Oleh aminuddin
Waspadai Hadist Palsu
DI berbagai situs dan blog beredar hadis dengan judul; 12 Kelompok Jenis Manusia di Hari Kiamat, 12 Golongan Umat Manusia ketika Dibangkitkan dari Kubur, dan 12 Golongan Manusia Di Padang Mahsyar dan lain-lain…
Bunyinya:
Mudaz bin Jabal r. a menghadap Ra sullullah SAW dan bertanya:
“Wahai Rasullullah, tolong uraikan kepadaku mengenai firman Allah SWT, “Pada saat sangkakala ditiup, maka kamu sekalian datang berba ris-baris”. (QS Surah an-Nabaa' 18).
Mendengar pertanyaan itu, baginda menangis hingga basahlah pakaian nya.
Lalu Baginda Rasulullah SAW men jawab: Wahai Muadz, engkau telah bertanya kepada aku, perkara yang amat besar, bahwa umatku akan di giring, dikumpulkan berbaris-baris menjadi 12 barisan, masing-masing dengan pembawaan mereka sen diri.
Ke 12 barisan itu adalah :
BARISAN PERTAMA. Diiringi dari kubur dengan tidak bertangan dan berkaki. Keadaan mereka ini dije laskan melalui satu seruan dari sisi Allah Yang Maha Pengasih:
”Mereka itu adalah orang-orang yang ketika hidupnya menyakiti hati jirannya, maka ini balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."
BARISAN KEDUA. Diiringi dari kubur berbentuk babi hutan. Datanglah suara dari sisi Allah yang Maha pengasih:
“Mereka itu adalah orang yang ketika hidupnya meringankan shalat, maka inilah balasannya, dan tempat kembalinya adalah neraka."
BARISAN KETIGA. Mereka berben tuk keldai, sedangkan perut mereka penuh dengan ular dan kala jeng king.
“Meraka ini adalah orang yang enggan membayar zakat, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."
BARISAN KEEMPAT. Diiringi dari kubur dengan keadaan darah se perti air pancutan keluar dari mulut mereka.
“Mereka ini adalah orang yang berdusta didalam jual beli, maka inilah balasannya, dan tem pat mereka adalah neraka.."
BARISAN KELIMA. Diiringi dari ku bur dengan bau busuk daripada bangkai. Ketika itu Allah SWT me nurunkan angin sehingga bau bu suk itu mengganggu ketenteraman di Padang Mahsyar.
“Mereka ini adalah orang yang menyembunyikan perlakuan dur haka takut diketahui manusia, te tapi tidak pula rasa takut kepada Allah, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."
BARISAN KEENAM. Diiringi dari kubur dengan keadaan kepala mereka terputus dari badan.
“Mereka adalah orang yang menjadi saksi palsu, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.
BARISAN KETUJUH. Diiringi dari kubur tanpa mempunyai lidah dari mulut mereka mengalir keluar nanah dan darah.
“Meraka itu adalah orang yang enggan memberi kesaksian di atas kebenaran, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."
BARISAN KELAPAN. Diiringi dari kubur dalam keadaan terbalik de ngan kepala ke bawah dan kaki keatas.
” Meraka adalah orang yang berbu at zina, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka.. “
BARISAN KESEMBILAN. Diiringi dari kubur dengan berwajah hitam gelap dan bermata biru , sementara dalam diri mereka penuh dengan api gemuruh.
”Mereka itu adalah orang yang makan harta anak yatim dengan cara haram, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."
BARISAN KESEPULUH. Diiringi dari kubur mereka dalam keadaan tu buh mereka penuh dengan sopak dan kusta.
“Mereka adalah orang yang durha ka kepada orang tuanya, maka inilah balasannya, dan tempat kembali mereka adalah neraka."
BARISAN KESEBELAS. Bangkit dalam keadaan buta mata hati. Mata kepala dan giginya bagai tanduk jantan. Bibirnya menjulur sampai dada, lidahnya menjulur ke bawah dan keluar kotoran dari perut mereka.
Golongan ini adalah mereka yang selama hidupnya suka minum – minuman keras .
BARISAN KEDUA BELAS. Bangkit dengan penuh kegembiraan dan wajahnya bersinar bagai bulan.
Golongan ini akan melintasi jem batan siratal mustaaim dengan sa ngat cepat seperti halilintar yang menyambar . Mereka menetap da lam surgaNya Allah SWT.
Golongan ini adalah orang–orang yang beriman kepada Allah SWT dan gemar beramal shaleh .
Hadis di atas tercantum dalam Kitab Durratun Nashihin…
Hadis ini adalah hadis riwayat al-Tsa’laby, dan Ibnu Mardawaih dari hadis al-Barra’ bin ‘Azib dari Mu’adz bin Jabal ra.
Beberapa ulama tafsir menyebut hadis ini dalam tafsir mereka se perti al-Qurthuby, dan al-Baidhowy dalam menafsirkan QS An-Naba’ ayat 18.
Dalam penelitian Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqy dinilai status riwa yat hadis tersebut adalah MUNG KAR.
Hal ini dikarenakan dalam sanad nya terdapat lebih dari seorang perawi yang tidak dikenal ulama hadis dan tidak diketahui level ketsiqohannya (majhulin).
Syaikh al-Albani yang juga melaku kan penelitian ini menulis dalam Kitabnya “Silsilah al-Dho’ifah” bahwa hadis tersebut PALSU (Maudhu’).
Semoga kita lebih berhati-hati da lam menyebarluaskan hadis.. dan waspadai hadis PALSU..
____
https://syukrillah.wordpress.com > hadist ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar