Mang Kerio (45)
Oleh Wak Amin
"MANA nih orang. Bodoh amat. Nyesel deh gue ajak mereka berdua. Sama bodohnya ..."
Edward jengkel dan dongkol. Ke je ngkelan dan kedongkolannya ia tumpahkan dengan menendang kursi tempat duduk Mas Karsa, wartawan yang disekap.
Guarrr ...
Kursi mental membentur dinding. Saat Mas Karsa mengaduh kesa kitan, telepon berdering.
Sang Bos Jailani menelepon ..
"Habisi saja itu wartawan," perintah Sang Bos dengan nada tinggi dan marah besar.
"Tapi Bos .." Maksudnya, apa tidak menunggu James dan Jonan pu lang ke 'markas.'
"Tidak ada tapi-tapian. Laksanakan! Kalau menolak dan si wartawan ti dak mati, saya uber kamu sampai mati. Paham?"
"Paham Bos."
"Cepat tembak."
"Siap Bos."
Senjata dikokang, siap diarahkan ke kepala Mas Karsa.
Peluru siap ditembakkan ...
Praaak ..
Anak betetan dilepaskan Mang Ke rio, tepat mengenai muncung sen jata. Lepas dari genggaman, jatuh ke lantai mengenai dinding.
Tanpa diduga ...
Bleki berlari kencang. Melompat masuk, melewati Cek Leha, 'me nerkam' Edward, jatuh terguling.
Me ronta-ronta menghindari gigitan bleki yang marah dan kesal ..
Bleki ..
Bleki ..
Bleki menghentikan gigitannya. Dia berlari kecil mendekati Cek Leha yang harus memanggil namanya berulangkali.
"Ampun Pak. Saya cuma disuruh," kata Edward, di depan Pak Robin dengan senjata siap tembak.
"Siapa yang suruh?" Tanya Pak Robin.
"Bos Besar."
"Siapa Bos Besar itu?"
"Jailani Pak .."
Haaa ...?
Jailani?
"Jailani tukang cabe itu?" Tanya Cek Leha penasaran.
Ha ha ha ...
Mang Kerio en Pak Jailani ketawo libar ...
"Dulu iya Non. Sekarang sudah jadi Bos Besar," jawab Edward dengan bangga.
"Bos Besar apa?"
"Ngebosi urusan tukar menukar orang."
Heeem ...
"Apa maksud kalian mencu lik dan menyekap dia?" Tanya Mang Kerio sembari mengarahkan jari telunjuk nya ke Mas Karsa yang sudah siu man dan dipapah Cek Leha berjalan mendekati bleki yang duduk manis di lantai dekat buffet buruk ruang tamu.
"Rencananya mau ditukar .."
"Ditukar dengan apa?"
"Hanya Bos Besar yang tahu ..."
Guk .. Guk .. Guk ..
Sontak bleki berjalan mendekati Ed ward. Dia peloroti itu celana hingga tersisa celana dalam ..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar