Tangisan Rasulullah (7)
Oleh aminuddin
Anak tak Berbakti
SEORANG pria datang menghadap Rasulullah SAW. Ia mengadukan kelakuan sang ayah yang mengha biskan uang miliknya tanpa me minta izin terlebih dahulu.
Si pria itu berang ...
Rasulullah lalu memanggil ayah ora ng itu untuk menghadap. Tak lama kemudian datanglah seorang tua.
Ia berjalan dengan tertatih-tatih dan bersandar pada tongkat ...
Pria itu menangis.“Ya Rasulullah,” ujarnya sambil terisak, “Saat saya kuat dan anakku lemah. Tatkala saya kaya dan anakku miskin, saya tak membelanjakan uangku kecuali demi memberi makan dia. Bahkan terkadang saya membiarkan diriku kelaparan asalkan dia dapat ma kan.”
Rasululah SAW terdiaam ...
“Sekarang saya sudah tua dan le mah, sementara anakku tumbuh kuat. Saya sudah jatuh miskin sementara anakku kaya.”
Pria itu berhenti sejenak, menun dukkan kepala dan terisak ...
Lalu, Rasulullah SAW memegang tangan pria itu dan memintanya kembali melanjutkan apa yang hendak ia bicarakan.
“Dahulu saya menyediakan makan untuknya tapi sekarang dia cuma mempersiapkan makan demi anak ku. Saya begitu menyayanginya. Sa ya tidak pernah seperti dia mem perlakukan saya. Kalau saja saya masih sekuat dulu, saya masih ba kal merelakan uangku demi dia.”
Saat menyimak, mata Rasulullah SAW berlinang, menetes seperti un taian mutiara yang turun melalui janggutnya ...
“Baiklah,” kata Rasulullah," “Habis kan seluruh uang anakmu sekehen dak hatimu. Uang itu milikmu…”
Sontak, hal ini membikin ayah dan anak itu menangis. Mereka berpe lukan dan saling meminta maaf.
Sang anak merasa selama ini dia merasa bersalah karena sudah ber buat tak adil pada ayahnya.
Mereka berdua bersedih, apalagi sampai membikin Rasulullah SAW menitikkan air mata.
Apakah beliau teringat sosok sang ayah, seseorang yang tak pernah be liau temui selama hidupnya itu?
Wallahu a’lam bisshawab ..
Source by Ahmad Naufal
Premium WordPress Themes DownloadDownload Nulled WordPress ThemesPremium WordPress Themes DownloadDownload Best WordPress Themes Free Downloadlynda course free downloaddownload coolpad firmwareDownload Nulled WordPress Themesdownload udemy paid course for free
Artikel & Berita Terkait :
Kisah Nyata: Nabi Muhammad SAW Sang Maha Cinta Insani
Dalam detik-detik menjelang wafat Nabi Muhammad Saw kisah cinta ini terungkap jelas, saat itu Nabi Muhammad Saw menyebut-nyebut Ummatnya karena cintanya yang begitu besar. Tidak ada cinta di dunia ini melebihi besarnya cinta Nabi Muhammad saw kepada Umat manusia. "Ummatii..., ummatii...., ummatii...," demikian Nabi menyebut-nyebut ummatnya. Nabi tidak menyebut-nyebut putrinya…
Juni 10, 2015
dalam "Biografi Nabi Muhammad Saw"
Ternyata, Mencium Tangan Orang Shalih Itu Sunnah
Mencium Tangan - Ada sebagian golongan Islam yang hobby mempermasalahkan cium tangan orang shalih, orang alim, atau orang tua sendiri. Mereka beranggapan bahwa perbuatan cium tangan ialah guluw. Yaitu sikap keterlaluan yang dicegah oleh syari'at Islam. Padahal soal cium tangan ini telah jadi kebutuhan kita dalam rangka penghormatan kpd orang-orang…
___
https://islam-institut.com>saat-rasulullah ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar