Rabu, 27 Maret 2019

Tangga Bahagia (7)

Tangga Bahagia (7)
Oleh aminuddin





Pertimbangan Kita
KETERANGAN beliau tadi perlu kita perluas sedikit lagi. Sebenarnya jika ditilik pada perjalanan agama-aga ma yang muncul di Timur, padahal agama itu pangkal penghidupan dan peradaban, maka Islam adalah agama yang selalu menghendaki 'jihad', yaitu setiap nafas turun dan naik harus diisi dengan perjuangan.

Untuk menjadi bukti bagaimana harga jihad di dalam Islam, di sini kita salin dan ringkaskan ketera ngan Al Imam Ibnul Qayyim di da lam bukunya "Zaadil Ma'ad".

Demikian bunyinya ...

Jihad itu ada 4 tingkatan:

• Jihad kepada diri (nafs)

• Jihad kepada setan

• Jihad kepada kuffar

• Jihad kepada munafiqin

Jihad kepada diri sendiri ada empat jalan. Yakni agar kita suka bersu ngguh-sungguh mempelajari pe tunjuk (hudan) dan agama yang benar.

Yang tidak akan tercapai bahagia, baik dalam kehidupan di dunia, apa lagi di kehidupan akherat. Melain kan dengan petunjuk agama yang besar itu.

Kemudian berdakwah (menyeru) manusia kepada petunjuk dan aga ma yang hak memberi ajaran kepada yang tidak tahu.

Jika hal ini tidak dilakukan, terma suklah dia kepada golongan orang yang sengaja menyembunyikan kebenara yang telah diturunkan Allah SWT  beserta petunjuk, dan tidaklah memberi manfaat atas ilmunya, dan tidak dia akan terlepas dari azab-Nya.

Hendaklah pula di jihad nafs ini kita sabar menempuh kesusahan dalam menyerukan agama Allah itu dan kesakitan yang ditimpakan oleh sesama makhluk.

Jika sempurna martabat yang em pat itu, termasuklah ia menjadi golo ngan yang Robbani, yaitu orang yang terlatih jiwanya ...

Adapun jihad menghadapi setan de ngan dua martabat. Yakni de ngan jalan menolak segala syubhat dan syukuk (keragu-raguan) yang dapat mengotori iman.

Dan menjihadnya dengan meme rangi kehendak-kehendak yang salah dan syahwat ..

Jihad martabat yang pertama ial ah dengan jalan yakin. Sedangkan jihad martabat yang kedua dengan jalan sabar, selaras dengan firman Allah SWT berikut ini :

"Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang mem beri petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami."
(QS As-Sajadah 24)

Disana nyata bahwa pangkat men jadi ikutan di dalam agama akan tercapai dengan sebab sabar dan yakin. Karena sabar menolakkan syahwat dan iradat yang tidak baik, dan yakin menolakkan syak wasa ngka dan syubhat.

Sedangkan jihad dengan kafir dan munafik ada empat pula marta batnya. Yaitu dengan hati, lidah, harta dan dengan diri.

Maka barang siapa yang mati, pa dahal belum pernah berperang dengan salah satu senjata yang empat perkara itu, dan tidak ada niatnya hendak berperang, maka matilah dia di dalam golongan munafik.

Dan tidaklah seumpama jihad me lainkan dengan iman. Maka orang yang benar-benar mengharapkan rahmat Allah SWT, ialah orang yang menegakkan ketiga-tiganya ini (jihad, hijrah dan iman).

Allah SWT berfirman :

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhij rah dan berjihad di jalan Allah, mere ka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Al-Baqarah 218)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar