Sabtu, 22 September 2018

Yaman dan Pertemanan (5)

Yaman dan Pertemanan (5)
Oleh aminuddin



Perang Yaman III


- Wanita Tarim
Dalam buku berjudul ‘Bidadari Bumi, 9 Kisah Wanita Sholehah’ karya Ustazah Halimah Al-Alaydrus, ada cerita menarik tentang keistimewaan perempuan Tarim, Hadramaut, Yaman.

Diceritakan, perempuan Tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dalam lingkungan beragama yang dekat dengan ulama, majlis ilmu, maulid dan sebagainya. Sejak kecil mereka dididik untuk membaca Al- Quran oleh orang tua mereka. Terdidik dengan akhlak yang mulia.

Pergaulan mereka terjaga. Begitu juga aurat mereka. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. Mereka tidak pernah melihat lelaki asing selain dari saudara-saudara lelaki dan orang tua mereka saja.

Mereka dibesarkan dengan tidak mengenal musik, tidak mengenal kebiadaban dan tidak kenal wajah orang fasiq.

Perbincangan mereka adalah perbincangan tentang majlis-majlis ilmu, Al- Quran, adab, akhlak, tasawwuf dan seumpamanya. Begitulah keadaan mereka dibesarkan.

Apabila tiba saat yang sesuai untuk dinikahkan oleh walinya, maka me reka dinikahkan pada pasangan yang sesuai. Pilihan keluarga, dan tanpa ada bantahan. Tanpa ada cinta atau ‘datang’ sebelumnya.

Kebiasaannya mereka menikah di usia yang masih muda, sekitar belasan tahun. Begitulah keadaan mereka, cukup terpelihara dan terjaga.

Wanita Tarim juga tidak pernah menyusahkan suami mereka. Be gitu juga dengan para suaminya, tidak menyusahkan isteri mereka.

Apabila barang kebutuhan rumah seperti beras, susu dan sebagainya kehabisan, mereka tidak langsung memberitahu suami karena kha watir suami mereka tidak mem punyai uang atau sedang sibuk.


Justru yang mereka lakukan adalah meletakkan bungkusan-bungkusan kosong pada tempat yang mudah dilihat suaminya.

Begitu juga para suami, seluruh hajat dan keperluan dapur seperti sayur dan sebagainya suami yang membelikan.

Keadaan ini tidak pula menghalangi para isteri untuk keluar membeli ke pasar seperti membeli baju atau barang keperluan wanita.

Namun urusan dapur seperti membeli sayur, beras dan lain-lainnya itu merupakan tugas suami atau pembantu.

Sang isteri selalu menghias dan menjadikan kamar tidur harum mewangi. Apabila suaminya pulang, pastilah kamar sudah dikemas rapi, indah dan harum.

Pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi juga wangi dan semuanya kemas serapi mungkin. Karena wangi-wangian itu mampu membangkitkan suasana yang tenang dan romantik serta menambahkan kasih sayang.

Si isteri juga tidak pernah meninggikan suara kepada suami mereka. Mereka tidak pernah marah dan tidak pernah cemburu.

Bila mereka merasa kesal, mereka akan menangis dan mengadu pada suaminya dengan nada yang lirih. Itulah marah mereka.

Keadaannya sama juga dengan para suami. Mereka tidak pernah marah kepada isteri, apalagi mencaci dan menghina.

Jika suami merasa kesal atas sesuatu perkara, mereka akan menulis sepucuk surat kepada isteri dan kemudian mereka akan pergi atau tidur.

Kemudian nanti isteri akan menjawab pula surat daripada suami tadi, seterusnya suami pula akan menjawab surat daripada isteri dan sehingga akhirnya mereka berdua akan tertawa bersama.

Indahnya marah yang seperti ini, marah yang mampu menjadi hiburan, marah yang diakhiri dengan gelak tawa tanpa seorang pun daripada mereka memendam rasa.

Jika melihat kehidupan masyarakat di kota seribu wali ini, akan didapati banyak keunikan dan seni budi pekerti junjungan mulia Nabi Muhammad SAW yang susah kita temukan di masa kini.

Di Tarim, rumah tangga Nabawi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah keberkahan yang ada di Kota Tarim.

Di Tarim sangat sulit ditemui kaum perempuan memperlihatkan wajahnya di khalayak ramai.

Meskipun mereka bekerja di ladang atau mengembala kambing di ka wasan kering bukit, mereka tetap jauh dari pandangan kaum lelaki. Perempuan Tarim tetap memakai niqab/berpurdah hitam.




- Dana Haji

SETIAP tahun Shamsedin Akhlaghi membantu jemaah Iran berangkat haji ke Arab Saudi. Dia mempunyai agen perjalanan yang mengurusi persyaratan jemaah Iran pergi haji dari mulai berangkat hingga pulang, kebanyakan konsumennya adalah para lansia.


Tapi musim haji tahun ini yang di mulai 19 Agustus agak sedikit ber beda dari tahun-tahun sebelumnya. Pemerintah Iran berencana memberi subsidi USD 200 bagi setiap calon jemaah.

Sejumlah pengamat menilai uang subsidi pemerintah Iran itu dikhawatirkan akan masuk ke kantong pemerintah Saudi untuk mendanai perang di Yaman.

Selama ini Iran diduga mendukung kelompok pemberontak Huthi di Yaman yang berperang dengan koalisi Saudi.

Isu ini santer dibahas di media sosial Iran hingga kaum garis keras dan reformis saling berseteru.

"Kita boleh punya masalah dengan Saudi, tapi orang-orang dari penjuru dunia ingin pergi ke Makkah untuk ibadah haji," kata Shamsedin.

"Menurut saya uang jemaah haji Iran tidak akan membuat Saudi menggunakannya untuk berperang di Yaman. Jumlah uang yang kami bawa dari Makkah dan Madinah tidak seberapa dibanding ongkos perang Saudi."

Tapi sejumlah kalangan di Iran tidak setuju dengan pemikiran Shamsedin.

Dilansir dari laman Middle East Eye, baru-baru ini, selama beberapa dekade terakhir haji menjadi isu yang memperpanas hubungan Iran dan Saudi.

- Pertama, persoalan perbedaan keyakinan antara Iran dan Saudi. Mayoritas warga Iran menganut Islam Syiah dan warga Saudi Sunni.

Hubungan kedua negara kian meruncing sejak Revolusi Iran 1979. Saudi khawatir revolusi yang sama akan terjadi di dalam negeri dan karena itu mereka menentang pemerintahan baru Iran dan mendukung pemimpin Irak Saddam Hussein dalam perang delapan tahun melawan rezim Teheran pada akhir 1980-an.

Pada Juli 1987 polisi Saudi melarang jemaah Iran berunjuk rasa menentang Amerika Serikat dan Israel di Makkah. Akibat kerusuhan itu lebih dari 400 orang tewas, termasuk 275 di antaranya warga Iran.

Pemimpin spiritual Iran Ayatullah Khumeini pernah mengatakan seandainya negaranya bisa memaafkan Saddam Hussein dan Amerika pun, Iran tidak akan pernah memaafkan keluarga Kerajaan Saudi.

Jumlah jemaah haji yang berangkat saban tahun tergantung dari kuota haji yang ditentukan Saudi kepada tiap negara. Tahun ini ada sekitar 90.000 jemaah haji asal Iran yang bisa berangkat.




- 5 Dosa Arab Saudi

BERIKUT beberapa kesalahan atau lebih tepatnya dosa, yang pernah dilakukan oleh Arab Saudi dan tidak banyak Muslim yang sadar akan krusialnya hal tersebut.

1. Memfasilitasi Amerika menggempur Irak

Sebenarnya bukan masalah ketika Arab Saudi berkawan baik dengan negara-negara non Muslim seperti Amerika. Namun, hal ini menjadi problem tersendiri saat keduanya sudah terlalu dekat dan mulai tidak rasional lagi.

Begitu dekatnya hubungan kedua negara ini sampai-sampai Arab Saudi pernah melakukan hal konyol yang bikin masyarakat Muslim bertanya-tanya.

Arab Saudi pernah membantu Amerika menggempur Iran dengan menyediakan pangkalan militer untuk AS.

Ingat invasi Irak oleh Amerika dulu? Kita semua pada akhirnya tahu ini hanya akal-akalan saja. Amerika menggempur Irak karena diduga memiliki senjata pemusnah massal.

Hingga misi ini berakhir, Amerika tidak menemukan barang satu buah pun senjata yang dimaksud. Sementara Irak sudah kadung porak poranda.

Arab juga bertanggung jawab atas hancurnya negara saudara se-iman mereka ini, karena Saudi menyediakan pangkalan militer mereka untuk dipakai AS.

2. Berdiam diri saat Palestina digempur Israel

Arab Saudi selalu dianggap representasi Islam di mata dunia. 100 persen beragama Islam dan punya pengaruh besar, menjadikan Arab layak untuk gelar ini.

Sayangnya, sebagai representasi Islam di dunia, mereka sering melakukan blunder yang bikin malu. Salah satunya adalah sikap anteng ketika Palestina yang notabene adalah negara Islam juga, diperlakukan dengan begitu bengis oleh Israel.

Arab Saudi diam saja ketika Palestina dilumat oleh Israel.
Sudah beberapa dekade sejak pertama kali Palestina mulai digigiti Israel, Arab tidak sekalipun mengirimkan jet-jet tempur mereka.

Hal ini pernah mengundang polemik tersendiri. Miris, ketika Palestina yang jaraknya tidak begitu jauh, tidak pernah mendapatkan pembelaan dari negeri representasi Muslim dunia.

Meskipun begitu, Arab Saudi tetap membenci Palestina diperlakukan seperti itu oleh Israel. Hanya saja memang belum ada aksi nyata untuk itu.


3. Kelakuan gila Pangeran Arab di kala umat Muslim menjerit

Sangat masuk akal kalau orang-orang Arab begitu kaya. Negara ini menghasilkan minyak yang sangat banyak dan dibutuhkan dunia. Dan jika orang biasa di sana saja sudah cukup kaya, apalagi keluarga-keluarga raja.

Ya, jelas mereka punya kekayaan yang mungkin tidak bisa dihitung banyaknya. Sayangnya, kekayaan membuat mereka terlena dan lupa jika ada saudara se-iman yang membutuhkan bantuan.

Pangeran Arab menghamburkan uang dengan menyewa Disneyland untuk dirinya sendiri. Melihat kela kuan para pangeran Arab bikin miris di hati.

Tatkala banyak negara Muslim yang butuh bantuan materi, orang-orang terpandang Arab itu justru menghambur-hamburkan uang. Bahkan nilainya sangat gila dan tidak rasional.

Misalnya, Pangeran Saud yang pernah menyewa Disneyland untuk dirinya sendiri sebagai perayaan wisuda kampusnya. Uang yang ha rus dikeluarkan sendiri hampir mencapai Rp 450 miliar.

Masih banyak lagi kelakuan para pangeran Arab ini yang bikin kita hanya bisa mengelus dada.

4. Melumat situs-situs peninggalan Nabi Muhammad SAW

Belajar sejarah adalah hal yang penting juga untuk memperdalam agama. Bagi Muslim, tak ada cara lain untuk belajar sejarah agama ini selain berkunjung ke situs-situs peninggalan Nabi Muhammad SAW.

Apa yang tertinggal akan menjadi bukti yang bisa memperkuat iman.
Namun, pemerintah Arab justru beranggapan lain tentang situs-situs ini.

Pemerintah Arab pernah mau merelokasi makam Nabi Muhammad SAW.

Mereka mengatakan jika peninggalan Nabi Muhammad SAW harus diratakan dengan tanah agar tidak memicu praktik kemusyrikan.
Sungguh alasan yang konyol sekali kalau dilogika dari akal orang beriman.

Bahkan tak sampai di situ saja kegilaan pemerintah Arab, mereka bahkan pernah mengangkat wacana untuk memindahkan makam Nabi Muhammad SAW hanya demi perluasan bangunan.

5. Arab Saudi mesra dengan Israel

Memang benar Arab sangat kontra dan anti dengan Israel. Apalagi Arab tidak menyukai kelakuan negara Yahudi itu terhadap  Palestina.

Benci sih benci, tapi bukan berarti di belakang layar keduanya tak bisa menjalin kerja sama. Faktanya, memang dua negara ini punya ikatan yang kuat.

Arab Saudi jalin kerja sama dengan Israel yang sudah membunuhi Muslim Palestina.

Mantan seorang militer Arab Saudi mengungkapkan kalau negaranya memang terlibat kerja sama aktif dengan Isreal.

Dikatakan sang veteran,  keduanya terlibat kerja sama militer dengan tujuan menghadang pengaruh Iran di Timur Tengah.

Sudah lama  Saudi tidak menyukai Iran karena ideologi. Namun siapa sangka hal tersebut malah membu at Arab Saudi bekerja sama dengan Zionis yang sudah membantai ribuan orang Palestina.





___

- Boombastis.com

- SindoNews.com

- Merdeka.com



Tidak ada komentar:

Posting Komentar