Jumat, 14 September 2018

Palestina (2)

Palestina (2)
Oleh aminuddin


Penakluk Yerusalem
SAAT Salahudin berkuasa, Perang Salib sedang berjalan dalam fase kedua dengan dikuasainya Yerus salem oleh pasukan Salib.

Namun pasukan Salib tidak mampu menaklukan Damaskus dan Kairo. Saat itu terjadi gencatan senjata antara Salahudin dengan Raja Yerussalem dari pasukan Salib, Guy de Lusignan.

Perang Salib yang disebut-sebut sebagai fase ketiga dipicu oleh penyerangan pasukan Salib terhadap rombongan peziarah muslim dari Damaskus.

Penyerangan ini dipimpin  Reginald de Chattilon, penguasa kastil di Kerak yang merupakan bagian dari Kerajaan Yerussalem.

Seluruh rombongan kafilah ini di bantai termasuk saudara perem puan Salahudin. Insiden ini meng hancurkan kesepakatan gencatan senjata antara Damaskus dan Yerussalem.

Maret 1187, setelah bulan suci Ra madhan, Salahudin menyerukan Jihad Qittal. Pasukan muslimin bergerak menaklukan benteng-benteng pasukan Salib. Puncak kegemilangan Salahudin terjadi di Perang Hattin.

Perang Hattin terjadi di bulan Juli yang kering. Pasukan muslim dengan jumlah 25000 orang mengepung tentara salib didaerah Hattin yang menyerupai tanduk.

Pasukan Muslim terdiri atas 12000 orang pasukan berkuda (kavaleri) sisanya adalah pasukan jalan kaki (infanteri).

Kavaleri pasukan muslim menung gangi kuda Yaman yang gesit de ngan pakaian dari katun ringan (kazaghand) untuk meminimalisir panas terik di padang pasir.

Mereka terorganisir dengan baik, berkomunikasi dengan bahasa Arab. Pasukan dibagi menjadi beberapa skuadron kecil dengan menggunakan taktik hit and run.

Pasukan Salib terdiri atas tiga bagian. Bagian depan adalah pa sukan Hospitaler, bagian tengah  Batalyon kerajaan yang dipimpin Guy de Lusignan yang juga mem bawa Salib besar sebagai lambang kerajaan.

Bagian belakang adalah pasukan ordo Knight Templar yang dipimpin Balian dari Ibelin. Bahasa yang mereka gunakan bercampur antara bahasa Inggris, Perancis dan beberapa bahasa Eropa lainnya.

Seperti umumnya tentara Eropa, mereka menggunakan baju zirah dari besi yang berat, yang sebetul nya tidak cocok digunakan di perang padang pasir.

Salahudin memanfaatkan celah-celah ini. Malam harinya pasukan muslimin membakar rumput kering di sekeliling pasukan Salib yang sudah sangat kepanasan dan kehausan.

Besok paginya Salahudin memba gikan anak panah tambahan pada pasukan kavalerinya untuk memba bat habis kuda tunggangan musuh.

Tanpa kuda dan payah kepanasan, pasukan Salib menjadi jauh berkura ng kekuatannya. Saat peperangan berlangsung dengan kondisi suhu yang panas hampir semua pasukan salib tewas.

Raja Yerussalem Guy de Lusignan berhasil ditawan sedangkan Regi nald de Chattilon yang pernah membantai khalifah kaum mus limin langsung dipancung.

Kepada Raja Guy, Salahudin memperlakukan dengan baik dan dibebaskan dengan tebusan beberapa tahun kemudian.

Menuju Yerussalem
Dari Hattin, Salahudin bergerak menuju kota-kota Acre, Beirut dan Sidon untuk dibebaskan.

Selanjutnya Salahudin bergerak menuju Yerussalem. Dalam pembe basan kota-kota ataupun benteng Salahudin selalu mengutamakan jalur diplomasi dan penyerahan daripada melakukan penyerbuan militer.

Pasukan Salahudin mengepung Kota Yerussalem. Pasukan Salib di Yerussalem dipimpin  Balian dari Obelin.

Empat hari kemudian, Salahudin menerima penawaran menyerah dari Balian. Yerussalem diserahkan ke tangan kaum muslimin.

Salahuddin menjamin kebebasan dan keamanan kaum Kristen dan Yahudi.

Pada  27 Rajab 583 Hijriyah atau bertepatan dengan Isra Mi’raj, Sala hudin memasuki kota Yerussalem.

Di Yerussalem, Salahudin kembali menampilkan kebijakan dan sikap yang adil sebagai pemimpin yang shalih.

Mesjid Al-Aqsa dan Mesjid Umar bin Khattab dibersihkan tetapi untuk Gereja Makam Suci tetap dibuka serta umat Kristiani diberikan kebebasan untuk beribadah di dalamnya.

Salahudin berkata :” Muslim yang baik harus memuliakan tempat ibadah agama lain”.

Sangat kontras dengan yang dila kukan para pasukan Salib di awal penaklukan kota Yerussalem (awal perang salib).

Sejarah mencatat kota Yerussalem digenangi darah dan mayat dari pen duduk muslimin yang dibantai. Si kap Salahudin yang pemaaf dan murah hati disertai ketegasan ada lah contoh kebaikan bagi seluruh alam yang diperintahkan ajaran Islam.

Salahudin Al-Ayyubi tidak tinggal di istana megah. Ia justru tinggal di mesjid kecil bernama Al-Khanagah di Dolorossa.

Ruangan yang dimilikinya luasnya hanya bisa menampung kurang dari 6 orang.Walaupun sebagai raja be sar dan pemenang perang, Salahu din sangat menjunjung tinggi kese derhanaan dan menjauhi kemewa han serta korupsi.

Salahudin berhasil mempertahankan Yerussalem dari serangan musuh besarnya Richard The Lion Heart, Raja Inggris.

Richard menyerang dan menge pung Yerussalem Desember 1191 dan Juli 1192. Namun penyerangan-penyerangannya dapat digagalkan oleh Salahudin.

Kepada musuhnya pun, Salahudin berlaku penuh murah hati. Saat Ri chard sakit dan terluka, Salahudin menghentikan pertempuran serta mengirimkan hadiah serta tim pengobatan kepada Richard.

Richard pun kembali ke Inggris tanpa berhasil mengalahkan Salahudin.

Sepanjang sejarah Yerussalem sebagai kota suci bagi tiga agama, sejak ditaklukan Salahudin, Yerus salem belum pernah jatuh ke tangan pihak lain.

Baru setelah Perang Dunia I, Yerus alem jatuh ketangan Inggris yang kemudian diserahkan ke tangan Israel.

Semasa hidupnya Salahudin lebih banyak tinggal di barak militer bersama para prajuritnya dibandingkan hidup dalam lingkungan istana.

Salahudin wafat 4 Maret 1193 di Damaskus. Para pengurus jenazah sempat terkaget-kaget karena ter nyata Salahudin tidak memiliki harta.

Ia hanya memiliki selembar kain kafan yang selalu di bawanya da lam setiap perjalanan dan uang senilai 66 dirham nasirian (mata uang Suriah waktu itu).

Sampai sekarang Salahudin Al-Ay yubi tetap dikenang sebagai pah lawan besar yang murah hati.

Sikap murah hati dan kebesaran namanya diangkat oleh  sutradara film terkenal Holywood Ridley Scott dalam film Kingdom of Heaven 2005.







____
m.kaskus.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar