Yahudi Genggam Dunia (35)
Oleh aminuddin
Yahudi dan Strategi Kuasai Dunia
SETELAH membaca buku Yahudi 'Mengapa Mereka Berprestasi' karya Toto Tasmara, saya, kata Harmoko, Ketua Umum KAMMI Unram, mendapatkan lautan keilmuan yang begitu luar biasa.
Banyak aspek kenapa bangsa Ya hudi mampu bangkit dari keterpuru kannya sehingga mereka menjadi bangsa yang tidak mudah putus asa terhadap kondisi apa pun.
Untuk itu sangatlah penting bagi umat Islam mempelajari bagaimana bangsa Yahudi bisa menguasai dunia sampai saat sekarang.
Tidak salah kita mengambil pelaja ran dari siapa pun karena yang pen ting itu kebaikan bagi kita dan umat ini.
Penulis Jerman, Johann Wolfgang von Goethe (1749-1832) pernah memuji orang Yahudi.
Dia mengatakan, "Energi adalah dasar dari segalaya. Orang-orang Yahudi betapa pun kecilnya kelompok mereka selalu mengejar tujuannya dengan sangat menyakinkan, mereka mahluk paling tidak mau diam di atas bumi ini.’’
Ini adalah sebuah pujian yang dilon tarkan oleh Goethe. Pujian itu tidak lahir begitu saja. Pujian baru lahir ketika seseorang telah melihat apa yang dia puji itu.
Dalam tulisan singkat ini saya ingin sedikit berbagi iformasi bagaimana kaum Yahudi bisa menguasai dunia sampai saat sekarang.
Sejarah mencatat bagaimana bang sa dengan jumlah penduduknya ya ng hanya beberapa juta jiwa ini bisa dengan leluasa menjajah bangsa Palestina di tengah-tengah bangsa Arab yang mengelilinginya dengan jumlah penduduk yang berkali-kali lipat banyaknya.
Bukan hanya itu, kaum Yahudi yang bermukim di Amerika Serikat dengan jumlah penganut yang hanya beberapa juta saja sudah bisa memengaruhi dan mendikte pemerintahan Amerika.
Kaum Yahudi mampu menguasai dunia sampai saat sekarang tidak secara sponta, tapi ada yang mem buat mereka selalu berprestasi. Salah satu yang dilakukan kaum ini adalah mereka menanamkan kepa da generasi mudanya betapa peting nya pedidikan. Bagi mereka pendidikan itu ruh kehidupan.
Tahun 1909, Harvard University, universitas paling bergengsi di Amerika, mencatat 6 persen para mahasiswanya orang Yahudi. Dan melonjak menjadi 22 persen pada tahun 1922.
Sementara di Universitas Columbia yang bera da di New York mencatat 44 persen mahasiswanya adalah Yahudi.
Begitu kuatnya dominasi Yahudi dalam dunia pendidikan sehingga hampir seluruh universitas di Ame rika didominasi para profesor Yahu di.
Pendidikan atau dalam bahasa Ibra ni disebut Chanukah merupakan dasar budaya Yahudi yang telah dirintis sejak awal.
Di samping belajar di sekolah umum, mereka belajar di lembaga pendidikan Yahudi untuk belajar bahasa Ibrani, sejarah Yahudi, dan huruf Ibrani.
Kaum Yahudi menujukkan kepedu lian Yahudi terhadap pentingnya pendidikan untuk membangun wa tak generasi yang akan datang se bagai aset untuk meneruskan cita-cita kaum Yahudi.
Mereka ini selalu diarahkan untuk memiliki indentitas kaum Yahudi sebagai bangsa pilihan Tuhan. Mereka sudah dilatih untuk mengucapkan, ‘’shema yisrael’’ (semoga Tuhan memberkati Israel), ucapan yang dianggap suci dan heroik.
Ilmuwan Yahudi, Albert Einstein menasihati anak-anak bahwa ada kaitan antara sukses, kerja keras, kesenangan dan kesungguhan sebagaimana ia katakan, “bila A adalah sukses, maka A=X + Y + Z. Kerja keras adalah X, bermain adalah Y dan Z adalah tutup mulutmu jangan banyak bicara!”
Sehingga dalam kepercayaan Yahudi dikatakan bahwasanya, “Kemiskinan adalah hina, tanda kelemahan. Kemiskinan lebih buruk dari lima puluh wabah penyakit”.
Bagi kaum Yahudi, pendidikan sudah menjadi darah daging. Anak-anak Yahudi wajib untuk belajar di sekolah dan bahkan wajib untuk belajar bagaimana kaum keyahudiannya sehingga anak-anak sudah tertanam pemahamannya sejak dini.
Pendidikan adalah makanan pokok kaum Yahudi. Jad kita tidak heran betapa banyak kaum Yahudi menda patkan penghargaan seperti Nobel dan lainnya.
Kaum Yahudi sangat haus dengan dunia pendidikan dunia yang me ngajarkan bagaimana mereka mam pu berkarya dan berprestasi di kan cah internasional.
___
RILIS.ID
Tidak ada komentar:
Posting Komentar