Tausiyah
Jangan Fakir Ilmu
Oleh Wak Amin
RASULULLAH SAW bersabda : "Pada malam Mi'raj, aku diperlihatkan neraka. Ternyata aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang fakir."
Para sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, apakah mereka miskin (fakir) harta?"
Beliau menjawab : "Tidak, tetapi mereka fakir ilmu."
Barang siapa yang tidak mempelajari ilmu, kata Imam Ghazali, tentu dia tidak akan mengerti hukum dan aturan-aturan ibadah, sehingga tidak bisa menjalankan hak-hak ibadah sebagaimana mestinya.
Seandainya, lanjut Al-Ghazali, seseorang beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana ibadahnya malaikat di langit, tanpa didasari ilmu, maka dia termasuk golongan orang-orang yang merugi.
Said bin Al-Musayyab, dari Saied Al-Khudri ra berkata, Rasulullah SAW bersabda :
"Amal yang utama di atas bumi ini ada tiga: penuntut ilmu, jihad dan kasab. Penuntut ilmu itu kekasih Allah SWT, pejuang jihad itu waliyul lah, dan usaha kasab adalah shid diqullah (mereka yang sungguh-sungguh bertakwa kepada Allah SWT)."
Muadz bin Jabal ra berkata : "Belajarlah ilmu, karena belajar itu hasanat (kebaikan). Mencari ilmu itu ibadat dan mengingatinya sama dengan tasbih. Menyelidikinya sama dengan jihad, mengajar kepada yang tidak tahu itu sedekah, sementara memberikan kepada yang berhak itu taqorrub, sebab ilmu itu jalan untuk mencapai tingkat-tingkat di surga ...
Ia yang menjinakkan (menghibur) di kala sendirian, kawan dalam pengasingan, teman dalam kesepian, penunjuk jalan kesenangan, penolong menghadapi kesukaran, keindahan di tengah kawan-kawan dan senjata untuk menghadapi musuh.
Allah SWT meninggikan derajat be berapa kaum dengan ilmu, sehing ga dijadikannya pimpinan yang da pat diikuti jejak dan ditiru perbuatan mereka.
Malaikat suka berkawan dengan mereka, mengusap mereka dengan sayapnya, didoakan oleh semua benda yang basah dan yang kering, ikan-ikan di laut dan semua serangga, dan binatang. Binatang buas di darat dan laut serta semua ternak.
Karena ilmu itu dapat menghidup kan hati dari kebodohan, pelita dari kegelapan, kekuatan dari segala kelemahan, dan alat untuk mencapai derajat abraar, dan yang baik-baik di dunia serta akherat.
Memperhatikan ilmu itu menyamai puasa, sedangkan mengingat-ngin gatnya menyamai bangun malam, dan dengan ilmu tersambung hu bungan kerabat, dikenal halal dari yang haram ...
Ilmu itu penuntun amal. Sementara amal tetap menjadi pengikutnya, dan ilmu itu diberikan Allah SWT kepada orang-orang yang akan bahagia, serta diharamkan dari orang yang celaka dan rugi ..."
Abu Dardaa' ra berkata :"Wahai semua manusia, mengapakah saya perhatikan para ulamamu mati sedangkan orang-orang yang bodoh dari kamu tidak suka belajar. Bela jarlah kalian sebelum terlambat ini ilmu, sebab tercabutnya ilmu itu ia lah dengan matinya para ulama."
Ali bin Abi Thalib ra berkata : "Ilmu itu lebih baik dari harta. Ilmu menja ga dirimu, sedang kamu menjaga harta. Ilmu bertambah jika disiarkan, sementara harta berkurang jika dibelanjakan."
Abul Laits berujar, Abul Qasim Abdurrahman bin Muhammad meriwayatkan dengan sanadnya dari Al-Hasan Al-Basri berkata :
"Saya tidak mengetahui sesuatu amal agar lebih afdhal dari jihad selain menuntut ilmu. Maka itu lebih afdhal dari jihad fisabilillah. Siapa yang keluar dari rumahnya untuk menuntut satu bab dari ilmu agama, maka dinaungi oleh malaikat dengan sayapnya. Didoakan oleh burung-burung di udara, binatang buas di hutan, ikan- ikan di laut dan diberi Allah SWT pahala tujuh puluh dua orang shiddiq ...
Karena itu tuntutlah ilmu dan ca rilah untuk ilmu itu ketenangan, kesabaran dan kesopanan serta rendahkanlah dirimu terhadap gurumu, dan juga muridmu. Jangan kau gunakan untuk menyaingi ula ma atau membantah, mendebat orang-orang bodoh ...
Janganlah mencari muka kepada penguasa dan sombong terhadap hamba Allah. Jangan sampai kamu menjadi ulama yang kejam yang di murkai Allah, sehingga disungkur kan mereka ke dalam neraka jahanam ...
Carilah ilmu yang tidak merusak ibadahmu kepada Allah SWT, dan ibadahlah kepada-Nya, sekiranya tidak menghalangi kamu untuk mencari ilmu. Sebab tidaklah ber guna ilmu tanpa ibadat, atau ibadat tanpa ilmu, dan jangan menjadi seperti orang-orang yang beribadat tanpa ilmu, sehingga setelah kurus kering badannya tiba-tiba keluar dengan pedangnya memerangi kaum muslimin. Padahal andaikata mereka mencari ilmu, niscaya ilmu itu dapat menghalangi mereka dari perbuatan itu ...
Dan seorang yang beramal tanpa ilmu itu bagaikan orang yang ter sesat jalan, tambah rajin bertam bah jatuh, dan salahnya lebih banyak dari benarnya ...
Ketika ditanya dari manakah kete ranganmu ini wahai Abu Saied? Jawabnya : "Saya telah berteman dengan 70 sahabat yang ikut dalam Perang Badr, dan saya mencari ilmu itu selama empat puluh tahun ..."
Wallahu a'lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar