Rabu, 30 September 2020
War (1)
War (1)
By Wak Amin
ID pub-8800179315466420
1. Barisan Yang Teratur (QS 61 (4)
"Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mere ka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh."
2. Bulan Haram
- (QS 2 (217)
"Mereka bertanya kepadamu tentang berperang pada bulan Haram. Katakanlah : "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar; tetapi menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah, (menghalangi masuk) Masjidilharam dan mengusir penduduknya dari sekitarnya, lebih besar (dosanya) di sisi Allah (1). Dan berbuat fitnah (2) lebih besar (dosanya) daripada membunuh. Mereka tak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu lah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itu lah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."
- (QS 9 (36-37)
"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan dalam ketetapan Allah di kala Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (3). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri (4) kamu dalam empat bulan itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
"Sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram itu (5) adalah menambah kekafiran, disesatkan orang-orang yang kafir dengan nengundur-undurkan itu, mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, agar mereka dapat mensesuaikan dengan bilangan yang Allah mengharamkannya maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. (Setan) menjadikan mereka memandang baik perbuatan mereka yang buruk itu. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir."
_________________
(1). Jika kita ikuti pendapat Ar-Razy maka terjemah ayat di atas sebagai berikut: Katakanlah : "Berperang dalam bulan itu adalah dosa besar dan (adalah berarti) menghalangi (manusia) dari jalan Allah, kafir kepada Allah dan (menghalangi manusia dari) Masjidilharam. Tetapi mengusir penduduknya dari Masjidilharam (Mekah) lebih besar lagi (dosanya) di sisi Allah.
Pendapat Ar-Razy ini mungkin berdasar kan pertimbanganbbahwa mengusir Nabi dan sahabat-sahabatnya dari Masjidilharam sama dengan menumpas agama Islam.
(2). Fitnah disini artinya penganiayaan dan segala perbuatan yang dimaksudkan untuk menindas Islam dan Muslimin.
(3). Maksudnya antara lain ialah bulan haram (Zulkaedah, Zulhijjah, Muharram dan Rajab).
(4). Maksudnya janganlah kamu menganiaya dirimu dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.
(5). Muharram, Rajab, Zulkaedah dan Zulhijjah adalah bulan-bulan yang dihormati dan dalam bulan-bulan itu tidak boleh dilakukan peperangan. Tetapi peraturan ini dilanggar oleh mereka dengan mengadakan peperangan di bulan Muharram dan menjadikan bulan Safar sebagai bulan yang dihormati untuk pengganti bulan Muharram itu. Sekalipun bilangan bulan-bulan yang disucikan yaitu empat bulan juga. Tetapi dengan perbuatan itu tata tertib di Jazirah Arab menjadi kacau dan lalu lintas perniagaan pun terganggu.
Kamis, 17 September 2020
Al-'Alim (18-habis)
Al-'Alim (18-habis)
By aminuddin
38. QS 4 (104, 111, 127, 147, 148 dan 2
170)
"JANGANLAH kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
"Barangsiapa yang mengerjakan dosa, maka sesungguhnya ia mengerjakannya untuk (kemudharatan) dirinya sendiri. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
"Dan mereka meminta fatwa kepadamu tentang wanita. Katakanlah: "Allah memberi fatwa kepadamu tentang mereka, dan apa yang dibacakan kepadamu dalam Al-Quran (a39) (juga memfatwakan) tentang para wanita yatim yang kamu tidak memberikan kepada mereka apa (a40) yang ditetapkan untuk mereka sedang kamu ingin mengawini mereka (a41) dan tentang anak-anak yang masih dipandang lemah. Dan (Allah menyuruh kamu) supaya kamu mengurus anak-anak yatim secara adil. Dan kebajikan apa saja yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahuinya."
"Mengapa Allah akan menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri (a42) lagi Maha Mengetahui."
"Allah tidak menyukai ucapan buruk (a43), (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya (a44). Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
"Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berikanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir (maka kekafiran itu tidak merugikan sedikitpun kepada Allah) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah (a45). Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-8800179315466420
__________________
(a39). Lihat ayat 2-3 Surah An-Nisaa'
(a40). Maksudnya ialah pusaka dsn maskawin.
(a41). Menurut adat Arab Jahiliyah seorang wali berkuasa atas wamita yatim dalam asuhannya dan berkuasa akan hartanya. Jika wanita yatim itu cantik dikawini dan diambil hartanya. Jika wanita yatim itu buruk rupanya, dihalanginya kawin dengan laki-laki lain supaya dia tetap dapat menguasai hartanya. Kebiasaan di atas dilarang melakukannya oleh ayat ini.
(a42). Allah mensyukuri hamba-hamba-Nya : memberi pahala terhadap anak hamba-hamba-Nya, memaafkan kesalahannya dan menanbah nikmat- Nya.
(a43). Ucapan buruk sebagai mencela orang, memaki, menerangkan keburukan-keburukan orang lain, menyinggung perasaan seseorang dan sebagainya.
(a44). Maksudnya: orang yang teraniaya boleh mengemukakan kepada seorang hakim atau penguasa keburukan-keburukan orang yang menganiayanya.
(a45). Allah mempunyai segala yang di langit dan di bumi itu tidak berkehendak kepada siapapun karena itu tentu saja kekafiranmu tidak akan mendatangkan kerugian sedikitpun kepada-Nya.
Selasa, 15 September 2020
Al-'Alim (17)
Al- 'Alim (17)
By Aminuddin
37. QS 4 (26, 35, 39 dan 92)
'Allah hendak menerangkan (hukum syariat-Nya) kepadamu, dan menun jukimu kepada jalan-jalan orang yang sebelum kamu (para nabi dan shalihin) dan (hendak) menerima tobatmu. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
"Dan jika kamu kuatirkan ada persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam (a34) dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
"Apakah kemudharatan-Nya bagi mereka, kalau mereka beriman kepada Allah dan hari kemudian serta menafkahkan sebagian rezeki yang telah diberikan Allah kepada mereka? Dan adalah Allah Maha Mengetahui keadaan mereka."
"Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin (yang lain), kecuali karena tersalah (tidak sengaja) (a35) dan barangsiapa membunuh seorang mukmin karena tersalah (hendaklah) ia memerdekakan seorang hamba sahaya yang beriman dan membayar diat (a36) yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh itu), kecuali jika mereka (keluarga terbunuh( bersedekah (a37). Jika (si terbunuh) dari kaum yang memusuhimu, padahal ia mukmin, maka (hendaklah si pembunuh) memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Dan jika ia (si terbunuh) dari kaum (kafir) yang ada perjanjian (damai) antara mereka dengan kamu, maka (hendaklah si pembunuh) membayar diat yang diserahkan kepada keluarganya (si terbunuh) serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa yang tidak memperolehnya (a38), maka hen daklah ia (si pembunuh) berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan tobat dari pada Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
_________________
(a34). Hakam adalah juru pendamai.
(a35). Seperti menembak burung terkena seorang mukmin.
(a36). Diat adalah pembayaran sejumlah harta karena sesuatu tindak pidana terhadap sesuatu jiwa atau anggota badan.
(a37). Bersedekah disini maksudnya membebaskan si pembunuh dari pembayaran diat.
(a38). Maksudnya tidak mempunyai hamba. Tidak memperoleh hamba sahaya yang beriman atau tidak mampu mrmbelinya untuk dimerdekakan. Menurut sebagian ahli tafsir, puasa dua bulan berturut-turut itu adalah sebagai ganti dari pembayaran diat dan memer dekakan hamba sahaya.
Sabtu, 12 September 2020
Al-'Alim (16)
Al-'Alim (16)
By aminuddin
36. QS 4 (17, 24)
"Sesungguhnya tobat di sisi-Nya hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan (a30), yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
"Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (a31). (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (a32) (yaitu) mencari isteri -isteri dengan hartamu untuk dikawin bukan untuk berzina. Maka isteri-isteri yang telah kamu nikmati (campuri) diantara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tidaklah mengapa bagi kamu terhdap sesuatu yang telah kamu saling merelakannya, sesudah kamu menentukan mahar itu (a33). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
__________________
(a30). Maksudnya ialah :
1. Orang yang berbuat maksiat dengan tidak mengetahui bahwa perbuatan itu adalah maksiat kecuali jika dipikirkan terlebih dahulu.
2. Orang yang durhaka kepada Allah baik dengan sengaja atau tidak.
3. Orang yang melakukan kejahatan karena kurang kesadaran lantaran sangat marah atau karena dorongan hawa nafsu.
(a31). Maksudnya budak-budak yang dimiliki yang suaminya tidak akan tertawan bersama-samanya
(a32). Selain dari macam-macam wanita yang tersebut dalam ayat 23-24 Surah An-Nisaa'.
(a33). Yakni menambah, mengurangi atau tidak membayar sama sekali mas kawin yang telah ditetapkan.
Senin, 07 September 2020
Al-'Alim (15)
Al-'Alim (15)
By Aminuddin
35. QS 4 (12)
"DAN bagimu (suami-suami) seperdua dari harta yang ditinggalkan oleh isteri-isterimu jika mereka tidak mempunyai anak. Jika isteri-isterimu itu mempunyai anak, maka kamu mendapat seperempat dari harta yang ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yang mereka buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. Para isteri memperoleh seperempat harta yang kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. Jika kamu mempunyai anak, maka para isteri memperoleh seperdelapan dari harta yang kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yang kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. Jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yang telah meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja) maka masing-masing dari kedua jenis saudara itu seperenam harta. Tetapi jika saudara-saudara seibu itu lebih dari seorang, maka mereka bersekutu dalam yang sepertiga itu setelah dipenuhi wasiat yang dibuat olehnya atau sesudah hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris) (a29). (Allah menetapkan yang demikian itu sebagai) syariat yang benar-benar dari Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Penyantun."
___________
(a29). Memberi mudharat kepada waris itu adalah tindakan-tindakan seperti :
- Mewasiatkan lebih dari sepertiga harta pusaka.
- Berwasiat dengan maksud mengurangi harta warisan. Sekalipun kurang dari sepertiga bila ada niat mengurangi hak waris, juga tidak diperbolehkan.
Jumat, 04 September 2020
Al-'Alim (14)
Al-'Alim (14)
By Aminuddin
33. QS 5 (54)
"HAI orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dsn yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."
34. QS 4 (11)
"Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anak mu. Yaitu: bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan (a27), dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua (a28), maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang neninggal itu tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) setelah dipenuhi-penuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
______________
(a27). Bagian laki-laki dua kali bagian perempuan adalah karena kewajiban laki-laki lebih berat dari perempuan, seperti kewajiban membayar mas kawin dan memberi nafkah.
(a28). Lebih dari dua maksudnya adalah dua atau lebih sesuai yang diamalkan Nabi.
Kamis, 03 September 2020
Al-'Alim (13)
Al-'Alim (13)
By Wak Amin
31. QS 7 (200)
"DAN jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah (a25). Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
32. QS 6 (13, 83, 96, 115, 139)
"Dan kepunyaan Allah-lah segala yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
"Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki berapa derajat. Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui."
"Dia menyingsingkan pagi dsn menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui."
"Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (Al-Quran) sebagai kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat merobah-robah kalimat-kalimat-Nya dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
"Dan mereka mengatakan : "Apa yang dalam perut binatang ternak ini (a26) adalah khusus untuk pria kami dsn diharamkan atas wanita kami, dan jika yang dalam perut itu dilahirkan mati, maka pria dan wanita sama-sama boleh memakannya. Kelak Allah akan mem balas mereka terhadap ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui."
_____________________________
(a25). Maksudnya membaca 'A'udzubillahi minasy syaitaanir rajiim."
(a26). Maksudnya ialah binatang-binatang ternak yang tidak boleh ditunggangi seperti Bahirah dan Saaibah.
Selasa, 01 September 2020
Al-'Alim (12)
Al-'Alim (12)
By Aminuddin
30. QS 8 (17, 42, 106, 110 dan 115)
"MAKA (yang sebenarnya) bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melem par. (Allah berbuat demikian untuk mem binasakan mereka) dan untuk memberi kemenangan kepada orang-orang muk min dengan kemenangan yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
"Kalau yang kamu serukan kepada mereka itu keuntungan yang mudah diperoleh dan perjalanan yang tidak seberapa jauh, pastilah mereka mengikutimu, tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan(nama) Allah : "Jikalau kami sanggup tentulah kami berangkat bersama-samamu." Mereka membinasakan diri mereka sendiri (a21) ; dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta."
"Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanyacm Allah akan mengazab mereka dan adakalanya Allah akan menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
"Bangunan-bangunan yang mereka diri kan itu senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah hancur
(a22). Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
"Dan Allah sekali-kali tidak akan menyesatkan (a23) suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka hingga dijelaskan-Nya kepada mereka apa yang harus mereka jauhi (a23). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
_______________
(a21). Maksudnya, mereka akan binasa disebabkan sumpah mereka yang palsu itu.
(a22). Maksudnya, bila perasaan mereka telah lenyap. Ada pula yang menafsirkan : bila mereka tidak bisa taubat lagi.
(a23). Disesatkan Allah SWT berarti bahwa orang itu sesat berhubung keingkarannya dan tidak mau mema hami petunjuk-petunjuk Allah. Dalam ayat ini, karena mereka itu ingkar dsn tidak mau memahami apa sebabnya Allah menjadikan nyamuk sebagai perumpamaan, maka mereka itu menjadi sesat. (QS 2: 26)
(a24). Maksydnya, seorang hamba tidak akan diazab Allah semata-nmata karena kesesatannya kecuali jika hamba itu melanggar perintah-perintah yang sudah dijelaskan.
Langganan:
Postingan (Atom)