Senin, 17 September 2018

KDRT (6)

KDRT (6)
Oleh aminuddin


Bertahan dalam Pernikahan

ADA delapan alasan mengapa wanita korban KDRT bertahan dalam pernikahan:


1. Tak ada Dukungan Sosial

Salah satu alasan wanita tak berani melapor dan tetap bertahan adalah dia merasa tak memiliki dukungan sosial.

Pria yang melakukan kekerasan pa da istri biasanya mengisolasinya dari pergaulan sehingga dia tak bisa bertemu dengan orang-orang yang bisa memberi dukungan seperti keluarga dan teman.

Terkadang korban KDRT tak mengetahui isolasi ini hingga kekerasan terjadi dan mereka tak bisa menghubungi siapapun.


2. Kurang Dana

Jika selama ini istri hidup bergantung dengan biaya dari suami, maka akan sulit untuk melepaskan diri dari mereka.

Beberapa pria yang melakukan KDRT terkadang bahkan mengambil semua harta dari istri agar mereka tidak macam-macam dengan uang yang dimiliki.

Jika korban KDRT tak bisa mendapat dukungan sosial serta tak memiliki uang, maka sulit baginya untuk lepas dari suami.


3. Ibu RT

Kebanyakan korban KDRT adalah wanita yang berada dalam rumah sepanjang waktu, dengan kata lain adalah ibu rumah tangga.

Hal ini membuat mereka kurang memiliki pengalaman kerja. Ketika ingin lepas dari suami, mereka harus mencari pekerjaan sendiri. Mencari pekerjaan bisa jadi sulit ketika mereka tak terbiasa melakukannya dan tak memiliki pengalaman kerja. Terutama jika hal ini melibatkan anak-anak.

4. Pengasuhan anak bisa jadi salah satu faktor yang membuat wanita tak bisa lepas dari suami meski menjadi korban KDRT.

Menyaksikan kekerasan dalam rumah memang bukan hal yang baik. Namun jika wanita tersebut tak punya sumber daya untuk membawa anak mereka pergi, bisa jadi ini satu-satunya jalan aman yang dipilih oleh wanita yang mengalami KDRT.

Keselamatan anak juga seringkali menjadi alasan bagi pelaku KDRT untuk mengancam korbannya.


5. Tak Bisa Sendirian

Tentu saja lebih baik sendirian daripada bertahan dalam pernika han yang menyakitkan, baik fisik maupun mental seperti yang dialami korban KDRT.

Namun ada kalanya wanita berpikir bahwa mereka tak bisa sendirian dan tak yakin jika nantinya mereka bisa bersama dengan orang lain.

Ini bisa menjadi salah satu alasan wanita tetap bertahan dalam pernikahannya yang penuh kekerasan.


6. Merasa Bersalah

Tak jarang pelaku KDRT menggunakan taktik 'membuat merasa bersalah' untuk membuat korban mereka menurut.

Bisa saja mereka membuat alasan bahwa sang istri sendiri yang telah menyebabkan si pelaku melakukan kekerasan.

Jika pemahaman ini terus-menerus dimasukkan dalam kepala sang istri, maka cepat atau lambat kor ban KDRT akan merasa bersalah.

Bahkan lebih buruk, mereka bisa merasa dirinya pantas mendapat kan perlakuan kejam tersebut.



7. Bisa Berubah

Beberapa pelaku KDRT tak selalu menyiksa istri mereka setiap hari. Terkadang ada minggu atau hari-hari ketika mereka bersikap sangat lembut, seolah kekerasan yang dilakukan hanya ada dalam imajinasi sang korban.

Sebagai istri, yang tentu saja memiliki cinta pada suaminya, tentu wanita mudah merasa simpati dan mulai terombang-ambing dengan sikap suami.

Sehingga pada akhirnya dia tak yakin ingin pergi dari pernikahan tersebut ataukah bertahan. Bebe rapa masih memiliki harapan bah wa sang suami bisa berubah.


8. Takut Lari dari Hubungan

Sebuah statistik yang cukup mengejutkan mengungkap bahwa sekitar 75 persen wanita korban KDRT terbunuh ketika mereka akan meninggalkan hubungan mereka.

Jadi takut melarikan dari hubungan semacam ini adalah hal yang sangat logis dialami oleh wanita. Jika pergi dari rumah dan pelaku KDRT bisa mengakibatkan kematian, tentu saja wanita akan memilih tinggal dan bertahan.


Sangat menyedihkan bagaimana wanita yang mengalami KDRT bisa mengalami dilema yang cukup berat antara tinggal atau pergi dari hubungan tersebut.

Pergi atau tinggal sebenarnya sama-sama memiliki risiko besar yang berbahaya. Akan sangat baik jika kita, sebagai orang yang bebas, terlebih dulu membantu mereka untuk keluar dari hubungan yang penuh kekerasan.

Jika tak bisa melakukannya sendiri, kita bisa melaporkannya pada lem baga perlindungan wanita atau pihak berwajib.



____
Merdeka.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar