yang akan selalu lengket dengan nya hingga dewasa.

Hal ini bermula sejak dini kehidu pan sang bayi, yaitu sejak dia bisa berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Ketika seorang bayi mengawali kehidupannya dalam pangkuan sang ibu, lalu jadi besar.

Setelah itu, mulailah peran sang ayah. Bila seorang ibu musyrik sedang sang ayah beriman, maka keimanan tidak akan tertanam kecuali setelah kemusyrikan itu melekat dalam hati sang anak dan menguasainya.

Kita mengetahui bahwa usia kanak-kanak pada manusia lebih panjang dibandingkan dengan usia kanak-kanak pada semua makhluk hidup.

Ada makhluk hidup yang masa ka nak-kanaknya hanya selama dua jam, seperti halnya yang terjadi pa da lalat. Di sana ada yang masa bayinya hanya satu bulan.

Masa kanak-kanak yang paling panjang hanya ada pada manusia karena masa kanak-kanak ini cocok dengan tugas yang akan diemban oleh manusia dalam hidupnya, se dangkan masa kanak-kanak pada makhluk-makhluk lain memiliki tugas yang sangat sederhana.

Manusia akan mewarisi nilai, maka masa kanak-kanak pada manusia sangat panjang hingga mendekati usia akil baligh.

Firman-Nya :

"Dan apabila anak-anakmu telah sampai pada usia baligh, maka hendaklah kamu meminta izin, se perti orang-orang yang sebelum mereka meminta izin. Demikianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya. Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS An-Nuur 59)

Rabu, 27 Februari 2019

Kompensasi Berbasis Syariah (9)

Kompensasi Berbasis Syariah (9)
Oleh aminuddin

Pemberian Kompensasi Berbasis Syariah

ISLAM menekankan bahwa pekerja diberikan gaji yang cukup dan rasi onal untuk pekerjaan mereka, da lam sudut pandang kualitas dan kuantitas pekerjaan, berdasarkan kebutuhan dan permintaan, dan kondisi ekonomi di msyarakat, sebagaimana termaktub dalam Al-Quranulkarim surah Al-Ahaaf 19:

"Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah me reka kerjakan dan agar Allah mencu kupkan bagi mereka (balasan) pe kerjaan-pekerjaan mereka sedang mereka tiada dirugikan."

Di sisi lain, Al-Quran tidak membe dakan perempuan dengan laki-laki dalam tataran posisi yang sama un tuk masalah kerja. Dan juga kom pensasi yang diterima, sebagaima na yang terungkap dalam surah Ali Imran 195:

"Maka Tuhan mereka memperke nankan permohonannya (dengan berfirman) : " Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu,  baik laki-laki atau perempuan, (kare na) sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain."

Islam juga menganjurkan kepada para pekerja untuk melakukan tu gas dan pekerjaan tanpa ada penye lewengan dan kelalaian, dan bekerja secara efisien. Ketekunan dan ketabahan dalam bekerja dianggap sebagai sesuatu yang terhormat.

Suatu pekerjaan  kecil yang dilaku kan secara konstan dan profesional lebih baik dari suatu pekerjaan be sar yang dilakukan dengsn cara tidak profesional.

Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW: "Sebaik-baiknya pekerjaan adalah yang dilakukan penuh ketekunan walaupun sedikit demi sedikit."  (HR Tirmidzi) (Fauzia dan Riyadi, 2014: 227-228).

Kompensasi merupakan hak dari pekerja untuk pekerjaan mereka tanpa pengurangan. Rasulullah SAW bersabda : "Allah berfirman bahwa Aku akan menjadi penuntut, pada Hari Pengadilan terjadi terha dap seseorang yang mengikat pekerja pada pekerjaan dan melakukan pekerjaan itu untuknya tetapi tidak diberikan upah itu kepadanya." (Shahih Bukhari).

Beberapa ayat dan hadis Nabi SAW menjelaskan bahwa dalam pembe rian upah kepada para pekerja meru pakan sesuatu yang diwajibkan ka rena telah menggunakan tenaga orang lain.

Upah atau gaji dapat dijadikan seba gai alat pendorong bagi seseorang untuk giat bekerja. Upah adalah im balan dari jerih payah seseorang atas pekerjaan yang telah dilaku kan yang harus diberikan secara adil.

Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah telah menyu ruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran." (QS An-Nahl 90).


Mang Kerio (25)

Mang Kerio (25)
Oleh Wak Amin




TURUN dari tronton ...

Mang Kerio ngenjuk aba-aba. Be gi tu sikilnyo Tuti ninjak tanggo buat an, Ujang dan sopirnyo harus siap nyambut supayo dak tejungkel ke aspal.

"Siap ya semunya?"

"Sebentar Mang," uji Cek Leha. Malu-malu caknyo dio.

"Nak ngapo lagi Ha?"

"Maaf Mang. Entah ngapo tali behaku kendor ..."

Ha ha ha ha ...

Tuti ketawo. Saking kuatnyo keta wo, 'tejulak' dikit ke depan, lang sung tedenger ...

Praaak ...

Bruuuum ..

Jeblek ...

Cek Leha nimpo badan Tuti yang nimpo sekali duwo: Ujang samo mamang sopir.

Cuman Mang Kerio dewek yang idak ngapo-ngapo. Nimpo idak, ditimpo jugo idak.

Kebetulan deket tronton, ado budak lanang lagi kumpul. Ngolor ngidul sambil ngepas ngepus. Ngerokok roko'an jagung.

Apo dak sedep.

Dak mudah ruponyo ngangkat Tuti. Selain berat, limo ikok lanang yang diminta'i tulung samo Mang Kerio, pado segen.

"Dak lemak Mang," kato lanang botak terus terang.

"Walau kami dicap uwong dak be nerla, mak itula, kami jugo punyo raso dak lemak," kato bujang be rambut selutut.

"Dak lemak ngapo?"

Bujang berambut pendek embisik ke omongan di telingo Mang Kerio. Yang dibisik'i ketawo kecik.

"Ha, sini duken!"

"Ngapo Mang?"

"Mano kuping kau?"

"Ini Mang," kato Cek Leha sambil en jingokke kupingnyo yang tetutup rambut.

"Sebelah kiri bae."

"Ngapo nak kiri niyantu Mang?"

"Ngembek berkatnyo."

"Inina Mang," uji Cek Leha nunjukke kuping sebelah kirinyo. "Maaf ye Mang bawuk. Lum sempet-sempet embersihke taik kupingnyo."

"Dak papo."

Bebisikla Mang Kerio. Sudah bebi sik Cek Leha bukan tekejut. Makah ketawo.

"Itutu Mang, adek-adekku. Bukan dak lemak namonyo," kato Cek Leha ketawo dewek.

"Jadi apo?" Tanyo lanang brewo kan eran.

"Terang lemakla. Lembut. Kamu bae dak tau atau pura-pura dak tau."

"Idak Mbak. Kami memang dak tau. Yang jelas kami ngeraso dak le mak," uji bujang beantingan.

"Lum tau be."

"Bener Mbak dak lemak."

"Sini. Mano tangan kau."

"Buat apo?"

"Pokoknyo sinike!"

Cek Leha endeketke telapak tang an si beantingan ke deket alat vital Tuti.

"Dak galak Mbak. Gek dio marah," kato si lanang pecak nak meronta.

"Idak. Cayola samo Mbak."

Si beantingan nurut bae ...

Gemeteran sampe metu keringet dingin.

Dak lamotu ...

"Makmano rasonyo?"

"Lemak Mbak. Lembut. Kalu tau mak ini ngapo dak dari dulu."


Ha ha ha ha ...

Kompensasi Berbasis Syariah (8)

Kompensasi Berbasis Syariah (8)
Oleh aminuddin


Pengaruh Pemberian Kompensasi terhadap Kinerja

KENDATI kompensasi bukan merupakan satu-satunya faktor yang mempengaruhi kinerja, akan tetapi diakui bahwa kompensasi adalah salah satu faktor yang dapat mendorong kinerja karyawan.

Jika karyawan merasa usahanya dihargai dan organisasi menerapkan sistem kompensasi yang baik, maka umumnya karyawan akan termotivasi untuk meningkatkan kinerjanya.

Kompensasi yang diberikan kepada pegawai sangat berpengaruh pada tingkat kompensasi dan motivasi kerja serta kinerja pegawai.

Perusahaan yang menentukan ting kat upah dengan mempertimbang kan standar kehidupan normal, ak an memungkinkan pegawai bekerja dengan penuh motivasi.

Hal ini karena motivasi kerja pega wai banyak dipengaruhi oleh terpe nuhi tidaknya kebutuhan minimal kehidupan pegawai dan keluarga nya.

Pegawai yang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja, biasanya akan memiliki kinerja yang tinggi pula.

Imbalan atau kompensasi  akan memotivasi prestasi, mengurangi perputaran tenaga kerja, mengurangi kemangkiran dan menarik  pencari kerja yang berkualitas ke dalam organisasi.

Oleh karenanya, imbalan dapat dipakai sebagai  dorongan atau motivasi pada suatu tingkat perilaku dan prestasi, serta dorongan pemilihan organisasi sebagai tempat bekerja.

Selasa, 26 Februari 2019

Mang Kerio (24)

Mang Kerio (24)
Oleh Wak Amin





PUCUK Tronton ...

"Ternyato lemak jugo ya Om dan Tante naik pucuk tronton," kato Tuti sambil nyelik pohon-pohon besak di pinggir jalan.

"Tante jugo seneng Tut," uji Cek Le ha. Melok nyelik pohon besak yang iju galo warnonyo.

"Kalu Om dewek sih, seneng dak senengla Nak Tut."

"Bisa mak itu, bagaimana bisa Om Kerio?"

"Om seneng karno kamu seneng Tut. Naaa, dak senengnyo, takut gek kalu ujan turun, makmano?"

"Enjuk tau mamang sopir bae Om," kato Tuti, nguap. Kepingin tiduk.

"Om, Te. Tuti mau tiduk biso dak?" La dak ketahanan lagi.

Mang Kerio samo Cek Leha saling jingok ..

"Biso Tut," uji Cek Leha. Karno di tengah, kato uwong, cewek yang lum kawin, dak bagus tiduk di te ngah-tengah.

"Kito kesano bae Nak Tuti," kato Ma ng Kerio. Nelpon duken mang sopir, nyuruh berenti denget, karno nak mindahke Tuti.

"Dio nak tiduk," kato Mang Kerio ke pada mang sopir. "Tulung mang, ki to pindahke duken Neng Tuti ini."

"Baik Pak."

Tuti nyubo bangun dewek. Tapi dak pacak. Tepakso diangkat samo-sa mo oleh Mang Kerio, Cek Leha en mang sopir.

Satu ... Dua .. Tiiii ..ga.

Prakkk

Guuum ...

Samo-samo teduduk. Untung dak telentang. Kalu sampe telentang pacak pingsan galo-galo.

Cari akal ...

Makmano?

"Kito dorong bae badannyo. Cubo mamang panggil keneknyo," kato Mang Kerio.

"Baik Pak Kerio," kato si mamang sopir. Ngelumpat turun, kaget nyelik keneknyo tiduk nyenyak.

"Bangun Jang. Bangun gancang!"

Ujang tebangun.

"Ado apo Mang. Macet yo?"

Si mamang nak ketawo ado, sebel jugo ado.

"Cepet turun. Bantu mamang min dahke penumpang ..."

"Oke Mang. Kecik igo urusannyo Mang kalu soal mindah-mindah ketu."

"Yo .. Yo. Cepetla dikit!"

Pas depan buri tronton, si mamang samo keneknyoni eran beribu eran. Ngapo mak itu?

Terang eranla karno enjingok Mang Kerio, Cek Leha en Tuti tiduk serem pak di pucuk 'bak' tronton.






Senin, 25 Februari 2019

Kompensasi Berbasis Syariah (7)

Kompensasi Berbasis Syariah (7)
Oleh aminuddin


Kriteria Pemberian Kompensasi

AGAR perubahan ketentuan pembe rian kompensasi tidak begitu me nimbulkan keguncangan, ada lima kriteria yang perlu diperhatikan, antara lain :

1. Biaya Hidup.
Kriteria biaya hidup ini sebenarnya berorientasi pada karyawan, atau kebutuhan karyawanlah yang dipentingkan.

Hal ini dimaksudkan agar karyawan suatu organisasi dapat tetap mem punyai produktivitas yang optimal  dengan memperoleh kompensasi sebesar biaya hidup saat ini.

Kriteria biaya hidup untuk pembe rian kompensasi ini dasarnya ada lah terjadinya inflasi di masyarakat. Artinya ada inflasi berarti biaya hidup naik, maka kompensasi pun harus juga mengikutinya.

2. Produktivitas. Meningkatnya produktivitas karyawan sudah bara ng tentu akan berpengaruh terhadap meningkatnya penghasilan dari organisasi yang bersangkutan.

Hal ini berarti biaya satuan produk si lebih rendah, dan mengakibatkan penghematan dalam keseluruhan biaya produksi.

Dengan kata lain, keuntungan orga nisasi ini para karyawan juga mem punyai andil. Maka wajarlah bila hal ini perlu dijadikan kriteria untuk pemberian kompensasi kepada karyawan.

3. Skala Upah atau Gaji yang Umum Berlaku.
Memang sulit untuk mengambil skala pemberian kompensasi (gaji/upah) yang umum berlaku, karena bervariasi jenis organisasi, baik dilihat dari sifat maupun besar kecilnya organisasi, organisasi pemerintah, perusahaan milik negara, swasta, swasta besar dan kecil, dan sebagainya, mempunyai skala gaji yang berbeda-beda.

Akan tetapi secara umum organi sasi yang sederajat dan sejenis ya ng sudah mempunyai skala pembe rian kompensasi, sebagai kriteria pemberian kompensasi bagi karyawannya.

4. Kemampuan Membayar. Semua organisasi selalu memperhitungkan besarnya biaya yang harus dikeluar kan untuk membayar upah atau kompensasi karyawannya dikaitkan dengan biaya keseluruhan organisasi.

Dari sini selalu terlihat bahwa komponen biaya yang paling besar adalah biaya untuk membayar kompensasi para karyawan.

Namun demikian, biaya-biaya operasional lainnya tidak berarti diabaikan, agar organisasi itu tetap berjalan.

Oleh sebab itu, dalam membentuk kriteria pemberian kompensasi ini, kemampuan membayar dari organisasi yang bersangkutan perlu diperhitungkan.

5. Memotivasi Karyawan.
Upah atau gaji sebagai alat untuk mempertahankan, dan memberikan motivasi kepada karyawan. Organi sasi yang baik akan selalu menarik calon karyawan untuk bekerja di da lamnya, serta mempertahankan kar yawannya untuk betah bekerja di dalamnya.

Selain itu, organisasi yang baik akan memberikan motivasi kerja bagi karyawannya. Kompensasi (upah/gaji yang diberikan oleh orga nisasi kepada karyawannya akan dapat menarik dan mempertahan kan serta memberikan motivasi kerja kepada mereka (karyawan) apabila diberikan secara tetap dan sesuai dengan jasa yang diberikan (Notoatmodjo, 2009:147-148).






Mang Kerio (23)

Mang Kerio (23)
Oleh Wak Amin






NAIK tronton

Kemano?

"Pelabuhan Mang Kerio. Tau kan?"

"Taula dikit-dikit Dek Selfi," jawab Mang Kerio. Kecik gino ngantar uwong sikok.

"Leha cakmana?"

"Pernah sekali Te. Tapi la lamo. Waktu masih kecik dulu. Sekarang, la besak mak ini jadi takut."

"Takut ngapo?"

"Digoda lanang."

He he he he ...

Yang ketawo bukan Tante Selfi. Jus tru Tuti anaknyo.

"Tut!"

"Lucu Mam," uji Tuti. Ngapo lucu, yo masak samo lanang takut. Makma no kalu la kawin gek.

"Maksud Tuti, pas malam pertamo gek. Cakmanala kalu takut. Kita kan ..."

"Tut!"

"Biarin aja Dek Selfi. Namanya juga sama-sama perempuan yang ma sih lajang. Sekali-kali ngelucu ya perlu jugalah. Biar enggak cepat tua. Betul kan Nak Tuti?"

"Betul sekali Om Kerio. Mama sih kelewatan. Yang ini enggak boleh, itu enggak boleh. Semuanya pada enggak boleh. Cuma satu yang mama tak marah Om, Te."

"Apa itu Nak?"

"Makan ..."

Ha ha ha ha ...

Sampe sakit perut Mang Kerio dan Cek Leha ketawa. Semua akhirnya pada ketawa. Baru berhenti ketawa setelah tronton datang ..

Pooooon ...

Pooooon ...

Pooooon ...

"Sudah datang Mang. Yuk kita kelu ar!" Tante Selfi yang lebih dulu me nuju teras. Sebab, sang sopir hanya kenal dan tahu sama ibu berpera wakan tunggi semampai ini.

Lalu?

Sang sopir turun. Dia menemui Tan te Selfi di teras rumah ...

"Bu Selfi. Mobil sudah siap. Barang yang mau dibawa mana? Biar saya dan teman saya menaikkannya."

Sssst ...

"Bukan barang Pak. Tapi orang," ka to Tante Selfi. Batuk-batuk kecik karno geli tapi ditahan.

"Di dalam Bu Selfi?"

"Itu Pak!" Menunjuk ke kanan. Tuti yang lagi ngemil jagung bakar chi ki.

Sang sopir tengangap ...

Dak cayo dengan apo yang diselik nyo saat ini ...





Minggu, 24 Februari 2019

Kompensasi Berbasis Syariah (6)

Kompensasi Berbasis Syariah (6)
Oleh aminuddin


ADA enam faktor yang mempenga ruhi sistem kompensasi:


1. Produktivitas.
Organisasi apa pun berkeinginan untuk memperoleh keuntungan. Ke untungan ini dapat berupa material maupun keuntungan non material.

Untuk itu, organisasi harus memper timbangkan produktivitas karyawan dalam kontribusinya terhadap keun tungan organisasi tersebut.

Dari itu organisasi tidak akan mem bayar atau memberikan kompensa si melebihi kontribusi karyawan ke pada organisasi melalui produkti vitas mereka.


2. Kemampuan untuk Membayar.
Pemberian kompensasi akan ter gantung kepada kemampuan or ganisasi untuk membayar (ability to paty). Organisasi apa pun tidak akan membayar karyawannya se bagai kompensasi melebihi kemam puannya. Sebab kalau tidak, orga nisasi tersebut akan gulung tikar.


3. Kesediaan untuk Membayar (willingness to pay).
Ketersediaan untuk membayar ak an berpengaruh terhadap kebijaksa naan pemberian kompensasi kepa da karyawannya. Banyak organisa si yang mampu memberikan kom pensasi yang tinggi, tetapi belum tentu mereka mau atau bersedia untuk memberikan kompensasi yang memadai.


4. Suplai dan Permintaan Tenaga Kerja.
Banyak sedikitnya tenaga kerja di pasaran akan mempengaruhi sis tem pemberian kompensasi. Bagi karyawan yang kemampuannya sa ngat banyak terdapat di pasaran kerja, mereka akan diberikan kom pensasi lebih rendah daripada kar yawan yang kemampuannya langka di pasaran kerja.


5. Organisasi Karyawan.
Dengan adanya organisasi-organi sasi karyawan akan mempengaruhi kebijakan pemberian kompensasi. Organisasi karyawan ini biasanya memperjuangkan para anggotanya untuk memperoleh kompensasi yang sepadan. Apabila ada organi sasi yang memberikan kompensasi yang tidak sepadan, maka organi sasi karyawan ini akan menuntut.

6. Berbagai Peraturan dan Perun dang-undangan.
Dengan semakin baik sistem pemerintahan, maka makin baik pula sistem perundang-undangan, termasuk di bidang perburuhan (karyawan) atau ketengakerjaan.

Berbagai peraturan dan undang-un dang ini jelas akan mempengaruhi sistem pemberian kompensasi kar yawan oleh setiap organisasi, baik pemerintah maupun swasta.

Mang Kerio (22)

Mang Kerio (22)
Oleh Wak Amin



"SELAMAT siang Om dan Tante!" Ucap Tuti. Metu dari kamar, sambil ketawo libar, tegak depan Mang Ke rio samo Cek Leha.

Pas nyingok Tuti, Mang Kerio te kejut. Mulut tengangap, mato men dadak nyipit.

Cek Leha jugo. Sempet nyebut 'as taghfirullahal azhiem.' Tegak, dahtu duduk lagi.

"Oi iyo kelupoan aku. Maaf Mang Kerio samo Dek Leha. Inila yang na monyo Tuti. Anakku yang nak ka muk beduwo bawak gek. Ayo nak. Salami Om samo Tante."

"Baik Mam," uji Tuti. Dio tarik tan gan Mang Kerio samo tangannyo Cek Leha.

Dicium sikok-sikok. Gantian.

"Na begitu dong Tuti. Itu baru anak Mama namanya," puji Sang Mama.
Mang Kerio en Cek Leha cuman senyum-senyum bae.

"Mam. Tuti duduk dimana Mam?"

"Eeem .. Sebentar ya. Mama tanya dulu sama Om dan Tantenya." Tuti, buat sementara tetap tegak, cak bu dak sekolah keno strap karno lambat masuk kelas.

"Mang," kato Tante Selfie, "nurut Mamang bagusnyo duduk di ma nola anak gadisku ini?"

"Kalu nurut mamang sih, dimano bae bagus," jawab Mang Kerio.

"Dek Leha?"

"Pucuk keramik bae."

"Maksudnyo?"

"Duduk di atas lantai, Te."

"Ngepor maksudnyo?

"Mak itula kiro-kiro Tante," uji  Cek Leha.  Ngeraso yakin Tuti pasti ga lak duduk besilo di pucuk semen bekeramik

Tuti dak terimo ...

Dio parak'i Cek Leha. Dio angkat ba dan Cek Leha. Gerem. Nak diban tingkenyo ...

"Tut jangan Tut. Tante Leha dak sa lah Tut .." Tante Selfie takut nian. Mangkonyo dio mintak tulung sa mo Mang Kerio nenangke Tuti.

Mang Kerio langsung megang kaki Tuti, sambil ngomong cak ini ...

"Tulung Om Nak. Jangan diapo-apo ke Tante Leha ..."

Tuti ngeper akhirnyo. Tapi dengan syarat tentunya.

Syarat apokah itu?

"Tuti dibolehke duduk di tempat duduk Om. Dan Om dewek dak boleh duduk."

"Tut. Mama mohon ..." Tante Selfie ngingatke anaknyo kalu Mang Kerio dak mudo lagi. Dak pantesla diko ngkon tegak sedangke yang mudo duduk di kersi cak kebelagak'an.

"Om nak nurut apo kato Tuti dak. At au Tante Leha aku bantingke ke lantai sekarang."

Tuti mulak'i ngancam.

"Jangan, jangan Nak. Om nurut apo kato Nak Tuti. Ye, tulung ye Nak. Ke siyan ayuk kau."

"Dio bukan ayuk aku Om. Dio Tante Leha."

"Yo, yo. Sudah Tut. Sekarang turun kela Tantenyo," pintak Tante Selfie.

Pasla turun, Cek Leha langsung me luk Mang Kerio ...

Plak .. plak ..

Tuti betepuk tangan.

"Tut!" Sang Mama ngingatkeTuti sekali lagi.

Jangan sampe kelewatan kalu bepenesantu ...



Sabtu, 23 Februari 2019

Mang Kerio (21)

Mang Kerio (21)
Oleh Wak Amin




DI rumah Tante Selfi ...

"Tunggu denget Mang Kerio ye. Biaso, lagi bedandan. Budak betino jaman now ni, kalu bedandan, lamonyo mintak ampun."

He he he he ..

"Dak apola Tante. La jamannyo barangkali agak mengot," uji Cek Leha.

Ketawo libar. Baru kalinila Cek Leha ketawo ngekek. Untung ditegur Ma ng Kerio. Kalu daktu tengekek te rusla.

"Mamang samo .."

"Leha, Tante."

"Yo Leha. Nak minum apo?" Tente Selfi nawari takut yang betamu dak bekenan di hati.

"Basingla bae Te," uji Cek Leha. "Yang penting pacak diminum."

"Kalu pacak," kato Mang Kerio," banyu es bae Dik Selfi."

"Payu kalu cak itu. Tunggu denget. Kuambek duken."

Tante Selfi, slu bae, ke dapur ...

Tigo menitla kiro-kiro, emak sikok anak ini, metu lagi sambil bawak banyu putih duwo gelas, martil be sak samo es batu.

Mang Kerio en Cek Leha saling se lik. Bingung, buat apo martil besi begagang kayutu.

He he he he ..

"Ooo yang ini," kato Tante Selfi sam bil nunjuk ke martil.

"Waktu di dapur tadi aku bepikir. Ka lu kuenjuk baju dingin, takutnyo Dik Leha dak galak. Sebab, biasonyo, budak betino dak galak. Paling banyu putih biaso. Supayo mudah. Kuwadahila dua gelas banyu putih, sikok es batu besak samo martil. Jadi Mang Kerio gek tinggal gebuk es batu sampe pecah. Dituangke ke jeru gelas. La rato pecahan es batu nya, baru diminum .."

Eeeeem ...

"Aku duken apo mamang duken yang minum?"

"Kuraso adek dulula. Yang tuwo belakangan. Tul dak Mang Kerio?"

"Akurlatu .."

Karno gelastu kecik, yang namonyo aus dakke cukup, Cek Lehs tepak so ngembat punyo Mang Kerio, sampe' abis.

Eeeeek ..

Baru kenyang ...

Lego rasonyo ..

"Karno banyu la abis, baru nak me sen galon lagi, mamang pecahke es batuni bae. Tarokke di jeru gelas. Langsung minum. Samo bae. Bener dak Dek Leha?"

"Bener Te. Malah kato uwong, beda rasonyo. Lebih seger, dingin dan nikmaaat ..."

Mang Kerio tediem.

"Apo aku yang nak mecahkenyo Mang Kerio?" Betanyo Tante Selfi. Takut Mang Kerio dak kuat lagi mecahke es.

La keabisan cairan, makkato uwo ngtu ...

Apo jawab Mang Kerio?

"Dak usah Dek Selfi. Mamang ma sih kuat." Sambil nunjukke otot ta ngannyo, besiyap nak mukul es batu.

Praaak ...

Triiiing ...

Triiiing ...

Langsung pecah es batunyo. Tau nyo temetu jugo banyunyo. Lang sung diwadahi Mang Kerio.

Diminum ...

"Makmano Mang?"

"Sedep Ha, cubola duken."

Cek Leha melok nyubo ...

Glek gek ..

"Lemak kan Dek?"

"Lemak Te. Cubola kalu Tante dak cayo .."

"Oke. Tente cubo."

Glek gek ...

Eheeem ..

"Makamno Te?" Tanyo Cek Leha, pe cak nak ketawo tapi dak jadi.

"Pecak raso santan?!"








Jumat, 22 Februari 2019

Mang Kerio (20)

Mang Kerio (20)
Oleh Wak Amin


TURUN dari kapal terbang ...

"Alangke lamonyoni oi." Mang Ke rio mulak'i gelisah. Dio kiro cak angkot. Kapan berenti langsung turun.

Bayar ongkos, langsung pegi ...

Sssst ...

"Jangan buat malu Leha Mang," bi sik Cek Leha. Betino di deketnyo enjingok galo.

Bukan karno teganggu dengan bisi kan Cek Leha.

Bukan. Bukan itu ...

Jadi apo?

Eran bae. Dikatoke anak samo ba pak, jauh nak mirip. Apo jangan-jangan ...

tiduk katonyo jogol Mang. Dak kele mak'anla aku."

Mang Kerio senyum bae ...

"Mamang ikhlas dikatoke jogol. Kar no mamang eran, masa' nak turun dari kapal ternang bae mesti beba ris kayak uwong antri ngembek beras ..."

"Mang Kerio gitu ah" uji Cek Leha beubah manja kayak anak betino samo ubaknyo.

"Memang mak itu kenyataannyo kan Leha?"

"Yo namonyo sikok pintu Mang."

"Pintu yang lain ado lagi dak Ha?"

"Ado Mang. Tapi ..." Cek Leha pecak nak ketawo.

"Tapi ngapo Ha."

"Kalu pintu dibuka' mamang turunnyo pake' apo?"

"Tanggola Ha."

"Dak katik lagila Mang tanggonyo."

"Jadi?"

"Mamang harus ngelumpat ..."

He he he he ...

"Dak usahla Wak. Kagek patah mematah kaki Uwak," uji lanang se umuran Mang Kerio pake' kersi roda.

"Jingokla aku Wak. Patah mema tah. Lum pacak jalan. Tepakso pake' kersi roda."

Opa sikok cucuni ngambok'i sikil nyo yang dibungkus sewet putih.

"Karno turun dari kapal terbang Bro?"

"Bukan Wak."

"Jadi karno apo?"

"Nyampak dari tempat tiduk Wak. Teduduk. Dak inget apo-apo lagi. Kapan tebangun tedenger suwaro beduk. Duk .. duk .. duk."







Kompensasi Berbasis Syariah (5)

Kompensasi Berbasis Syariah (5)
Oleh aminuddin



T. Hani Handoko (2010:155) melihat bahwa sistem kompensasi adalah segala sesuatu yang dite rima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka.

Tujuan kompensasi  adalah :

1). Memperoleh personalia yang qualified, kompensasi perlu diterap kan cukup tinggi untuk menarik para pelamar.

2). Mempertahankan para karyawan yang ada sekarang, bila kompensasi tidak kompetitif, niscaya banyak karyawan yang baik akan keluar.

3). Menjamin keadilan, keadilan atau konsistensi internal dan eksternal penting diperhatikan dalam penentuan tingkat kompensasi. Besarnya kompensasi harus dikaitkan dengan nilai relatif pekerjaan-pekerjaan.

4). Menghargai perilaku yang diinginkan, kompensasi hendaknya mendorong perilaku yang diinginkan. Prestasi kerja yang baik, pengalaman, kesetiaan, tanggung jawab baru, dan perilaku-perilaku lain dapat dihargai melalui kompensasi yang efektif.

5). Mengendalikan biaya-biaya, suatu program kompensasi yang rasional membentuk organisasi untuk mendapatkan dan mem pertahankan sumber daya manusianya pada tingkat biaya yang layak.

Di luar pertimbangan-pertimbangan di atas, suatu organisasi harus me ngembangkan filosofi kompensasi nya berdasarkan pada kondisi dan kebutuhannya sendiri, dan filosofi ini harus didefinisikan dan diba ngun ke dalam sistem penghar gaan aktual.

Organisasi juga perlu memutuskan jenus perilaku atau kinerja apa yang ingin didorong dengan sistem peng hargaan karena apa yang dihargai cenderung akan berulang.

Kemungkinan perilaku meliputi kinerja, umum panjang, kehadiran, loyalitas, kontribusi terhadap "angka akhir", tanggung jawab, dan kepatuhan (Moorhead dan Griffin, 2013:158).

Kamis, 21 Februari 2019

Kompensasi Berbasis Syariah (4)

Kompensasi Berbasis Syariah (4)
Oleh aminuddin



Tujuan Pemberian Kompensasi

PEMBERIAN kompensasi dalam suatu organisasi harus diatur se demikian rupa sehingga merupakan sistem yang baik dalam organisasi. Dengan sistem yang baik ini akan dicapai tujuan-tujuan organisasi, antara lain sebagai berikut:


1. Menghargai Prestasi Kerja.
Dengan pemberian kompensasi yang memadai adalah suatu penghargaan organisasi terhadap prestasi kerjs para karyawannya. Selanjutnya akan mendorong perilaku-perilaku atau performance karyawan sesuai yang diinginkan organisasi.

2. Menjalin Keadilan.
Dengan adanya sistem pemberian kompensasi yang baik akan mene kan terjadinya ketidakadilan di an tara karyawan dalam organisasi. Masing-masing karyawan akan memperoleh imbalan yang sesuai dengan tugas, fungsi, jabatan dan prestasi kerjanya.

3. Mempertahankan Karyawan.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik, para karyawan akan betah atau bertahan kerja pada organisasi itu. Hal ini berarti mencegah keluarnya karyawan dari organisasi itu untuk mencari pekerjaan yang lebih baik.

4. Memperoleh Karyawan yang Bermutu.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik,  akan menarik lebih banyak calon karyawan. Dengan banyaknya pelamar atau calon karyawan akan lebih banyak peluang untuk memilih karyawan yang berkualitas.

5. Pengendalian Biaya.
Dengan sistem pemberian kompensasi yang baik, akan mengurangi seringnya melakukan rekruitmen, sebagai akibat dan makin seringnya karyawan yang keluar mencari pekerjaan yang lebih baik atau menguntungkan. Hal ini berarti penghematan biaya untuk rekruitmen dan seleksi calon karyawan yang baru.

6. Memenuhi Peraturan-peraturan.
Sistem administrasi kompensasi yang baik merupakan tuntutan dari pemerintah (hukum). Suatu organisasi yang baik dituntut adanya sistem adminustrasi kompensasi yang baik pula (Sedarmayanti, 2010:239, Suwanto, dkk:2013-222).

Sedangkan menurut Castetter dalam Tjutju Yuniarsih dan Suwanto (2008:128) setidaknya ada 15 tujuan pemberian kompensasi, antara lain :

a. Menarik dan mempertahankan pegawai tetap yang kompeten.

b. Memotivasi personel agar menunjukkan kinerja optimum.

c. Menciptakan insentif bagi pertumbuhan kompetensi individu.

d. Meraih "maximum return" dalam layanan bagi investasi ekonomi yang dibuat dalam rencana kompensasi.

e. Mengembangkan rasa percaya diri personel di dalam maksud organisasi.

f. Membangun keadilan dan objektivitas ke dalam rencana kompensasi.

g. Membuat rencana menjadi konsisten secara internal dan kompetitif secara eksternal.

h. Menghubungkan tingkat kompen sasi dengan tingkat kepentingan dan kesulitan posisi.

i. Membuat gaji sepadan dengan macam-macam personel.

j. Menetapkan sebuah struktur kompensasi secara kondusif.

k. Memberikan kepuasan ekonomi, sosial dan psikologis kepada karyawan.

l. Meminimalisasi keluhan individu dan serikat pekerja.

m. Mengontrol kelebihan gaji, suatu item penganggaran yang secara umum mencakup empat sampai lima persen pengeluaran.

n. Mengembangkan rencana untuk kelanjutan dana yang dibutuhkan bagi suatu gaji dan benefit yang efektif.

o. Meminimalisasi pergantian personel.


Mang Kerio (19)

Mang Kerio (19)
Oleh Wak Amin





JERU kapal terbang ...

"Cak mano ngidupinyo Ha?"

"Ngidupi apo Mang?"

"Layar petak inina ..."

Oooo itu ..

"Mamang nak milih apo sekarang? Games, film atau apo?"

Mang Kerio nyelik kiri kanan. Wong nonton film galo. Mecem-mecem filmnyo. Ado kungfu, spionase, pe rang dan komedi.

"Film bae Ha," kato Mang Kerio yakin.

"Dak nyesel apo?"

"Idak. Film bae."

"Film apo Mang?"

"Film lucu-lucu bae."

Cek Leha cubo nyari film komedi. Lamo jugola dio nyarinyo. Sampe sepuluh menitla.

"Nah, ini Mang. Galak dak? Cerito film bebek angso."

Mang Kerio enggilingke palak. Tando dak galak.

"Kalu yang ini?" Sepasang monyet idup di hutan belantara.

"Ai dak galak jugo."

"Ngapo dak galak Mang. Kan ba gus?"

"Takutnyo gek jadi monyet pulo."

Karno kesel, ini dak galak, itu dak galak, Cek Leha ngongkon Mang Kerio nyari dewek.

Mang Kerio ngiyoke akhirnyo ...

Dicarila segalo jenis film. Lamo dak ketemu-ketemu jugo.

Dak taunyo ...

"Ketemu Leha. Ini yang mamang cari," kato Mang Kerio. Lego raso nyo.

Film budak kecik 'ngelewan' jin tu wo.  Seru ado, tegang ado, lucunyo jugo ado.

Hebat kan film pilihan Mang Kerio?

Sayang, lum sempat nonton, karno Cek Leha ngomong cak ini ...

"Buka' Mang tali pinggangnyo. Kito sudah sampe ..."

Dakken ado?

"Cubo mamang jingok ke buri?"

Bederup uwong tegak galo.

"Ngapo yo Ha? Apo ado yang aneh samo mamang?" Bisik Mang Kerio, ke ge-eran ..

"Nak turun Mang ..."

Ha ha ha ..

"Lucu wong tuwo ini ya Mam," kato budak kecik deket Mang Kerio du duk sambil meluk erat emaknyo yang ke-indo-indo-an.




Kompensasi Berbasis Syariah (3)

Kompensasi Berbasis Syariah (3)
Oleh aminuddin

BAGI karyawan kompensasi penti ng karena besarnya kompensasi merupakan pencerminan atau uku ran nilai pekerjaan karyawan itu sendiri.

Sebaliknya, besar kecilnya kompensasi dapat mempengaruhi prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja karyawan.

Apabila kompensasi diberikan secara tepat dan benar para karyawan akan memperoleh kepuasan kerja dan termotivasi untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Akan tetapi, bila kompensasi itu diberikan tidak memadai atau kurang tepat, prestasi kerja, motivasi, dan kepuasan kerja karyawan justru akan menurun (Notoatmodjo, 2009: 142-143).

Dari sisi organisasi, kompensasi penting, karena kompensasi meru pakan pencerminan upaya organi sasi untuk mempertahankan sumber daya manusia (SDM).

Bila organisasi tidak memperhatikan dengan baik tentang kompensasi bagi karyawannya, tidak mustahil organisasi itu lambat laun akan kehilangan SDM yang berkualitas tinggi.

Hal ini berarti harus mengeluarkan biaya lagi untuk mencari tenaga ba ru, atau melatih tenaga yang sudah ada untuk menggantikan karyawan yang keluar (Notoatmodjo, 2009:143).

Dari definisi di atas dapat dipahami bahwa kompensasi merupakan alat pengikat perusahaan terhadap karyawannya faktor penarik bagi karyawan dan faktor pendorong seseorang menjadi karyawan.

Dengan demikian kompensasi mempunyai fungsi yang cukup penting dalam memperlancar jalannya roda organisasi/ perusahaan.

Kompensasi yang diberikan merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi bagaimana dan mengapa orang-orang memilih untuk bekerja di sebuah organisasi/perusahaan daripada organisasi yang lain.

Pemberian kompensasi yang tepat, baik bagi keinginan karyawan mau pun kemampuan perusahaan dan mampu menciptakan hubungan kerjasama yang sehat serta kemajuan kinerja perusahaan.

Kompensasi yang sesuai dengan keinginan karyawan atas pekerja annya dapat memacu semangat karyawan untuk bekerja lebih baik lagi dari waktu ke waktu sehingga memberikan pengaruh positif bagi peningkatan hasil kerja karyawan.

Kepuasan kompensasi merupakan elemen utama terciptanya kepua san kerja dan berperan membentuk sikap seorang karyawan dalam be kerja.

Karena kompensasi mempengaruhi kepuasan dalam bertindak sebagai umpan balik yang dapat menjadi ka langan karyawan menyesuaikan pe rilakunya (Simamora, 1997:448).

Rabu, 20 Februari 2019

Mang Kerio (18)

Mang Kerio (18)
Oleh Wak Amin



4.  Episode : 'Naik Kapal Terbang'

KALI ini Mang Kerio dapet tugas mulia. Apo? Ngawal budak betino. Sesuai permintaan uwong tuwo si betino, Mang Kerio harus enjemput langsung ke rumah. Bukan di ban dara. Jadi dak pacak idak yo mesti naik kapal terbang supayo cepet sampe ke tempat si betinotu.

Kalu jalan darat? Lamola ...

Setelah dipikir-pikir, karno baru se kalinila naik kapal terbang, Mang Kerio mutuske ngajak Cek Leha bae. Selain 'anak buahnyo", Cek Le ha jugo la tebiaso naik kapal terbang.

Singkat cerito ...

Pagi-pagi, lum beduk subuh, Mang Kerio en Cek Leha la sampe di ban dara, dianter Mamag Graft.

Sepi, la pasti.

Baru uwong duwonila yang datang. Lain lum kejingokan.

"Kalu mak ini lemakla tiduk lagi tadi Leha," kato Mang Kerio, tedu duk di kersi tunggu panjang.

"Takut telat Mang," simbat Cek Le ha, sibuk nyari kercis di jeru tas kulit kudo.

"Dak apo-apo kalu Cek."

"Ditinggalke uwong la Mang. Bukan angkot, yang galak nunggu penum pang."

"Cak itu pulo .."

Dak lamotu ado uwong lanang be seragam marak'i Cek Leha samo Mang Kerio ..

"Nunggu siapo, Pak Bu?" Tanyonyo ramah.

"Dak nunggu siapo-siapo," uji Cek Leha.

"Kamek duwoni nak naik kapal ter bang ponakan," kato Mang Kerio.

"Ooo nak naik pesawat." Si lanang tadi tibo-tibo batuk sambil ketawo kecik.

"Ngapo Pak, apo kami ..?" Tanyo Cek Leha teeran-eran.

"La jelas salahla. Inini tempat uwong istirahat .."

"Jadi .."

"Tapi bapak dan ibu dak usah kua tir. Masih ado waktu. Ibu samo ba pak silakan belok kanan. Lapor du lu samo petugas. Tunjukke kercis samo barang yang dibawak. Sudah dari situ baru naik ke lantai duwo. La rame uwong disano .."

"Payu kalu mak itu. Terimo kasih Pak," ucap Cek Leha, becepet pegi ke tempat pelaporan tiket.

"Leha. Tunggu!"

Cek Leha kesiyan nyingok Mang Kerio bejalan. Cak uwong teng geng ...

"Ngapo jalan mamangtu agak lain?"

"Biasola Leha. La tuwo," uji Mang Kerio. Padohal bukan masalah tu wo, tapi memang lagi ngantuk, di paksoke bejalan.

"Awak dak teringet apo Leha?" Ta nyo Mang Kerio waktu nak naik tanggo ke lantai duwo.

"Dak teringet aponyo Mang?"

"Kito taditu. Masak kau dak tau itu tempat uwong istirahat? Katonyo la sering naik kapal terbang?"

Ha ha ha ha ...

"La jelasla Leha dak tau Mang. Leha memang sering naik kapal terbang. Tapi dulu. Waktu masih kecik dulu."

"Sekarang?"

"Karno buntu dak pernah lagi."

Ooo' ooooo ...







Kompensasi Berbasis Syariah (2)

Kompensasi Berbasis Syariah (2)
Oleh aminuddin


KOMPENSASI merupakan segala sesuatu yang diterima oleh karyawan sebagai balas jasa kerja mereka. Masalah kompensasi mungkin merupakan fungsi manajemen personalia yang paling sulit dan membingungkan.

Tidak hanya karena pemberian kompensasi merupakan salah satu tugas yang paling kompleks, tetapi juga salah satu aspek yang paling berarti bagi karyawan maupun organisasi (Handoko, 2010:155).

Maka bagi organisasi/perusahaan, kompensasi memiliki arti penting karena kompensasi mencerminkan upaya organisasi dalam mempertahankan dan meningkatkan kesejahteraan karyawannya.

Pengalaman menunjukkan bahwa kompensasi yang tidak memadai dapat menurunkan prestasi kerja, motivasi kerja, dan kepuasan kerja karyawan, bahkan dapat menyebabkan karyawan yang potensial keluar dari perusahaan.

Kompensasi yang dikelola secara benar akan membantu organisasi mencapai tujuan dan untuk menda patkan, memelihara, dan mempertahankan pekerja yang produktif.

Karena itu, pengelolaan kompensa si perlu memperhatikan berbagai faktor yang berpengaruh agar tujuan pemberian kompensasi bagi para pekerja dapat terwujud seba gaimana yang diinginkan (Yuniarsih dan Suwarto, 2008:126).

Bagi karyawan, kompensasi menentukan standard dan kualitas hidupnya. Kompensasi merupakan ukuran, pikiran, waktu, risiko kerja, dan kinerja yang ia berikan kepada majikan.

Kompensasi juga mencerminkan kualitas dan kebahagiaan hidupnya di hari tua. Oleh karena itu, kompensasi menentukan hubungan dengan majikannya, terjadinya pemogokan, kepuasan kerja dan komitmen terhadap tempat kerja.

Bagi pemerintah, kompensasi mempengaruhi kestabilan ekonomi makro, yaitu tingkat pengangguran, inflasi, daya beli dan perkembangan ekonomi, serta politik dan sosial negara.

Kompensasi menentukan jumlah pajak yang diterima pemerintah dan kemampuannya untuk memberikan layanan publik bagi warga negaranya.

Jumlah pajak penghasilan yang dipungut pemerintah menentukan kemampuan pemerintah untuk memberikan jaminan sosial kepada karyawan ketika sedang bekerja dan di hari tuanya.

Kompensasi memberikan kontribusu kepada kemakmuran masyarakat. Di negara-negara maju, tingkat upah merupakan pencipta kemakmuran negara-negara tersebut.

Sebagian anggota masyarakat adalah pekerja, baik di sektor publik maupun sektor swasta. Upah me mengaruhi daya beli mereka untuk membeli produk yang mereka butuhkan.

Selain itu, upah juga menentukan jumlah jenis, kuantitas dan kualitas produk yang diproduksi oleh pekerja dan dibutuhkan oleh para anggota masyarakat (Wirawan, 2012:27).





















Selasa, 19 Februari 2019

Mang Kerio (17)

Mang Kerio (17)
Oleh Wak Amin




"TAU galo dio," uji Mustofa. Diiyoke Adam, Leman samo Sanusi.

"La jelas pulo. Mbak Pocong. Mang konyo kalu bosen idup jadi cak aku bae," simbat Mbak Pocong.

"Makmano caronyo Mbak Pocong?" Tanyo Leman, tetanyo dak sengajo.

"Mati dulu tauu ..."

Haaa?

"Mati duluuuuu ...?"

"Kagek biso idup lagi dak Mbak Po cong?" Sanusi serius betanyo.

"Iyola pulo. Cak Mbak inina. Kan idup lagi ..."

"Caro matinyo makmano Mbak?" Tanyo Mustofa.

"Teserah situ. Makmano caronyo. Nyabut dewek atau pake' alat."

Haaa?

"Nyabut deweeeeek ...?"

"Ngapo? Eran?"

Empat penculikni ngiyoke.

"Nak diteraike dak?"

"Jangan Mbak. Jangan," kato Mus tofa sambil nundukke palak. Duduk besimpuh depan Mbak Pocong.

Mak itu jugo Leman, Sanusi en Adam ...

Di balik batang ...

"Langsung sergap bae Mang," bisik Cek Leha, la dak kesabaran lagi. Pe ngen rasonyo dio mengotke rai Mbak Pocong.

"Sabar .."

Tibo-tibo Mbak Pocong ketawo li bar. Serem niyan ketawonyo.

"Pak detektif. Keluarla. Aku tau kau besingit."

Mang Kerio lum galak metu ..

"Dak usah malu-malu Pak Detektif. Aku tau kau nak nangkep uwong empat ikok ni kan?"

"Betul Mbak Pucet ..." Uji Cek Leha. Dio seneng, Mang Kerio masih bim bang.

"Kuitung sampe' tigo .. Satu .. Duwo .. Tiiii .."

"Yo, iyo. Kami metu Mbak Pucet."

"Mbak Pocong tau .."

"Yo Mbak Pocong."

Becepet Mang Kerio samo Cek Le ha metu dari balik batang besak besemak ...

Hi hi hi ...

"Bawakla budak empat ikokni Mang. Aku ikhlas," kato Mbak Pocong terus terang.

"Jangan. Tolong kami Mbak. Kami dak galak masuk penjaro. Dak le mak kato uwong .."

"Tahanke bae, lemak dak lemak. Dak lamo idak. Dak cayo, tanyola samo Pak Detektiftu .."

Mbak Poco ng besiyp nak pegi.

"Bener dak lamo Pak Detektif?" Ta nyo Mustofa, pecak nak nangis.

"Iyo. Paling beberapo taunla."

Haaaa .."

Nangisla ceritnyo bujang 'lapuk' empat ikokni ...

"Payu Mang Kerio. Aku pegi duken. Duit kubawak ..."

Mang Kerio samo Cek Leha cuman buso endadahi bae ..

Kompensasi Berbasis Syariah (1)

Kompensasi Berbasis Syariah (1)
Oleh aminuddin

KOMPENSASI merupakan elemen hubungan kerja yang seringkali menimbulkan masalah dalam hu bungan industri. Masalah kom pensasi, khususnya upah, selalu menjadi perhatian manajemen organisasi, karyawan dan pemerintah.

Manajemen memperhitungkan upah karena merupakan bagian utama dari biaya produksi dan operasi; melukiskan kinerja yang harus dibayar, dan memengaruhi kemampuan perusahaan untuk mendapatkan keuntungan terutama di perusahaan yang padat karya (Wirawan, 2012:26).

Kompensasi merupakan total dari seluruh imbalan yang diterima para karyawan sebagai pengganti atas layanan mereka. Kompensasi se ringkali disebut sebagai peng
hargaan dan dapat didefinisikan sebagai setiap bentuk penghargaan yang diberikan kepada karyawan sebagai balas jasa atau kontribusi yang mereka berikan kepada organisi (Pangabean, 2002:75).

Menurut Hasibuan (2001:133), kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang atau barang langung maupun tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang diberikan perusahaan atau organisasi.

Sastro Hadiwiryo (2002:181) mende finisikan bahwa kompensasi adalah imbalan jasa atau balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada para tenaga kerja, karena tenaga kerja tersebut telah memberikan sumbangan tenaga dan pikiran dengan kemajuan organisasi atau perusahaan guna mencapai tujuan yang ditetapkan.

Sedangkan Cascio (1995:525) me nyatakan bahwa kompensasi itu dibagi menjadi dua, terdapat kom pensasi langsung maupun tidak langsung.

Kompensasi langsung terdiri dari gaji, uang transport, tunjangan hari raya, uang lembur dan tunjangan lainnya. Sedangkan kompensasi tidak langsung terdiri dari promosi jabatan, asuransi, tunjangan jabatan dan mutasi. (1)
























______

(1)
Jenis kompensasi dibagi dalam dua kelompok yaitu kompensasi langsung dan tidak langsung, menurut Slamet (2007:265-268) :
1.    Kompensasi langsung diantaranya :
a.    Gaji pokok yang merupakan kompensasi dasar yang diterima seorang karyawan biasanya berupa upah atau gaji. Sedangkan gaji merupakan imbalan finansial langsung yang dibayarkan kepada pegawai secara teratur.
b.    Penghasilan tidak tetap merupakan jenis kompensasi yang dihubungkan dengan kinerja individual, tim, atau dengan suatu  organisasional.

Contoh dari penghasilan tidak tetap :
1)    Bonus, merupakan pembayaran ekstra tepat waktu di akhir sebuah periode, dimana akan dilakukan penilaian kinerja pekerjaan.
2)    Komisi, merupakan sebuah kompensasi untuk mencapai target penjualan tertentu.
3)    Opsi saham, merupakan suatu bentuk kompensasi yang memungkinkan karyawan untuk membeli sebagian saham instansi milik karyawan dengan harga khusus.
4)    Insentif. Imbalan langsung yang dibayarkan kepada pegawai karena kinerjanya melebihi standar yang telah ditentukan.
5)    Pembagian keuntungan, merupakan bagian keuntungan instansi untuk dibayarkan kepada karyawan.
2.    Kompensasi tidak langsung, diantaranya :
a.    Tunjangan karyawan.
Tambahan hak istimewa selain pembayaran kompensai seperti pembayaran tidak masuk kantor ( pelatihan, cuti kerja, sakit, liburan hari merah, acara pribadi, masa istirahat, asuransi kesehatan, dan program pensiun).
b.    Tunjangan jabatan.
Tambahan hak istimewa selain pembayaran kompensasi dan tunjangan karyawan.
Menurut Handoko (2005:183), kompensasi dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain :
1.    Kompensasi Langsung (direct compensation) terdiri dari:
Kompensasi dasar yang diterima oleh karyawan, biasanya sebagai gaji atau upah, disebut gaji pokok
a)    Gaji merupakan bayaran yang konsisten dari satu periode ke periode lain dengan tidak memandang jam kerja.
b)    Upah merupakan bayaran yang secara langsung dihitung berdasarkan jumlah waktu jam kerja.
2.    Kompensasi Tidak Langsung (Kompensasi Pelengkap)
Kompensasi pelengkap (Fringe Benefits) merupakan bentuk penyediaan paket benefits dan penyelenggaraan program-program pelayanan karyawan.
Adapun indikator-indikator kompensasi yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah kompensasi tidak langsung (kompensasi pelengkap) yang diambil dari Handoko (2005:185) sebagai berikut:
1)    Pembayaran upah untuk waktu tidak bekerja (time off benefits). Yakni periode-periode waktu bilama na karyawan tidak bekerja tetap dibayar. (Misalnya: istirahat on-the-job, sakit, liburan, cuti dan lain-lain).
2)    Perlindungan ekonomis terhadap bahaya.
Bentuk perlindungan/jaminan keamanan terhadap bahaya pertama yang secara umum sering diperhatikan dalam suatu instansi pemerintah. (Misalnya: asuransi jiwa, asuransi kesehatan dan lain-lain).
3)    Program-program pelayanan karyawan (fasilitatif).
Pelayanan-pelayanan fasilitatif adalah kegiatan-kegiatan yang secara normal harus dilakukan karyawan sendiri dalam kehidupan sehari-harinya dan menyediakan berbagai bentuk pelayanan untuk memenuhi berbagai kebutuhan yang terus menerus.
(Misalnya: Program-program rekreasi, tersedianya kafetaria, disediakan perumahan dan lain-lain).
4)    Pembayaran kompensasi yang ditetapkan secara legal.
Masyarakat melalui pemerintah mempunyai kepentingan atas tingkat minimum kondisi dan situasi tempat kerja dalam arti perlindungan akan bahaya-bahaya kerja yang mengancam bagi kehidupannya.
(Misalnya: pemberian pesangon bagi karyawan yang diputus hubungan kerjanya, pembayaran asuransi tenaga kerja dan perawatan kesehatan secara periodik dan lain-lain)
Menurut Simamora (2004:461), kompensasi  langsung adalah penghargaan yang diterima karyawan dalam bentuk uang. Kompensasi langsung dapat berupa upah, gaji, insentif, dan tunjangan-tunjangan lain.
Dessler (2007:85) menjelaskan bahwa: “Kompensasi langsung adalah pembayaran keuangan langsung dalam bentuk upah, gaji, insentif, komisi dan bonus”.
Sedangkan menurut Umar (2003:16), “Kompensasi langsung adalah segala sesuatu yang diterima oleh karyawan dalam bentuk gaji/upah, insentif, bonus, premi, pengobatan, asuransi dan lain-lain yang sejenis yang dibayar oleh organisasi”.
Menurut Nawawi (2005:316), “Kompensasi langsung adalah penghargaan atau ganjaran yang disebut gaji atau upah, yang dibayar secara tetap berdasarkan tenggang waktu yang tetap. Kompensasi langsung disebut juga upah dasar yakni upah atau gaji tetap yang diterima seorang pekerja dalam bentuk upah bulanan (salary) atau upah mingguan atau upah tiap jam dalam bekerja (hourly wage)”.

Kompensasi langsung terdiri dari:
a)    Gaji
Definisi Gaji menurut Simamora (2004:445) adalah “Upah (wages) biasanya berhubungan dengan tarif gaji per-jam (semakin lama jam kerjanya, semakin besar bayarannya). Upah merupakan basis bayaran yang kerap digunakan bagi pekerja-pekerja produksi dan pemeliharaan (pekerja kerah biru). Sedangkan gaji (salary) umumnya berlaku untuk tarif bayaran mingguan, bulanan, dan tahunan (terlepas dari lamanya jam kerja).”
Pendapat serupa juga diungkapkan oleh Gitosudarmo (1995:299) yang menyatakan pengertian gaji adalah: “Imbalan yang diberikan oleh pemberi kerja kepada karyawan, yang penerimaannya bersifat rutin dan tetap setiap bulan walaupun tidak masuk kerja maka gaji akan tetap diterima secara penuh”.
Pembayaran gaji dilakukan setiap satu bulan sekali dimana karyawan menerima gaji berdasarkan tingkat jabatan, golongan, dan kontribusinya bagi perusahaan. Pembayaran gaji yang merupakan wujud kompensasi langsung diharapkan mampu mewujudkan usaha dalam mempertahankan dan memotivasi karyawan agar bersemangat dalam bekerja sehingga tujuan perusahaan tercapai.

b)    Insentif
Jenis kompensasi lain yang diberikan kepada karyawan sebagai imbalan atas kerjanya adalah upah insentif. Perusahaan menetapkan adanya upah insentif untuk menghubungkan keinginan karyawan akan pendapatan finansial tambahan dengan kebutuhan organisasi akan peningkatan kualitas dan kuantitas kerjanya.
Menurut Nawawi (2005:317) definisi upah insentif adalah: “Penghargaan atau ganjaran yang diberikan untuk memotivasi para pekerja agar produktivitas kerjanya tinggi, sifatnya tidak tetap atau sewaku-waktu”.
Sedangkan Manulang (1998:147), “Insentif merupakan alat motivasi, sarana motivasi, sarana yang memberikan motif atau sarana menimbulkan dorongan”.

c)    Bonus
Jenis kompensasi lain yang ditetapkan perusahaan adalah berupa pemberian bonus. Pemberian bonus kepada karyawan ini dimaksudkan untuk meningkatkan produktifitas kerja dan semangat kerja karyawan. Pengertian bonus menurut Simamora (2004:522) adalah “Pembayaran sekaligus yang diberikan karena memenuhi sasaran kinerja”. Sedangkan menurut Sarwoto (1991:156), pengertian bonus adalah :
1)    Uang dibayar sebagai balas atas hasil pekerjaan yang telah dilaksanakan apabila melebihi target.
2)    Diberikan secara sekali terima tanpa sesuatu ikatan di masa yang akan datang.
3)    Beberapa persen dari laba yang kemudian dibagikan kepada yang berhak menerima bonus.
Bonus diberikan apabila karyawan mempunyai profitabilitas atau keuntungan dari seluruh penjualan tahun lalu. Penentuan besarnya pemberian bonus adalah berdasarkan kebijakan perusahan, tidak ada ketetapan yang pasti mengenai bonus yang diberikan.
Menurut Dessler (2007:417), “Tidak ada aturan yang pasti mengenai sistem perhitungan bonus dan beberapa perusahaan tidak memiliki formula untuk mengembangkan dana bonus”. Perusahaan memberikan bonus setiap tahun dengan waktu yang tidak ditentukan, bisa di awal tahun, pertengahan, atau akhir tahun. Besarnya bonus yang ditetapkan adalah 1 sampai 2 kali gaji pokok karyawan.
2)    Kompensasi Tidak Langsung.
Kompensasi tidak langsung meliputi semua imbalan finansial yang tidak tercakup dalam kompensasi langsung.
Kompensasi tidak langsung menurut Nawawi (2005:316) adalah “Program pemberian penghargaan atau ganjaran dengan variasi yang luas, sebagai bagian keuntungan organisasi atau perusahaan”.
Sedangkan menurut Handoko (2005:183), “Kompensasi tidak langsung adalah balas jasa pelengkap atau tunjangan yang diberikan pada karyawan berdasarkan kemampuan perusahaan”.
Jadi kompensasi tidak langsung merupakan balas jasa yang diberikan dalam bentuk pelayanan karyawan, karena diperlakukan sebagai upaya penciptaan kondisi dan lingkungan kerja yang menyenangkan.
Selanjutnya, Nawawi (2005:316) menggolongkan kompensasi tidak langsung menjadi beberapa bagian yaitu:
1.    Pembayaran upah untuk waktu tidak bekerja (time-off benefit), meliputi:
1)    Istirahat on the job, terdiri dari:
a)    Periode Istirahat
b)    Periode makan
c)    Periode waktu cuti
2)    Hari-hari sakit
3)    Liburan dan cuti
4)    Alasan lain, misal kehamilan, kecelakaan, upacara pemakaman.
2.    Perlindungan ekonomis terhadap bahaya, meliputi:
1)    Jaminan pembayaran upah dalam jumlah tertentu selama suatu periode
2)    Rencana-rencana pension
3)    Tunjangan hari tua
4)    Tunjangan pengobatan
5)    Pembentukan koperasi atau yayasan yang mengelola kredit karyawan
3.    Program pelayanan karyawan, meliputi:
1)    Rekreasi
2)    Kafetaria
3)    Perumahan
4)    Beasiswa pendidikan
5)    Fasilitas pembelian
6)    Konseling finansial dan legal
7)    Aneka ragam pelayanan lain.
4.    Pembayaran kompensasi yang ditetapkan secara legal.
Kompensasi tidak langsung yang digunakan adalah perlindungan ekonomis terhadap bahaya berupa tunjangan kesehatan, bayaran di luar jam kerja (sakit, hari besar, cuti), dan program pelayanan karyawan berupa penyediaan fasilitas-fasilitas (kendaraan, sarana olahraga, sarana peribadatan) dengan alasan ketiga item tersebut sesuai dengan kondisi yang ada dalam perusahaan.
Kompensasi tidak langsung diberi kan pada karyawan dalam rangka menciptakan kondisi kerja yang menyenangkan, dan memberikan kepuasan pada karyawan sehingga diharapkan karyawan merasa nya man bekerja dalam perusahaan. (risnasinaba.blogspot.com > kompensasi_16)

Senin, 18 Februari 2019

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (10-tamat)

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (10-tamat)
Oleh aminuddin



SELAIN kemampuan untuk memper tahankan fungsi perlindungan terha dap keanekaragaman hayati, hutan tanaman pada lahan gambut juga mempunyai potensi menyimpan kar bon dalam jumlah yang cukup besar.

Hasil penelitian Yuniawati et al. (1211) pada tegakan Acacia crassicarpa di areal hutan tanaman rawa gambut HPHTI PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) Wilayah Kabupaten Pelawan, Provinsi Riau, menunjukkan kemampuan dalam menyerap karbon sebesar berturut-turut 12,09 ton/hektare (umur dua tahun), 36,23 ton/hektare (umur 3 tahun), 76,09/hektare (umur 4 tahun) dan 133,10 ton/hektare (umur 5 tahun).

Bagian pohon yang diukur biomasanya antara lain batang utama, cabang, ranting, daun dan akar.

Sedangkan penelitian Bogawa (2012) pada tegakan Acacia crassicarpa di areal hutan rawa gambut PT Wira Karya Sakti, Provinsi Jambi, menunjukkan potensi simpanan karbon berkisar antara 0,60-163,38 ton/hektare.

Potensi simpanan karbon pada tegakan Acacia crassicarpa juga dikemukakan oleh Sumadi et al. (1213) yang melakukan penelitian di areal HTI PT SBA-WI, di Kabupa ten OKI, yang menunjukkan hasil yang tidak terpaut jauh dari hasil penelitian sebelumnya.

Jumlah serapan karbon pada tega kan umur dua hingga enam tahun berturut-turut adalah 26,39 ton/hektare, 82,28 ton/hektare, 86,93 ton/hektare, 117,98 ton/hektare, dan 166,89 ton/hektare.

Prakosa (2013) yang melakukan penghitungan biomasa dan simpa nan karbon pada hutan rawa gam but yang terakhir terbakar delapan tahun sebelumnya di Kecamatan Kedaton, Kabupaten OKI, hanya menjumpai lima jenis tumbuhan tingkat pancang dan tiang, yaitu sepungol, perepat, gelam, beriang dan gelanggang, tanpa kehadiran kelas pohon.

Sementara simpanan karbon total atas permukaan tanahnya adalah 21,42 ton/hektare. Hal ini lebih rendah bila dibandingkan dengan tegakan Acacia crassicarpa yang telah membentuk kelas umur 2-6  tahun.

Dari uraian di atas dapat ditarik benang merah bahwa hutan tanaman yang terjaga dan dikelola dengan prinsip kelestarian akan mampu mempertahankan fungsi dalam menjaga keanekaragaman hayati dan menyediakan jasa lingku ngan berupa simpanan karbon dan meminimalkan terjadinya emisi yang bersumber dari kebakaran. Meskipun tidak bisa dibandingkan apple to apple dengan kondisi alaminya pada saat masih berupa hutan rawa gambut primer.












________

Sumber Tulisan : 'Hutan OKI Kem bali Lestari' oleh Syafrul Yunardy dkk dengan editor Prof Dr Ir Dodik Rdho Nurrochmat, M.Sc F.Trop, diterbitkan UNSRI Press Jalan Srijaya Negara, Bukit Besar Palembang-30139, cetakan pertama, Januari 2018.


Mang Kerio (16)

Mang Kerio (16)
Oleh Wak Amin




HI hi hi hi ...

Hu hu hu hu ...

He he he he ..


"Duitku banyak. Aku kaya. Aku bisa beli apa saja," ucap pocong sambil ketawo ngakak.

Kuburan yang mulonyo angker, jadi rame. Rame karno Mustofa, Adam, Leman samo Sanusi lagi ngintip dari balik pohon besak.

"Dak usah ngintip-ngintip. Keluarla gancang ..."

Empat penculikni bingung ..

"Lajula kau bae," kongkon Mustofa. Yang dikongkon ngomong .."Dak galak ah."

"Leman bae," uji Adam, "Badannyo kan besak. Pasti takut si pocong itu ngeliatnyilo."

"Dak galak jugo ah."

"Ngapo mak itu Man?" Tanyo Mus tofa.

"Itu kan pocong. Mano pacak kalu cuman ngandalke badan besak bae," kato Leman beralasan.

"Makmano kalu kau bae Si."

"Idak Mus. Ngeri aku."

"Ngeri ngapo? Takut?"

"Bukan takut Mus. Kalu gek aku dikawininyo ..."

Ha ha ha ha ...

Endenger Mustofa en konco-kon conyo ketawo, si pocong tesing gung berat.

"Ngapo ketawo-ketawo. Cepetla me tu. Kalu idak .."

"Yo, yo Cong. Kami berempat metu sekarang," uji Mustofa.

"Cepeeet!" Bentak pocong, la ilang kesabarannyo.

Hi hi hi hi ...

Mustofa cs tepakso embiarke po cong ketawo dewekan. Takut kalu melok, pocong marah lagi.

"Ngapo kamu berempat ngintip aku haaa?"

Hi hi hi hi ...

"Kami idak ngi ..ngintip Cong," kato Leman, tepucet la cak mirip pocong pulo pucetnyo.

"Jangan booo'ongla."

"Bener Cong. Kami idak ngintip idak. Cayola samo kami," uji Mus tofa.

"Kalu dak ngintip ngapo besingit di balik batang besaktu?"

"Kami kebetulan lewat. Waktu lewat nak balik tadi, dak sengajo kami ngeliyat pak pocong .."

"Bukan pak, tapi mbak. Akuni beti no tau dak. Masih gadis pulo. Akuni cantik. Sudah banyak lanang ma rak'i aku, tapi dak kuladeni. Mema ng dak galak aku. Lanang kerak galo .."

Hek hek hek ..

Leman, secaro dak sengajo, ketawo.

"Ngapo ketawo haaa?"

Mustofa nengahi. "Sebenernyo duit jeru tas yang Mbak Pocong pega ngtu milik kami berempatni."

"Ai dak mungkinla. Mano ado po tongan cak kamu berempatni pu nyo duit sebanyak ini. Kalu idak dapet ngerampok atawa maling. Bener dak?"

Mustofa cs tediem.

Dak bebunyi ...


Minggu, 17 Februari 2019

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (9)

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (9)
Oleh aminuddin


SELAIN mamalia, setidaknya ada 122 spesies burung tercatat atau diduga berada dalam areal konsesi.

Berdasarkan evaluasi yang dilaku kan Ekologika, hutan OKI dinyata kan memiliki populasi yang mampu bertahan hidup berdasarkan observasi langsung maupun pendapat ahli mengenai daya dukung potensial lanskap tersebut.

Dari total jumlah tersebut, 47 jenis di antaranya termasuk dalam jenis-jenis yang dilindungi menurut PP Nomor 7 tahun 1999, IUCN Red List, dan daftar Appendix CITES.

Ada 36 jenis yang termasuk dalam daftar burung yang dilindungi oleh PP Nomor 7 tahun 1999 dan 14 jenis di antaranya termasuk dalam perlindungan IUCN Red List dimana empat jenis tergolong dalam status vulnerable.

Keempat jenis tersebut adalah pelatuk kelabu besar (Mulleripicus pulverulentus), bangau bluwok (Mycteria cinerea), bangau tongtong (Leptotilos javanicus), dan empuloh paruh-kait (Setornis crininger).

Sedangkan jenis amfibi dan reptil yang ditemukan antara lain biawak (Varanus sp.), ular tedung (Ophiophagus hannah), ular sanca (Python retuculus), kura-kura batok (Cuora amboinensis), kura-kura pipi putih (Siebenrockiella crassicollis), biuku (Orlitia borneonsis), dan buaya muara (Crocodylus porosus).*

















_____

* Buaya Muara adalah satu satunya buaya yang bisa bertahan di air as in. Buaya berkatak ini  adalah jenis buaya terbesar di dunia. Bahkan ukurannya jauh lebih besar dari buaya nil (Crocodylus niloticus) dan alligator Amerika (Alligator mississipiensis).
Dinamakan Buaya Muara karena selain hidup di habitat utama yakni sungai- sungai, buaya ini juga hidup di dekat laut alias muara, kadang dijumpai di laut lepas. Tidak heran jika buaya ini adalah satu- satunya buaya yang bisa bertahan di air asin atau air laut.
Selain dikenal dengan nama Buaya Muara, buaya ini juga dijuluki dengan nama Buaya Air Asin, Buaya Laut, atau dalam istilah bahasa inggris dipanggil saltwater crocodile atau Indo-Australia Crocodile.
Meskipun dapat ditemukan di laut lepas, buaya ini dikenal sebagai perenang yang buruk.
Buaya ini tersebar di seluruh perairan dataran rendah dan perairan pantai di daerah tropis Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Australia (Indo-Australia).
Buaya Muara memiliki wilayah perantauan mulai dari perairan Teluk Benggala (Sri Lanka, Bangladesh, India) hingga perairan Polinesia (Kepulauan Fiji dan Vanuatu).
Sedangkan habitat favorit buaya muara adalah perairan Indonesia dan Australia. Di Australia setidaknya 2 kasus serangan buaya air laut terhadap manusia setiap tahunnya terjadi.
Sedangkan untuk wilayah Indonesia, kejadian serangan buaya terhadap manusia sangat langka meskipun persebaran buaya ini hampir di seluruh perairan Indonesia.
Buaya Muara memiliki ukuran yang lebih besar dibanding Buaya Air Tawar yaitu pada rahang dan ukuran gigi serta moncong spesies ini cukup lebar.
Mereka memiliki warna yang bervariasi dari warna abu-abu hingga hijau tua terutama pada buaya dewasa, sedangkan buaya muda berwarna lebih kehijauan dengan bercak hitam dan belang pada ekornya.
Buaya Muara pada umumnya memiliki panjang tubuh (termasuk ekor) mulai dari 2,5 hingga 5,5 meter. Namun ukuran dewasa bahkan ada yang bisa mencapai hingga 12 meter. Yang terbesar pernah ditemukan di wilayah Indonesia yakni di Sangatta, Kalimantan Timur dimana bobotnya mencapai 200 kg.
Hewan ini biasanya hidup berke lompok dan menunggu mangsa di muara-muara atau pertemuan satu sungai dengan sungai lainnya. Buaya akan mendekati bibir sungai ketika air mulai pasang. Buaya ini biasa keluar dari sarang pada sore hingga malam hari untuk mencari mangsa.
Buaya Muara mampu melompat keluar dari air untuk menyerang mangsanya. Bahkan bilamana kedalaman air melebihi panjang tubuhnya, Buaya Muara mampu melompat serta menerkam secara vertikal mencapai ketinggian yang sama dengan panjang tubuhnya.

Buaya Muara berkembang biak pada musim hujan (bulan Nov-Mar) dan membangun sarang yang sebagian besar dari tumbuh-tumbuhan dan gundukan tanah. Sarang biasanya terletak di rerumputan atau pinggir hutan di sepanjang sungai atau rawa air tawar.
Di dalam sarang, tersimpan sekitar 50 telur dan inkubasi berlangsung antara 65 - 110 hari- Buaya betina biasanya yang menjaga sarang dengan seksama dan karenanya buaya tersebut menyembunyikan dirinya dalam kubangan terdekat. Suhu inkubasi menentukan jenis kelamin dari telur buaya yang ditetaskan. Pada suhu sangat tinggi atau suhu rendah akan memproduksi buaya betina, dan suhu dari 31 - 32 derajat celciusakan menghasilkan buaya jantan.
Dari telur - telur yang disimpan hanya sekitar 25% saja yang akan menetas. (www.pemburuombak.com)


Mang Kerio (15)

Mang Kerio (15)
Oleh Wak Amin


"TERIMA kasih ya Allah. Sudah kau balikke anakku," ucap Pak Jali sam bil nyium pipi Kadir anaknyo bekali-kali.

Masih wangi. Baru kelas tigo seko lah dasar. Baru sikoknila anak. Apo dak nak picul jantungni ...

"Kau sehat-sehat baik yo Nak?" Ta nyo Bik Jali waktu motor lakinyo la ngelewati kuburan.

Kadir ngangguk ...

"Awak keno gebuk dak?"

"Idak Ma. Cuman dielus-elus bae samo dicium," uji Kadir  sambil ketawo.

"Ngapo kau ketawo Nak?"

"Ciumannyo samo dengan ciuman mama en papa."

Oooooo cak itu.

"Kau dienjuk makan dak?" Tanyo Pak Jali.

Kadir enggelengke palaknyo ...

"Ngapo Nak. Apo mereka marah samo kau?"

"Idak Ma. Cuman kudenger om-omtu ngomong .."

Kadir ketawo lagi.

Geli ...

"Ngomong apo?"

"Awak ado duit dak. Dak katik kato om sikoknyo. Mak itu jugo om yang lain. Ado empat ikok om. Om yang kurus ngomong .. Pacak mati bu dakni kalu idak makan. Jawab om yang gemuk. Idakke mati. Naa, om yang sikoknyo ngomong, supayo dio dak mati enjuk bae banyu mi num. Teh apo kopila. Banyu kopi bekas om-om tadi minum dalam cangkir besak dienjukkela samo aku .."

"Jadi kau minum?"

"Iyola Ma. Aku memang haus .."

"Idak jijik apo kau?"

"Idakla Ma. Malah sedep en nikmaaaaat ..."

Haaa?

"Ngapo biso sedeptu Nak. Apo campur susu?"

"Iyo Ma. Campur susu. Tapi lain susunyo Ma."

"Lain makmanotu?"

"Kalu susu yang galak mama kasih ke kadir kan ado duwo. Wadah kale ng samo kotak .."

"Iyo bener. Terus .."

"Kalu ini metunyo susutu dari lobang idung ..."

"Bener dari lubang idung?" Bik Jali pecak nak nangis. Sedangke Pak Jali nundukke rainyo ...

"Bener Ma. Diudek-udek pake' sen dok. Cubola kato om yang kurustu sambil senyum. Kadir minumla ..'

" Awak muntahke?"

"Mual dak sudah awak minum kopitu Nak?"

"Idak Ma. Nak nambah lagi ado," kato Kadir, nutup rainyo dengan selimut.

La ngantuk ...

Nak tiduk ...

Mang Kerio.(14)

Mang Kerio (14)
Oleh Wak Amin




"ITUNA Bik pecaknyo. Bener dak?" Ado gubuk, antaro keliyatan samo idak.

Bik jali ngucek-ngucek matonyo. Maksudnyo supayo jelas tejingok.

"Makmano Bik. Bener kan?"

"Dak salah lagi. Padek niyan pen jingokan Mang Kerioni. Kalah aku yang mudoni .."

"Ai cacam. Laju cak nak terbang mamang andengernyo ..."

Bik Jali senyum-senyum bae ..

"Jadi aku dewekan Mang kesano?"

"Yo Bik. Bibik dewekan bae. Supayo dak ketauan aku besingit parak got bae."

"Motornya Mang?"

"Yo disingitke jugola Bik."

Sudah ngucap basmalah di jeru ati, pegila Bik Jali ke pondok yang di mintak penculik.

Setengah jalan ...

"Yayang Eli. Tungguuuu!" Pekik Pak Jali. Dio takut bininyo kenapo-kena po, mangkonyo dikejernyo.

Bik Jali noleh ...

Takut ke tauan, dio begancang ma raki gubuk taditu. Sedangke Pak jali nambah ngebut sambil me kikke namo bininyo,  Yayang Eliiiiiiiii ...

Mang Kerio mak itu jugo. Cuman lain pekik. Bukan Bik Jali, tapi Pak Jaliiii ... Pak Jaliii ...

Tedengerla oleh Mustofa, Adam, Le man dan Sanusi. Empat ikok tukang culikni bingung ngapo ado duwo namo yang dipekik'i.

Yayang Eliii ...

Pak Jali ..

Kriiiing ...

"Ya, ya .. Ibuk sudah di gubuk sekarang."

"Bagus. Tarokke bae disitu duitnyo. Ibuk kalu nak balik balikla .."

"La, anakku cakmana?"

"Ooo iyo. Lupo aku," kato Mustofa, nyegir kudo.

"Gek kutarok jugo di dalem gubuk. Ibuk boleh ambek anaknyo setelah duit dalam tas kami embek," kato Mustofa.

"Payu kalu cak itu," uji Bik Jali. Dio lepakke tas berisi duit taditu pucuk meja rotan buruk jeru pondok.

Dahtu dio metu lagi. Besingit balik gubuk. Nungguke anaknyom Pas dianterke pen culik, dio embek dan becepet pegi dari gubuk serem itu.

Tengah dalu lagi ...

Kiro-kiro sepuluh menitla duwo ikok penculik masuk jeru gubuk. Emba wak budak kecik.

Dak lamotu metu lagi sambil keta wo-ketawo. Sikok embawak tas. Si kok besiul-siul ...

Giliran Bik Jali yang masuk ...

"Mamaaaa!"

Ssssst.

Langsung dibekepnyo mulut Kadir anaknyo. Dio gendong, becepet me tu dari gubuk yang dak pulo tau pu nyo siapo.


Jumat, 15 Februari 2019

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (8)

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (8)
Oleh aminuddin



PADA titik-titik tertentu, gajah kemungkinan menyeberangi kanal untuk berpindah ke hutan alam di seberangnya.

Luasan konsesi HTI yang saling terhubung dan cukup luas memungkinkan pergerakan gajah yang juga luas hampir ke seluruh wilayah konsesi.

Adanya kanal-kanal, diduga tidak sepenuhnya menjadi penghambat pergerakan gajah dan tidak mem buatnya terisolasi.

Apa yang ditemukan oleh tim survei dan Ekologika cukup memberikan gambaran kepada kita bahwa anta ra gajah sumatera relatif dapat bera daptasi dengan kondisi lingkungan barunya yang berupa hutan tanaman industri.

Selain gajah, Ekologika juga mela porkan beberapa jenis mamalia lain yang berhasil dijumpai antara lain monyet ekor panjang (Macaca pas cicularis), simpai (Prebytis melalophos) dan babi hutan (Susscrofa).

Selain itu, berdasarkan wawancara dengan masyarakat setempat, ma sih terdapat potensi mamalia yang bisa ditemukan, yaitu rusa (Cervus unicolor), beruang madu (Helarctos malayanus), dan trenggiling (Manis javanica).*
















______
* Manfaat dan khasiat daging tre nggiling (Manis javanica( bagi ke sehatan tubuh antara lain:
1. Mengatasi penyakit jantung
2. Mencegah hipertensi
3. Menyembuhkan penyakit kencing manis
4. Mencegah penyakit stroke
5. Meredakan nyeri
6. Mengatasi masalah ejakulasi dini
7. Mengatasi masalah wajah
8. Mencegah penyakit paru-paru
9. Mengobati kanker
10. Mengatasi haid tidak teratur
11. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
12. Menurunkan berat badan
13. Mengatasi stres
14. Mengatasi keriput
15. Aman dikonsumsi penderita diabetes
16. Mempertajam penglihatan
17. Mencegah penyakit liver
18. Menghaluskan kulit
19. Membentuk tubuh    (khasiat.co.id)




Mang Kerio (13)

Mang Kerio (13)
Oleh Wak Amin




"STOP duken Mang Kerio," kato Bik Jali. Dio selik dak katik siapo-sia po. Cuman tedenger suwaro jang krik.

"Jangan lamo igo Bik berentinyo."

"Ngapo Mang?"

"Gek kito dibadok hantu."

"Ai mamang nakuti aku bae." Bik Jali nelepon lakinyo, ado dimano sekarang. Jawab Pak Jali, ado di belakang.

"Kiro-kiro seratus meterla di bela kang kau Yang," uji Pak Jali se nyum- enyum dewek

"Awak dak takut dewekan Yang?"

"Idak. Terang disini. Deket rumah warga. Jadi kalu ado apo-apo aku mintak tulung samo warga bae."

"Oooo .. Bagusla."

Karno dimintak Mang Kerio gan cang pegi, pegila Bik Jali. Kiro- kiro seratus meter, ado telepon masuk di hape nyo Bik Jali.

"Cepet angkat," kato Mang Kerio. Pas diangkat, Bik Jali berubah pu cet rainyo.

Cak nak nangis ...

Suwaronyo ngelambat dan agak gu gup. Dio bener-bener ngeraso takut. Ngeri ..

"Cepet Mang. Maju dikit lagi. Ado simpangan kito berenti situ."

Reeeen ...

Reeen ..

Pasang gaya. Motor digas dikit, ban depan diangkat. Sempet nak mekik Bik Jalinyo, kato Mang Kerio supa yo hantu dak berani marak.

Apo iyo niyan ...

Reeen ...

Reen ...

"Sudah Bik?"

"Sudah Mang."

"Berangkaaaaat!"

Kemano?

Ssssst ...

Motor berenti ...

"Sinila kayaknyo Mang," uji Bik Jali. Diseliknyo, samo cak tempat tadi tula.

Sepi. Katik uwong ...

Kamis, 14 Februari 2019

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (7)

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (7)
Oleh aminuddin

AREAL konsesi HTI di Kabupaten OKI merupakan wilayah jelajah ga jah sumatera (Elephas maximus sumatranus).*

Hasil survei yang dilakukan Ekolo gika Consultans di PT BAP pada tahun 2013 menemukan populasi gajah sumatera di tiga distrik yaitu Bagan Rame, Bagan Tengah, dan Tanjung Kait, baik melalui perjum paan langsung maupun penemuan kotoran, jejak, bekas pakan dan ge sekan tubuh di pohon.

Sejauh pengamatan yang mereka lakukan, gajah tidak memakan dan merusak tanaman akasia sehingga tidak mengganggu pertumbuhan tanaman HTI.

Bahkan, gajah diduga memanfaatkan tanaman akasia untuk bernaung dan beristirahat dalam pergerakannya mencari sumber pakan pada siang hari.

Berdasarkan titik-titik indikasi kehadiran, gajah tampak bergerak menggunakan jalan tanah yang keras, yang di kiri kanannya terdapar rumput sebagai sumber pakan.

Gajah juga bergerak di sepanjang sempadan sungai atau kanal yang merupakan kawasan lindung dengan vegetasi alami dan rumput sebagai sumber pakan gajah.











_______

* GAJAH sumatera adalah salah satu sub spesies gajah asia, nama ilmiahnya Elephas maximus sumatranus. Di alam bebas, gajah sumatera hanya hidup di pulau Sumatera. Saat ini kondisinya sangat mengkhawatirkan dan digolongkan ke dalam daftar merah IUCN.
Habitat gajah sumatera yakni hutan alam di pulau Sumatera sedang mengalami kerusakan parah. Kondisi ini menyebabkan hilangnya sebagian habitat gajah. Dalam jangka panjang akan mengancam kelangsungan hidup mamalia darat terbesar ini.
Secara ilmiah gajah diklasifikasikan ke dalam keluarga Elephantidae. Terdapat dua genus hewan yang termasuk dalam keluarga Elephantidae yang masih hidup di muka bumi yaitu genus Elephas dan Loxodonta Genus Elephas  terdiri dari satu spesies yaitu Elephas maximus atau yang kita kenal sebagai gajah asia. Sedangkan Loxodonta terdiri dari dua spesies yakni Loxodonta africana dan Loxodonta cyclotis keduanya digolongkan sebagai gajah afrika.
Gajah asia atau Elephas maximus memiliki tiga sub spesies yaitu Elephas maximus indicus, Elephas maximus maximus dan Elephas maximus sumatranus.
Gajah sumatera adalah salah satu sub spesies gajah asia, nama ilmiahnya Elephas maximus sumatranus.
Di Indonesia terdapat juga gajah kalimantan yang masih digolongkan sebagai Elephas maximus indicus.
Namun dalam keterangan lain disebutkan gajah Kalimantan merupakan sub spesies tersendiri, yakni Elephas maximus bornensis.
Genus Loxodonta sendiri terdiri dari dua spesies, yakni Loxodonta africana ditemukan hidup di wilayah savana Afrika dan Loxodonta cyclotis ditemukan di hutan tropis Afrika.
Versi lain menyebutkan hanya ada satu spesies gajah dari genus Loxodonta. Menurut versi ini, kedua jenis gajah Afrika tersebut merupakan sub spesies, yakni Loxodonta africana africana dan Loxodonta africana cyclotis.
Gajah sumatera memiliki ciri khas tertentu, terutama bila diamati dari bentuk fisiknya. Ciri-ciri gajah sumatera secara umum adalah sebagai berikut:
- Bobot gajah sumatera sekitar 3-5 ton dengan tinggi 2-3 meter.9
- Kulitnya terlihat lebih terang dibanding gajah Asia lain dan di bagian kupingnya sering terlihat depigmentasi, terlihat seperti flek putih kemerahan.
- Hanya gajah jantan yang memiliki gading yang panjang. Pada betina, kalaupun ada gadingnya pendek hampir tidak kelihatan. Berbeda dengan gajah Afrika dimana jantan dan betina sama-sama punya gading.
- Ciri mencolok lainnya ada pada bagian atas kepala. Gajah sumatera memiliki dua tonjolan sedangkan gajah Afrika cenderung datar.
- Kuping gajah sumatera lebih kecil dan berbentuk segitiga sedangkan gajah Afrika kupingnya besar dan berbentuk kotak.
- Gajah sumatera memiliki 5 kuku di kaki bagian depan dan 4 kuku di kaki belakang.
Gajah sumatera hidup di hutan-hutan dataran rendah di bawah 300 meter dpl. Tapi juga sering ditemukan merambah ke dataran yang lebih tinggi.
Jenis hutan yang disukainya adalah kawasan rawa dan hutan gambut. Populasinya tersebar di 7 propinsi meliputi Nangroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung.
Pada tahun 2007 populasi gajah sumatera di alam liar diperkirakan sekitar 2400-2800 ekor. Turun separuhnya dibanding tahun 1985 sekitar 4800 ekor.
Saat ini jumlahnya terus diperki rakan mengalami penyusutan. Karena habitat hidupnya terus menyempit. Terhitung 25 tahun terakhir, Pulau Sumatera telah kehilangan 70% luas hutan tropis yang menjadi habitat gajah.
Gajah termasuk binatang nokturnal yang aktif di malam hari. Hewan ini hanya membutuhkan waktu tidur selama 4 jam per hari dan terus bergerak selama 16 jam untuk menjelajah dan mencari makanan. Sisanya digunakan untuk berkubang dan bermain. Pergerakan gajah dalam sehari bisa mencapai areal seluas 20 km2. Idealnya kebutuhan luas areal untuk habitat gajah liar minimal 250 km2 berupa hamparan hutan yang tidak terputus.
Gajah sumatera memakan rumput-rumputan, daun, ranting, umbi-umbian dan kadang buah-buahan. Setidaknya terdapat 69 spesies tumbuhan yang bisa dijadikan pakan gajah. Tumbuhan tersebut terdiri dari 29 kelompok rumput-rumputan dan 40 kelompok tanaman non rumput. Gajah sumatera diketahui lebih menyukai rumput-rumputan.
Efesiensi sistem pencernaan gajah sangat buruk. Hewan ini bisa membuang fesesnya setiap satu jam sekali. Tidaklah heran bila dalam sehari gajah sumatera memerlukan makanan hingga 230 kg atau setara dengan 5-10% dari bobot tubuhnya. Sedangkan untuk minum dibutuhkan 160 liter air setiap hari.
Di musim kemarau gajah sumatera bisa menggali air di dasar sungai yang mengering hingga kedalaman satu meter.
Gajah jantan memiliki periode musth, yaitu masa produksi hormon testosteon.  Musth menandakan bahwa gajah jantan sudah siap kawin.
Secara umum gajah jantan akan mengalami musth setelah berumur sekitar 12-15 tahun. Saat gajah jantan memasuki periode musth akan terjadi perubahan perilaku, nafsu makannya menurun, gerakannya lebih agresif dan suka mengendus-ngendus dengan belalainya.
Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti sering meneteskan urin, penis sering keluar dan dari dahinya mengeluarkan kelenjar berbau menyengat.
Gajah betina bisa melahirkan anak setelah berumur di atas 9-10 tahun.  Usia kehamilan mencapai 22 bulan.
Bayi gajah sumatera yang baru lahir memiliki bobot tubuh sekitar 40-80 kg dengan tinggi 75-100 cm. Bayi tersebut akan diasuh oleh induknya hingga berumur 18 bulan.
Dalam satu kali kehamilan biasanya terdapat satu bayi, namun dalam beberapa kasus ada juga yang melahirkan hingga dua bayi. Jarak waktu antar kehamilan berkisar 4-4,5 tahun.15
Gajah merupakan hewan sosial yang hidup berkelompok. Kelompok berperan penting dalam menjaga kelangsungan hidup gajah. Jumlah anggota kelompok sangat bervariasi. Tergantung pada kondisi sumber daya alam dan luas habitat.
Gajah sumatera bisa ditemukan dalam kelompok yang terdiri dari 20-35 ekor, tetapi juga ada kawanan yang hanya 3 ekor saja. Setiap kelompok dipimpin oleh seekor betina. Sedangkan yang jantan berada dalam kelompok untuk periode tertentu saja. Gajah yang tua akan hidup memisahkan diri dari kelompoknya hingga pada akhirnya mati.
Gajah sumatera sangat peka dengan bunyi-bunyian. Untuk melakukan perkawinan dan berkembang biak, gajah memerlukan suasana yang tenang dan nyaman. Suara alat-alat berat dan gergaji mesin sangat menganggu perkembangbiakan gajah.
Pada tahun 2011, IUCN menetapkan status konservasi gajah sumatera ke dalam kategori Critically Endangered (CR). Artinya, satwa ini berada diambang kepunahan. Status CR berada hanya dua tingkat dari status punah di alam liar dan punah sepenuhnya.
Status konservasi gajah sumatera dalam sistem hukum di Indonesia termasuk satwa yang dilindungi oleh UU No.5 tahun 1990 dan PP 7/1999. Perlindungan diberikan karena ancaman terhadap kelangsungan hidupnya semakin besar.
Ancaman terbesar datang karena rusaknya habitat karena berebut dengan lahan perkebunan dan pertanian. Sehingga sering kali terjadi konflik dengan manusia. Ancaman lain karena perburuan untuk diambil gadingnya. (https://programs.wcs.org>articleld>Me ..)


Mang Kerio (12)

Mang Kerio (12)
Oleh Wak Amin





3. Episode : 'Mintak Tebusan'

"ANTERKE duitnyo parak kuburan," uji lanang yang nelepon sambil ng ancem kalu sampe lapor pelisi, ya ng disandera akan mati.

Bik Jali, yang nyambut telepon, dak pacak idak ngiyoke. Jali lakinyo cu man pacak diem. Nyerahke keputu sannyo pado Mang Kerio.

Mang Kerio nuliske sesuatu di ker tas putih, dienjukkenyo ke Bik Jali. Bik Jali embaconyo.

Dahtu ...

"Jam berapo?"

"Tengah malem gek. Ibuk dewekan. Jangan bawak siapo-siapo. Ngerti?"

"Ngerti. Cuman ibuk kan dak pacak bemobil. Sedangke jarak rumah ibu samo kuburantu jauh niyan."

"Naik ojek boleh."

Bik Jali bepikir denget. Embisikke sesuatu di kupingnyo Mang Kerio. Mang Kerio manggut bae. Tando setuju.

"Baik. Ibuk kesano tengah malem gek ..."

"Jangan lupo bawak duitnyo."

"Siap. Pasti ibuk bawakke. Jangan takut."

Telepon ditutup.

Bik Jali nangis terisak. Langsung meluk lakinyo. Mang Kerio samo Cek Leha endiskusike permintaan penculik tadi.

Dak lamotu, setelah Bik Jali sele sai ngelampiaske rasa sedihnyo, Mang Kerio samo Cek Leha ende ketinyo.

"Dak usah panik Bik. Tenang bae. Serahke bae semua urusan samo kamek beduwo," uji Cek Leha sam bil meluk Bik Jali.

"Bibiktu bukan apo-apo. Ngapo uw ong yang nyuliktu nak di kuburan niyantu. Ngapo dak di mall, atau dimano bae. Dewekan pulo. Bibikni kan betino bukan lanang. Kagek kalu tejadi apo-apo makmano."

"Mungkin yang nyuliktu la bosan idup," kato si laki. Gerem tapi biso nahan marah.

"Mungkin jugo Pak Jali. Aneh, ado apo dengan kuburan. Maksud aku, apo kaitannyo antaro duit tebusan dengan kuburan."

Mang Kerio pening dewek.

Rabu, 13 Februari 2019

Mang Kerio (11)

Mang Kerio (11)
Oleh Wak Amin

"CAK suwaro uwong ketawo. Jingok duken ai. Mano tau iyo niyan," uji Juane jeru ati.

Baru bae abis ngidangke nasi putih sebakul, iwak asin sepat duwo ik ok, peti en jengkol, sambel tempo yak, sayur asem, iwak seluang sa
mo lele goreng di pucuk meja makan.

Abis ngintip, buka' lawang ...

"Ya Allah mamang, cek. Kalu nak datangtu ngomong. Telepon apo. Jadi kamu' beduwo dak lamo nu nggu ..."

Cium tangan Mang Kerio. Gantian Cek Leha yang cium tangan Juane.

"Payu masuk. Kebetulan niyan. Aku baru bae selesai masak. Kito lang sung bae ke meja makan .."

"Ai cacam. Pas niyan kau Juane. Lapar niyan mamang sekarang."

"Payu gancang. Kito belari bae. Satu, duwo, tiiiigo."

Buka'songkok, dak becuci tangan lagi, langsung bae nyedok nasi an get, nuangke sayur asem samo lele goreng ke piring beling putih be gambar bungo.

"Maaf yo Juane. Mamang dak nye mu-nyemu. La kuanggap cak rumah dewek .."

"Dak papo Mang. Yang namonyo masakan mesti dimakan. Bener dak Leha?"

"Bener Bik," kato Cek Leha, dari tadi dak tetuang-tuang mangkuk sayur asem karno tetutup tangan Mang Kerio yang sekali duwo waktu makan.

Tangan kiri pegang lele sikok, ta ngan kanan nyuapke nasi je jeru mulut ...

"Jangan malu-malu Leha. Payu guyuri. Dak usah nyemu. Gadis atau la belaki samo bae. Kalu daktu uwong yang kenyang, kitonyo yang kelaperan. Bener dak Mang?"

"Akorlatu Juane .."

Eeeeeem ...

Tibo-tibo Juane mekik. Mekik karno kelupoan ngabari motornyo ...

"Jadi yo Mang. Motor yang ilangtu la dapet," uji Juane. Idak melok ma kan idak dio. Cuman ngupil-ngupil iwak seluwang goreng bae.

"Makmano ceritonyotu Juane. Kau lapor polisi apo kau nyari dewek?"

Juane ketawo ngakak.

"Lucu Mang. Pokoknyo lucu niyan. Dak pacak ngomongkenyo keperi lucunyo."

"Ai makmano biso mak itutu Juane. Penasaran mamang jadinyo."

Beceritola Juane akhirnyo. Tegak depan meja makan. Enerangke kejadian yang sebenarnyo.

Cak keiyoan niyan ..

Nunjuk-nunjuk, enggoyangke ping gul, duduk ngengkeng, endadahke uwong, nyengir-nyengirke rainyo samo duduk ngengkeng.

Mang Kerio nyimak serius sambil ngisep rokok daun. Sedangke Cek Leha ngabiske siso sayur asem di jeru mangkuk.

Dahtu ...

Kiro-kiro sepuluh menitla ...

Juane ngomong ..

"Maaf niyan Mang. Akutu seneng ni yan enjingok motor lakiku balik. Sa king senengnyo lupo ngenjuk tau mamang."

"Budak malingnyo dak kau ..?"

"Ai dak usah Mang. Yang penting motor lakiku biso balik. Walaupun aku metuke duit ratusan ribu. Aku lego dan terharu."

Minum denget ...

"Lego seperti yang kuomongke ta ditu Mang. Motor lakiku balik. Aku terharu karno dak nyangko ado uw ong maling embalikke motor, ngan don  lagi ke rumah. Nangis-nangis. Nyesel maling. Kalu kayo dakken nak maling motor. Ngomong terus terang perlu duit. Kuenjukla. Terus ngucapke terimo kasih. Minta to long jangan lapor ke pelisi. Kito se duluran bae. Payu katoku Mang. Dahtu pegi. Na sayangnyo, aku dak sempat pulo nanyo ke budak duwo tu mang. Lupo aku ..."

"Nanyo apo Juane?"

"Nak kemano ..."


Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (6)

Hutan Terpelihara, Lingkungan Terjaga (6)
Oleh aminuddin




MESKI terus menjadi perdebatan, peringatan yang dikemukakan para ahli tersebut sudah selayaknya mendapatkan perhatian dari para pengusaha HTI di rawa gambut untuk mewujudkan pembangunan hutan tanaman secara lestari.

Pengeluaran air (water management) memegang peranan penting dalam pengelolaan HTI rawa. Pengelolaan air di HTI rawa gambut berfungsi untuk membuang kelebihan air hujan di lahan pada saat musim penghujan, mengontrol level air tanah, dan mengkonservasi air selama musim kemarau (Ritzema, 2007).

Dalam hal ini pemerintah telah mengeluarkan PP Nomor 57 tahun 2016, terkait dengan ketinggian level air di rawa gambut yang harus dijaga pada ketinggian minimal 40 cm.

Pada tataran praktis, upaya tersebut seringkali dihadapkan pada keadaan yang sangat kompleks dan tidak mudah untuk diaplikasikan, karena sangat bergantung dengan kondisi setempat dan tujuan manajemen.

Pengelolaan air dapat dilakukan dengan memasang bangunan pengendali air, baik berupa pintu air (flapgate, stoplogs) maupun bendung (weirs) yang dapat dibangun dari tanah, susunan kayu (log) dan sandbag yang diperkuat dengan tiang dan terpal.

Dalam hal penurunan emisi karbon dan pengendalian laju subsidence, kontrol terhadap level air tanah ber tujuan untuk mempertahankan level air tanah setinggi mungkin, khususnya pada saat musim kemarau.

Terlepas dari pro dan kontra pembangunan HTI di Kabupaten OKI, fakta yang ada sekarang adalah tidak kurang dari 600 ribu hektare lahan rawa gambut telah terkelola menjadi hamparan hutan tanaman yang berfungsi mendukung keanekaragaman hayati di hutan lindung mangrove du sepanjang pantai timur Sumatera, dan juga di areal konservasi dan kawasan lindung di dalam tata ruang HTI itu sendiri.

Fungsi pendukung adalah fungsi yang membantu menjaga populasi keanekaragman hayati dan menyangga terhadap potensi dampak negatif pengelolaan dalam konsesi.