Minggu, 09 September 2018

Mari Kita Berdagang (46-tamat)

Mari Kita Berdagang (46-tamat)
Oleh aminuddin

Renungkan (4)

INILAH lima perusahaan besar yang bangkrut tanpa terduga :

1. Nokia
Nokia merupakan salah satu perusahaan teknologi yang berperan besar dalam kebangkitan komunikasi digital melalui ponsel.

Nokia juga pernah menjadi pemuncak pasar dalam penjualan ponsel di seluruh dunia.  Waktu dulu, tidak ada pabrikan yang dapat menandingi fitur-fitur yang disediakan Nokia baik itu fitur game, radio, pemutar musik, bahkan ponsel berkamera pun rupanya dipelopori oleh Nokia.

Perusahaan ini bersama Corporation-nya merupakan produsen peralatan telekomunikasi yang berpusat di Finlandia dan produknya paling diminati pada era 2000an.

Nokia memproduksi ponsel mencakup seluruh pasar dan protokol utama, termasuk GSM, CDMA, dan W-CDMA (UMTS).

Namun sayangnya, keterlambatan Nokia dalam mengeluarkan inovasi akhirnya membuat pabrikan ponsel ‘sejuta umat’ ini tertinggal jauh dibandingkan dengan para pesaing seperti Samsung dengan Android serta iPhone dengan iOS miliknya.

Sementara Nokia masih tidak mengembangkan sistem operasinya dan tetap bertahan dengan Symbian.

Keterlambatan tersebut akhirnya memunculkan buntut yang panjang bahkan Nokia sendiri tidak dapat mengantisipasinya, meskipun setelah itu Nokia memilih berpindah sistem operasi menjadi Microsoft.

Keputusan tersebut akhirnya justru membuat nama Nokia mulai mere dup di pasaran. Harga jual saham juga mulai jatuh. Di ambang kebangkrutannya, Nokia memutuskan menjual brand miliknya kepada Microsoft pada bulan April 2014 silam.

2. Sony Ericsson
Sama halnya dengan Nokia, Sony Ericsson juga merupakan sebuah perusahaan ponsel gabungan yang didirikan oleh Sony (Jepang) dan Ericsson (Swedia) pada tahun 2001 silam.

Perusahaan ini memasarkan ponsel ke seluruh dunia termasuk Indonesia yang juga memiliki banyak peminatnya.

Ponsel ber-merk Sony Ericsson pernah populer pada masanya, namun ketika pabrikan Sony memilih memisahkan diri maka ketenaran produk ini mulai menurun.

Perangkat andalan Sony seperti cybershot, walkman, dan xperia juga tidak dapat mengembalikan brand ini ke puncak pasar.

Terlebih dari kemajuan teknologi Sony juga sudah tertinggal jauh dari para kompetitornya. Jika dulu Sony terkenal dengan kejernihan kualitas kameranya, maka sekarang Samsung lebih dikenal dengan kekuatan teknologi pada kameranya.

3. Kodak
Kodak adalah perusahaan yang per tama kali menemukan film gulung dan fotografi. Sementara, George Eastman merupakan sosok yang mendirikan perusahaan tersebut.
Nama Kodak sendiri diambil dari keidentikan kamera dan fotografi.

Perusahaan ini pertama kali mem perkenalkan kamera sederhana pa da tahun 1888. Selama lebih dari 1 abad, Kodak berhasil memonopoli pasar penjualan kamera.

Sayangnya, perkembangan zaman membuat perusahaan ini lambat berinovasi. Perusahaan kamera lain menciptakan kamera digital, Kodak tetap bertahan dengan kamera se derhananya. Keterlambatan terse but kemudian menjadi kemelut di  kubu perusahaan Kodak.

Setelah berdiri sedemikian lama, Kodak akhirnya menyatakan ke bangkrutannya pada tahun 2012 lalu.

4. Panasonic
Panasonic merupakan salah satu perusahaan digital yang banyak menelurkan teknologi rumah tangga seperti kulkas, televisi, mesin cuci dan lain sebagainya.

Panasonic berpusat di Jepang, perusahaan ini didirikan oleh Konosuke Matsushita pada tahun 1918, dan berhasil sukses hingga puluhan tahun lamanya.

Namun perkembangan teknologi juga melahirkan banyak produsen baru yang sekaligus menjadi saingan dari Panasonic.

Oleh sebab itu, dengan alasan lemahnya ekonomi dunia dan melemahnya daya beli masyarakat yang menyebabkan penjualan produk menurun drastis, Panasonic akhirnya mengakui kalah bersaing dengan produk-produk pendatang dari China.

Bahkan pada tahun 2015 silam, 13 perusahaan Panasonic di Indonesia resmi ditutup.

5. My Space
MySpace adalah salah satu jejaring sosial paling populer di Amerika Se rikat pada tahun 2006an yang didiri kan oleh perusahaan News Digital Media milik News Corporation.

Jejaring sosial ini dulunya banyak digunakan oleh para musisi untuk mempromosikan karya-karyanya. Kehancuran jejaring sosial ini dimulai pada era munculnya Facebook dan Twitter serta kehadiran Youtube.

Waktu diambang kebangkrutannya, pada tahun 2011 MySpace diakuisisi oleh Spesific Media, dan salah satu investor perusahaan tersebut adalah Justin Timberlake.

Di bawah naungan Spesific Media, MySpace tidak lagi menggunakan S besar melainkan diubah menjadi huruf kecil, yaitu Myspace.

Selain mejadi investor, Justin Timberlake juga menjabat sebagai direktur tim kreatif . Pada awalnya Justin Timberlake berharap agar Myspace dapat menjadi sosial media yang fokus pada musik untuk mendekatkan idola dan penggemarnya.

Kemudian setelah beberapa waktu, Myspace dirasa tidak mengalami perkembangan hingga pada tahun 2015 silam Justin memutuskan untuk menjual saham Myspace.

___
HomepageBlog

Tidak ada komentar:

Posting Komentar