Senin, 04 Maret 2019

Monitoring Kualitas Air Sungai (1)

Monitoring Kualitas Air Sungai (1)
Oleh aminuddin



A. Secara Fisik-Kimia
KUALITAS air adalah mutu air yang memenuhi standar untuk tujuan ter tentu. Syarat yang ditetapkan seba gai standar mutu air berbeda-beda tergantung tujuan penggunaan.

Sebagai contoh, air yang digunakan untuk irigasi memiliki standar mutu yang berbeda dengan air untuk dikonsumsi. Kualitas air dapat diketahui nilainya dengan mengukur peubah fisika, kimia dan biologi.

Klasifikasi dan kriteria kualitas air di Indonesia diatur dalam PP No 82 Tahun 2001. Berdasarkan PP terse but, kualitas air diklasifikasikan menjadi empat kelas yaitu:

1. Kelas I : Dapat digunakan seba gai air minum atau untuk keperluan konsumsi lainnya.

2. Kelas II : Dapat digunakan untuk prasarana/sarana rekreasi air, pem budidayaan ikan air tawar, peternakan dan mengairi tanaman.

3. Kelas III : Dapat digunakan untuk pembudidayaan ikan air tawar, peternakan dan mengairi tanaman.

4. Kelas IV : Dapat digunakan untuk mengairi tanaman.

Kriteria air untuk tiap-tiap kelas didasarkan pada kuantifikasi kon disi fisik, kandungan bahan kimia, biologi dan radioaktifnya.

Secara sederhana, kualitas air da pat diduga dengan melihat kejerni hannya dan mencium baunya. Na mun ada bahan-bahan pencemar yang tidak dapat diketahui hanya dari bau dan warna, melainkan harus dilakukan serangkaian pengujian.

Hingga saat ini, dikenal ada dua jenis pendugaan kualitas air yaitu fisik-kimia dan biologi.

1. Monitoring secara fisik
Ini dapat dilakukan dengan mengu kur peubah-peubahnya seperti su hu, muatan sedimen, kecepatan ali ran, ukuran batuan dasar sungai, turbiditas/kekeruhan, warna, bau, keadaan kanopi dan jenis vegetasi di sekitar sungai. Peubah-peubah yang digunakan pada pemantauan fisik merupakan informasi pendukung dalam penentuan kualitas air secara kimia dan biologi.

1.1. Karakteristik peubah-peubah fisik

a. Suhu
- Suhu merupakan faktor penting dalam keberlangsungan proses biologi dan kimia yang terjadi di dalam air, seperti kehidupan dan perkembangbiakan organisme air.

- Suhu mempengaruhi kandungan oksigen di dalam air, proses foto sintesis tumbuhan air, laju metabo lisme organisme air dan kepekaan organisme terhadap polusi, parasit dan penyakit.

Pada kondisi air yang hangat, kapa sitas oksigen terlarutnya berkurang. Oleh karena itu, pengukuran oksi gen terlarut harus dilakukan pada tempat yang sama dengan pengukuran suhu.

- Suhu air bervariasi antarkedala man sungai, danau maupun badan air lainnya.


b. Lebar : kedalaman dan kecepa tan aliran sungai
- Lebar dan kedalaman sungai berpengaruh terhadap karakteristik fisik, kimia dan biologi sungai. Su ngai yang lebar dan dangkal akan mendapatkan cahaya matahari lebih banyak sehingga suhu air sungai meningkat.

- Kecepatan aliran sungai yang di pengaruhi oleh lebar dan kedala mannya. Sungai yang dalam dan lebar memiliki kecepatan aliran yang lebih besar.


c. Penutupan permukaan (kanopi) sungai
- Penutupan permukaan sungai adalah perbandingan antara luasan contoh yang ternaungi oleh vegetasu dengan total luasan contoh.

- Kanopi sungai merupakan faktor penting dalam mempertahankan kualitas air, karena vegetasi  yang menaungi sungai menghalangi cahaya matahari langsung ke dalam badan sungai sehingga menjaga suhu sungai tetap dingin dan memberikan input nutrisi yang berasal dari seresah jatuh.

- Perakaran vegetasi yang tumbuh di sekitar sungai dapat mensta bilkan tebing sungai dan mengu rangi terjadinya erosi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar