Kamis, 20 September 2018

Dua Menara (11)

Dua Menara (1)
Oleh Wak Amin

(Bagian Pertama)

KISAHNYA dimulai ...

DARI sebuah rumah kecil yang dike lilingi aneka tanaman seperti pohon jambu air dan seri. Selain lidah bu aya juga ditanami aneka tanaman penghias pagar dan pengusir nyamuk.

Bagian depan rumah dengan atap genting itu ada teras yang terdiri dari kursi dan meja teras. Lalu se buah ayunan terbikin dari besi yang dicat berwarna warni.

Bagian belakang, selain sumur dan tempat mencuci pakaian dan pera latan makan, juga ada toilet dan ta naman ubi jalar dan pohon belim bing.

Sama seperti di teras, belakang ru mah ini juga ada kursi dan meja ka yu, khusus digunakan untuk bersan tai, melepas lelah dan berbincamg satu sama lain dalam suasana pe nuh keakraban.

Dulunya, aku sering bermain di ru mah tanpa tiang ini. Sehabis ku pu lang sekolah kusempatkan mam pir setelah lebih dulu pulang ke rumah dan berganti pakaian.

Penghuni rumah ini ada tiga orang. Bu Aida dan dua anaknya, Hasan dan Lia. Ayah mereka sudah tiada. Bu Aida menjanda saat kedua buah hatinya masih kecil.

Bu Aida bekerja sebagai guru seko lah dasar. Sedangkan si sulung, Ha san duduk di kelas dua sekolah me nengah atas. Lia, si bungsu baru kelas satu sekolah menengah pertama.

Aku dan Hasan berteman baik. Mes ki berbeda sekolahan, aku sering ke rumahnya untuk main dan belajar bersama. Dia pandai matematika, aku belajar kepadanya.

Dia senang menerima kehadiranku. Dia juga sering bertanya tentang pe lajaran sejarah dan bahasa Indo ne sia. Dua pelajaran ini memang pa ling aku suka. Nilaiku lumayan be sar ketimbang mata pelajaran matematika.

Aku juga berteman dengan Lia. Lia kuanggap seperti adikku sendiri. Orangnya lucu, humoris. Selama aku berteman baik dengan kakak nya, belum sekalipun kulihat dia ber muka masam, cemberut dan apala gi sampai menangis.

Pernah suatu kali dia mengguyoni ku dengan menirukan suara seekor kucing. Saat itu, aku baru saja bela jar bersama Hasan, dan bermaksud hendak pulang ke rumah karena ha ri telah sore.

Tiba-tiba kudengar suara ...






Tidak ada komentar:

Posting Komentar