Mangkuk (18)
Oleh Wak Amin
"SEJAK kapan kau berbisnis Bro. Setahuku kamu enggak suka de ngan bisnis," sindir Mr Jango.
"Itu dulu Ngo. Waktu kita masih ya katakanlah ABG. Sekarang kan beda. Betul kan?"
"Betul. Tapi setahuku orang berbis nis itu selain karena bakat dan su ka, eeem maksudku senang berbis nis, juga karena faktor lain. Misal nya untuk menambah asap dapur demi menghidupi anak dan isteri. Nah, apa kau sudah punya .. Mak sudku sudah kawinkah kamu?"
"Baru rencana Ngo .."
Hua ha ha ha ...
"Berarti belum kan?"
William mengiyakan ...
"Nah, mumpung kau belum kawin teman, yuk gabung ke aku. Aku janji sama kamu. Setelah ini aku tak ak an memaksamu lagi gabung ke aku. Gimana Wil?"
Terus didesak, William mau dan bersedia juga akhirnya ...
"Nah gitu Bro. Kamu memang saha batku yang sejati," puji Mr Jango sembari menawari William rokok cerutu keluaran terbaru.
Heeeeem ...
Haruuum ..
Sebelum dihisap, cerutu itu didekat kan ke lubang hidung.
"Gini dulu Bro sebelum dihisap. Co ba ikuti aku ..."
William dekatkan cerutu ke lubang hidungnya ...
Lalu ...
"Gimana Bro?"
"Benar-benar jango ..."
Ha ha ha ha ....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar