Mangkuk (23)
Oleh Wak Amin
"APA tak sebaiknya kita pulang aja Mam," usul Sufyan. "Hari lain aja kita belanja. Gimana Mam?"
"Lisa sendiri gimana?"
"Eeeem ..Kalau Lisa sih, nurut Mama ajalah ..."
Bu Sufyan tersenyum geli ...
"Mam!"
Lisa kuatir Mamanya tersinggung. Syukurlah tidak ...
"Mama lupa bawa ATM ..."
Haaaa ...
"Mam!"
"Untung belum belanja. Mama sih terlalu banyak dipikirin," kata Lisa menepuk manja pundak ibunya.
"Kok Mama yang disalahin. Ha rusnya kan ATM nya. Kenapa enggak ikut Mama. Tul kan?"
"Betul sekali Mam," ucap Sufyan menenangkan hati ibundanya.
Kuatir menangis ...
Di dekat pos security ...
"Mereka tak jadi belanja Ngo, ka yaknya."
"Iya ya .. Ada apa ya?"
Putar otak, akhirnya Mr Jango tahu sebabnya ...
"Menurutku mereka lupa bawa duit," kata Mr Jango.
"Kok bisa?"
"Feelingku begitu, Wil. Entah feeling kamu gimana?"
"Aku sih enggak ada feeling Ngo. Aku hanya mengatakan kemung kinan besar kamu benar ..."
Piiiin ..
Piiin ..
Sebuah mobil putih meluncur lam bat dari plang pintu keluar mal ber tingkat delapan belas itu ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar