Minggu, 30 September 2018

Menanti Dajjal (4)

Menanti Dajjal (4)
Oleh aminuddin

Mengapa Allah Menciptakan Dajjal?

INILAH  penjelasannya .

Salah seorang peserta acara Tabligh Akbar di Malaysia bertanya kepada Dr Zakir Naik mengapa Allah menciptakan Dajjal dan Allah memberikan kekuatan terhadap Dajjal untuk menyesatkan manusia.

Mendapat pertanyaan tersebut, Dr Zakir Naik langsung menjelaskan bahwa pada prinsipnya Allah SWT menciptakan Dajjal untuk meguji dan memberi cobaan kepada kita manusia.

Sungguh tiada cobaan atau ujian yang lebih besar selain cobaan yang diturunkan Allah SWT dengan menurunkan Dajjal diantara manu sia.

Kemudian, terkait pertanyaan me ngapa Allah SWT memberikan ke kuatan kepada Dajjal, Dr. Zakir Naik menyampaikan Surat  Al-Baqarah yang menerangkan bahwa Iblis meminta kepada Allah untuk penangguhan siksaan kepadanya karena Allah telah mengutuk iblis, kerena kesalahan yang dilakukannya, sehingga iblis berkata "aku akan menyesatkan semua pengikut-Mu (Allah)."

Dan pada saat itu Allah SWT ber firman :  "Aku memberi penanggu han (dari azab seksa) kepada ka mu. Apa kamu fikir kamu hebat? Kamu (iblis) tidak akan dapat menyesatkan para pengikut-Ku (Allah), kau hanya boleh menyesatkan yang bukan pengikut-Ku ( Allah) ".

Makna pengikut disini adalah ham ba Allah SWT yang taat dan takwa.

Jadi kesimpulannya, Allah SWT menciptakan Dajjal  untuk menguji umat manusia dan kenapa Allah memberikan kekuatan kepadanya karena Allah ingin menguji kita,  apakah kita mampu mengikuti perintahnya atau tidak.

Lebih lanjut Dr Zakir Naik memberikan perumpamaan : "Kenapa guru memberikan soal ujian yang sangat susah kepada muridnya?"

Soal yang susah tersebut jika dapat dijawab dengan benar maka siswa akan memperoleh nilai yang tinggi dan penghargaan lainya.

Begitu pula dengan ujian yang Allah berikan kepada manusia dengan menurunkan fitnah Dajjal, apabila manusia sanggup menahan dan melewati ujian tersebut sungguh manusia akan mendapat balasan yang sangat besar dari Allah SWT.

Dajjal dan Al-Quran

MENGAPA Dajjal tidak disebutkan dalam Al-Quran?

Pertanyaan ini sering muncul bagi setiap umat manusia. Kita tahu  Dajjal adalah makhluk yang akan keluar dari perut bumi pada hari akhir zaman nanti.

Hal ini bisa dijadikan sebagai tanda datangnya hari kiamat. Oleh karena itu, kali ini akan kita bahas kenapa Allah SWT tidak menyebutkan ten tang Dajjal dalam kitab suci Al-Quran.

Dajjal merupakan cobaan atau fit nah terbesar dimana Nabi Muhammad SAW sangat khawatir jika hal ini terjadi pada umatnya.

Hal ini membuat seluruh Nabi menjelaskan hal-hal mengenai Dajjal pada umatnya. Oleh karena itu, Rasul meminta kepada kita agar berlindung pada Allah dari fitnah Dajjal pada setiap shalat.

Di dalam Al-Quran disebutkan banyak tanda-tanda hari kiamat, baik itu kiamat kecil ataupun kiamat besar. Salah satu tanda-tandanya adalah terbelahnya bulan.

Selain itu, munculnya Ya'juj dan Ma'
juj dan dibukakan pintunya juga menjadi tanda-tanda hari akhir akan datang.

Tanda-tanda keluarnya Dajjal tidak pernah dikatakan dalam Al-Quran secara eksplisit. Lalu mengapa ti dak ada penyebutan kemunculan Dajjal menurut Al-Quran secara langsung?

Tentunya karena hanya Allah SWT yang maha mengetahui tentang kedatangan hari akhir. Ada juga pendapat lain yang mengatakan tidak disebutkannya Dajjal secara langsung di dalam Al-Quran seba gai bentuk penghinaan terhadap Dajjal di hari kiamat yang mengakui dirinya sendiri adalah tuhan.

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa terdapat tiga tanda dimana pada saat itu tidak bermanfaat lagi iman kita hingga datang binatang melata, Dajjal, serta matahari yang terbit dari barat.

Lebih lanjut, terdapat surah yang mengatakan jika tidak ada satu ahli kitab pun, kecuali beriman kepada Nabi Isa sebelum kematiannya.

Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa kaum Quraish bersorak-sorak karena Isa dijadikan sebagai perumpamaan. Mereka bertanya siapakah yang lebih baik, Tuhan orang Quraish atau Isa.

Sebenarnya perumpamaan itu tidak ditujukan pada mereka, hanya saja mereka adalah kaum yang suka bertengkar. Isa hanyalah seorang hamba sama seperti nabi-nabi lainnya.

Allah SWT memberikan nikmat be rupa kenabian pada Isa sebagai bukti akan kekuasaan Allah bagi Bani Israil. Sesungguhnya Isa mengetahui peristiwa hari kiamat itu.

Dalam suatu hadits, Isa merupakan orang yang membunuh Dajjal pada hari akhir nanti. Penyebutan Isa ini menunjukkan bahwa terdapat pembahasan Dajjal di dalamnya meski tak secara langsung.

Sebuah hadits juga menjelaskan bahwa Rasulullah SAW pernah ber sabda tidak akan datang hari kia mat hingga muncul beberapa tan da, yakni keluarnya asap, Dajjal, hewan melata, dan matahari yang terbit dari barat.

Secara mutlak, Dajjal merupakan cobaan atau fitnah paling besar yang ada di bumi ini. Sebuah hadits menjelaskan jika antara penciptaan nabi Adam dan datangnya hari kiamat, tidak akan ada makhluk lebih besar daripada Dajjal.

Pada riwayat hadits Dajjal lain menyebutkan, Rasulullah SAW berdiri di hadapan manusia dan menyanjung Allah dengan sanjungan untuk-Nya, kemudian beliau menyebut Dajjal dan mengatakan jika ia memperingatkan pada umat manusia bahwa setiap nabi pastilah mengingatkan umatnya mengenai Dajjal.

Namun, Rasulullah SAW menyam paikan satu hal mengenai Dajjal yang belum pernah disampaikan oleh Nabi lainnya, yakni Dajjal memiliki  mata sebelah yang buta, sedangkan Allah tidaklah buta.

Selain itu, Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa tidak ada yang ditakutkan oleh Nabi kecuali datangnya Dajjal pada umat manusia. Apabila Dajjal keluar sebelum Rasul wafat, maka beliau akan melindungi umat manusia. Sedangkan jika ia datang setelah Rasul wafat maka setiap orang akan membela dirinya sendiri.

Sebagai seorang muslim, kita harus meyakini adanya hari kiamat, meskipun kita tidak tahu kapan peristiwa itu akan terjadi. Kita hanya perlu memperbanyak bekal untuk hari akhir kelak dan menjadi umat Rasulullah SAW sehingga dapat bertemu beliau di surga nanti.

Yang Ditakuti Dajjal

TERNYATA yang sangat ditakuti Dajjal adalah Dukhan (asap). Bukan asap yang ada saat ini, namun asap yang memang didatangkan Allah SWT dari langit khusus untuk menghancurkan Dajjal dan bala tentaranya.

Rasulullah SAW dalam sebuah riwayat mengatakan, jika pada akhir zaman nanti akan terjadi pelemparan batu-batu dari langit atau kini lebih dikenal dengan hujan meteor. Turunya meteor ini menye babkan ledakan dasyat dan mem bawa debu beterbangan.

Dari Ibnu Umar bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “Akan terjadi pada umat ini – atau umatku: perawi ragu-ragu lafal mana yang lebih benar – gempa dahsyat, atau pengubahan bentuk, atau pelemparan (batu-batu dari langit) atas para pengingkar takdir.”

Asap atau Dukhan inilah yang akan membuat Dajjal hancur lebur diakhir zaman. Ketakutan akan Dajjal diketahui dari Rasulullah SAW yang menguji Ibnu Shayyad untuk menguji apakah dia Dajjal atau bukan. Rasul pun mengujinya dengan mempertanyakan tentang Dukhan.

Imam Ahmad dalam musnadnya meriwayatkan bahwa Abu Dzar RA berkata, "Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya (Ibnu Shayyad), 'Sesungguhnya saya menyembunyikan sesuatu kepadamu.' Dia (Ibnu Shayyad) berkata, 'Engkau menyembunyikan bagian depan hidung dan mulut kambing serta ad-dukh (asap) kepadaku'."

Kata Abu Dzar, "Ia hendak mengucapkan ad-dukhaan (asap/kabut) tetapi tidak dapat, lalu ia mengucapkan ad-dukh, ad-dukh."

Riwayat ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengetahui ten tang Dajjal. Beliau paham bagaima na menguji seseorang Dajjal atau bukan.

Terlepas Ibnu Shayyad itu Dajjal atau bukan, perkara yang paling ditakuti Dajjal adalah munculnya Dukhan. Dengan munculnya Dukhan inilah, maka Dajjal menjadi ‘terhapus’ (cacat), yaitu buta sebelah, terdapat tulisan kafir di dahinya.

Oleh karena itu, Dajjal dinamakan Almasih ‘terhapus’ karena Dajjal terhapus, yaitu terhapus fisiknya dari normal menjadi cacat.

Apa itu Dukhan?

ARTI Dukhan sendiri menurut baha sa adalah asap atau kabut. Firman Allah yang menyatakan  adanya asap menjadi tanda kiamat terda pat dalam Al Quran surat Ad Dukhan ayat 10-12.

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih (mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, lenyapkanlah dari kami adzab itu. Sesungguhnya kami akan beriman.”

Dalam sebuah hadist yang berasal dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah bersabda:

“Bersegeralah untuk melakukan amal soleh sebelum datang 6 hal: Matahari terbit dari barat, munculnya Dajjal, keluarnya Dabbah (binatang melata), kematian kalian atau perkara genting yang meluas di masyarakat.” (HR Bukhari Muslim)

Perbedaan Pendapat

- Pendapat Pertama

Pendapat pertama menyatakan  Dukhan adalah sebuah kondisi kelaparan yang menimpa kaum Quraisy dikarenakan kondisi keke ringan yang berkepanjangan.

Kondisi ini bahkan membuat debu yang kering berterbangan bersama angin sehingga disebutlah sebagai Dukhan.

Ulama yang mendukung akan keterangan dari Ibnu Qutaibah tersebut adalah sahabat Ibnu Mas’ud dan dikuti oleh beberapa ulama salaf  lainnya.

Ibnu Mas’ud pernah ditanyai oleh muridnya yakni Masruq karena mendengar seseorang di Kindah yang menyatakan bahwa Dukhan akan datang pada hari kiamat dan menyambar telinga serta penglihatan kaum munafik. Sementara bagi kaum mukmin, Dukhan hanya akan berefek seperti terkena pilek.

Ibnu Mass’ud kemudian berkata: “Siapa yang memiliki ilmu, bicaralah. Dan siapa yang tidak memilikinya, maka ucapkan Wallahu A’lam.” Kemudian Ibnu Mas’ud menceritakan makna sebenarnya dari Dukhan.

“Ketika orang kafir quraisy tidak mau masuk Islam, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan keburukan untuk mereka. Beliau berdoa, “Ya Allah, timpakanlah kekeringan kepada mereka seperti kekeringan di zaman Yusuf.”

Lalu mereka mengalami kekeringan, sampai banyak yang meninggal, lalu mereka makan bangkai, tulang. Sementara orang melihat di antara langit dan bumi (udara) seperti asap.” (HR Ahmad dan Bukhari)

Sahabat Ibnu Mas’ud juga pernah mengatakan, “Ada 5 tanda kiamat yang sudah terjadi: peristiwa al Lizam (hukuman bagi kaum kafir), peristiwa perang romawi, al bathsyah (kekalahan orang kafir pada perang badar), terbelahnya bulan dan Dukhan.” (HR Bukhari).

- Pendapat Kedua

Pendapat kedua menyatakan Dukhan akan muncul di hari kiamat dan bisa dilihat oleh semua orang. Para pendukung pendapat ini adalah Ali bin Abi Thalib, Ibnu Umar, Ibnu Abbas dan ulama lain yang diperkuat oleh tafsir Ibnu Katsir.

Ibnu Katsir dalam tafsirnya mencantumkan perkataan Ali bin Abi Thalib yang berbunyi, “Dukhan belum terjadi, orang mukmin akan menjadi seperti orang pilek. Lalu asap itu menghembus orang kafir sampai binasa.”

Selain itu, Ibnu Umar pun mengatakan, “Akan keluar Dukhan, lalu orang mukmin terkena imbasnya hingga seperti orang pilek. Lalu asap ini masuk ke telinga orang kafir dan munafik sehingga kepala mereka seperti kepala hewan panggang.”

- Pendapat Ketiga

Pendapat yang ketiga merupakan gabungan dari pendapat pertama dan kedua dimana Dukhan telah terjadi sebelumnya dan akan terjadi pula di akhir zaman.

Inilah pendapat yang dipilih oleh Imam Nawawi yang dimuat oleh Imam Al Qurthubi.

“Mujahid mengatakan bahwa Ibnu Mas’ud berpendapat ada dua Dukhan. Salah satu telah terjadi. Sementara yang satunya akan memenuhi langit dan bumi. Setiap mukmin mengalami pilek. Sementara orang kafir, telinganya dilubangi.” (At Tadzkirah).

Lantas mengapa Dukhan begitu ditakuti Dajjal?

Dajjal bukanlah makhluk yang tidak memiliki kelemahan dan salah sa tunya adalah Dukhan. Ini dikarena kan Dukhan membuat Dajjal menja di cacat dan hancur lebur pasu kannya.

Kondisi Dajjal menjadi buta sebelah dan terdapat tulisan kafir di dahi karena efek Dukhan tersebut.

Sama seperti Dajjal, orang kafir dan Yahudi yang ada di Khurasan juga akan mengalami bengkak dari ke pala hingga ke kaki akibat Dukhan.

Dan mereka kelak akan menjadi pengikut dari Dajjal sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah, “Dajjal akan keluar di bumi bagian timur yang disebut Khurasan. Ia ditakuti oleh beberapa kaum yang wajah mereka seperti perisai yang dipukuli.”

Maksud ‘seperti perisai yang dipukuli’ dari keterangan Rasulullah tersebut adalah wajah mereka yang bengkak karena efek Dukhan sehingga seperti benjol atau habis dipukuli.














___

- Kabar Makkah.com
- Kumpulanmisteri.com
- Islamedia
- Infoyunik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar