Belajar Tajwid (1)
Oleh aminuddin
TAJWID berasal dari kata jawwada- yujawwidu-tajwidan yang artinya membaikkan atau membuat bagus.
Jadi Tajwid menurut bahasa adalah membaguskan sesuatu. Kata Tajwid dalam bahasa arab adalah bentuk masdar yang artinya be nar-benar bagus/membuatnya menjadi bagus.
Tajwid menurut Isilah adalah meng ucapkan sesuatu bunyinya huruf dengan benar dan bagus.
Dengan kata lain, Tajwid adalah suatu ilmu yang mempelajari ba gaimana membaca Alquran dengan bagus dan benar dalam mengeluar kan huruf-huruf yang dibaca satu persatu sehingga menjadi bacaan yang benar.
Para ulama spesialis Alquran men definisikan Tajwid sebagai berikut :
"Mengeluarkan atau mengucapkan huruf-huruf menurut hak aslinya sa tu persatu, sambil tiap-tiap huruf diucapkan menurut ucapan bunyi aslinya dan menurut haknya, secara sempurna dengan suara yang tidak dipaksakan."
Rasulullah SAW telah bersabda :
"Barang siapa hendak membaca Alquran dengan suara beralun dan gemulai sebagaimana Alquran diturunkan itu dibacanya menurut bscaan Ibnu Ummi 'Abd." (Ibnu Mas'ud).
Ibnu Mas'ud adalah seorang saha bat Nabi yang memiliki kelebihan dari sahabat-sahabat lainnya ten tang tajwid Alquran.
Berkata Ibnu Mas'ud :
"Tajwidkanlah olehmu membaca Alquran itu."
Mempelajari ilmu tajwid untuk men jaga lisan dari kesalahan dan keke liruan dari suatu huruf aslinya dalam membaca Alquran.
Hukum mempelajari ilmu tajwud adalah Fardhu Kifayah ...
Namun mempraktekkan ilmu taj wid dalam membaca Alquran adalah Fardhu 'Ain.
Oleh karena itu, membaca Alaquran tanpa menggunakan tajwid, itu tidak dibenarkan ...
Jika kita hendak memulai memba ca Alquran dari awal surah, maka hendaklah ia memilih salah satu dari empat cara di bawah ini :
1. Semuanya terputus (waqaf) yaitu antara bacaan isti'adzah, basma lah, dan surah dari Alquran dibaca terputus-putus.
A'uudzubillahi minasy syaithaanir rojiim (waqaf). Bismillahirrohmanirrohiim (waqaf). Qul huwallaahu ahad (1).
2. Semuanya disambung (washal) yaitu antara bacaan isti'adzah, bas malah dan surah dari Alquran diba ca bersambung.
A'uudzubillahi minasy syaithaanir rojiim (washal). Bismillahirrohmaanirrohiim (washal). Qul huwallaahu ahad (1).
3. Sebagian disambung (washal) dan sebagian lagi terputus (waqaf) yaitu isti'adzah berhenti dan basmalah disambung dengan surah.
A'udzubillahi minasy syaithaanir rojiim (waqaf). Bismillahirrohmaanirrohiim (washal). Qul huwallaahu ahad (1).
4. Berbalikan dengan nomor tiga di atas yaitu isti'adzah disambung (washal) dengan basmalah dan basmalah terputus (waqaf) dengan surah dari Alquran.
A'uudzubillaahi minasy syaithaanir rojiim (washal). Bismillaahirrohmaanir rohiim (waqaf). Qul huwallaahu ahad (1).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar