Meningkatkan Kualitas SDM Petani (2-tamat)
Oleh aminuddin
Upaya keempat adalah merangsang para sarjana pulang kampung. Para sarjana baru lulus yang memiliki hubungan kekera batan dengan satu desa diberi kredit untuk memulai kegiatan usaha di desa.
Kegiatan ini bekerja sama dengan perguruan tinggi (PT). PT bertugas memberikan pengetahuan kewira-usahaan dan konsultasi penyusu nan proposal usaha kepada alumni nya.
PT juga memberikan rekomdndasi (dan bertanggung jawab atas reko mendasinya) atas usulan kredit yang diajukan alumni barunya. Pem beri kredit menilai kelayakan usu lan usaha dari sarjana tersebut.
Berbeda dengan PPL yang boleh jadi kepentingan utamanya mem peroleh gaji, atau mendapat duku ngan politik di desa, sarjana wirau sahawan ini memiliki mindset pe tani pengusaha, bukan untuk menjadi PNS.
Sebagai pengusaha petani di desa, mereka ini ber kepentingan atas peningkatan kemajuan usaha pertanian seluruh petani di desanya.
Apalagi jika mereka itu berasal dari desa ter sebut. Jika petani di desa nya cerdas maka mudah diajak be kerja sama untuk berproduksi dan memasarkan hasil panennya sehingga meningkatkan efisiensi usaha taninya.
Keuntungan lainnya adalah peng hematan uang negara. Jika, seo rang sarjana penyuluh bergaji Rp 2 juta per bulan, dalam tiga tahun akan memperoleh uang sebesar Rp 72 juta yang tidak akan kembali ke pemerintah.
Jika seorang sarjana wirausahawan diberi kredit Rp 100 juta dengan bunga 5% per tahun, uang ini masih mungkin kembali seluruhnya atau sebagian ke pemerintah.
Hal positif lain adalah sarjana wirau sahawan lebih berminat memba ngun multiplier effect dari usaha di desa yang selanjutnya akan mendo rong kegiatan ekonomi di desa tersebut.
Penutup
1. Upaya peningkatan kualitas SDM petani perlu segera dilakukan secara terencana oleh penentu kebijakan setingkat bupati, gubernur dibantu kepala dinas terkait.
2. Usaha ini merupakan usaha terpadu, bukan hanya pekerjaan dinas pertanian semata.
3. Selama kualitas SDM petani kita rendah, upata peningkatan produk tivitas pertanian kita sangt sulit dilakukan.
________
Sumber bacaan : Dr Ir Dwi Putro Priadi, MSc, 'Menuju Pertanian Sejahtera', PPNSI Sumsel 2014.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar