Senin, 10 September 2018

Mata Pisau (14)

Mata Pisau (14)
Oleh Wak Amin

"TEMBAAAK ..." Perintah Mayor Rid wan. Sayang, meski sudah berkali-kali tembakan dilepaskan ke sasa ran, helikopter yang mengangkut Mr Fredi dan orang kepercayaannya terus melaju.

Ha ha ha ha ...

"Tengkiyu Mr Chaw," ucap Mr Fredi sumringah.

"Jangan senang dulu Bro," Mr Chaw mengingatkan.

"Kenapa Bro? Aku kan sudah bebas sekarang .."

Ha ha ha ha ...

"Belum Bro. Kamu kan masih di udara. Belum menapak tanah. Betul?"

Hua ha ha ha ...

"Betul sekali Bro. Oh ya Chaw. To long sampaikan salamku pada Jenderal mu ya. Saya amat berterima kasih ..."

"Oke .."

"Oh ya Chaw. Kira-kira saya akan mendarat dimana?"

He he he he ...

"Pokoknya siiiip ..." Mr Chaw me nyebut ada pulau kecil. Pulau itu aman.

"Walaupun penghuninya belum ada," jelas Mr Chaw.

"Wah .. Wah. Serem dong kalau malam hari ..."

"Jangankan malam hari, siang hari saja seram ..."

He he he he ...

"Fredi ...!"

"Ya Chaw .."

"Kamu takut?"

"Takut sih tidak. Cuma serem kayaknya itu pulau ya Bro."

He he he he ...

"Tapi aku suka Chaw. Aku rasa, ka rena sepi dan belum berpenghuni itulah, aku bakalan tak terdeteksi pasukan pemerintah."

"Klop. Itulah yang ada dalam be nakku Fredi. Bukan aku tak mau menampungmu. Tapi kau tahu sendirilah siapa aku ..."

"Iya Bro. Menurutku ini lebih dari cukup .."

"Terima kasih Fredi. Kalau kamu perlu apa-apa hubungilah aku secepatnya."

"Baik Chaw ..."






Tidak ada komentar:

Posting Komentar