Selasa, 18 Desember 2018

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (8)

Kenapa Keluarga Nabi Dihabisi (8)
Oleh aminuddin






Perseteruan hingga ke Anak Cucu


KETIDAK-ADILAN Abu Bakar terha dap bunda Fathimah az-Zahra memberikan jalan yang mulus kepada para karib kerabat dan keluarganya untuk melakukan hal yang sama kepada keturunan Nabi.

Sayyid Safdar Hussain, dalam buku nya yang sangat berharga yang diberi judul 'The Early History of Islam,' halaman 242, merangkum tindak kejahatan yang dilakukan oleh keluarga Abu Bakar (keturunan, sanak kerabat, dan keluarga karena pernikahan dari keturunan Abu Bakar) kepada keluarga Fathimah dan keturunannya.

Ia menuliskan sebagai berikut:

“Sejarah telah menunjukkan dengan jelas sekali kepada kita bahwa Abu Bakar sendiri dan seluruh keluarganya (kecuali Asma dan puteranya Muhammad) bersikap bermusuhan dengan keluarga Nabi, walaupun Al-Quran telah mewajibkan kita untuk mencintai keluarga Nabi dan Rasulullah pernah bersabda mengenai rasa hormat dan rasa cinta kepada keluarganya.

Berikut adalah bukti-bukti nyata yang menunjukkan sikap permu suhan dari keturunan Abu Bakar terhadap keturunan atau keluarga Nabi:

- ABU BAKAR, ketika naik menjadi khalifah, ia mengirimkan Umar untuk menemui bunda Fatimah dan mewajibkan Ali dengan paksaan untuk mendatanginya dan mem berikan bai’at kepadanya.

Umar mengancam untuk memba kar rumah Bunda Fatimah. Umar menggiring Imam Ali dengan todo ngan senjata ke hadapan Abu Ba kar dimana disana ia diperma lukan dan dihina ...

Imam Ali merasa sangat sedih atas perlakuan itu hingga ia tersungkur di pusara Rasulullah dan kemudian ia menangis sejadi-jadinya di sana.

Bunda Fatimah sendiri sangat se dih dan marah sekaligus hingga tidak lama setelah ayahnya yang tercinta meninggal, ia tidak lagi bertegur sapa dengan Abu Bakar.

Sejarah mencatat Bunda Fathimah tidak lagi terlihat berbicara dengan Abu Bakar. Di pembaringannya, ke tika Bunda Fathimah hendak me ninggal dunia, bunda ia berwasiat agar pemakamannya tidak dihadiri oleh dua orang itu: ABU BAKAR dan UMAR IBN KHATTAB.

Pemakaman Bunda Fathimah di langsungkan pada malam hari dan tidak diketahui oleh seluruh pendu duk kota Madinah.

Hanya beberapa gelintir orang saja (keluarga dan pendukung keluarga Rasulullah) yang hadir di pemakaman itu.

Hingga kini makam Bunda Fatimah tidak diketahui orang dimana letak sebenarnya ...


- AISYAH BINTI ABU BAKAR, puteri dari Abu Bakar. Aisyah membe rontak dan memerangi Ali bin Abi Thalib—khalifah yang sah; khalifah pertama yang ditunjuk oleh umat secara aklamasi (beda dengan para khalifah sebelumnya yang menjadi khalifah dengan intrik-intrik politik).

Aisyah tidak pernah membai’at Ali sebelumnya dan ketika Ali baru saja menjabat jabatan khalifah, Aisyah langsung menyatakan pe rang terhadapnya.

Sebanyak 30,000 nyawa melayang ….. dan mereka adalah para saha bat Nabi. Sebagian kecil sahabat Nabi yang setia kepada Nabi ikut dengan Ali; dan sebagian lagi yang lebih mencintai harta dan kekua saan politik lebih memilih Aisyah.

Untunglah pihak Aisyah kalah da lam perang itu. Kalau Aisyah mena ng, maka Islam akan jatuh ke ta ngan para sahabat Nabi yang lebih menyukai dunia dibandingkan akhi rat; dan wajah Islam akan berubah seratus delapan puluh derajat ...

- ZUBAYR BIN AWWAM, menantu dari Abu Bakar. Zubayr bin Awwam menikah dengan Asma binti Abu Bakar—puteri tertuanya.

Zubayr juga memerangi keluarga Nabi dalam Perang Unta. Ia menjadi salah satu jenderal pasukan dalam Perang Unta.

Ia memilih berpihak kepada Aisyah daripada Ali. Ia lebih memilih keluarga Abu Bakar daripada keluarga Nabi.

Di tengah-tengah peperangan (Perang Unta) yang makin berkecamuk, Zubayr mundur dari peperangan dan pergi meninggalkan medan perang menuju kota Mekah.

Akan tetapi ia dibunuh orang tidak jauh dari medan perang ...

-  ABDULLAH BIN ZUBAYR, cucu dari Abu Bakar. Abdullah bin Zubayr adalah putera dari Zubayr bin Awwam dan Asma binti Abu Bakar.

Ia menjadi komandan pasukan infantri dalam pasukan pemberontak pimpinan Aisyah yang ditujukan untuk memerangi dan membunuh Ali bin Abi Thalib; dan kemudian merampas jabatan khalifah darinya.

Abdullah bin Zubayr diadopsi oleh Aisyah yang tidak lain adalah tan tenya sendiri. Setelah Perang Unta selesai, ia diketemukan diantara tumpukan mayat-mayat yang ber gelimpangan.

Ia kemungkinan besar bersembunyi di tumpukan mayat itu karena ketakutan.

Ia masih hidup ...


- THALHAH BIN UBAYDILLAH, sepupu sekaligus menantu dari Abu Bakar.

Thalhah adalah suami dari puteri Abu Bakar yaitu Ummi Kultsum. Thalhah adalah komandan pasukan pemberontak pimpinan Aisyah.

Ketika Perang Unta berkecamuk, Marwan bin Hakam (kelak menjadi khalifah kaum Muslimin; sementara pada waktu itu ia adalah sekretaris negara yang ditunjuk oleh Utsman bin Affan, saudaranya. Marwan adalah otak jahat yang ada di dalam kekhalifahan Utsman) datang mengendap-endap mendekati Thalhah bin Ubaydillah.

Marwan dan Thalhah sebenarnya ada dalam pasukan yang sama dan memerangi orang yang sama yaitu Ali bin Abi Thalib.

Akan tetapi Marwan mengetahui bahwa Thalhah adalah orang yang ikut bertanggung jawab atas kematian Utsman bin Affan.

Ketika melihat Thalhah sedang sibuk, Marwan berkata kepada budaknya, “Beberapa hari sebelumnya Thalhah sibuk menghasut orang-orang agar membunuh Utsman bin Affan; tapi sekarang ia sibuk untuk membalaskan darah Utsman bin Affan. Betapa memuakkan! Ia itu orang yang sangat munafik dan hanya mencari kesenangan dunia saja kerjanya!”

Setelah berkata seperti itu, Marwan menembakkan sebuah panah yang kemudian menembus paha Thalhah dan menusuk kuda yang ditungganginya.

Kuda itu menjerit keras dan lari kencang meninggalkan pasukan. Thalhah sendiri terlempar dari kudanya dan jatuh terjerembab ke tanah.

Ia kemudian cepat-cepat dibawa ke kota Basrah, dan ia tewas di sana tidak berapa lama kemudian.


- ABU AL-RAHMAN, sepupu Abu Bakar saudara dari Thalhah.

Abu Al-Rahman juga ikut dalam Perang Unta untuk membela Aisyah dan memerangi Ali bin Abi Thalib dan keluarga Nabi.

- MUHAMMAD BIN THALHAH, putera Thalhah, juga ikut dalam perang untuk membunuh Ali bin Abi Thalib dan keluarga Nabi.

- JA’DAH BINTI ASY’ATS, puteri dari Ummi Farwa. Ummi Farwa sendiri adalah saudari dari Abu Bakar. Jadi Ju’dah itu keponakan dari Abu Bakar.

Ia membunuh Hasan bin Ali bin Abi Thalib, cucu Nabi. Jadi cucu Nabi dibunuh oleh cucu Abu Bakar.

- ISHAQ, putera dari Ummi Farwa (saudari dari Abu Bakar), juga dua orang putera dari Asy’ats, semuanya ambil bagian dalam tentara Yazid untuk membunuh Husein bin Ali (cucu Nabi, saudara dari Hasan bin Ali).

Keturunan Abu Bakar itu ikut dalam pasukan Yazid bin Mu’awiyah (l.a) yang membantai keluarga Nabi di padang Karbala.

Keturunan Abu Bakar  ini kelak dibunuh oleh pengikut Imam Hu sein yang setia yang bernama Mukhtar yang membalaskan dendam cucu Nabi.

Sementara yang lainnya mati digi git dan dikoyak-koyak oleh anjing-anjing buas ...

- MUS’AB BIN ZUBAYR, putera dari Zubayr bin Awwam yang merupakan menantu dari Abu Bakar.

Mus’ab bin Zubayr memerangi Al-Mukhtar (pengikut setia dari Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib—cucu Nabi)

   
Tentara Bayaran

Perang Unta itu mirip-mirip perang MAHABHARATA dalam kisah pewa yangan. Perang itu perang saudara karena yang bertikai masih banyak pertalian darah antara satu dan lainnya.

Yang jelas perang itu melibatkan Keluarga Fatimah (keluarga Nabi) di satu sisi dan Keluarga Abu Bakar (keluarga Aisyah) di sisi lain.

Perang ini sarat kepentingan. Di pihak Ali bin Abi Thalib, perang ini selain untuk mempertahankan ke daulatan negara (melindungi rakyat nya) juga untuk mempertahankan Islam dari gangguan orang-orang yang tidak bertanggung-jawab.

Kalau saja Ali dan keluarga Nabi kalah dan terbunuh dalam perang itu, maka itu artinya Islam yang asli akan musnah di muka bumi ini; di gantikan dengan Islam palsu yang disebarkan oleh kalangan istana oleh para penguasa yang menjadi kan Islam sebagai alat untuk mele gitimasi kekuasaannya sekaligus untuk menindas rakyatnya.

Di sisi lain, di pihak Aisyah, Thalhah, Zubayr (Keluarga Abu Bakar), perang ini adalah sebuah kesempatan emas untuk kembali mendapatkan tahta khilafah setelah sebelumnya pernah ada bersama mereka.

Di dalam pasukan mereka ada juga para petualang yang mencoba un tuk mencari peruntungan. Siapa tahu setelah perang, mereka bisa mendapatkan harta pampasan perang, jabatan, atau kedudukan; karena mereka kebanyakan adalah tentara bayaran.







____

al-manar-s-it.blogspot.com > 2014/03 > s ...




Tidak ada komentar:

Posting Komentar