Tausiyah
Kewajiban Bersyukur
kepada Allah SWT
Oleh aminuddin
(Wak Amin)
SEORANG Hakiem berkata, saya sibuk mensyukuri empat
macam. Apa saja?
1.
Allah SWT telah menjadikan seribu macam makhluk,
sedang yang termulia dari semua itu anak Adam. Lalu Dia menjadikan aku dari
anak Adam.
2.
Allah SWT telah melebihkan orang laki-laki
daripada wanita, lalu menjadikan aku laki-laki.
3.
Aku mengetahui bahwa Islam itu sebaik-baik
agama, dan yang diterima oleh Allah, lalu saya dijadikan seorang muslim.
4.
Aku mengakui bahwa umat Muhammad itu
seutama-utama umat, lalu Allah SWT menjadikan aku dari umat Nabi Muhammad SAW.
Abul Laits berkata, syukur
itu dalam tiga macam:
1.
Jika menerima nikmat, maka ingatlah kepada yang memberi untuk memuji padanya.
2.
Ridha dan puas terhadap nikmat yang kau terima.
3.
Selama manfaat nikmat itu terasa padamu, maka
jangan kau pergunakan untuk maksiyat.
Saied dari Qatadah berkata ia, Nabi SAW telah bersabda:
“Empat macam siapa yang diberinya, berarti telah diberi keuntungan dunia
akherat: Lidah yang selalu dzikir, hati
yang selalu syukur, badan yang selalu sabar dan isteri mukminat shalihat.”
Di antara doa Nabi Daud As …
“Ya Allah, saya mohon
kepada-Mu empat dan berlindung kepada-Mu dari empat. Saya mohon kepada-Mu lidah
yang selalu berzikir, hati yang selalu bersyukur, badan yang sabar dan isteri
yang membantuku dalam urusan dunia dan akherat. Saya berlindung kepada-Mu dari
anak yang menguasai aku, isteri yang menyegerakan aku beruban sebelum waktunya,
dan dari harta yang membahayakan kepadaku, dari tetangga yang bila melihatku
kebaikanku ditutupi, dan bila melihat kebusukanku disiarkan.”
Nabi SAW bersabda:
“Saya kagum terhadap
seorang mukmin. Segala kejadian baginya menjadi baik, jika mendapat nikmat lalu
bersyukur, maka lebih baik baginya, dan jika ditimpa bahaya lalu sabar, maka
lebih baik baginya.”
Abul Laits Assamarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari
Anas bin Malik ra, Nabi SAW telah bersabda: “Sesungguhnya Allah suka kepada
hamba jika makan atau minum lalu mengucap alhamdulillah.”
Nabi Musa as pernah bertanya kepada Tuhan.
“Ya Robbi. Bagaimana Adam dapat mensyukuri nikmat yang
Engkau anugerahkan kepadanya, Engkau jadikan dengan tangan-Mu, dan Engkau
tiupkan kepadanya Roh-Mu, Engkau tempatkan ia dalam surge-Mu, dan Engkau
perintahkan malaikat sujud kepadanya?”
Jawab Tuhan: “Ya Musa, Adam mengetahui bahwa semua itu
daripada-Ku, maka ia mengucapkan puji kepada-Ku. Maka itulah syukur terhadap
semua yang Aku perbuat kepadanya.”
Allah SWT memerintahkan kita para hamba-Nya agar bersyukur. “Maka makanlah yang halal lagi baik dari
rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika
kamu hanya kepada-Nya saja menyembah.” (QS An-Nahl 114).
Celaan kepada mereka yang enggan bersyukur: “Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan
dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak
bersyukur?” (QS Yaasin 35).
“Dan mereka memperoleh
padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapa mereka tidak bersyukur?”
(QS Yaasin 73).
Mengapa kita wajib bersyukur?
“Maka terangkanlah
kepada-Ku tentang yang kamu tanam? Kamukah
yang menumbuhkannya, ataukah Kami
yang menumbuhkannya? Kalau Kami kehendaki, benar-benar kami jadikan dia
kering dan hancur; maka jadilah kamu
heran tercengang. (Sambil berkata) : Sesungguhnya kami benar-benar menderita
kerugian, bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa. Maka
terangkanlah kepada-Ku tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya
dari awan ataukah Kami yang menurunkannya? Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan
dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur? Maka terangkanlah kepada-Ku
tentang api yang kamu nyalakan (dari gosok-gosokan kayu), kamukah yang menjadikan kayu itu, atau Kamikah yang
menjadikannya? Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna
bagi musafir di padang pasir. Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.”
(QS Al-Waaqiah 63-73).
Saudaraku … Sesungguhnyalah
bersyukur itu, manfaatnya ada pada kita manusia sendiri …
“Dan sesungguhnya
telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan
barang siapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur
untuk dirinya sendiri; dan barang siapa yang tidak bersyukur maka sesungguhnya
Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.” (QS Luqman 12).
Bentuk syukur itu adalah dengan menyembah Allah SWT …
“Sesungguhnya Kami
telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena
Tuhanmu, dan berkorbanlah.” (QS Al-Kautsar 1-2).
Allah SWT akan membalas hamba-Nya yang bersyukur …
“ … Dan Kami akan
memberikan balasan kepada oran-orang yang bersyukur.” (QS Ali Imran 145).
Wallahu a’lam bishshawab.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar