Oleh aminuddin
Cara Kerja
MELIHAT dari proses atau taha pannya secara garis besar santet dibagi menjadi dua bagian (jenis santet) yaitu:
1. Santet Dematerialisasi (proses perubahan materi menjadi non materi)
Proses atau cara kerja santet yang pertama ini adalah merubah materi menjadi non materi.
Dalam ilmu fisika modern disebut kan bahwa setiap benda atau objek adalah kumpulan dari partikel-par tikel, partikel kumpulan atom, dan sub-sub atom.
Secara fisika setiap benda hanyalah kumpulan jutaan sub-sub atom yang membentuk benda karena realitas manusia.
Untuk gambaran yang mudah ada lah rumus kekekalan energi Albert Einstein : E=MC2.
Apa E=MC2?
'Benda padat apapun dengan kepa datan Masa (M) melalui kecepatan yang melampaui kecepatan Cahaya (C) bisa diurai menjadi partikel atau sub partikel yang tidak bisa di lihat oleh mata manusia.'
Proses perubahan benda padat atau materi menjadi energi yang tak tampak mata alias non materi inilah dalam ilmu kanuragan dikenal dengan sebutan Dematerialisasi.
Melalui prinsip hukum ini para praktisi santet mengubah materi atau benda padat seperti paku, si let, rambut, ijuk, telur, jarum, tanah, batu, gunting atau pun materi padat lain menjadi energi yang tak tampak oleh mata.
Cara ini biasa dikenal juga dengan istilah Santet Jarak Jauh. Umum nya para dukun santet akan meng gunakan kekuatan tenaga dalam atau bisa juga menggunakan ban tuan makhluk gaib (sejenis jin) un tuk mengirimkan pada orang yang menjadi sasaran santet.
Caranya bisa menaruh energi ne gatif tersebut pada makanan yang akan dikonsumi oleh orang yang akan di santet, dan ketika orang tersebut memakannya, otomatis semua benda tersebut bersema yam di dalam perut.
2. Santet secara langsung
Berbeda dengan cara menyantet orang secara dematerialisasi, cara menyantet orang secara langsung biasanya di lakukan oleh "sang Jin" suruhan dukun santet, dan tidak me nggunakan benda-benda seperti jarum, paku dan lainnya.
Tetapi Jin akan langsung mengganggu orang yang menjadi sasaran santet. Misalkan dengan menempel di pundak sehingga orang yang disantet akan merasa berat, atau pundaknya turun sebelah.
Menduduki, memeluk, atau pun mencekik sehingga akan merasa sesak nafas, pusing, atau pun susah tertidur di malam hari.
Namun ada juga pada tingkatan yang lebih tinggi. Jin akan meng gunakan aura negatif dan menem pelkannya pada orang yang menja di sasaran.
Setelah itu sang dukun mengirim gelombang elektromagnetik berupa partikel-partikel untuk mempenga ruhi otak, dan membuat sasaran hilang kendali atas dirinya sendiri.
Pada tahap berikutnya, saat pikiran orang yang disantet telah di penga ruhi, aura negatif akan terpancar di wajah orang yang terkena, sehingga rekan bisnis, peluang usaha, para pelanggan dan kolega akan menja uh darinya, sehingga usaha yang dia jalankan akan mengalami kerugian.
Pada tahapan yang lebih parah, kor ban santet akan merasa dirinya te lah gagal, sehingga terjadi pertaru ngan batin, membuatnya larut da lam halusinasi.
Dia mulai tidak bisa membedakan mana yang nyata dan mana yang tidak nyata.
Tak heran bila orang yang terkena santet terlihat suka berbicara sen diri, tertawa ngakak, histeris dan juga gangguan lain yang mulai terlihat nyata oleh orang lain.
___
caramenyantetorang.blogspot.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar