Senin, 18 Maret 2019

Monitoring Kualitas Air Sungai (12)

Monitoring Kualitas Air Sungai (12)
Oleh aminuddin

JENIS jaring yang digunakan untuk mengambil contoh makroinverteb rata berbeda-beda tergantung pada jenis substrat dasar sungai.

Berdasarkan kondisi substrat dasar sungai, jaring yang digunakan dibedakan menjadi dua :

   • Drifnet sampler. Jaring ini digunakan untuk mengambil contoh makroinvertebrata pada sungai yang dasar sungainya berupa lumpur dan pada lokasi yang kemiringannya rendah.

   • Surber sampler net. Jaring ini digunakan untuk mengambil con toh makroinvertebrata pada sungai yang dasar sungainya berbatu, ber kerikil dan alirannya deras. Pengambilan contoh dilakukan dengan menempatkan jaring pada dasar sungai. Tempat di sekitar kerangka jaring diaduk agar makroinvertebrata yang ada di antara bebatuan terhanyut oleh air dan menyangkut di jaring. Cara ini dapat diulang paling sedikit empat kali per lokasi contoh.

b. Alat dan bahan untuk pemisahan dan identifikasi

   • Baki atau nampan

   • Saringan (dengan ukuran mesh 500 um)

   • Pinset

   • Label

   • Pensil

   • Cairan pengawet ( alkohol 70% atau formalin 4%)

   • Botol plastik

   • Mikroskop binokuler dan monokuler.

3. Pengambilan contoh

1. Membuat plot contoh
Setelah menentukan lokasi pengam bilan contoh dengan mempertim bangkan faktor-faktor seperti sistem penggunaan lahan, keberadaan saluran pembuangan, jenis substrat dan pola aliran sungai, maka pada masing-masing lokasi dibuat plot contoh.

Dalam kondisi lokasi yang sama minimal dilakukan tiga kali ulang an, namun semakin banyak ulangan semakin baik.

Tahapan dalam pembuatan plot contoh adalah sebagai berikut :

• Pilih lokasi pembuatan contoh sesuai dengan tujuan monitoring.

• Rentangkan tali sepanjang 10 meter pada pinggir sungai searah alur sungai.

• Ukur lebar sungai.

2. Mengambil contoh air
Sebelum mengambil contoh makroinvertebrata, ambillah contoh air untuk uji fisika-kimia. Hasil analisa uji fisik- kimia ini selanjutnya dijadikan sebagai data pendukung/pelengkap.

a. Alat
    • Kantong plastik berkapasitas 1 kilogram sesuai dengan kebutuhan jumlah contoh.

    • Karet gelang.

    • Spidol permanen.

    • Cooler box dan ice pack atau ada es batu.

b. Pengambilan contoh
    • Ambil contoh air sebelum ada orang masuk ke dalam sungai yang ada di atas plot contoh, untuk meng hindari kekeruhan air dan berpin dahnya makroinvertebrata.

   • Ambil contoh air dengan kantong plastik atau wadah lain yang bersih. Perkirakan volume air yang diambil agar tidak kekurangan pada saat pengujian.

   • Ikat dengan karet gelang.

   • Simpan air contoh disimpan di dalam 'cooler box' (kotak pendi ngin) yang telah berisi 'ice-pack' atau es batu.

   • Beri label berisi waktu (jam, tanggal, bulan dan tahun) dan tempat pengambilan contoh.

   • Lakukan uji kimia yang dapat dilakukan langsung di lapangan seperti DO, suhu dan pH.

3. Mengambil contoh makroinvertebrata
Pengambilan contoh makroinverteb rata dilakukan sebelum ada orang masuk ke dalan sungai yang ada di atas plot-plot contoh dan dilakukan berlawanan arah dengan aliran sungai (dimulai dari hilir  dan diakhiri di hulu).

Berdasarkan kondisi kedalaman su ngai, pengambilan contoh dibeda kan menjadi : (a) sungai dangkal dan (b) sungai dalam.

a. Sungai dangkal
Pengambilan contoh pada sungai dangkal relatif mudah dilakukan karena bisa langsung masuk ke dalam badan sungai.

Tahap-tahap yang dilakukan adalah:

   • Ambil contoh pada plot yang telah dibuat.

   • Aduk badan sungai dan dinding sungai yang menjorok ke dalam dengan cara menginjak-injak dan menggoyang-goyangkan.

   • Goyangkan batu-batu besar yang ada di badan sungai, ranting-ranting dan akar tumbuhan yang menggantung di tebing sungai.

   • Tempatkan jaring dan tampung aliran air yang telah diaduk  (ber campur bahan terlarut).

   • Pada substrat bebatuan, tempatkan jaring pada tempat yang mudah dijangkau dan ambil contoh lebih banyak.

   • Pada substrat pasir, tempatkan jaring sedikit di atas dasar sungai agar tidak banyak pasir yang terbawa.

   • Masukkan contoh yang diambil dari jaring ke dalam kantong plastik.

   • Periksa keberadaan makroinvertebrata pada dinding sungai yang menjorok ke dalam, batu-batuan, ranting-ranting dan akar-akar yang ada di dinding su ngai serta makroinvertebrata yang bergerak di atas permukaan air .

   • Kembalikan ke sungai bila ditemukan jenis hewan lain masuk ke jaring seperti ikan dan kepiting, karena hewan yang diamati hanya kelompok makroinvertebrata.

   • Periksa terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke sungai dan pasti kan bahwa tidak ada makroinvertebrata yang menempel di tubuhnya.

   • Masukkan contoh air ke dalam wadah (plastik atau botol).

   • Beri label berupa kode, waktu dan tempat pengambilan contoh pada wadah (lakukan double coding untuk memastikan label tidak hilang karena luntur oleh air atau lumpur).

   • Lakukan pengambilan contoh berikutnya dengan bergerak zig-zag dari tepi sungai satu ke tepi lainnya.

   • Usahakan pengambilan contoh selesai dalam waktu lima menit un tuk satu plot sepanjang 10 meter.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar